<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884</id><updated>2012-01-27T12:18:00.517+07:00</updated><category term='LUCU'/><category term='rekor matematika'/><category term='pendidikan'/><category term='pendidikan pria jepang'/><category term='Info Komputer'/><category term='guru. lingkungan hidup'/><category term='Bisnis'/><title type='text'>Dinas Pendidikan Jawa Tengah</title><subtitle type='html'>Tempat komunitas Dinas Pendidikan Kota  Kabupaten di Jawa Tengah</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Kasmadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06990598449501763678</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_CAVKROz8dhk/SZoMc8Lz2yI/AAAAAAAAADA/4SZB9iXRQOc/S220/kasmadit.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>671</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-3762914468957429823</id><published>2011-05-13T01:56:00.000+07:00</published><updated>2011-05-14T03:44:13.298+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Menimbang Kepintaran</title><content type='html'>Bagi John Mayer, kepintaran itu momok yang tak menarik. Ia tak memikat&lt;br /&gt;seperti gitar yang indah dipetik. John tak hanya menjuluki dirinya tak&lt;br /&gt;pintar, tetapi juga nerd, kuper, kurang gaul. Dia bukan tipe anak SMA yang&lt;br /&gt;dikerling oleh teman-teman perempuan, apalagi disapa dengan senyuman.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara teman-temannya sibuk kencan dan bergoyang di panggung pesta prom,&lt;br /&gt;John memetik gitar di kamarnya sambil membayangkan menyanyi di atas panggung&lt;br /&gt;yang terang. John lebih tertarik garasi yang sepi ketimbang dunia akademis&lt;br /&gt;yang menggiurkan. Ruang mencipta itu ditemukannya di pom bensin tempatnya&lt;br /&gt;bekerja selepas SMA, bukan di perguruan tinggi yang diburu teman-temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garasi sepi itu sudah menjelma panggung yang dirubung ribuan fans. Tahun&lt;br /&gt;2003, setelah ulang tahunnya yang ke-25, debut pertamanya, Room for Squares&lt;br /&gt;memenangi Grammy. Sejak saat itu, dia berhenti menjadi rendah diri. Dalam No&lt;br /&gt;Such Thing, John bercerita tentang keinginannya untuk menghadiri reuni SMA&lt;br /&gt;dan memamerkan kepada siapa saja tentang kesuksesan yang berhasil diraihnya.&lt;br /&gt;Diajaknya jurnalis Cynthia Mcfadden mengunjungi SMA-nya di Connecticut. Di&lt;br /&gt;seberang jalan sekolah itu, dia menolak untuk turun dari mobil bahkan&lt;br /&gt;mendekat. Seperti dia sedang mengamati kerumunan teman-temannya dari&lt;br /&gt;kejauhan dengan sepi yang pekat. Kini, kepada ribuan gadis yang rela&lt;br /&gt;mengantri untuk membeli tiket pertunjukannya, John tak malu mengakui bahwa&lt;br /&gt;dia adalah nerd, shallow man. Tapi tak ada yang peduli ketika julukan itu&lt;br /&gt;disematkan kepada seorang peraih Grammy. Diteriakkan dari atas panggung yang&lt;br /&gt;riuh oleh teriakan penggemar, nerd terekonstruksi sebagai identitas positif.&lt;br /&gt;John menciptakan counter-narrative dengan meminggirkan kepintaran jauh dari&lt;br /&gt;panggung dan sorot lampu kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di area suburban di Connecticut, prestasi akademis mungkin menjadi tiket&lt;br /&gt;untuk meraih akses pertemanan. Namun di tempat lain, makna kepintaran bisa&lt;br /&gt;jadi berbeda. Media populer seperti tayangan sitkom remaja di televisi&lt;br /&gt;Amerika mengkonstruksi kepintaran sebagai tingkat “kecerdasan” rata-rata&lt;br /&gt;yang dimiliki remaja kebanyakan. Pertemanan mensyaratkan keluwesan untuk&lt;br /&gt;menjadi “pintar, namun tak terlalu pintar.” Serial remaja seperti Hannah&lt;br /&gt;Montana atau I-Carly misalnya, mencitrakan remaja yang “sangat pintar” --&lt;br /&gt;terutama dalam bidang-bidang eksakta -- sebagai geek, lame, kuper, kikuk,&lt;br /&gt;dan tak punya pacar. Dalam konteks yang berbeda, kepintaran bisa bermakna&lt;br /&gt;kepiawaian dan wawasan dalam olahraga. Kemajemukan makna “standar&lt;br /&gt;kepintaran” ini menunjukkan bahwa kepintaran dikonstruksi secara lokal dan&lt;br /&gt;terjalin erat dengan interaksi sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengkaji konstruksi kepintaran dalam konteks lintas budaya dengan demikian&lt;br /&gt;menjadi menarik. Di suatu musim semi 2006, sebuah distrik sekolah di pusat&lt;br /&gt;kota Philadelphia mengundang mahasiswa internasional penerima beasiswa&lt;br /&gt;Fulbright untuk mengunjungi SMA-SMA yang tergolong “at risk.” Saya, dan&lt;br /&gt;teman-teman dari beberapa negara diminta untuk membagi pengalaman&lt;br /&gt;“intelektual” dan suka-duka dalam meraih (apa yang disebut oleh pengelola&lt;br /&gt;sekolah sebagai) “kesuksesan.” Hanya 45 % lulusan dari sekolah yang kami&lt;br /&gt;kunjungi itu melanjutkan ke perguruan tinggi. Itu prestasi tertinggi di&lt;br /&gt;distrik ini, tapi kami ingin lebih baik lagi, kata Kepala Sekolah dengan&lt;br /&gt;matanya yang berseri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas panggung siang itu, seorang teman dari sebuah negara di Afrika&lt;br /&gt;bercerita tentang perjuangannya menuju sekolah. Di sana, katanya, jalan ke&lt;br /&gt;sekolah tak dipoles aspal dan sarana transportasi publik. Jalan-jalan itu&lt;br /&gt;harus berbagi dengan sarang binatang melata yang harus ditapaki dengan kaki&lt;br /&gt;telanjang sarat kudis. Setelah berkisah tentang dua jam perjalanan menempuh&lt;br /&gt;sekolah yang menyedihkan, mahasiswa dari Afrika ini menampar anak-anak SMA&lt;br /&gt;itu dengan ironi. Sungguh, kalian tak punya alasan untuk gagal dan berhenti,&lt;br /&gt;katanya, membelah sunyi. Kalian tak harus menempuh jalan-jalan menyeramkan&lt;br /&gt;tak berpenghuni karena negara kalian sungguh peduli. Bahkan guru-guru kalian&lt;br /&gt;pun tak menyiapkan rotan atau cambuk untuk menghukum atau menyakiti,&lt;br /&gt;tambahnya lagi. Anak-anak itu hanya memandang jauh ke depan dengan mulut&lt;br /&gt;bungkam. Beberapa mata berlabuh ke luar jendela, atau ke jam dinding yang&lt;br /&gt;berdetak setia. “Who cares?” bisik-bisik itu lamat-lamat menyapa telinga&lt;br /&gt;saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di banyak negara berkembang seperti Indonesia, kepintaran dikenang sebagai&lt;br /&gt;perjuangan untuk menapaki mobilitas sosial. Kepintaran itu mahal. Kepintaran&lt;br /&gt;itu jalan berliku yang panjang. Kepintaran itu romantisme dalam sebentuk&lt;br /&gt;daya juang yang terdokumentasi dalam kisah-kisah seperti Laskar Pelangi. Di&lt;br /&gt;negara multikultural seperti Amerika, mobilitas sosial seperti itu tentu&lt;br /&gt;juga diakui. Dalam penelitiannya di tahun 1978, John Ogbu menegaskan bahwa&lt;br /&gt;gelombang imigrasi atas “kemauan sendiri,” dalam motif-motif ekonomi,&lt;br /&gt;politik, dan intelektual cenderung menghasilkan generasi yang lebih&lt;br /&gt;berprestasi ketimbang generasi keturunan budak-budak yang “didatangkan” dari&lt;br /&gt;negara lain. Meski dianggap melecehkan kalangan minoritas Afrika-Amerika,&lt;br /&gt;penelitian ini cukup menggambarkan pengakuan bahwa prestasi akademis pun&lt;br /&gt;menjadi sarana aktualisasi diri. Penulis buku anak Rukhsana Khan, seorang&lt;br /&gt;Muslimah yang menghabiskan masa kecilnya di Kanada pun mengakui bahwa buku&lt;br /&gt;adalah tempat curhat manakala tak ada seorang pun mau bersahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lensa konstruksi sosial, anak-anak dan remaja berkelindan dengan&lt;br /&gt;konsepsi kepintaran yang ditawarkan oleh dunia sosial mereka. Ada kepintaran&lt;br /&gt;yang dipatok orang tua, ada kepintaran yang dikuantifikasi institusi sekolah&lt;br /&gt;dalam bentuk prestasi akademik dan tingkat intelegensia. Ada selebriti dan&lt;br /&gt;media populer yang turut membingkai relasi kepintaran dan kesuksesan. Ada&lt;br /&gt;kepintaran sebagai buah alienasi. Ada juga kepintaran karena tuntutan&lt;br /&gt;pertemanan. Orang dewasa bisa saja menerjemahkan kepintaran, namun anak-anak&lt;br /&gt;akan mengkonstruksi kepintaran dengan cara mereka sendiri. Di tangan mereka,&lt;br /&gt;kepintaran bisa menjadi alat negosiasi untuk menjalin relasi sosial atau&lt;br /&gt;mengukuhkan identitas diri. Seorang sosiolog, William Corsaro, mengatakan&lt;br /&gt;bahwa anak memiliki fleksibilitas untuk menganyam beragam konstruksi sosial&lt;br /&gt;ini. Orang dewasa bisa memanfaatkan pemahaman akan kompleksitas itu untuk&lt;br /&gt;berdialog dengan mereka tentang prioritas dalam kehidupan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memahami kepintaran sebagai sebuah konstruksi menuntut orang dewasa untuk&lt;br /&gt;mengenali kompleksitas yang dihadapi oleh anak-anak. Generasi sekarang&lt;br /&gt;memahami kepintaran dalam diskursus yang terikat ruang dan waktu. Kepintaran&lt;br /&gt;termaknai dalam konteks tradisi, budaya, sejarah, dan relasi sosial yang&lt;br /&gt;spesifik. Setiap konteks memiliki tantangan yang unik. Romantisme perjuangan&lt;br /&gt;orang dewasa di masa lalu bisa menginspirasi, atau tidak sama sekali. Kita&lt;br /&gt;memerlukan kreativitas untuk berdialog dengan generasi muda, tanpa jadi&lt;br /&gt;menghakimi. Lantun John Mayer, orang dewasa bisa bertambah tua, namun tak&lt;br /&gt;harus dengan menuai tragedi.   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-3762914468957429823?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/3762914468957429823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=3762914468957429823' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/3762914468957429823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/3762914468957429823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/05/menimbang-kepintaran.html' title='Menimbang Kepintaran'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-9184012317130403836</id><published>2011-05-13T01:52:00.000+07:00</published><updated>2011-05-14T03:44:13.095+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Arief Rachman : Pendidikan di Indonesia Miskin Proses</title><content type='html'>*TEMPO Interaktif*, *Jakarta* - Pengamat pendidikan dan Guru Besar&lt;br /&gt;Universitas Negeri Jakarta, Prof. Arief Rachman, menilai pendidikan di&lt;br /&gt;Indonesia masih miskin proses. Kalangan pendidik dan pengajar selama ini&lt;br /&gt;hanya memusatkan perhatian pada orientasi hasil, bukan proses pembelajaran.&lt;br /&gt;"Ini kritik besar terhadap dunia pendidikan kita. Harus ada rekonstruksi&lt;br /&gt;terhadap proses pembelajaran," kata Arief Rachman, Kamis, 12 Mei 2011.&lt;br /&gt;Berita terkait&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Arief Rachman: Pancasila Tidak&lt;br /&gt;Dihilangkan&lt;http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2011/05/12/brk,20110512-334058,id.html&gt;&lt;br /&gt;- Polisi Usut Penyimpangan Dana di&lt;br /&gt;Al-Zaytun&lt;http://www.tempointeraktif.com/hg/hukum/2011/05/11/brk,20110511-333885,id.html&gt;&lt;br /&gt;- Besok, Hasil Unas SMA Dibagikan&lt;br /&gt;&lt;http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2011/05/11/brk,20110511-333868,id.html&gt;&lt;br /&gt;- Salah Besar, Menghilangkan Pancasila dari Kurikulum Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2011/05/11/brk,20110511-333852,id.html&gt;&lt;br /&gt;- Pemerintah Diminta Ungkap Beking Gerakan NII&lt;br /&gt;&lt;http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2011/05/11/brk,20110511-333851,id.html&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arief menilai, sikap guru kurang mendukung pembentukan sikap pada siswa,&lt;br /&gt;sehingga yang terjadi hanya transfer ilmu dan pengetahuan, bukan&lt;br /&gt;transformasi sikap kepada pelajar. Untuk pelajaran Pancasila, misalnya,&lt;br /&gt;siswa hanya mengetahui isi pelajaran Pancasila tanpa mengetahui cara&lt;br /&gt;bersikap dari nilai-nilai Pancasila. "Orang tahu dan mengerti bukan berarti&lt;br /&gt;dia bisa bersikap," kata Arief.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua juga tak luput dari tanggung jawab karena harus menanamkan sikap&lt;br /&gt;kepada putra-putri mereka. Misalnya, bagaimana bersikap sesuai dengan agama&lt;br /&gt;Islam, bahwa di dalam Islam tidak disebutkan bagaimana membentuk negara&lt;br /&gt;Islam, tapi bagaimana memperkokoh kehidupan masyarakat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arief menilai selama ini fenomena yang muncul dalam dunia pendidikan&lt;br /&gt;nasional adalah perhatian pada kekuatan kognitif siswa semata, bukan&lt;br /&gt;penekanan pada sisi afektif mereka. Ibaratnya, pengetahuan sudah dikemas&lt;br /&gt;dengan baik, sedangkan sikap sebagai akibat dari pengetahuan justru tidak&lt;br /&gt;dikuasai siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selama ini hanya fokus pada hal-hal yang dapat diukur dan diamati, misalnya&lt;br /&gt;nilai," kata Arief. "Padahal, hal-hal yang tidak terukur dan teramati justru&lt;br /&gt;lebih penting."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arief juga mengamati munculnya gaya hidup yang berbahaya dalam kehidupan&lt;br /&gt;berbangsa, yakni segala aktivitas masyarakat hanya terpaku pada hasil, bukan&lt;br /&gt;proses. Apalagi ditambah dengan budaya hidup serba instan. "Orang yang&lt;br /&gt;materialistis cenderung tidak sabar karena spiritualitasnya lemah," kata&lt;br /&gt;Arief.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya proses pembelajaran untuk pembentukan sikap, Arief juga menilai&lt;br /&gt;kekeliruan pendidikan nasional terletak pada sistem evaluasi. Selama ini&lt;br /&gt;yang dievaluasi hanya nilai, sedangkan sikap pelajar sering diabaikan guru.&lt;br /&gt;"Yang penting bukan mata pelajarannya, tapi proses dan evaluasinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*MAHARDIKA SATRIA HADI*  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-9184012317130403836?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/9184012317130403836/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=9184012317130403836' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/9184012317130403836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/9184012317130403836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/05/arief-rachman-pendidikan-di-indonesia.html' title='Arief Rachman : Pendidikan di Indonesia Miskin Proses'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-4614209138983345688</id><published>2011-05-13T01:49:00.000+07:00</published><updated>2011-05-14T03:44:13.168+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Sebelum Ujian Nasional, Siswa SD di Probolinggo Minum Susu</title><content type='html'>Siswa SDN Ngadirejo Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo Jawa Timur&lt;br /&gt;tengah mengerjakan soal ujian nasional di tengah situasi hujan abu di&lt;br /&gt;kawasan Gunung Bromo. TEMPO/David Priyasidharta&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*TEMPO Interaktif*,*Probolinggo - *Siswa SDN Ngadirejo, Sukapura,&lt;br /&gt;Probolinggo, Jawa Timur memperoleh jatah susu dan nasi kotak selama&lt;br /&gt;mengikuti ujian nasional. Dengan ini diharapkan para siswa mendapatkan&lt;br /&gt;nutrisi yang memadai selama mengikuti ujian dan mendapatkan nilai terbaik.&lt;br /&gt;"Rata-rata para siswa tinggal di daerah yang paling parah terkena dampak&lt;br /&gt;erupsi Gunung Bromo," kata Kepala Sekolah Mochamad Abd Ghofur kepada*Tem  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-4614209138983345688?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/4614209138983345688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=4614209138983345688' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/4614209138983345688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/4614209138983345688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/05/sebelum-ujian-nasional-siswa-sd-di.html' title='Sebelum Ujian Nasional, Siswa SD di Probolinggo Minum Susu'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-4467444567492856189</id><published>2011-05-13T01:47:00.000+07:00</published><updated>2011-05-14T03:44:13.242+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Wakil Ketua Komisi X DPR : Revitalisasi Pancasila</title><content type='html'>Kita menghadapi kenyataan makin lunturnya ideologi Pancasila dalam jiwa&lt;br /&gt;bangsa. Ingat, Pancasila adalah weltanschauung (landasan filosofis)&lt;br /&gt;berbangsa dan bernegara. Tanpa fondasi tersebut, negara bergerak tanpa&lt;br /&gt;pedoman. Sayangnya, sejak awal reformasi hingga saat ini, pamor Pancasila&lt;br /&gt;terasa kian meredup, seiring meningkatnya pengaruh liberalisasi dan&lt;br /&gt;demokratisasi.&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, Dr Paul Marshall, Senior Fellow Institut Leimena, yang pernah&lt;br /&gt;meneliti fenomena radikalisme agama di sejumlah negara Afrika dan Asia&lt;br /&gt;menyatakan, Indonesia beruntung memiliki Pancasila sebagai penangkal&lt;br /&gt;filosofis radikalisme agama di saat negara-negara lain kebingungan&lt;br /&gt;menghadapinya karena ketiadaan "tameng" semacam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya, masyarakat makin jauh dari Pancasila karena mengasosiasikannya&lt;br /&gt;dengan penataran (P4) seperti pada era Orde Baru. Karena itu, rakyat&lt;br /&gt;sebenarnya bukan menepis Pancasila, namun lebih menolak cara-cara penanaman&lt;br /&gt;nilai yang bersifat indoktrinasi seperti pada masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengajaran Pancasila sebagai dasar negara di dunia pendidikan harus&lt;br /&gt;direvitalisasi. Sebab, pola indoktrinasi dan penafsiran tunggal selama ini&lt;br /&gt;telah mengerdilkan Pancasila dan membuatnya ditinggalkan sebagai ideologi&lt;br /&gt;berbangsa dan bernegara. Karena itu, Komisi X DPR terus mendorong penguatan&lt;br /&gt;materi pendidikan Pancasila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parlemen mendukung rencana Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas)&lt;br /&gt;menjadikan empat mata pelajaran (mapel) sebagai kewenangan pemerintah pusat.&lt;br /&gt;Keempat mata pelajaran itu ialah agama, matematika, pendidikan&lt;br /&gt;kewarganegaraan (PKn) yang memuat materi Pancasila, dan bahasa secara&lt;br /&gt;nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, karena sifatnya perubahan kurikulum yang mendasar, hal itu&lt;br /&gt;membutuhkan kajian terlebih dulu, termasuk kurikulum tingkat satuan&lt;br /&gt;pendidikan (KTSP). Sebelum ditetapkan, Komisi X DPR akan melakukan telaah&lt;br /&gt;mendalam pada masa persidangan mendatang. Ini terutama dimaksudkan agar&lt;br /&gt;Pancasila tetap menjadi muatan pokok PKn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini pola kurikulum KTSP semua diserahkan ke daerah. Ke depan,&lt;br /&gt;dimungkinkan ada pembagian pengelolaan. Khusus untuk empat mapel itu akan&lt;br /&gt;disusun, dikembangkan, dikendalikan, dan diawasi oleh pusat secara nasional.&lt;br /&gt;Sedangkan mapel lainnya mengenai seni budaya, sosial, dan muatan lokal,&lt;br /&gt;diserahkan ke daerah dan sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional sangat tegas menyebutkan&lt;br /&gt;nilai-nilai materi Pancasila sebagai dasar, fungsi, dan tujuan pendidikan&lt;br /&gt;nasional (pasal 2 dan 3). Hanya saja, dalam implementasi, perlu dilakukan&lt;br /&gt;perbaikan metode pembelajarannya serta penerapan nilai-nilai dalam kehidupan&lt;br /&gt;sehari-hari. Upaya lain, melatih guru-guru pendidikan Pancasila agar bisa&lt;br /&gt;meyakinkan siswa tentang urgensi nilai-nilai ideologi negara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengambilalihan empat mapel oleh pusat karena memiliki ikatan secara&lt;br /&gt;nasional. Selain matematika, tiga mapel lainnya adalah penalaran logika&lt;br /&gt;secara nasional dan umum. Pemisahan mapel untuk pemerintah pusat dan daerah&lt;br /&gt;akan menyelesaikan sejumlah pertanyaan di masyarakat. Termasuk sebagai upaya&lt;br /&gt;meningkatkan karakter bangsa dan mengatasi paham yang bertentangan dengan&lt;br /&gt;ideologi negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan nasionalisasi empat mapel itu, maka sekolah tidak boleh menambahkan&lt;br /&gt;materi apa pun ke dalamnya. Untuk urusan agama, pendidikan Pancasila (PKn),&lt;br /&gt;bahasa Indonesia, dan matematika ini dikunci secara nasional. ***&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-4467444567492856189?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/4467444567492856189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=4467444567492856189' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/4467444567492856189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/4467444567492856189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/05/wakil-ketua-komisi-x-dpr-revitalisasi.html' title='Wakil Ketua Komisi X DPR : Revitalisasi Pancasila'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-5837972217547912382</id><published>2011-05-13T01:46:00.000+07:00</published><updated>2011-05-14T03:44:13.017+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Dindik Larang Tour Pelajar</title><content type='html'>Selain dikeluhkan orantua, ada dugaan menjadi ajang bisnis sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MALANG–Akhir tahun ajaran (lulusan) ini sekolah di Kota Malang tak lagi bisa&lt;br /&gt;seenaknya menggelar tour (wisata) pelajar maupun wisuda kelulusan sekolah.&lt;br /&gt;Menyusul keluhan walimurid merasa berat menanggung biaya kegitan itu, Dinas&lt;br /&gt;Pendidikan Kota Malang pun mengeluarkan kebijakan baru; melarang sekolah&lt;br /&gt;menggelar tour maupun wisuda siswa.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Selama ini, sepertinya sudah menjadi budaya memang,--setiap akhir tahun&lt;br /&gt;ajaran, sekolah mulai tingkat SD hingga SMA sederejat di Kota Malang selalu&lt;br /&gt;menggelar kegiatan tour maupun wisuda yang biayanya ditanggung masing-masing&lt;br /&gt;siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan lebih berkesan merayakan lulusan ini rupanya kerap mematik keluhan&lt;br /&gt;walimurid. Banyak orangtua pelajar berkeluh dengan besarnya pungutan untuk&lt;br /&gt;pembiayaan kegiatan tour maupun wisuda sebagai keberhasilan menempuh&lt;br /&gt;pendidikan sesuai jenjangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini karena biaya yang harus ditanggung siswa atau walimurid mulai ratusan&lt;br /&gt;ribu rupiah hingga jutaan rupiah. Bahkan sempat pula muncul tudingan&lt;br /&gt;kegiatan tour pelajar dan wisuda kelulusan sekolah itu menjadi ladang bisnis&lt;br /&gt;sekolah setempat memanfaatkan momen pelarayaan lulusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, berlatar belakang keluhan itulah, Sri Wahyuni, Kepala Dinas Pendidikan&lt;br /&gt;Kota Malang rupanya menyadarinya. Bahkan sebelum polemik itu menjadi besar,&lt;br /&gt;pihaknya memutuskan mengambil kebijakan melarang sekolah menggelar tour dan&lt;br /&gt;wisuda mulai ajaran tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait kebijakan itu, lanjut dia, pihaknya memastikan akan mengeluarkan&lt;br /&gt;surat instruksi yang ditujukan kepada sekolah mulai tingkat SD – SMA.&lt;br /&gt;“Instruksi itu berisi larangan bagi sekolah melaksanakan wisuda dan&lt;br /&gt;rekreasi. Karena dari awal kami memang sudah menekankan pada sekolah untuk&lt;br /&gt;tidak mengadakan wisuda dan rekreasi yang selalu menunai keluhan dari&lt;br /&gt;walimurid karena persoalan biaya,” kata Yuyun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, lanjut dia, bukan berarti pelajar tidak boleh berekreasi&lt;br /&gt;merayakan kelulusannya. “Selama panitianya bukan dari sekolah, tentunya&lt;br /&gt;tidak ada masalah. Intruksi itu hanya melarang sekolah bertindak  sebagai&lt;br /&gt;penyelenggara tour dan wisuda,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata lain, , bila ada paguyuban walimurid atau komite sekolah tetap&lt;br /&gt;menyelenggarakan dua kegiatan itu, pihaknya tidak bisa mencegahnya. Apalagi&lt;br /&gt;berdasarkan ada kesepakatan bersama para walimurid dan menjamin tidak&lt;br /&gt;memunculkan keluhan dari orangtua siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Christea Frisdiantara&lt;br /&gt;menegaskan, surat intruksi yang akan dikeluarkan Dinas Pendidikan Kota&lt;br /&gt;Malang itu menjadi kesepakatan saat rapat bersama beberapa saat lalu. “Ini&lt;br /&gt;memang berawal dari banyaknya keluhan yang masuk ke kami tentang banyak&lt;br /&gt;pungutan setiap akhir tahun ajaran sekolah. Sehingga ada kesepakatan dengan&lt;br /&gt;Dindik untuk membuat surat intruksi larangan melakukan pungutan,” kata&lt;br /&gt;Cristea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambahkannya, dewan meminta Dindik lebih ketat dan tegas mengawasi setiap&lt;br /&gt;sekolah. “Bila ada komite sekolah atau pun pihak sekolah yang tetap&lt;br /&gt;mengenakan pungutan kepada siswa yang tidak mampu, maka harus ditindak&lt;br /&gt;tegas,” ujarnya. “Jadi tidak cukup dikeluarkan surat intruksi, juga tetap&lt;br /&gt;harus ada pengawasan ketat dari Dindik kepada seluruh sekolah. Agar tidak&lt;br /&gt;sampai ada penyimpangan dilapangan,” tambahnya.*zar*&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-5837972217547912382?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/5837972217547912382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=5837972217547912382' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/5837972217547912382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/5837972217547912382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/05/dindik-larang-tour-pelajar.html' title='Dindik Larang Tour Pelajar'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-6128510702919208099</id><published>2011-05-13T01:43:00.000+07:00</published><updated>2011-05-14T03:44:12.883+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>DPRD Soroti Ujian di DKI : Yang Gagal Mesti Dievaluasi, Pungli Harus Diberantas</title><content type='html'>Sebanyak 142.013 siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) di DKI Jakarta mengikuti&lt;br /&gt;Ujian Nasional (UN) yang digelar sejak kemarin hingga Jumat besok. Dari&lt;br /&gt;jumlah itu, 130.143 siswa merupakan siswa SD, 11.724 siswa Madrasah&lt;br /&gt;Ibtidaiyah (MI), dan 146 siswa SD Luar Biasa.&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi pelaksaan UN, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua&lt;br /&gt;menekankan, ke depannya, pelaksanaan UN harus ada standarisasi penilaian.&lt;br /&gt;Hal tersebut dia nilai perlu sebagai evaluasi tingkat akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya tentu setuju dengan ada nya UN. Pasalnya, hal tersebut dilakukan untuk&lt;br /&gt;mengukur sejauh mana penilaian yang objektif terhadap kualitas pendidikan di&lt;br /&gt;Jakarta. Jangan sampai dilakukan dengan subjektif,” kata Inggard kepada&lt;br /&gt;wartawan di Gedung DPRD DKI Jakarta di Kebon Sirih, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengungkapkan, jika memang ada kegagalan atau ada yang tidak lulus dalam&lt;br /&gt;UN SD ini, harus menjadi evaluasi bagi pihak sekolah. Apakah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kegagalan ini bersumber dari muridnya, orangtua siswa atau kualitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pendidikan di sekolah yang kurang baik. Karena itu, perlu standarisasi di&lt;br /&gt;setiap sekolah, disesuaikan dengan kondisi wilayahnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politisi Partai Golkar ini me lanjutkan, hal ini harus menjadi tugas bersama&lt;br /&gt;bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khusus nya Dinas Pendidikan DKI untuk&lt;br /&gt;menganalisa dan mengkaji hasil UN yang akan diumumkan nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pihak sekolah juga jangan cepat merasa puas dengan hasil yang sudah&lt;br /&gt;didapat. Harus ada sikap kritis dalam memajukan kualitas pendidikan di&lt;br /&gt;sekolah nya masing-masing,” sarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengingatkan, dalam pelaksanaan dan setelah UN SD ini, jangan sampai ada&lt;br /&gt;pungutan-pungutan yang membebani orang tua siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini tugas Dinas Pendi dikan untuk melakukan pengawasan. Jika terjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pelanggaran, ini tugas Inspektorat Jenderal menindaknya,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang patut menjadi perhatian, sambung Inggard, perlu penyetaraan guru antara&lt;br /&gt;yang honorer dan non honorer. Pasalnya, kualitas pendidikan di sekolah&lt;br /&gt;sangat ditentukan oleh kondisi guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika terjadi perbedaan mendasar terhadap guru honorer dan non honorer,&lt;br /&gt;tentunya akan berdampak pada perkembangan siswa,” cetusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Inggard memberi masukan, para guru honorer perlu diangkat men&lt;br /&gt;jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Tentunya di lakukan sesuai prosedur yang&lt;br /&gt;ditetapkan, seperti dengan mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil&lt;br /&gt;(CPNS), agar didapatkan hasil yang sesuai dengan kualitas guru terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selain itu, guru-guru yang ada juga harus sadar terhadap kewajibannya di&lt;br /&gt;sekolah. Soal nya, tunjangan yang didapatkan guru saat ini sudah lebih baik&lt;br /&gt;dari sebelumnya, bahkan sudah lebih sejahtera,” pungkasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudhi Mulyanto&lt;br /&gt;mengatakan, sejumlah 3.474 guru telah disiapkan menjadi pengawas ujian&lt;br /&gt;nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari jumlah tersebut, 3.030 orang akan menjaga ujian di SD, 444 orang di MI&lt;br /&gt;dan 24 orang di SD Luar Biasa. “Mereka semua tidak akan menjaga di sekolah&lt;br /&gt;nya sendiri,” ucapnya. *(RMOL)* &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-6128510702919208099?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/6128510702919208099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=6128510702919208099' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/6128510702919208099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/6128510702919208099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/05/dprd-soroti-ujian-di-dki-yang-gagal.html' title='DPRD Soroti Ujian di DKI : Yang Gagal Mesti Dievaluasi, Pungli Harus Diberantas'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-471195814637346643</id><published>2011-04-05T15:32:00.000+07:00</published><updated>2011-04-05T15:33:39.165+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='guru. lingkungan hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan pria jepang'/><title type='text'>*Anggaran Perpustakaan : Rp 9,9 Triliun Ternyata Masih Kurang*</title><content type='html'>Pada rapat kerja dengan Komisi X DPR RI, Menteri&lt;br /&gt;Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan, kebutuhan dana untuk membangun&lt;br /&gt;ruang perpustakaan di SD dan SMP sekitar Rp 9,9 triliun. Namun, anggaran&lt;br /&gt;dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 10 triliun dari pemerintah pusat tahun&lt;br /&gt;2011 juga dipakai untuk memperbaiki ruang kelas yang rusak dan peningkatan&lt;br /&gt;mutu, seperti pembelian buku referensi dan pengayaan serta alat-alat peraga&lt;br /&gt;dan laboratorium.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;Lucya Damayanti, Kepala Bidang Perpustakaan Sekolah dan Perguruan Tinggi&lt;br /&gt;Perpustakaan Nasional, memprihatinkan masih banyaknya sekolah, terutama SD,&lt;br /&gt;tidak punya perpustakaan. Kondisi itu menunjukkan belum ada kesadaran&lt;br /&gt;pentingnya mengembangkan perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perlu diprioritaskan adanya perpustakaan di tiap sekolah. Dinas pendidikan&lt;br /&gt;setempat mesti berkoordinasi dengan Perpustakaan Nasional dan daerah supaya&lt;br /&gt;program perpustakaan sekolah berkesinambungan dan jadi pusat belajar," kata&lt;br /&gt;Lucya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diberitakan sebelumnya, saat ini tak hanya masalah ratusan ribu&lt;br /&gt;ruang kelas rusak di sekolah dasar dan tingkat menengah yang belum tuntas.&lt;br /&gt;Puluhan ribu SD dan SMP di seluruh Indonesia juga belum memiliki&lt;br /&gt;perpustakaan yang penting sebagai pusat belajar dan mengembangkan minat baca&lt;br /&gt;siswa sejak dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga 2011, Kementerian Pendidikan Nasional mencatat 55,39 persen SD belum&lt;br /&gt;memiliki perpustakaan sekolah. Dari 143.437 SD, ada 79.445 sekolah belum&lt;br /&gt;punya perpustakaan. Adapun di SMP, 39,37 persen sekolah (34.511 dari 13.588&lt;br /&gt;sekolah) tidak punya perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpustakaan sekolah yang ada pun belum memadai, baik dari segi ruangan,&lt;br /&gt;koleksi, hingga kegiatan. Hal itu tampak dari pantauan*Kompas *ke sejumlah&lt;br /&gt;sekolah di Jakarta, Kamis (31/3/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di SDN Duri Pulo 06 Petang, Jakarta, ruang perpustakaan digabung dengan&lt;br /&gt;ruang guru dan ruang penyimpanan barang sekolah. Perpustakaan hasil bantuan&lt;br /&gt;bank pemerintah itu juga dipakai siswa SDN Duri Pulo 10.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau tidak ada bantuan dari luar, kami belum punya perpustakaan. Koleksi&lt;br /&gt;buku pun disumbang," kata Sutisna, penanggung jawab perpustakaan itu. *(ELN)&lt;br /&gt;* &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-471195814637346643?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/471195814637346643/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=471195814637346643' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/471195814637346643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/471195814637346643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/04/anggaran-perpustakaan-rp-99-triliun.html' title='*Anggaran Perpustakaan : Rp 9,9 Triliun Ternyata Masih Kurang*'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-6086046395426466926</id><published>2011-03-24T05:34:00.001+07:00</published><updated>2011-03-24T05:36:40.891+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Cara Mendapat Solusi dengan Tehnik; Boleh Saya Curhat?</title><content type='html'>Shahabat saya yang budiman. Bagaimana keadaan Anda hari ini? Semoga senantiasa selalu dalam bimbingan, hidayah dan petunjuk dari Allah swt. Mudah-mudahan kata-kata saya menyapa Anda dengan penuh kehangatan, sehinga menambah keindahan persaudaraan kita ini.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shahabat yang baik. Bulan lalu, saya menulis tentang cara keluar dari masalah hidup. Di sana saya menyampaikan tips mendapatkan solusi dari persoalan yang sedang menyapa saya. Tulisan ini hampir mirip-mirip konteksnya. Namun, yang berbeda adalah cara menemukan solusi, dari tantangan yang saya hadapi.&lt;br /&gt;Cara Menemukan Solusi&lt;br /&gt;Ide ini muncul saat saya sedang melakukan pengosongan perut di bilik inspirasi. (Water Close). Saya sebut bilik inspirasi, karena memang hampir beberapa ide briliant, datang tatkala proses pembuangan terjadi. Mungkin Anda juga mengalaminya kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dukung juga oleh pengalaman saya melakukan terapi kepada klien-klien saya. Baik di klinik, chating dan via email. Ada juga diantaranya melalui curhat colongan di komentar Facebook. Ternyata, tidak semua orang datang berniat untuk di terapi, dan menemukan solusi dari arahan atau bantuan Mind-Therapist. Akan tetapi, hanya mau ada yang mendengrakan masalahnya. Ada yang menempuh bercerita, mengemukakan, mengeluarkan uneg-uneg dan curhat, terkadang ini membuat mereka menemukan sendiri solusinya, dan mengakibatkan mereka merasa plong (selesai bebannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, tips terapi ini saya namakan ”Boleh saya curhat?”. Ngomong-ngomong tentang curhat. Fikiran saya jadi terbang kembali ke masa-masa saya SMP dan SMA. Saya teregresi ke masa itu. Karena, kata curhat pertama sekali saya dengar saat saya kelas 2 SMP. Dan proses keseringan curhat, saya lakukan tatkala masa SMA. So sweet lah. Benar kata Obie Mesakh ”Masa-masa paling indah, masa-masa di sekolah. Kisah kasih paling indah, kisah kasih di sekolah..” (yang mau nostalgia, monggo dilanjut ya, saya mau balik ke topik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategy Curhat&lt;br /&gt;Seperti biasa. Saya mau menyampaikan maklumat, bahwa cara-cara yang akan saya sampaikan belumlah cocok, tepat dan pas dengan kondisi persoalan Anda hadapi sekarang. Namun, ada benarnya Anda melakukan terlebih dahulu untuk mengetahui hasilnya kan? Sehingga adapun strategynya seperti berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Curhat kepada Konselor atau teman Dekat&lt;br /&gt;Tips ini seolah-olah Anda sedang bercerita, menyampaikan, mencurahkan isi hati Anda kepada orang yang Anda percayai. Dan Anda yakin bisa membantu Anda mendapatkan solusi. Caranya tidak jauh beda seperti kebiasaan yang sudah Anda lakukan. Namun, Anda mesti lebih mencurahkan perhatian dengan cara yang satu ini. Oh ya, mumpung saya ingat nih. Cara ini akan sangat berdampak luar biasa efektif, apabila Anda mejalaninya dengan membakar kemenyan (he..he.. bercanda). Maksud saya, dengan menggunakan fikiran imajinatif Anda. Jadi, untuk sementara, fikiran logika dan analisis, disimpan dulu ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9 Langkah Terapi ”Boleh Saya Curhat”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Berdoa kepada Allah agar, usaha Anda menghasilkan solusi. Kemudian dimudahkan dan di Ridahi oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2. Siap kan tiga buah kursi, atau tandai tiga titik pada lantai tempat Anda berada. Boleh lurus atau berbentuk segitiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   3. Beri nama atau kode untuk memudahkan proses therapy pada tiap kursi. Contoh : Kursi pertama Anda beri code/nama Sang Masalah, Kursi Kedua Juru bicara. Dan Ketiga Sang Konselor. (Anda boleh mengganti nama-nama di atas sesuai keinginan dan kehendak Anda. Ingat! gunakan imajinatif Anda, tidak perlu bertanya untuk apa. Lakukan dan ikuti saja intruksinya, oke kan?)&lt;br /&gt;   4. Sekarang, bisa Anda duduk di tiap-tiap kursi atau titik yang telah Anda namai tadi. Silahkan Anda berada disana, dengan 100% hadir sebagai nama yang Anda beri tadi. Contoh : Kursi Juru Bicara. Saat Anda duduk di atas kursi ini, jadilah seolah-olah Anda sebagai benar-benar seorang juru bicara. Sebagaimana kita tau, yang nama nya juru bicara, terkadang hanya menyampaikan apa yang mesti disampaikan oleh Sang Masalah. Jadi, Anda di kursi Juru Bicara, seolah-olah orang lain, yang akan menceritakan tentang kondisi Sang Masalah. Sehingga Anda tidak mengalami apa yang dia rasakan, Anda tidak larut, dan Anda benar-benar menjadi orang lain (ingat gunakan imajinatif Anda). Begitu pula dengan Sang Konselor. Saat Anda duduk di kursi ini, seolah Anda seorang Konselor. Bolehlah sedikit sok tau ya. He...he... sementara di Kursi Sang Masalah, tidak perlu saya jelaskan. Anda sudah sangat mahir karena sudah mengalami ^_^...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   5. Mari kita mainkan. Pertama, duduklah di Kursi Sang Masalah....Rasakan, lihat dan dengarkan serta alami secara total masalahnya. Setelah itu sampaikan kepada sang Juru Bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   6. Setelah Anda merasa sudah benar-benar full 100% merasakannya, sekarang pindahlah ke kursi Sang Juru Bicara. Mulailah bercerita kepada ke Kursi Sang Konselor kondisi teman/klien Anda yang bermasalah itu. Sebagai sang Juru Bicara, boleh ambil intervensi (memberikan sudut pandang) juga pendapat Anda (Sebagai Juru Bicara), berdasarkan pengamatan Anda terhadap cara Sang Masalah duduk, ekspresi wajahnya, cara bernafas, cara bercerita dll, yang dilakukan oleh sang Masalah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   7. Sekarang Anda pindah ke kursi Sang Konselor. So selamat menikmati sebagai orang pemberi solusi. Lihat ekspresi si Juru Bicara yang tak punya masalah dan juga Kursi Sang Masalah. Berdasarkan analisa Anda, dari cerita Sang Juru Bicara. Apa hal Terbijak dan terbaik mesti di fikirkan, dilakukan serta di ambil keputusan sekarang, oleh Sang Masalah. Berikan juga nasehat serta wejangan kepada nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   8. Silahkan Anda duduk kembali ke kursi Sang Masalah. Setelah mendengar Curhat Sang Juru bicara ke Sang Konselor, kemudian Anda menyimak nasehat serta pandangan dari Sang Konselor. Apa yang Anda alami dan terjadi pada diri Anda? Dan, apakah sudut pandang sang Konselor memberi pemahaman dan Anda menemukan solusinya sekarang? (Bila Anda belum menemukan solusi, boleh Anda ulangi sekali lagi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   9. Apabila Anda merasa sudah mendapatkan hal yang Anda inginkan (Solusi), boleh akhiri dengan rasa syukur dan hamdalah kepada Allah. Juga kepada diri Anda sendiri, karena sudah mau berdamai dan bersedia untuk memecahkan masalah (get solution) secara bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar sharing, saya terkadang melakukan cara di atas dengan memanfaatkan fikiran kreatifitas saya. Yaitu menghadirkan tokoh imajiner, Coach yang selama ini membimbing dan mengarahkan saya. Jadi, seolah-olah beliau Ada disana, dan memberikan solusi kepada diri saya. Namun, terkadang saya sendiri yang seolah-olah menjadi seorang ahli dalam memberi sololusi saat berada di Kursi Sang Konselor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat melakukan dan mempraktekkan. Semoga tips ini menjadi cara untuk menghasilkan solusi terhadap tantangan hidup yang sedang bertamu kepada Anda. (Yang namanya tamu pasti pulangkan?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note : Bila Anda belum faham dengan penjelasan di atas, boleh Anda hubungi 081511448147 (Bebas biaya, kecuali pulsa Anda habis he...he..). Saya akan membantu Anda, bagaimana cara bermain-main dengan tips terapi di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cingajur, 12 Maret 2011&lt;br /&gt;www.kursusnlp.com&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-6086046395426466926?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/6086046395426466926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=6086046395426466926' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/6086046395426466926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/6086046395426466926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/03/cara-mendapat-solusi-dengan-tehnik.html' title='Cara Mendapat Solusi dengan Tehnik; Boleh Saya Curhat?'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-8834614222610837698</id><published>2011-03-24T05:33:00.000+07:00</published><updated>2011-03-24T05:34:25.896+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Bahasa dan Mentalitas oleh Bagus Takwin</title><content type='html'>Oleh BagusTakwin*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMPO 20 Maret 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAHASA mencerminkan pikiran. Banyak ahli menegaskan ini. Tapi bahasa juga&lt;br /&gt;mencerminkan mentalitas: kecenderungan pribadi, kekayaan pengalaman, dan&lt;br /&gt;kepekaan sosial. Pilihan dan susunan kata, juga waktu dan tempat&lt;br /&gt;penyampaian, bisa jadi indikator dari pengalaman seseorang berinteraksi&lt;br /&gt;dengan banyak kalangan, juga seberapa jauh ia terlibat dengan banyak ihwal.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa menakar, misalnya, pengalaman dan kepekaan sosial seorang pejabat&lt;br /&gt;publik yang berkata, "Pulau kesapu dengan tsunami, ombak besar, konsekuensi&lt;br /&gt;kita tinggal di pulaulah.... Kalau tahu berisiko pindah sajalah...," ketika&lt;br /&gt;Mentawai baru saja mengalami bencana tsunami. Juga pejabat yang bilang,&lt;br /&gt;"TKI-PRT telah membuat citra Indonesia buruk," ketika ada banyak TKI yang&lt;br /&gt;telantar di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa mensyaratkan intensionalitas, keterarahan untuk mencapai kesesuaian&lt;br /&gt;antara keadaan mental dan dunia. Intensionalitas mengarahkan orang melalui&lt;br /&gt;bahasa untuk memaknai, dalam arti menjadikan dunia, juga diri sendiri, bisa&lt;br /&gt;dimaknai. Intensionalitas adalah struktur dari kesadaran manusia yang&lt;br /&gt;memberi makna kepada pengalaman dan meleluasakannya membuat keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara dan isi pengarahan dipengaruhi latar belakang mental yang berisi&lt;br /&gt;serangkaian pengalaman, pengetahuan, kemampuan, dan kecenderungan-&lt;br /&gt;kecenderungan pribadi lainnya, seperti nilai, sifat, dan motif. Dengan itu,&lt;br /&gt;ketika seorang guru berkata "catat kata-kata saya", kita tahu perlu&lt;br /&gt;menggunakan alat tulis untuk mencatat, atau ketika seseorang berkata&lt;br /&gt;"telepon sekretaris saya", kita tahu perlu menggunakan telepon meski&lt;br /&gt;permintaan itu tidak mengandung penjelasan rinci. Latar belakang mental&lt;br /&gt;membangun jejaring unsur mental yang niscaya dibutuhkan untuk menentukan&lt;br /&gt;kebermaknaan obyek-obyek yang kita temui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latar belakang dan jejaring mental dibentuk melalui pengalaman. Keduanya&lt;br /&gt;menentukan kekayaan pemaknaan. Semakin sering seseorang bertemu dengan&lt;br /&gt;hal-hal yang ada di dunia, semakin banyak kemungkinan pemaknaan yang bisa&lt;br /&gt;dirumuskannya. Semakin beragam unsure mental seseorang, semakin kaya luas&lt;br /&gt;dan terbuka pikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intensionalitas mengarahkan orang untuk menampilkan tindakan berbahasa&lt;br /&gt;sebagai perpanjangan dari kecenderungan-kecenderungan dalam diri, khususnya&lt;br /&gt;kecenderungan memaknai apa yang ada di dunia. Isi pemaknaan dipengaruhi oleh&lt;br /&gt;latar belakang dan jaringan unsur- unsur mental. Ketika bencana alam di&lt;br /&gt;sebuah pulau dimaknai sebagai hal wajar dengan latar belakang mental yang&lt;br /&gt;miskin tentang bencana, bahasa mengungkapkan itu sebagai "konsekuensi kita&lt;br /&gt;tinggal di pulaulah...".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha pengarahan agar keadaan mental sesuai dengan dunia&lt;br /&gt;diungkapkan dengan "...pindah saja- Iah". Ujaran semacam itu menunjukkan&lt;br /&gt;sempit dan sederhananya jaringan unsur mental terkait bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, cukup sering kita temui pernyataan yang mencerminkan&lt;br /&gt;ketakpekaan dan kecenderungan pengujarnya menggampangkan persoalan karena&lt;br /&gt;miskinnya pemaknaan. Contohnya, selain pernyataan tentang tsunami dan TKI&lt;br /&gt;tadi, komentar seorang pejabat publik tentang letusan Gunung Merapi sebagai&lt;br /&gt;azab karena mendustakan ayat-ayat Tuhan, juga "...agar mudah diingat&lt;br /&gt;singkatannya adalah AIDS=Akibat Itunya Dipakai Sembarangan". Lepas dari apa&lt;br /&gt;maksud sadar penyampaiannya, pernyataan-pernyataan itu menyakiti hati banyak&lt;br /&gt;orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan intensionalitas bahasa dan kaitannya dengan latar belakang dan&lt;br /&gt;jaringan mental, kita dapat menganalisis ucapan-ucapan pejabat yang saya&lt;br /&gt;petik tadi. Pernyataan terkait tsunami memberi petunjuk kepada kita tentang&lt;br /&gt;beberapa kemungkinan kecenderungan pribadi orang yang mengemukakannya, di&lt;br /&gt;antaranya (1) kecenderungan menganggap enteng bencana, termasuk tsunami; (2)&lt;br /&gt;kecenderungan menghindari tanggung jawab untuk menangani secara&lt;br /&gt;sungguh-sungguh kejadian buruk, seperti bencana tsunami; dan (3)&lt;br /&gt;kecenderungan melakukan pembenaran terhadap kelalaian menangani dampak&lt;br /&gt;bencana. Sedangkan pernyataan tentang letusan Gunung Merapi dan AIDS&lt;br /&gt;mengindikasikan kurangnya empati dari orang yang mengucapkannya. Jika&lt;br /&gt;pernyataan sejenis itu sering diulang, bisa dicurigai adanya kecenderungan&lt;br /&gt;sistem pikiran yang tertutup dan sempitnya ruang lingkup interaksi sosial si&lt;br /&gt;pengujar. Kita bisa menduga para pengujarnya jarang punya pengalaman&lt;br /&gt;bertukar peran yang menuntutnya menggunakan beragam sudut pandang dalam&lt;br /&gt;memahami persoalan. Latar belakang dan jejaring mentalnya miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi para pejabat yang melontarkan pernyataan-pernyataan tak peka itu&lt;br /&gt;mengaku tak sengaja atau tak berniat menyakiti orang lain. Tapi,&lt;br /&gt;ketidaksengajaan pun bisa mengindikasikan kemiskinan, baik dalam kemampuan&lt;br /&gt;berbahasa maupun kepekaan sosial. Kemampuan berbahasa, termasuk ketepatan&lt;br /&gt;menyampaikan pernyataan dalam situasi tertentu, mencerminkan kompetensi&lt;br /&gt;seseorang. Di Indonesia, ada banyak pejabat yang tindakan berbahasanya&lt;br /&gt;mengindikasikan rendahnya kompetensi dan kepekaan sosial mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*)Dosen Fakultas Psikologi. UI dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redaktur srimulyani. net &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-8834614222610837698?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/8834614222610837698/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=8834614222610837698' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/8834614222610837698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/8834614222610837698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/03/bahasa-dan-mentalitas-oleh-bagus-takwin.html' title='Bahasa dan Mentalitas oleh Bagus Takwin'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-845408399589197355</id><published>2011-03-21T22:28:00.000+07:00</published><updated>2011-03-21T22:29:07.517+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Guru Tak Harus Masuk PGRI</title><content type='html'>JAWA POS, 24 Februari 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GRESIK - Lebih dari 2.000 guru di Gresik resah. Mereka yang selama ini tidak bergabung dalam PGRI khawatir proses kenaikan golongan dari IIIB ke IVB terhambat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Untuk kenaikan golongan tersebut, guru harus membuat karya tulis. Karya tulis itu pun harus mendapat persetujuan organisasi profesi. Yang dikhawatirkan ribuan guru tersebut, berkembang pemahaman bahwa organisasi profesi guru yang diakui hanyalah PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dengan tidak bergabung dalam PGRI, mereka tentu tidak bisa mendapatkan persetujuan tersebut dan dikhawatirkan berpengaruh pada pengurusan kenaikan golongan. Pemahanan tersebut muncul setelah beredarnya surat dari PGRI Gresik terkait dengan pendataan ulang anggotanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Surat edaran itu memang tidak secara eksplisit menyebutkan keterkaitan kenaikan golongan dengan keanggotaan di PGRI. Namun dalam sosialisasi edaran itu, hal itu dikait-kaitkan. "Itulah yang memberatkan kami. Terkesan ada keharusan guru bergabung dalam PGRI," ungkap seorang guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sementara itu, di Gresik --juga di daerah-daerah lain--, muncul organisasi profesi guru non-PGRI. Lewat surat edaran itu, PGRI juga menegaskan larangan untuk merangkap keanggotaan di lebih dari satu organisasi profesi. "Yang membuat kami resah, pimpinan PGRI Gresik menyatakan bahwa organisasi selain PGRI dianggap tidak sah," kata guru yang takut menyebut jati dirinya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Keberatan lain yang disampaikan para guru adalah tarikan Rp 100 ribu per tahun yang dipotong dari jatah TPP (tunjangan profesi pendidik) selama lima tahun. Tarikan tersebut rencananya digunakan untuk membeli tanah guna pembangunan gedung baru sekretariat PGRI Gresik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Saat ini, guru yang tidak tergabung dalam PGRI mencapai ribuan. Sebagian besar tergabung dalam IGI (Ikatan Guru Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ketua PGRI Gresik Muljono membantah hal tersebut. "Itu semua tidak benar. Tidak ada aturan bahwa seluruh guru harus masuk PGRI," tegasnya kemarin (23/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dia menjelaskan, dalam perekrutan anggota PGRI, ada dua cara yang digunakan. Yakni, pendaftaran pasif (otomatis terdaftar) serta pendaftaran aktif (para guru yang belum terdaftar diminta mendaftar ulang). "Kami tidak pernah memaksa kok," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sekretaris PGRI Gresik Arief Susanto juga membantah bahwa PGRI menganggap ilegal organisasi diluar mereka. "Kami tidak pernah punya sikap seperti itu. Kalau PGRI sebagai organisasi tertua, memang iya," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dia juga mengelak tudingan bahwa kenaikan pangkat seorang guru harus mendapat persetujuan dari PGRI sebagai salah satu syarat. "Tidak pernah ada itu," ujarnya.&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-845408399589197355?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/845408399589197355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=845408399589197355' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/845408399589197355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/845408399589197355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/03/guru-tak-harus-masuk-pgri.html' title='Guru Tak Harus Masuk PGRI'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-1514886797984260145</id><published>2011-03-21T22:23:00.000+07:00</published><updated>2011-03-21T22:24:24.138+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>INILAH ALASAN KENAPA ILMUWAN BANYAK DARI EROPA</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;  Pada edisi 26 Maret 2010, salah satu jurnal sains paling bergengsi di dunia, Science, memuat sebuah artikel singkat berjudul "Asian Test-Score Culture Thwarts Creativity", yang ditulis oleh William K. Lim dari Universiti Malaysia Sarawak. Dituturkannya bahwa meskipun sejak bertahun-tahun lalu Asia didaulat akan menjadi penghela dunia sains berkat sangat besarnya investasi di bidang sains dan teknologi, kenyataannya Asia masih tetap saja tertinggal di banding negeri-negeri barat (Eropa Barat dan Amerika Utara). Menurutnya, akar permasalahannya adalah budaya pendidikan Asia yang berorientasi pada skor-tes, yang alhasil tidak mampu mengasah keterampilan berpikir dan kreativitas pelajar. Padahal kedua kemampuan itulah yang menjadi dasar untuk bisa menjadi ilmuwan yang berhasil.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;Di Asia, para pelajar dan sekolah berorientasi mengejar skor-tes setinggi-tingginya. Para pelajar yang memiliki skor-tes lebih tinggi akan lebih baik karir masa depannya karena persyaratan masuk ke berbagai institusi pendidikan yang lebih tinggi dan lebih baik ditentukan oleh skor-tes. Semakin tinggi skornya tentu semakin baik pula peluangnya. Beragam pekerjaan bergengsi juga hanya bisa dimasuki oleh mereka-mereka yang memiliki skor tinggi. Sekolah yang para siswanya meraih skor-tes tinggi akan naik reputasinya, dan dengan demikian menjamin pendanaan lebih banyak. Guru pun ditekan untuk mengajar dengan orientasi agar siswa bisa memperoleh skor-tes yang tinggi. Tidak heran jika kemudian latihan-latihan tes mengambil porsi besar dalam pendidikan di sekolah-sekolah di Asia karena keberhasilan sebuah sekolah semata-mata dinilai dari catatan skor-tes yang diperoleh sekolah itu.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;Akibat iklim pendidikan berorientasi skor-tes, para orangtua di Asia lazim memasukkan anak-anaknya ke suatu les pelajaran tambahan di luar sekolah sejak usia dini. Di Singapura, pada tahun 2008, sejumlah 97 dari 100 pelajar mengikuti les tambahan pelajaran di berbagai institusi persiapan tes (baca: Lembaga Bimbingan Belajar). Pada tahun 2009, industri persiapan tes di Korea Selatan bernilai 16,3 Miliar US$ atau setara dengan 146,7 triliun rupiah. Jumlah itu kira-kira senilai 36% dari anggaran pemerintah untuk dunia pendidikan di negeri ginseng.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;Akibat waktu sekolah yang panjang dan beban PR yang berat, para pelajar Asia hanya terasah kemampuan intelektualnya dalam hal mengingat fakta-fakta untuk kemudian ditumpahkan kembali saat ujian. Hasil dari budaya pendidikan semacam itu adalah kurangnya keterampilan menelaah, menginvestigasi dan bernalar, yang sangat dibutuhkan dalam penemuan-penemuan ilmiah. Dalam artikelnya, William K. Lim menyatakan bahwa para mahasiswa yang ditemuinya lemah dalam melihat hubungan-hubungan dalam berbagai literatur, membuat kemungkinan-kemungkinan ide-ide, dan menyusun berbagai hipotesis. Padahal, mereka adalah para peraih skor-tes tertinggi. Hal itu membuktikan kalau sistem pendidikan Asia tidak melahirkan talenta saintifik.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;Benar bahwa dalam berbagai ujian, para pelajar Asia "selalu" memiliki skor-tes lebih baik dari para pelajar Eropa Barat dan Amerika Utara berkat pendidikannya yang berorientasi skor-tes. Akan tetapi ketika bicara soal kreativitas dan kualitas hasil penelitian, para pelajar Asia jauh tertinggal. Sebagai akibatnya, sangat sedikit ilmuwan berkelas yang dihasilkan Asia. Mayoritas ilmuwan kelas dunia dari negara-negara Asia pun biasanya dididik dalam pendidikan Eropa/Amerika, bukan dalam iklim pendidikan Asia.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;Tidak bisa dipungkiri bahwa para pemenang olimpiade sains dunia (fisika, sains, biologi, dan lainnya) mayoritas berasal dari Asia. Indonesia sendiri telah berkali-kali memiliki para juara. Akan tetapi mereka merupakan hasil penggodokan khusus oleh tim khusus olimpiade sains. Mereka bukan hasil alami iklim pendidikan seperti biasa. Jadi, fenomena itu sama sekali tak mengindikasikan keberhasilan sistem pendidikan di Asia. Faktanya, meskipun mendominasi kejuaraan, Asia tak kunjung melahirkan ilmuwan-ilmuwan kelas dunia. Jumlah ilmuwan yang terlahir dari Eropa/Amerika sangat timpang jauhnya dibandingkan dari Asia.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;Bukti kegagalan sistem pendidikan Asia dalam menelurkan talenta saintifik berlimpah ruah. Benar bahwa Asia, terutama Asia Timur, digambarkan kuat dalam menyerap pengetahuan yang ada dan dalam mengadaptasi teknologi yang sudah ada (maklum, mereka canggih dalam mengingat). Akan tetapi Asia gagal membuat kontribusi orisinil terhadap ilmu-ilmu dasar. Hingga kini tidak ada temuan-temuan ilmiah berarti dari Asia. Kemajuan besar dalam sains dan teknologi yang digapai negeri-negeri Asia tidak ada yang merupakan karya orisinil Asia: nyaris semuanya merupakan adaptasi teknologi dari negeri-negeri barat. Padahal, negeri-negeri barat sempat cemas dengan besarnya investasi negara-negara Asia terhadap dunia pendidikan yang jumlahnya jauh melebihi investasi mereka. Dikuatirkan mereka bakal terkejar dan lantas tertinggal dari Asia dalam satu atau dua dekade saja. Akan tetapi, ternyata mereka tak perlu risau lagi. Investasi pendidikan besar-besaran negara-negara Asia&lt;br /&gt;telah gagal karena kesalahan Negara-negara itu dalam membangun budaya pendidikannya. Kini, Asia tetap tertinggal di belakang.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;Indonesia agaknya tidak belajar dari kegagalan investasi pendidikan di negara-negara Asia lain. Pendidikan Indonesia saat ini ikut-ikutan berorientasi pada skor-tes. Konkretnya, skor-tes saat ujian nasional menjadi syarat mutlak kelulusan. Lantas, di mana-mana di berbagai sekolah di seluruh penjuru negeri, orientasi pengajarannya hanya agar para peserta didiknya berhasil melewati ujian nasional. Bulan-bulan menjelang ujian, berbagai mata pelajaran yang tidak diujiankan akan dihapus dari jadwal. Latihan tes ditekankan. Berbagai les diselenggarakan. Maklum, sekolah akan dianggap gagal jika tidak berhasil meluluskan siswa-siswanya dalam ujian nasional. Para politisi pun beramai-ramai memanasi suasana dengan `memaksa' para sekolah di daerahnya untuk bisa meluluskan siswa-siswanya, apapun caranya. Sebab, skor-tes ujian nasional di suatu daerah juga menjadi citra daerah itu. Lantas tak mengherankan jika muncul berbagai macam kecurangan untuk mengatrol nilai&lt;br /&gt;para siswa agar bisa lulus ujian.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;Pendidikan yang berorientasi skor-tes menjadi berkah tersendiri bagi industri persiapan tes. Industri itu akan menjadi industri pendidikan yang paling menjanjikan. Potensinya luar biasa besar. Dengan jumlah pelajar yang hanya kurang dari 20% dari jumlah pelajar di Indonesia, industri persiapan tes di Korea Selatan telah menuai kapitalisasi senilai 146,7 triliun rupiah. Bayangkan besarnya potensi pasar industri persiapan tes di Indonesia, potensinya bisa diduga ratusan triliun rupiah. Anda tertarik?&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;Buah yang akan dituai dari budaya pendidikan berorientasi skor-tes sangat jelas, seperti ditunjukkan negara-negara Asia lain yang telah gagal: ketidakmampuan menghasilkan ilmuwan. Maka, selamanya, selama budaya pendidikan itu tak diubah, Indonesia tak akan pernah mampu menjadi pelopor di bidang sains dan teknologi. Indonesia hanya akan menjadi pengekor karya ilmiah negeri-negeri lain, seperti selama ini. Masih mending negara-negara Asia lain, seperti Korea, Taiwan, China, Singapura dan Jepang yang mampu membuat adaptasi teknologi sehingga memakmurkan negerinya. Sedangkan kita, mengadaptasi saja tak mampu, apalagi mencipta.&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;Agaknya pemerintah Indonesia tetap `kekeuh' mempertahankan kebijakan pendidikan skor-tes itu dengan berbagai alasannya. Tapi, pertimbangkanlah ini: jika negeri-negeri semaju seperti Korea, Jepang, Taiwan, Singapura saja telah dianggap gagal menelurkan para ilmuwan (dan dengan demikian gagal menjadi tuan di bidang sains dan teknologi) gara-gara budaya pendidikannya yang berorientasi skor-tes, masa sih kita harus meniru mereka?&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;Mengutip William K. Lim: "A radical trasformation of the educational culture must happen before homegrown Asian science can challenge Western technological dominance."&lt;br /&gt;&gt;&lt;br /&gt;&gt;Benar kata Tuan Lim, kita memerlukan transformasi radikal dalam pendidikan kita, atau kita akan terus menjadi negeri tak dianggap siapa-siapa.&lt;br /&gt;&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-1514886797984260145?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/1514886797984260145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=1514886797984260145' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/1514886797984260145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/1514886797984260145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/03/inilah-alasan-kenapa-ilmuwan-banyak.html' title='INILAH ALASAN KENAPA ILMUWAN BANYAK DARI EROPA'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-1632770811770819157</id><published>2011-03-21T22:16:00.000+07:00</published><updated>2011-03-21T22:17:24.223+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>JK: Tak Perlu Eksperimen Lewat RSBI!</title><content type='html'>JAKARTA, KOMPAS.com — Di tengah tuntutan masyarakat untuk menghentikan program rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) dan upaya pemerintah mengevaluasinya, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla ikut memberikan pendapatnya seperti yang disampaikan dalam pidato ilmiah penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa untuknya di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Kamis (17/3/2011). Menurut Kalla, pemerintah tak perlu melakukan eksperimen pada sistem pendidikan melalui RSBI.&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Pendidikan merupakan tempat dan lokus yang sangat strategis untuk menyemai dan menanamkan berbagai nilai sejak waktu paling dini dan berkelanjutan sesuai jenjang pendidikan yang ada,” ucap JK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Kamis (17/3/2011), Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu dianugerahi gelar kehormatan Doktor Honoris Causa bidang pendidikan dan kewirausahaan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Kamis (17/3/2011). Penghargaan diserahkan langsung oleh Rektor UPI Bandung Prof Sunaryo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dalam konteks ini, pendidikan dasar semestinya lebih berorientasi ke dalam, tidak berorientasi ke luar melalui eksperimen semacam sekolah bertaraf internasional yang menggunakan bahasa asing,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalla mengatakan, banyak hal yang harus dilakukan untuk memajukan ekonomi Indonesia dan belum saatnya puas terhadap berbagai kemajuan ekonomi yang telah dicapai. Oleh karena itu, perlu perjuangan sungguh-sungguh dan terus- menerus untuk lebih memajukan ekonomi dalam rangka mewujudkan martabat bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya yakin dengan kemajuan ekonomi yang mendorong berbagai bidang kehidupan lainnya, bangsa kita bisa memiliki kebanggaan diri dan martabat baik ke dalam maupun ke tengah pergaulan antarbangsa. Karena itulah, kita perlu mengoreksi dan meluruskan arah pembangunan ekonomi ke arah self-esteem dan dignity, rasa harga diri bangsa,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diberitakan, Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengaku dirinya memahami kritik dan protes masyarakat mengenai RSBI, terutama kesan RSBI eksklusif hanya untuk ”anak orang kaya” yang dikuatkan dengan biaya tinggi. Padahal, RSBI tetap sekolah publik yang harus mengalokasikan 20 persen untuk siswa dari keluarga kurang mampu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, Pemerintah akan merombak konsep dasar dan penyelenggaraan RSBI yang dinilai tak sesuai lagi dengan harapan dan ide awal. Institusi pendidikan salah menerjemahkan kualitas dengan label ”internasional” dan menggunakan pendekatan kelas serta menafsirkan metodologi pengajaran dengan bahasa asing sebagai bahasa pengantar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tidak penting namanya apa, internasional atau nasional. Masyarakat inginnya institusi pendidikan berkualitas. Jangan pakai nama internasional kalau jiwanya belum internasional,” kata Nuh seusai pembukaan Rembuk Nasional Pendidikan Tahun 2011 di Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Rabu (16/3/2011) kemarin. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-1632770811770819157?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/1632770811770819157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=1632770811770819157' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/1632770811770819157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/1632770811770819157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/03/jk-tak-perlu-eksperimen-lewat-rsbi.html' title='JK: Tak Perlu Eksperimen Lewat RSBI!'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-3509147326071660120</id><published>2011-01-23T19:53:00.000+07:00</published><updated>2011-01-23T19:54:13.548+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rekor matematika'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan pria jepang'/><title type='text'>Dengan Komputer Rakitan, Pria Jepang Pecahkan Rekor Matematika 'pi'</title><content type='html'>JAKARTA, REPUBLIKA.co.id  - Seorang pengusaha Jepang dengan menggunakan komputer rakitan rumah telah berhasil menghitung konsep matematika "pi" ke dalam triliunan digit dan memperoleh rekor dunia atas hasil kerjanya itu.&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shigeru Kondo, seorang insinyur sistem berusia 50 tahunan pada sebuah perusahaan makanan diprefektur Nagano, Jepang tengah, pada Agustus menghitung pi --rasio keliling lingkaran atas diameternya-- dalam lima triliun digit, hampir dua kali lipat akurasi dari rekor dunia sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekan lalu, penghitungan ini diakui oleh Catatan Rekor Dunia dengan memberikan sertifikat ke Kondo, yang mengaku mulai menghitung pi hanya sebagai hobi. "Saya benar-benar ingin memuji komputer saya, yang melakukan penghitungan terus-menerus selama tiga bulan tanpa keluhan, "kata Kondo kepada Chunichi Shimbun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berbagi kehormatan dengan seorang mahasiswa ilmu komputer AS, Alexander Yee, yang membuat program piranti lunak dan berhubungan dengan Kondo melalui surat elektronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggunakan bagian dari gudang lokal dan toko daring, Kondo menyatukan komputer meja yang menampilkan dua prosesor tingkat tinggi Intel dan 20 cakram keras tambahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 90 hari pengolahan terus enerus, Kondo memperoleh deret lima triliun angka yang mendefinisikan pi. Dia memverifikasi hasil itu dengan metode yang berbeda, yang memakan waktu 64 jam. Rekor sebelumnya, ditetapkan oleh konsultan perangkat lunak Perancis pada bulan Januari 2010, adalah sekitar 2,7 triliun digit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya menghitung pi secara lebih akurat, yang diyakini akan terus berlangsung selamanya, telah menjadi tantangan bagi para sarjana selama ribuan tahun, sejak parameter tersebut digunakan di Mesir kuno. Kondo sekarang mencoba untuk menghitung pi sampai 10 triliun digit. "Jika semuanya berjalan dengan baik, saya akan mencapai hasil itu pada Juli. Aku benar-benar menantikan itu, " katanya. (Red: taufik rachman/Sumber: antara)&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-3509147326071660120?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/3509147326071660120/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=3509147326071660120' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/3509147326071660120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/3509147326071660120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/01/dengan-komputer-rakitan-pria-jepang.html' title='Dengan Komputer Rakitan, Pria Jepang Pecahkan Rekor Matematika &apos;pi&apos;'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-2095557876019116130</id><published>2011-01-23T19:52:00.001+07:00</published><updated>2011-01-23T19:52:44.566+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='guru. lingkungan hidup'/><title type='text'>Menyentuh Kepekaan Guru pada Lingkungan</title><content type='html'>JAKARTA, KOMPAS.com - Mahasiswa STKIP Kebangkitan Nasional atau Sampoerna School of Education (SSE) bekerjasama dengan The Green Teacher mengadakan Indonesian Youth Mini Conference (IYMC) 2011. Konferensi anak muda yang baru pertama digelar ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para aktivis muda dari berbagai daerah untuk berdiskusi, berbagi, dan saling menginspirasi mengenai lingkungan hidup.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Dilaksanakan di Gedung SSE, Jakarta, Sabtu (22/1/2011), IYMC ini mengusung tema "Youth Action for a Sustainable Future". Tiga topik utama yang diangkat adalah penemuan atau inovasi teknologi ramah lingkungan, kegiatan 3R (reuse, reduce dan recycle), serta aktivitas hijau. Pada ketiga tema ini digambarkan tentang pentingnya peran anak-anak muda untuk menciptakan masa depan cerah yang berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kegiatan ini sepenuhnya diselenggarakan oleh mahasiswa, mereka hanya dibimbing oleh satu dosen pembimbing. Tujuannya untuk melatih kepekaan mahasiswa calon guru terhadap isu-isu lingkungan dalam dunia pendidikan dan cara pendidik berperan dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan," tutur Prof Paulina Pannen, Dekan SSE kepada Kompas.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan yang dimotori Yosea Kurniawan, mahasiswa SEE angkatan 2009, ini tidak hanya berupa seminar, melainkan juga Hands on Experience. Hal itu bertujuan untuk mendorong peserta berkampanye tentang lingkungan hidup melalui karya-karya kreatifnya seperti komik, drama, serta musik. Selain itu, IYMC juga menggelar sesi diskusi kelompok sebagai ajang saling mengenal dan memperluas jaringan komunitas mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"IYMC mengundang anak muda Indonesia yang memiliki passion dalam penyelamatan lingkungan. Kegiatan ini memiliki dua fungsi, yaitu berbagi inspirasi dan menumbuhkan sosok inspiratif," jelas Yosea. (Penulis : Monica Dian Adelina | Editor : Latief )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilustrasi: Shuterstock&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilustrasi: Inovasi teknologi ramah lingkungan, 3R (reuse, reduce dan recycle), serta aktivitas hijau dibuat sebagai tema untuk menggambarkan pentingnya peran anak muda untuk menciptakan masa depan cerah yang berkelanjutan.   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-2095557876019116130?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/2095557876019116130/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=2095557876019116130' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/2095557876019116130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/2095557876019116130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/01/menyentuh-kepekaan-guru-pada-lingkungan.html' title='Menyentuh Kepekaan Guru pada Lingkungan'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-5318049895729655769</id><published>2011-01-18T18:59:00.001+07:00</published><updated>2011-01-18T18:59:36.274+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Mendiknas Minta Pejabat Tak Berorientasi Birokrasi</title><content type='html'>Jakarta --- Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh melantik pejabat eselon II lingkup Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) di Gedung Kemdiknas, Jakarta, Selasa (28/12). Pelantikan pejabat ini merupakan penataan struktur organisasi sebagai bagian dari reformasi birokrasi di lingkup kementrian ini.&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pejabat yang dilantik antara lain adalah Abdul Apip sebagai Sekretaris Inspektorat Jenderal Kemdiknas, Nugaan Yulia Wardhani Siregar sebagai Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal Kemdiknas, Bambang Indriyanto sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kemdiknas, Mustaghfirin Amin sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kemdiknas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, Giri Suryatmana dilantik sebagai Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kemdiknas, Hari Setiadi sebagai Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdiknas, Murtoyo sebagai Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bisnis dan Pariwisata, dan Dedy Hermanto Karwan sebagai Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan Teknik Industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sambutannya Mendiknas menyampaikan, Kemdiknas bertekad untuk melakukan reformasi birokrasi. Menteri Nuh mengingatkan, Presiden dalam berbagai kesempatan menyampaikan, kesuksesan pembangunan nasional sangat ditentukan oleh kualitas sistem birokrasi. "Reformasi birokrasi bisa dilakukan dengan sukses kalau sistem birokrasi kita sudah baik," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada para pejabat yang dilantik, Mendiknas meminta agar meningkatkan kualitas layanan kepada publik. Layanan yang diberikan tidak lagi berorientasi kepada birokrasi, tetapi berorientasi kepada publik. "Baik dan tidaknya bukan diukur dari kepuasan kita dalam memberikan layanan kepada publik tidak, tetapi lebih ditentukan oleh kepuasan publik terhadap layanan yang kita berikan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reformasi yang dilakukan di Kemdiknas meliputi penataan struktur organisasi dan pengisian jabatan, penguatan kualitas sumber daya manusia, pembenahan tata laksana sistem birokrasi, dan pemanfaatan teknologi untuk efektivitas dan efisiensi. "Tidak kalah penting dan memerlukan perubahan luar biasa yaitu kultur atau budaya kerja," kata Menteri Nuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendiknas juga berpesan kepada para pejabat yang dilantik. Pertama, menata niat. "Kalau niat sudah pas, maka langkah berikutnya semakin terbuka." Kedua perkuat pembentukan kepribadian. Ketiga, perkuat kerja sama dan sinergitas antarunit. Keempat dedikasikan sepenuh hati kemampuan, kecerdasan kerja keras untuk memberikan layanan yang terbaik. "Cintailah tugas dan pekerjaan ," ucapnya. (agung/ali) &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-5318049895729655769?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/5318049895729655769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=5318049895729655769' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/5318049895729655769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/5318049895729655769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/01/mendiknas-minta-pejabat-tak.html' title='Mendiknas Minta Pejabat Tak Berorientasi Birokrasi'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-8976866467768503520</id><published>2011-01-18T18:56:00.000+07:00</published><updated>2011-01-18T18:58:15.895+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Tiga tipe kemiskinan : kemiskinan ekonomikal, kemiskinan intelektual dan kemiskinan persona</title><content type='html'>*Tiga tipe kemiskinan : kemiskinan ekonomikal, kemiskinan intelektual dan&lt;br /&gt;kemiskinan personal*.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Kemiskinan ekonomikal: angka-angka yang dikomunikasi oleh Biro Pusat&lt;br /&gt;Statistik (BPS)mengenai sekitar 27 Juta penduduk Indonesia yang hidup di&lt;br /&gt;bawah garis kemiskinan, masih adanya sejumlah desa tertinggal,dsb,&lt;br /&gt;menunjukkan masih adanya kemiskinan ekonomikal yang melanda masyarakat kita.&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;*Bagaimana dengan kemiskinan intelektual? Ternyata hal ini pun masih melanda&lt;br /&gt;sebagian masyarakat kita, ter-utama pada masyarakat pedesaan (dan terpencil)&lt;br /&gt;yang jauh dari kesertaan terhadap kemajuan alam dan jaman.Tentunya hal ini&lt;br /&gt;bukan berarti bahwa masyarakat kota bebas dari kemiskinan intelektual ini.*&lt;br /&gt;*Apabila kita mau berbicara dengan jujur sebagian kaum terpelajar dan&lt;br /&gt;masyarakat akademik pun "dijangkiti" kemiskinan tipe ini. Ambil&lt;br /&gt;misal,mahasiswa baru PTN yang masih harus dimatrikulasi untuk bisa menempuh&lt;br /&gt;program S1 termasuk dalam kelompok mahasiswa yang miskin intelektual. Para&lt;br /&gt;calon mahasiswa program S2 atau pasca sarjana yang gagal melewati paket&lt;br /&gt;"prapasca" pun sebenarnya juga termasuk dalam kelompok miskin intelektual&lt;br /&gt;ini.*&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;*Kemiskinan personal : ditandai dengan makin banyaknya kasus-kasus kejahatan&lt;br /&gt;yang terungkap, perkosaan, pembunuhan,dsb, menandakan bahwa sebagian&lt;br /&gt;masyarakat kita masih "terjangkiti" kemiskinan personal.*&lt;br /&gt;*Kemiskinan personal tersebut di samping dialami oleh masyarakat umum&lt;br /&gt;ternyata juga dialami oleh masyara-kat terdidik, termasuk generasi muda&lt;br /&gt;terpelajar yang se-cara sistematis disiapkan untuk menjadi pemimpin bangsa&lt;br /&gt;di masa depan.*&lt;br /&gt;*Anak-anak sekolah yang dengan bangganya melibatkan diri di dalam berbagai&lt;br /&gt;kasus kenakalan remaja (jouvenile delinquency) ataupun pelanggaran seks&lt;br /&gt;(sexual crime) dapat dikategorisasi sebagai kelompok siswa yang mengalami&lt;br /&gt;kemiskinan personal.*&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Peran guru ?&lt;br /&gt;*Meski peran guru terhadap upaya mengentas kemiskinan ekonomikal boleh&lt;br /&gt;dikatakan tidak signifikan tetapi tidak perlu berkecil hati karena di dalam&lt;br /&gt;upaya mengetas kemiskinan intelektual dan personal justru bersifat lang sung&lt;br /&gt;dan berarti.*&lt;br /&gt;*Berkaitan dengan tugas guru untuk me-ngembangkan kemampuan beranalisis dan&lt;br /&gt;menanamkan nilai-nilai kepribadian pada anak didik maka peran guru dalam&lt;br /&gt;upaya mengentas kemiskinan intelektual serta kemiskinan personal bersifat&lt;br /&gt;langsung melalui hubungan yang bertipe kan "asymmetrical relationship".*&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;*Siswa yang selesai dididik oleh guru secara langsung intelektualitasnya&lt;br /&gt;dapat berkembang dan personalitasnya dapat pula menjadi makin mantap. Ini&lt;br /&gt;berarti bahwa peran guru di dalam upaya mengentas kemiskinan intelektual dan&lt;br /&gt;kemiskinan personal bersifat langsung*.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber&lt;http://journal.amikom.ac.id/index.php/Koma/article/download/3372/1107&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-8976866467768503520?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/8976866467768503520/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=8976866467768503520' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/8976866467768503520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/8976866467768503520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/01/tiga-tipe-kemiskinan-kemiskinan.html' title='Tiga tipe kemiskinan : kemiskinan ekonomikal, kemiskinan intelektual dan kemiskinan persona'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-6729341348577690459</id><published>2011-01-10T21:01:00.001+07:00</published><updated>2011-01-10T21:01:51.778+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>60 Ribu Situs Porno Ditutup di China</title><content type='html'>BEIJING--MICOM: China menutup lebih dari 60 ribu situs internet porno tahun&lt;br /&gt;ini dengan 5.000 di antaranya sedang dalam proses hukum.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Kepala Kantor Badan Penerangan Pemerintah Wang Chen, berjanji untuk tidak&lt;br /&gt;akan menghentikan operasi melawan muatan yang dianggap cabul itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beijing melancarkan tindakan perlawanan atas apa yang disebut sebagai&lt;br /&gt;banyaknya muatan internet dan telepon seluler yang tidak senonoh dan kotor&lt;br /&gt;di negara itu dan mengancam kesehatan emosional anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritik yang menuduh pemerintah China melakukan tindakan keras dan&lt;br /&gt;memperketat keseluruhan sensor yang dilancarkan pada Desember tahun lalu&lt;br /&gt;itu, menyebutkan bahwa operasi tersebut menjaring banyak situs berisi muatan&lt;br /&gt;politik yang sensitif atau bahkan situs yang sederhana dan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wang Chen yang juga juru bicara kabinet tersebut mengatakan bahwa operasi&lt;br /&gt;itu merupakan hal yang penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Operasi kami mendapat keberhasilan besar dan hal ini tidak dicapai dengan&lt;br /&gt;mudah," katanya dalam konferensi pers, Kamis (30/12). Pemerintah ini&lt;br /&gt;berupaya menjadikan lingkungan internet lebih bersih, yang tadinya banyak&lt;br /&gt;menyediakan situs porno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami telah mengubah situasi dan hal ini telah cukup diterima banyak pihak&lt;br /&gt;di masyarakat. Tapi operasi kami tidak akan berhenti, ini akan menjadi&lt;br /&gt;perjuangan panjang," kata Wang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama masih ada orang yang mempunyai motivasi buruk yang ingin menyebarkan&lt;br /&gt;kekerasan atau informasi pornografi, pemerintah akan melanjutkan operasi&lt;br /&gt;untuk menindak tegas penyebaran informasi semacam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 4.965 tersangka, 1.332 orang mendapatkan hukuman kriminal dengan 58&lt;br /&gt;dipenjara lebih dari lima tahun. Pemerintah memeriksa 1,79 juta situs&lt;br /&gt;internet dan menghapus 350 juta artikel, foto, dan cuplikan video porno dan&lt;br /&gt;cabul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;China memiliki lebih banyak populasi dalam jaringan (online) dibanding&lt;br /&gt;negara lain dengan perkiraan 450 juta pengguna internet hingga akhir&lt;br /&gt;November.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah kemudian khawatir kalau internet dapat menjadi kanal yang&lt;br /&gt;berbahaya yang mengancam citra dan pemikiran di China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;China memblokir beberapa situs dan layanan internet populer seperti Google,&lt;br /&gt;YouTuber, Twitter, Flickr dan Facebook dan juga situs China lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah menuduh mereka mengandung muatan berbahaya untuk keamanan China&lt;br /&gt;dan melanggar Undang-undang China termasuk gambar yang memperlihatkan protes&lt;br /&gt;di wilayah sensitif seperti Tibet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wang mengatakan ia sudah membaca berita media mengenai direktur Facebook&lt;br /&gt;Mark Zuckerberg yang mengunjungi China baru-baru ini namun menyebut bahwa&lt;br /&gt;Zuckerberg tidak berkunjung ke departemennya yang berwenang untuk mengawasi&lt;br /&gt;internet di China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami membaca berita bahwa ia bertemu dengan tokoh-tokoh terkenal di&lt;br /&gt;industri internet China. Kami juga masih mencoba untuk mempelajari lebih&lt;br /&gt;jauh mengenai kunjungannya ke China," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Google Inc, mesin pencari internet terbesar di dunia menutup layanan&lt;br /&gt;pencariannya di China pada Maret, dua bulan setelah pihak Google mengatakan&lt;br /&gt;akan menghentikan sensor pencarian terhadap apa yang disebut sebagai&lt;br /&gt;serangan dunia maya yang rumit yang terlacak ke China dan ditambah&lt;br /&gt;meningkatnya pembatasan kebebasan berekspresi di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perselisihan yang diselesaikan pada Juli setelah Google mengubah&lt;br /&gt;mekanismenya dengan memandu pengguna ke mesin pencari tanpa filter. Kasus&lt;br /&gt;tersebut memicu ketegangan diplomatik antara China dan Amerika Serikat&lt;br /&gt;mengenai kebebasan situs internet. (Ant/Reuters/OL-11)&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-6729341348577690459?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/6729341348577690459/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=6729341348577690459' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/6729341348577690459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/6729341348577690459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/01/60-ribu-situs-porno-ditutup-di-china.html' title='60 Ribu Situs Porno Ditutup di China'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-4352211600440157340</id><published>2011-01-10T21:00:00.001+07:00</published><updated>2011-01-10T21:00:51.599+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>BANGSA YANG TIDAK MEMBACA (4)</title><content type='html'>Di akhir tulisan sebelumnya aku menyinggung masalah "pleasure reading" -- membaca karena kita cinta atau suka, lepas dari adanya pertimbangan "untung-rugi." Pleasure reading ini hanya bisa ditumbuhkan sejak anak masih kecil, menggunakan "bakat" mereka yang innate (dari sononya) plus lingkungan yang kondusif untuk membaca (encouragement &amp; availability of books).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan yang "kondusif" itu bisa dimulai dari keluarga (sejak usia dini), atau diwajibkan di sekolah (tugas membaca) atau digalakkan masyarakat umum (public reading, lending library dan acara yang berkaitan dengan membaca). Ketiganya sangat penting dalam terbentuknya masyarakat yang membaca, yang otomatis merupakan masyarakat yang lebih cerdas, relatip terhadap masayarakat yang kurang atau tidak membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.A. Navis, sastrawan Minang yang tekenal dengan cerpennya yang menghebohkan "Robohnya Surau Kami" (dimuat dalam majalah Kisah, 1955), merisaukan anak sekolah dari SD sampai perguruan tinggi hanya boleh menerima, tetapi tidak diajari mengemukakan pikiran, bahkan membacapun seolah dihambat. [Buat yang belum pernah baca cerpen ini, aku punya pdf yang siap dikirim].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Navis berpendapat bahwa ini karena pembodohan yang sengaja dibuat supaya orang/rakyat tidak kritis, tidak banyak bertanya-tanya, apapun yang dilakukan oleh pemerintahnya. Dalam sebuah wawancara dia mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"... Pelajaran sastra adalah pelajaran orang berpikir kritis. Orang berpikir kritis dan orang memahami konsep-konsep hidup. Kita baca, karya mana saja yang baik, itu berarti menyuruh orang berpikir berbuat betul. Lalu karya-karya itu konsepnya yang jahat lawan yang buruk. Dalam karya sastra bisa terjadi yang jahat itu yang dimenangkan, tapi bukan artinya sastra memuja yang jahat. Banyak karya-karya sastra di Indonesia menceritakan hal-hal orang-orang munafik. Diajarkan itu ke anak-anak tentang orang munafik di tengah masyarakat kita yang banyak munafik. Anak-anak kan jadi tajam. Oleh karena itu pemerintah tampaknya tidak mengajarkan sastra supaya orang tidak melihat orang-orang yang munafik ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaanku "Apakah anda pernah membaca Siti Nurbaya" kepada orang dibawah 50 tahun itu berdasarkan ingatan bahwa sejak awal 70-an --bahkan mungkin lebih awal lagi, pertengahan 60-an-- buku sastra Indonesia TIDAK lagi menjadi bahan bacaan, rujukan, maupun secara fisik ada di sekolah. Waktu jaman SMA-ku dulu (akhir 60-an) buku-buku sastra tersebut (koleksi Balai Pustaka: Pujangga Lama, Pujangga Baru, Angkatan 45, dst) sudah tidak ada di sekolah lagi. Aku beruntung menemukan tumpukan buku-buku yang tidak pernah terbaca ini di sebuah gudang berdebu, dan terkunci. Waktu itu aku diberi tugas membersihkan gudang ini (dari pada idle karena tidak ikut pelajaran agama) -- dan sejak saat itu kalau kapas saja ada waktu kosong aku selalu pinjam kunci ke tata-usaha untuk "membersihkan" gudang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan yang kutanya dalam survey "datuk meringgih" diatas ganti bertanya, "Kalau mau baca [Siti Nurbaya] carinya dimana, Pak?" Tentu saja aku tidak bisa menunjukkan gudang berdebu di SMA lebih dari 40 yang lalu, tetapi aku sendiri juga bertanya, dimana buku-buku sastra kita ini bisa didapat atau dipinjam, seandainya ada yang ingin membacanya? Di perpustakaan umum (public library)? Hmmmm ... waktu menginjakkan kaki kembali di Bandung tahun lalu itu pertanyaan pertama yang kuajukan, "apa sudah ada public library disini?" ... jawabannya sama seperti 40 tahun sebelumnya: mboten wonten, juragan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, apakah sebetulnya perlu heran kalau tingkat kompetensi anak sekolah kita dalam "reading" mennurut PISA/OECD tahun 2009 adalah nomor 57 dari 65 negara. Untuk Mathematics dan Science, nomor 61 dan 60 (dari 65 negara), karena kompetensi dalam ilmu apapun tidak pernah lepas dari kompetensi membaca (ilmu itu dari buku!). Dalam 4 tahun sebelumnya posisi tersebut tidak banyak berbeda, reading competency nomor 51 dari 57 negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu syarat yang perlu (tetapi belum cukup) untuk mengangkat tingkat kompetensi bangsa ini adalah membuat buku-buku aksesibel ke anak usia sekolah dan masyarakat. Buku-buku lama (klasik) maupun buku baru. Buku baru bisa dibeli dan ditaruh di library (dapat diakses banyak orang sehingga relatip murah), buku lama bisa dicetak kembali (reprint) atau dikonversi kedalam bentuk digital -- digital library (tentu saja urusan hak-cipta harus diselesaikan dulu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya konsep "digital library" dengan segala kelebihan dan kekurangannya sudah bukan barang baru lagi. Dari Project Gutenberg yang digarap oleh para volunteers, menyediakan text gratis sejak tahun 1971, dimulai oleh pendirinya, Michael Hart, dengan mengetik "Declaration of Independece" di terminal Teletype (tty), sampai dengan upaya besar-besaran (mass book digitization) yang disponsori oleh Google sejak 2004 (Google Books and Open Content Alliance) dengan menggunakan scanner modern dan proses dan software yang jauh lebih canggih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sendiri, dengan melakukan scanning dari buku-buku milik pribadi dan juga memanfaatkan hasil scanning pihak lain (google, microsoft, universities, libraries, dan private organisations or individuals) selama beberapa tahun belakangan sudah mulai membangun semacam "digital library" pribadi -- as a part of "The Lingua Project" -- khusus akan dipakai untuk mengajar bahasa Inggris dan menumbuhkan dan memelihara budaya membaca di kalangan usia dini sampai remaja (sampai akhir tahun ini, koleksinya alhamdulilah sudah mencapai angka seribu judul).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk buku-buku berbahasa Indonesia (misalnya buku-buku sastra yang kubicarakan diatas), aku tidak punya resource (waktu, peralatan dan dana) dan akses kepada materialnya, tetapi kalau ada pihak yang berminat pada digitisasi "indonesian lit" ini aku bersedia bagi-bagi tips dari pengalaman melakukan hal serupa beberapa tahun belakangan ini. [Kalau mau merasakan sendiri bagaimana "involve"nya pekerjaan ini, ambil sebuah buku, scan, clean-up, edit, format ... sampai ke produk yang cukup presentable.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Happy scanning!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;\KM/  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-4352211600440157340?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/4352211600440157340/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=4352211600440157340' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/4352211600440157340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/4352211600440157340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/01/bangsa-yang-tidak-membaca-4.html' title='BANGSA YANG TIDAK MEMBACA (4)'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-2536058231798249613</id><published>2011-01-10T20:59:00.001+07:00</published><updated>2011-01-10T20:59:38.575+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Menghidupkan Ebtanas</title><content type='html'>Oleh  Ki Supriyoko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESEPAKATAN penting pemerintah –dalam hal ini menteri pendidikan nasional– dengan Komisi X DPR sangat menarik untuk disimak. Khususnya oleh para insan pendidikan yang tersebar di negeri ini.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti kesepakatan adalah hasil ujian nasional (unas) tidak menjadi satu-satunya penentu kelulusan siswa. Kelulusan siswa di samping ditentukan hasil unas  juga dari proses pembelajaran yang dilakukan selama menempuh studi di sekolah. Proses pembelajaran tersebut dapat dicerminkan dari nilai rapor,  nilai ujian sekolah, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar kesepakatan tersebut, DPR berharap agar supaya proses pembelajaran pada mata-mata pelajaran di luar yang diunaskan pun ikut diperhitungkan dalam penentuan kelulusan siswa. Sementara, pemerintah berkeinginan agar hasil unas tetap diberi bobot yang tinggi dalam penentuan kelulusan siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepakatan pemerintah dengan DPR tersebut akan dimulai pada tahun ajaran 2010/2011 ini dan berlaku bagi satuan pendidikan yang menjalankan unas. Artinya, penentuan kelulusan siswa SMP, SMA, dan SMK yang rencana unasnya dilaksanakan pada Mei 2011 sudah harus menggunakan formula baru. Formula baru nanti memperhatikan nilai rapor dan nilai ujian sekolah sebagaimana yang diharapkan oleh DPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke Ebtanas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penentuan kelulusan siswa dengan memperhatikan proses sudah tentu bagus, bahkan menjadi kewajiban kita. Logikanya sederhana, seorang siswa layak diluluskan kalau mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Meluluskan siswa yang proses belajarnya jelek justru akan menjadi preseden buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menentukan kelulusan dengan memperhatikan nilai rapor, nilai ujian sekolah, dan hasil ujian nasional sebenarnya pernah dilakukan selama bertahun-tahun. Dahulu cara itu kita sebut dengan evaluasi belajar tahap akhir tingkat nasional atau yang dikenal dengan sebutan ebtanas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu, pemerintah menciptakan formula (asli) kelulusan siswa, yaitu N = P + Q + 3 R. N adalah nilai kelulusan, P nilai rapor semester 5, Q adalah nilai rata-rata ulangan semester 6,  dan R adalah nilai ebtanas murni (NEM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari formula ini dapat disimpulkan bahwa penentuan nilai kelulusan siswa dalam ebtanas sudah memperhatikan proses pembelajaran. Itu diwujudkan dalam P dan Q, di samping juga ada hasil ujian nasional, yakni R.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penentuan kelulusan dalam unas pun sebenarnya juga (seharusnya) memperhatikan proses pembelajaran. Artinya, meskipun hasil unas seorang siswa baik, misalnya nilai ujian nasional (NUN) adalah 7,00,  pihak sekolah tetap diberi hak untuk tidak meluluskan kalau siswa yang bersangkutan tidak mengikuti proses pembelajaran secara baik. Misalnya, sering  tidak masuk sekolah, menjadi troublemaker di sekolah, atau tidak menghargai dan menghormati guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu teori. Praktiknya, hampir semua sekolah di Indonesia dalam menentukan kelulusan siswa cenderung mutlak pada hasil unas. Kalau hasilnya  memenuhi syarat kelulusan, diluluskanlah siswa yang bersangkutan, tanpa memperhatikan lagi proses yang dijalani siswa selama mengikuti pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedanya, kalau dalam ebtanas persentase proses pembelajaran ketika penentuan kelulusan siswa diformulasikan secara jelas (nilai P sebesar 20 persen dan nilai Q sebesar 20 persen), dalam unas tidak pernah ada formulasi yang jelas. Ketidakjelasan itulah yang sering tidak diperhatikan para praktisi pendidikan di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedanya lagi, kalau dalam ebtanas tidak pernah dibatasi pencapaian nilai ebtanas murni (NEM)-nya, dalam unas pencapaian minimal nilai ujian nasional (NUN)-nya sangat dibatasi. Dalam ebtanas, berapa pun rendahnya pencapaian NEM,  siswa dapat diluluskan sepanjang hasil N (nilai kelulusan) memadai.  Sebaliknya, dalam unas, karena pencapaian NUN dibatasi –terakhir NUN harus 5,50– siswa tidak mungkin lulus kalau NUN-nya kurang dari 5,50.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilangkan Kecurangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun terdapat aneka perbedaan, ebtanas dan unas sebenarnya sama baik dan sama buruknya. Sama baiknya karena masing-masing memiliki kelebihan dan sama buruknya karena masing-masing memiliki kekurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem unas banyak ditentang oleh masyarakat meskipun banyak pula yang menerimanya. Ditentang karena terdapat berbagai kecurangan dalam pelaksanaannya. Misalnya, siswa yang saat ujian membawa contekan, membawa HP, menerima jawaban dari tim sukses sekolah, dan diizinkan ke kamar mandi (hanya untuk membuka catatan). Banyak pengawas yang sebenarnya tahu itu, tetapi sengaja membiarkannya karena semua pihak berkepentingan agar sekolah mencapai kelulusan yang setinggi-tingginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dalam ebtanas tidak ada kecurangan? Sama saja! Cara berbuat curang yang dilakukan oleh pihak sekolah pada umumnya adalah mengatrol nilai sekolah, dalam hal ini nilai P dan Q. Pengatrolan nilai P dan Q digunakan mengantisipasi kemungkinnan nilai R rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang kita temui hal yang tidak masuk akal. Siswa yang bodoh justru diberi nilai P dan Q yang lebih tinggi daripada siswa yang pintar karena pencapaian nilai R siswa yang bodoh diantisipasi lebih rendah daripada siswa yang pintar. Aneh bin ajaib!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kalau mulai tahun ini kita akan kembali ke ebtanas atau apa pun namanya, itu sah-sah saja. Tetapi, itu semua tidak akan berarti apa-apa kalau kecurangan dalam pelaksanaannya tidak dapat dihilangkan! (*)   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-2536058231798249613?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/2536058231798249613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=2536058231798249613' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/2536058231798249613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/2536058231798249613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/01/menghidupkan-ebtanas.html' title='Menghidupkan Ebtanas'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-6585325333322982914</id><published>2011-01-10T20:58:00.001+07:00</published><updated>2011-01-10T20:58:48.727+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Mendiknas Simulasikan Nilai UN</title><content type='html'>JAKARTA – Pemerintah akhirnya menyepakati formula nilai akhir penentu kelulusan siswa sekolah ditetapkan dengan menggabungkan nilai mata pelajaran Ujian Nasional (UN) dengan nilai sekolah.&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh menegaskan, nilai akhir pembobotan adalah 60 persen nilai UN ditambah 40 persen nilai sekolah. Formula ini akan digunakan pada UN tahun pelajaran 2010/2011 mendatang. Menurut Nuh, formula UN merupakan hasil kesepakatan bersama dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) selaku penyelenggara UN dan atas rekomendasi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). “Dulu, UN sendiri dinilai hasilnya berapa. Kalau seorang siswa memenuhi 5,5 ke atas, lulus. Pada 2011 dikombinasikan antara ujian yang dilakukan secara nasional dengan prestasi atau capaian waktu dia sekolah kelas 1, 2, dan 3,” katanya pada jumpa pers akhir tahun di Kemendiknas, Jakarta, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadir pada acara tersebut Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal, Sekretaris Jenderal Kemdiknas Dodi Nandika, WKS Inspektur Jenderal Kemdiknas Wukir Ragil, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiknas Djoko Santoso, Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kemdiknas Baedhowi, Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdiknas Suyanto, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdiknas Mansyur Ramly, dan Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal Hamid Muhammad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendiknas mengatakan, syarat kelulusan lainnya adalah nilai tiap mata pelajaran minimal 4,00 dan tidak ada ujian ulangan. “Bagi yang tidak lulus dapat mengikuti Ujian Paket C untuk SMA,” ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, mantan Menteri Komunikasi dan Inforamatika itu mengungkapkan, seorang siswa sedikitnya harus meraih nilai 4 pada UN agar dapat lulus dengan syarat nilai ujian sekolahnya 8. Dengan menggabungkan kedua nilai tersebut, nilai akhir diperoleh 5,6 di atas nilai minimal 5,5. “Kalau nilai ujian sekolah 7 belum lulus. Nilai aman UN adalah 6,” katanya saat melakukan simulasi nilai UN. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, berdasarkan hasil monitoring berita selama tahun 2010, UN menempati urutan pertama dari 10 isu pemberitaan pendidikan 2010. Dia menyebutkan, jumlah pemberitaan terkait UN sebanyak 1.899  berita (20,1 persen), disusul guru 974 berita (10,3 persen), dan penerimaan peserta didik baru 537 berita (5,7 persen) berita. “Yang paling banyak urusan UN. Itu menunjukkan bahwa UN menjadi perhatian publik,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Rektor ITS itu memaparkan capaian kinerja 2010 dan program Kemendiknas 2011. Secara umum, kata Mendiknas, serapan anggaran Kemendiknas mencapai 89,29 persen per 27 Desember 2010. Adapun anggaran Kemendiknas pada 2011 Rp55,6 triliun. “Tidak ada pengurangan dari sisi anggaran. Alokasi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dikirim ke daerah,” ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan, sebanyak 20 persen anggaran APBN digunakan untuk fungsi pendidikan yang ada di 17 kementerian/lembaga. Menurut dia, anggaran fungsi pendidikan pada 2011 Rp243 triliun. Namun, anggaran tersebut tidak boleh digunakan untuk sekolah kedinasan seperti Akademi Kepolisian dan Akademi Militer. “Sekolah kedinasan tidak boleh memanfaatkan dana fungsi pendidikan,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Komisi X DPR Raihan Iskandar menyoroti masih tingginya angka putus sekolah di tingkat SD yang mencapai 5,7 juta siswa. Sementara pada tingkat SMP ada 241 ribu siswa, serta tingkat SMA mencapai 3,8 juta siswa. “Jika dikaitkan dengan program Wajib Belajar (Wajar) Sembilan Tahun, maka ada 10.268 juta siswa. Ini akan mengancam program Wajar Sembilan Tahun,”ungkapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Fraksi PKS itu menambahkan, Kemendiknas juga dinilai belum mengatasi praktik penyelewengan dana BOS dengan dugaan korupsi mencapai Rp1,2 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temuan ini memperkuat sinyalemen yang berkembang di masyarakat tentang penggunaan dana BOS yang tidak transparan dan tidak diinformasikan ke publik. Dia juga mempertanyakan evaluasi Kemendiknas tentang rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI). RSBI, ujarnya, dituding sebagai kedok berbagai sekolah untuk mengeruk keuntungan besar dengan menetapkan tarif pendidikan setinggi-tingginya. “RSBI menutup akses bagi masyarakat miskin untuk menikmati layanan pendidikan yang bermutu,” tuturnya. (neneng zubaidah/hojin/sindo) (rfa)(//rhs) &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-6585325333322982914?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/6585325333322982914/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=6585325333322982914' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/6585325333322982914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/6585325333322982914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/01/mendiknas-simulasikan-nilai-un.html' title='Mendiknas Simulasikan Nilai UN'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-569812890583636375</id><published>2011-01-10T20:56:00.001+07:00</published><updated>2011-01-10T20:56:23.080+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Belajar tekstual dan faktual</title><content type='html'>Melihat dan membaca riuhnya diskusi mengenai hal-hal "sensitif" di milis,&lt;br /&gt;saya jadi berpikir dan bertanya-tanya ; terlihat sekali ungkapan pendapat&lt;br /&gt;seseorang (pasti) dipengaruhi oleh persepsi (dan mungkin asumsi) seseorang&lt;br /&gt;pada hal tsb. Saya membayangkan otaknya bekerja keras berusaha mendapatkan&lt;br /&gt;semua dasar-dasar pengetahuan, fakta-fakta, dan logika berpikirnya meramu&lt;br /&gt;hal-hal tsb menjadi sebuah kesimpulan yang menurutnya mantab.&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengetahuan ada ruang yang disebut perkembangan, di mana suatu saat&lt;br /&gt;"ilmu" mengalami *stressing test* di dunia nyata kemudian secara kolektif&lt;br /&gt;orang akan berpikir ke arah yang kurang lebih sama untuk menemukan sebuah&lt;br /&gt;"pemahaman" baru berdasarkan kaidah-kaidah dasar dan harapan. (benarkah&lt;br /&gt;asumsi saya ini ??)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sedang penasaran apa yang seandainya terjadi jika ruang-ruang kelas&lt;br /&gt;berisi diskusi faktual mengenai masalah-masalah yang muncul pada suatu ranah&lt;br /&gt;keilmuan tertentu. Ibu Aulia sudah menjawab hal ini pada postingan di subjek&lt;br /&gt;lain, dan mengatakan bahwa hal tsb mungkin dilakukan. Ya, benar, sangat&lt;br /&gt;mungkin dilakukan. Faktornya "pemicu"-nya hanya gurunya mau atau tidak.&lt;br /&gt;Salah satu keuntungan dari diskusi adalah semua orang (termasuk guru) mau&lt;br /&gt;tidak mau akan berhadapan dengan kemungkinan *extra-ordinary*, yang akan&lt;br /&gt;memaksa otak untuk bersenam-ria dalam menganalisa hal-hal yang sama sekali&lt;br /&gt;baru, *out of imagination*.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu-ilmu sosial jauh lebih menarik untuk didiskusikan karena sifatnya&lt;br /&gt;lentur dan normatif. Bagaimana dengan ilmu-ilmu agama ? Benarkah diskusi&lt;br /&gt;akan membawa pencerahan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika berkenan, saya mengajak Bapak Ibu untuk mendiskusikan tentang diskusi&lt;br /&gt;faktual ilmu-ilmu sosial, agama, dan penerapannya di ruang kelas. Kita akan&lt;br /&gt;coba kupas, apa saja yang akan "muncul" dari diskusi ini. Bayangkan juga,&lt;br /&gt;apakah guru diizinkan mem-veto pendapat ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hormat&lt;br /&gt;PakPur &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-569812890583636375?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/569812890583636375/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=569812890583636375' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/569812890583636375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/569812890583636375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/01/belajar-tekstual-dan-faktual.html' title='Belajar tekstual dan faktual'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-7584623524554844815</id><published>2011-01-10T20:54:00.000+07:00</published><updated>2011-01-10T20:55:31.946+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>*MEREKA YANG MELAYANI “NAFSU” ORANG DEWASA*</title><content type='html'>*Oleh Zulkarnaini Diran&lt;br /&gt;(praktisi dan pemerhati pendidikan)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;http://www.beritajakarta.com/images/foto/Anak%20Sekolah%20SD1.JPG&gt;Ia&lt;br /&gt;tinggal di pinggir kota. Letak rumahnya lebih kurang dua puluh kilometer&lt;br /&gt;dari pusat kota tempat ia bersekolah. Setiap hari, ia meninggalkan rumah&lt;br /&gt;sebelum pukul enam pagi. Pulangnya menjelang magrib jika tidak terjebak&lt;br /&gt;macet. Jika kenderaan yang ditumpanginya terjebak macet, ia baru sampai di&lt;br /&gt;rumah hampir menjelang isya. Pada tahun terakhir ini, hari Minggu pun&lt;br /&gt;dipakai untuk kegiatan sekolah. Pukul 07.15 sampai pukul 13.00 mengikuti&lt;br /&gt;pelajaran kurikuler di sekolahnya. Sore belajar untuk program jam tambahan.&lt;br /&gt;Selanjutnya tiga kali seminggu mengikuti les matematika. Dua kali seminggu&lt;br /&gt;mengikuti les bahasa Inggris. Akhirnya hari-harinya benar-benar habis untuk&lt;br /&gt;kegiatan yang bernama belajar.&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua anak sekolah di daerah ini bernasib seperti ilustrasi di atas.&lt;br /&gt;Hari-harinya, tenaganya, dan pikirannya terkuras habis untuk mengikuti&lt;br /&gt;program-program yang dirancang oleh orang dewasa. Nyaris tidak ada lagi&lt;br /&gt;waktu untuk bermain, untuk bercengkerama dengan teman sebaya. Tidak ada lagi&lt;br /&gt;ruang dan waktu untuk  berbagi kasih dengan orang tua dan suadara-saudara di&lt;br /&gt;rumah. Jika ada sedikit waktu yang tersisa di rumah masih harus mereka&lt;br /&gt;gunakan untuk mengerjakan pekerjaan sekolah. Beban yang mereka pikul&lt;br /&gt;melebihi kapasitas kemampuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara formal, pemerintah sebenarnya telah menetapkan waktu belajar bagi&lt;br /&gt;anak sekolah. Seusia SMP dan SMA disediakan waktu belajar 42 jam pelajaran&lt;br /&gt;(satu jam pelajaran 45 menit) satu minggu. Rata-rata jam pelajaran satu hari&lt;br /&gt;adalah tujuh jam. Kemudian anak sekolah dapat diberi pekerjaan rumah berupa&lt;br /&gt;tugas-tugas. Tugas-tugas itu dapat diselesaikan setengah dari waktu&lt;br /&gt;belajarnya di sekolah. Misalnya jam pelajaran bahasa Indonesia di SMP enam&lt;br /&gt;jam pelajaran. Tugas yang boleh diberikan oleh guru bahasa Indonesia paling&lt;br /&gt;banyak adalah tiga jam pelajaran. Jadi di rumah, mereka belajar separoh dari&lt;br /&gt;jam yang disediakan sekolah. Akan tetapi, dengan berbagai alasan, orang&lt;br /&gt;dewasa menyediakan program-program yang “luar biasa” untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu belajar sekitar tujuh jam pelajaran di sekolah dan tiga setengah jam&lt;br /&gt;pelajaran di rumah, dianggap normal dan wajar untuk usia remaja. Dengan&lt;br /&gt;pengalokasian waktu belajar itu, masih ada sisa waktu dalam keseharian. Sisa&lt;br /&gt;itu dapat digunakan anak sekolah untuk bermain, mengembangkan minat di&lt;br /&gt;berbagai bidang. Dengan waktu yang tersisa itu mereka dapat berkesenian,&lt;br /&gt;berolah raga, dan hobi lainnya. Hal itu diasumsikan akan melahirkan&lt;br /&gt;keseimbangan dalam pertumbuhan pisik dan psikologis remaja. Keseimbangan&lt;br /&gt;pertumbuhan itu penting untuk menghadapi masa dewasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika waktu yang tersedia untuk belajar di sekolah dan di rumah itu digunakan&lt;br /&gt;secara efektif dan efisien, diperkirakan hasilnya akan optimal. Efektifitas&lt;br /&gt;pemanfaatan waktu maksudnya adalah keberdayagunaan dan ketepatgunaan.&lt;br /&gt;Pembelajaran yang dilakukan guru selama satu jam pelajaran (45 menint)&lt;br /&gt;benar-benar bedayaguna dan tepat guna. Waktu yang ada itu benar-benar&lt;br /&gt;digunakan untuk membelajarkan anak sekolah. Tidak ada detik dan menit yang&lt;br /&gt;terbuang. Tidak ada waktu yang dibiarkan berlalu tanpa bermanfaat. Tidak ada&lt;br /&gt;keterlambatan memulai pelajaran, tidak ada pembelajaran yang usai sebelum&lt;br /&gt;waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah yang satu shif (belajar pagi saja), rata-rata menggunakan waktu 45&lt;br /&gt;menit untuk satu jam pelajaran. Sekolah yang dua shif kurang dari itu, ada&lt;br /&gt;yang 40 menit dan ada yang 35 menit. Hal itu tergantung kepada kebijakan&lt;br /&gt;sekolah setempat. Pada dasarnya, jika guru menggunakan kurikulum sebagai&lt;br /&gt;pedoman pembelajaran, waktu yang tersedia itu cukup memadai untuk&lt;br /&gt;pembelajaran. Artinya, materi pelajaran, bahan ajar, dan kompetensi yang&lt;br /&gt;hendak dicapai akan selesai dengan waktu yang tersedia itu. Tentu saja hal&lt;br /&gt;penting yang diperlukan adalah perencanaan pembelajaran yang aplikatif,&lt;br /&gt;penyajian pelajaran yang pragmatis, dan penilaian yang valid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran yang terlaksana di kelas sering tidak efektif. Efektif dalam&lt;br /&gt;konteks ini adalah mangkus, berdayaguna, dan berhasil guna. Pembelajaran&lt;br /&gt;yang efektif ditandai dengan anak sekolah belajar, bukan guru mengajar.&lt;br /&gt;Artinya, anak sekolah melakukan aktivitas dalam bentuk berinteraksi dengan&lt;br /&gt;sumber belajar dan objek belajar. Interaksi itu bernaung di bawah bimbingan,&lt;br /&gt;arahan, motivasi, dan pengawasan guru. Aktivitas tersebut berorientasi&lt;br /&gt;kepada tujuan yang jelas dan tegas, berlandaskan kepada indikator yang dapat&lt;br /&gt;diuji. Hal itu akan melahirkan kebermaknaan bagi anak sekolah. Pembelajaran&lt;br /&gt;yang bermakna itulah yang pada dasarnya yang dirindukan oleh anak sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebermaknaan pembelajaran ditandai dengan keterlibatan mental, emosional,&lt;br /&gt;dan pisik pebelajar. Jika guru mengajar, anak sekolah jadi pendengar.&lt;br /&gt;Keterlibatannya sangat tipis. Jika ceramahnya tidak menarik, mereka hanya&lt;br /&gt;akan menerima dengan telinga kiri dan mengeluarkannya melalui telinga kanan.&lt;br /&gt;Jika menarik, mereka akan sedikit berkonsentrasi dan sambil mencatat.&lt;br /&gt;Kemudian catatan dihafal untuk menghadapi ujian. Akan lain halnya jika&lt;br /&gt;mereka melakukan. “Saya lakukan saya akan mengerti, saya akan paham”, itu&lt;br /&gt;antara lain ungkapan yang sering didengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran di kelas sering tidak efisien. Efisien dikaitkan dengan waktu&lt;br /&gt;dan tenaga yang dikeluarkan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Hal itu&lt;br /&gt;terlihat dari ketepatan waktu mulai belajar dan ketepatan waktu mengakhiri&lt;br /&gt;pelajaran. Jika disiasati secara teliti, waktu yang tersedia untuk tatap&lt;br /&gt;muka dengan anak sekolah di kelas, akan selalu tidak pas, selalu kurang.&lt;br /&gt;Misalkan di dalam daftar pelajaran tertera dua jam pelajaran (2×45 menit).&lt;br /&gt;Pertukaran jam, keterlambatan guru sampai di kelas, keterlambatan anak&lt;br /&gt;sekolah mempersiapkan diri, membuat waktu yang dua jam itu telah berkurang&lt;br /&gt;sekian menit. Itu kalau situasi normal. Pada situasi tidak normal kondisinya&lt;br /&gt;akan lain, dan sangat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seyogiyanya bukan penyikasaan terhadap anak sekolah yang dilakukan.&lt;br /&gt;Perbaikan proses pembelajaranlah yang harus dilakukan. Bukan menambah jam&lt;br /&gt;pelajaran dan memforsir tenaga anak sekolah yang diperbuat, melainkan&lt;br /&gt;membuat pembelajaran menjadi efektiflah yang dilakukan. Bukan dana untuk jam&lt;br /&gt;tambahan yang perlu disediakan, tetapi dana untuk melengkapi srana&lt;br /&gt;pembelajaran dan peningkatan komepotensi gurulah yang diperlukan. Akan&lt;br /&gt;tetapi kita telah terlanjur latah, telanjur “anacak-ancak”. Orang&lt;br /&gt;Minangkabau mengatakan, “*malabihi ancak-ancak, mangurangi sio-sio”.* Kita&lt;br /&gt;orang dewasa telah melakukan “ancak-ancak”, kelatahan, bahkan kegilaan.&lt;br /&gt;Mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada semacam tekanan psikologis terhadap orang dewasa yang mengurus&lt;br /&gt;pendidikan. Tekanan itu bisa bersasal dari masyarakat, politisi, dan&lt;br /&gt;birokrat yang lebih tinggi. Tekanan itu terjadi karena sikap dan cara&lt;br /&gt;pandang terhadpa pendidikan. Dalam banyak pertemuan, seminar, dan dalam&lt;br /&gt;pidato para pejabat pendidikan sering terdengar. Mutu pendidikan&lt;br /&gt;diindikasikan dengan angka-angka persentase kelulusan ujian nasional.&lt;br /&gt;Semakin banyak anak sekolah peserta ujian nasional yang lulus, semakin&lt;br /&gt;tinggilah mutu pendikan di sekolah itu, di kecamatan itu, di kabupaten/kota&lt;br /&gt;itu. Dengan semakin tingginya angka kelulusan, dianggap kepala sekolahnya&lt;br /&gt;berprestasi, kepala dinasnya berprestasi dan berprestise, walikota/bupatinya&lt;br /&gt;semakin berkualitas. Asumsi itulah yang membuat terjadinya tekanan&lt;br /&gt;psikologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa anak sekolah harus lulus ujian nasional adalah merupakan kemutlakan.&lt;br /&gt;Harus. Jika tidak lulus berarti gagal, tidak berhasil. Akan tetapi tujuan&lt;br /&gt;pembelajaran terhadap anak sekolah bukanlah sekedar untuk lulus, melainkan&lt;br /&gt;lebih luas dari itu. Kalau hanya sekedar untuk lulus ujian, mengapa harus&lt;br /&gt;repot-repot. Ambil saja jalan yang praktis. Begitu anak sekolah diterima di&lt;br /&gt;suatu sekolah, langsung *didril* atau dilatih tiap hari menjawab soal-soal&lt;br /&gt;ujian nasional untuk dua atau tiga tahun terkahir. Kalau tiga tahun berlatih&lt;br /&gt;menyelesaikan soal yang sudah diujikan, dapat diberi jamainan angka lulus&lt;br /&gt;akan sangat tinggi. Bahkan untuk menyatakan lulus sertus persen sudah dapat&lt;br /&gt;dijamin. Akan tetapi, apakah memang anak sekolah belajar hanya untuk&lt;br /&gt;mendapat sertifikat lulus ujian nasional? Inilah masalahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan pendidikan nasioanl tertuang di dalam Undang-undang Republik&lt;br /&gt;Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Tujuan&lt;br /&gt;pendidikan di tingkat satuan pendidikan (sekolah) dicantumkan di dalam&lt;br /&gt;peraturan pemerintah tentang pendidikan itu (dasar, menengah, atau tinggi).&lt;br /&gt;Tujuan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran biasanya dicantumkan di&lt;br /&gt;dalam keputusan menteri atau pertauran menteri. Keputusan atau peraturan itu&lt;br /&gt;biasanya mengatur tentang kurikulum yang berlaku. Penjelasan lebih rinci&lt;br /&gt;tentang tujuan pembelajaran tiap mata pelajaran dapat dilihat pada kuriklum&lt;br /&gt;setiap mata pelajaran. Selain itu, standar kelulusan dicantumkan di dalam&lt;br /&gt;Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional&lt;br /&gt;Pendidikan. Jika perangkat-perangkat hukum itu dipedomani, tentu tidak akan&lt;br /&gt;terjadi salah persepsi dan salah resepsi tentang tujuan pendidikan dan&lt;br /&gt;tujuan pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang dewasa boleh saja bernafsu tinggi untuk meningkatkan angka kelulusan,&lt;br /&gt;persnetase kelulusan untuk ujian nasional. Akan tetapi, mereka tidak boleh&lt;br /&gt;mengorbankan hal-hal prinsip dalam pendidikan. Hal prinsip itu misalnya&lt;br /&gt;aspek pedagogis. Anak sekolah bukan alat mekanik yang dapat distel secara&lt;br /&gt;otomatis untuk menjawab pertnayaan-pertnayaan ujian nasional. Mereka&lt;br /&gt;bukanlah benda mati yang dapat diperlakukan dan dibentuk menurut kemauan&lt;br /&gt;“nafsu” orang dewasa. Mereka adalah anak manusia yang memiliki minat, bakat,&lt;br /&gt;aspirasi, dan aspek psikologis lainnya. Hal itu harus tumbuh dan berkembang.&lt;br /&gt;Harus tersalur secara wajar di dalam ruang dan waktu. Harus tumbuh secara&lt;br /&gt;alami dalam kewajaran. Akan tetapi, akibat “nafsu” orang dewasa, hal itu&lt;br /&gt;mulai tersendat, macet, bahkan terhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemaksaan demi pemaksaan dirasakan oleh anak sekolah. Khususnya anak sekolah&lt;br /&gt;yang akan mengikuti unjian nasional. Penambahan jam pelajaran yang melebihi&lt;br /&gt;kemampuan anak sekolah dilakukan. Guru-guru dipaksa (sekurang-kurangnya&lt;br /&gt;merasa terpaksa) untuk mengajar di luar kemampuan tenaganya. Meskipun&lt;br /&gt;disediakan pembayaran ala kadarnya, guru tetap saja merasa tersiksa&lt;br /&gt;melakasnakan tugas. Orang tua anak sekolah harus membayar tambahan untuk jam&lt;br /&gt;tamabahan, yang kadang-kadang pertanggungjawabannya tidak jelas. Hal ini&lt;br /&gt;seolah-olah berjalan normal, padahal sudah di luar kepatutan dan kepantasan.&lt;br /&gt;Anak sekolah tidak sempat menyampaikan keluhannya kepada guru dan orang tua.&lt;br /&gt;Guru tidak berani menyampaikan deritanya kepada kepala sekolah dan kepala&lt;br /&gt;dinas. Orang tua tidak sempat lagi mengeluh kepada walikota atau bupati.&lt;br /&gt;Akhirnya, anak sekolah, guru, dan orang tua anak sekolah terpaksalah&lt;br /&gt;melayani “nafsu orang dewasa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah orang-orang bernfasu ini memiliki kesadaran tentang makna pendidikan&lt;br /&gt;dan pembelajaran? Sepertinya tidak. Sebagian dari mereka dengan rasa bangga&lt;br /&gt;mempublikasikan melalui surat kabar. “Untuk meningkatkan hasil UN&lt;br /&gt;dilaksanakan jam tambahan”. Ada juga pejabat pendidikan yang mengeluarkan&lt;br /&gt;surat perintah resmi untuk kepala sekolah agar membuat jam tamabahan.&lt;br /&gt;Bahkan, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, menganggarkan melalui APBD&lt;br /&gt;untuk hal itu. Tentu saja hal yang seperti itu bukanlah kesalahan, bukan&lt;br /&gt;kekeliruan. Akan tetapi, dengan tidak mempertimbangkan aspek kemanusiaan&lt;br /&gt;dalam memforsir anak sekolah untuk pemuasan nafsu orang dewasa, inilah yang&lt;br /&gt;agaknya sesuatu yang perlu dipetimbangkan lagi pada masa yang akan datang.&lt;br /&gt;Sehingga kesan tentang kelatahan dan “ancak-ancak” dalam mengelola&lt;br /&gt;pendidikan dapat dikurangi. Tentu saja hal itu akan berpulang kepada&lt;br /&gt;orang-orang dewasa yang memiliki nafsu belebihan. (Zulkarnaini Diran,&lt;br /&gt;pemerhati dan praktisi pendidikan, tinggal di Padang)&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-7584623524554844815?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/7584623524554844815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=7584623524554844815' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/7584623524554844815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/7584623524554844815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/01/mereka-yang-melayani-nafsu-orang-dewasa.html' title='*MEREKA YANG MELAYANI “NAFSU” ORANG DEWASA*'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-8796457704099803181</id><published>2011-01-10T20:52:00.000+07:00</published><updated>2011-01-10T20:53:49.761+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>2011, lalulintas masuk kurikulum</title><content type='html'>MEDAN - Untuk menerapkan kesadaran berlalulintas bagi para siswa di seluruh&lt;br /&gt;sekolah di Sumatera Utara, Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Utara akan&lt;br /&gt;memasukkan pelajaran lalu lintas dalam kurikulum sekolah tahun depan.&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami akan meningkatkan pelajaran tertib lalu lintas di kalangan pelajar dan&lt;br /&gt;itu akan dibuat dalam kurikulum lokal tahun depan,” ujar Kepala Dinas&lt;br /&gt;Pendidikan Sumut Syaiful Syafri, tadi pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaiful menyebutkan pelajaran tertib lalu lintas ini sangat penting dan&lt;br /&gt;mendesak untuk dilakukan. Selama ini dari 1.000 korban kecelakaan lau&lt;br /&gt;lintas,80% di antaranya merupakan pelajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah, maka Sumut sangat perlu mengimplementasikan kesepakatan tadi.&lt;br /&gt;Setidaknya, pelajaran tertib lalu lintas harus menjadi pelajaran wajib bagi&lt;br /&gt;siswa. Apalagi dari data kasus kecelakaan lalu lintas pada 2010,tercatat&lt;br /&gt;sebanyak 3.133 kasus dengan korban meninggal dunia 1.455, luka berat&lt;br /&gt;2.294,luka ringan 2.428,serta kerugian material Rp8,75 miliar. “Awal Januari&lt;br /&gt;2011, buku muatan lokal untuk tingkat TK,SD,SMP dan SMA akan kita siapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menyiapkan tentu Direktorat Lalin untuk pegangan guru, kemudian&lt;br /&gt;melakukan workshop,”jelasnya. Dengan masuknya tertib lalu lintas dalam&lt;br /&gt;kurikulum sekolah maka diharapkan nantinya dapat memperbaiki perilaku dari&lt;br /&gt;siswa supaya mengerti bagaimana berprilaku tertib lalu lintas. Syaiful juga&lt;br /&gt;menyatakan, nantinya setelah buku sudah ada secara umum,kemudian para guru&lt;br /&gt;akan diundang untuk mensosialisasikan buku pegangan tentang muatan lokal&lt;br /&gt;tertib lalu lintas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan kami workshop-kan, dan Januari kami laksanakan sosialisasi. Pada awal&lt;br /&gt;tahun ajaran baru, pelajaran Lalin masuk kurikulum sekolah,”jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Editor: SASTTROY BANGUN(dat01/wol) &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-8796457704099803181?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/8796457704099803181/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=8796457704099803181' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/8796457704099803181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/8796457704099803181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/01/2011-lalulintas-masuk-kurikulum.html' title='2011, lalulintas masuk kurikulum'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-882149694299078410</id><published>2011-01-10T20:50:00.000+07:00</published><updated>2011-01-10T20:51:06.296+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Agil H. Ali: Ibu Ialah Guru Besar meski Buta Huruf</title><content type='html'>Oleh Eko Prasetyo,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;editor Jawa Pos&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu, kalau aku ditanya siapa pahlawanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namamu, Ibu, ’kan kusebut nomor satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena aku tahu engkau adalah ibuku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku adalah anakmu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;– Penyair Zawawi Imron&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi di atas ditulis Zawawi Imron pada 1960-an dan entah sudah berapa ratus kali dibacanya. Setiap membacanya, ia melakukannya dengan takzim dan tak jarang menangis.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pramoedya Ananta Toer, sastrawan Indonesia yang berkaliber internasional, adalah contoh lain penyanjung sosok ibu. Karya-karyanya banyak diwarnai kisah-kisah yang melukiskan penghormatan yang tinggi kepada figur ibu. Termasuk, ibunya sendiri. Kekaguman tersebut dibungkusnya dalam cerita fiksi. ”Saya belajar kemandirian dan kejujuran dari ibu saya,” kata Pramoedya suatu ketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, kata Pram, setelah ibunya meninggal ketika Pram masih sangat muda, dalam keadaan antara sadar dan tidak sadar ia bertemu almarhum ibunya di bawah sebuah pohon mangga. Ketika Pram ingin mengambil buah mangga yang menggelantung di pohon, sang ibu menahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jangan pernah mengambil barang milik orang lain tanpa seizinnya. Kalau kamu menginginkan sesuatu, kamu harus memperolehnya dengan keringatmu sendiri. Kamu harus bekerja,” kata Pram menirukan pesan ibunya sebelum bayangan sang ibu lenyap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sedikit pula pemimpin besar bangsa yang memuja ibu. Kaisar Prancis Napoleoon Bonaparte, misalnya. Ia sering mengungkapkan pujian-pujiannya kepada sang ibu.  Demikian pula Soekarno, proklamator RI. Sang ibunda pula yang memberikan pangestu (restu) dan menjuluki Soekarno kecil sebagai putra fajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agil H. Ali. Insan pers nasional pasti tidak asing dengan nama tersebut. Dia dikenal sebagai wartawan senior yang ulung, lihai dalam berorasi sekaligus tulisannya sangat bagus. Pengakuan tersebut dilontarkan oleh para tokoh seperti Prof Sam Abede Pareno, wartawan senior Zaenal Arifin Emka dan Djoko Pitono, serta sastrawan yang juga guru besar (gubes) IKIP Surabaya (kini Unesa) Prof Budi Darma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agil dikenal sebagai laki-laki yang pintar menulis sekaligus orator ulung. Sedemikian besarnya daya tarik Agil ketika berbicara dan memengaruhi media massa, dua jenderal terkemuka pada masanya, Jenderal Soemitro dan Jenderal Ali Moertopo, merasa perlu mengundang Agil untuk bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para duta besar negara-negara kaya bergantian mengundang Agil untuk melakukan kunjungan jurnalistik ke negeri mereka. Agil pernah menjabat sebagai ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dalam dua kali periode, pengurus Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS), dan anggota MPR.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ia memang pandai sekali berpidato. Pidato-pidatonya selalu menarik. Jarang saya menemui orang yang pintar bicara seperti Pak Agil,” kata Prof Budi Darma PhD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut gubes Unesa Prof Sadtono, orang-orang yang pintar berpidato dan menulis seperti Soekarno dan John F. Kennedy jelas adalah orang yang punya bakat besar dalam bahasa. ”Bakat itu adalah anugerah Tuhan kepada seseorang yang tak bisa dipelajari semua orang,” ujar Sadtono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agil adalah pendiri tabloid Mingguan Mahasiswa (1970-an) dan Mingguan Memorandum hingga menjadi koran harian (Memorandum, salah satu koran kriminalitas terbesar di Surabaya). Korannya telah menumbuhkan entah berapa ratus wartawan yang kini tersebar di berbagai media massa, termasuk radio dan televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati dikenal sebagai tokoh publik, Agil tak pernah lupa melontarkan kekagumannya kepada sang ibunda. Dalam berbagai kesempatan, ia selalu memuji peran ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agil pernah mengatakab bahwa ibundanya, Raden Ayu Syarifa Nur, sebenarnya perempuan yang buta huruf. Meski demikian, Agil mengaku belajar bahasa dan sastra dari ibunya. Kok bisa? ”Mengapa tidak, justru inilah yang luar biasa,” tegas Agil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan, kendati buta huruf, ibunya sering ”membaca” berbagai buku. Caranya, meminta anak perempuannya, kakak kandung Agil, untuk membacakannya. Buku sastra terkenal seperti novel karya Hamka, Tenggelamnya Kapal Van der Wick, dilahapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, Syarifa, ibunda Agil, bahkan ”menyelamatkan” Agil. Kisahnya, pada paro kedua 1960-an, Agil mendapatkan beasiswa ke Amerika Serikat. Dia mengutarakannya kepada orang tuanya. Agil mengatakan dengan tegas ingin kuliah di Negeri Paman Sam agar nanti bisa berkeliling dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak disangka, sang ibu melarang. Dia cemas anaknya nanti terpengaruh budaya ”bebas” di sana. ”Tidak, kamu tidak perlu sekolah di Amerika. Sekolah di tanah air saja. Kalau sekadar berkeliling dunia, kamu nanti pasti bisa,” ucap Agil menirukan perkataan ibundanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata ibunya kemudian terbukti di kemudian hari. Setelah menjadi wartawan dan memimpin surat kabar, Agil sering bepergian ke luar negeri. Sejak 1970-an, undangan jurnalistik sering diterimanya dari Amrika Serikat, Jerman, Jepang, dan lain-lain. Ia pun sering diundang untuk menghadiri pertemuan pers internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hingga kini saya tidak paham benar kekuatan apa yang dimiliki ibu saya. Kata-katanya yang bernada ramalan itu ternyata terbukti. Mungkin karena ibu saya benar-benar dicintai Allah lantaran sering mengagungkan kebesarannya setiap saat,” tutur Agil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia masih ingat saat pulang dari lawatan pertamanya ke Amerika pada awal 1976. Ketika itu dia mengikuti prgram student leader selama hampir dua bulan. Laporannya di Mingguan Mahasiswa, yang diakuinya sebagai salah satu ulisan terbaiknya, di antaranya berjudul Langit di Atas Arizona Juga Langitku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Bagaimanapun, tulisan-tulisan saya itu adalah hasil ajaran ibu. Ibu saya adalah guru besar saya meski buta huruf,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri Agil, Dr Mangestuti, mengatakan bahwa kecintaan Agil terhadap sang ibu memang luar biasa. Agil dikatakannya selalu membanggakan jerih payah sang ibu dalam membesarkan dan mendidik anak-anaknya. Ibu dikatakan sebagai wanita yang pandai, berani, pemurah,  dan sangat menghargai tamu. ”Sifat ibu itu melekat erat dalam diri Agil. Ia selalu menjamu tamu yang datang ke rumahnya dengan sangat istimewa,” kata Mangestuti.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surabaya, 2 Januari 2011  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-882149694299078410?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/882149694299078410/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=882149694299078410' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/882149694299078410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/882149694299078410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/01/agil-h-ali-ibu-ialah-guru-besar-meski.html' title='Agil H. Ali: Ibu Ialah Guru Besar meski Buta Huruf'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-4258470484415016434</id><published>2011-01-10T20:45:00.000+07:00</published><updated>2011-01-10T20:48:00.878+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Sejarah Depok Masuk Kurikulum Sekolah</title><content type='html'>REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK--Sejarah Kota Depok akan masuk ke dalam kurikulum&lt;br /&gt;seluruh jenjang sekolah di Kota Depok. Sejarah Kota Depok ini rencananya&lt;br /&gt;mulai diajarkan pada tahun ajaran 2011/2012.&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Kota Depok, Sri Rahayu Purwitaningsih,&lt;br /&gt;mengatakan sejarah Kota Depok akan menjadi muatan lokal dalam kurikulum&lt;br /&gt;sekolah di Depok, dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah&lt;br /&gt;Atas (SMA). Namun untuk materi muatan lokal itu masih dalam pembahasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam raperda yang akan disahkan menjadi perda tentang pengelolaan dan&lt;br /&gt;penyelenggaraan pendidikan memang telah dimasukkan sejarah Kota Depok&lt;br /&gt;sebagai muatan lokal," kata aktivis perempuan yang akrab disapa yayuk ini&lt;br /&gt;saat jumpa pers kepada para wartawan di Rumah Makan Pondok Laras, Cimanggis,&lt;br /&gt;Depok, akhir pekan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan, muatan lokal ini menjadi catatan khusus terkait kekhasan&lt;br /&gt;kondisi Kota Depok dalam pembahasan Pansus II DPRD Depok. Pasalnya, ia cukup&lt;br /&gt;prihatin dengan pengetahuan masyarakat Depok yang minim tentang sejarah&lt;br /&gt;kotanya. Apalagi, lanjutnya, generasi muda akan menjadi calon pemimpin Kota&lt;br /&gt;Depok selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pansus II DPRD Depok, ia menambahkah, telah selesai membahas dan mengkaji&lt;br /&gt;raperda inisiatif tentang pendidikan tersebut. Ia juga menegaskan raperda&lt;br /&gt;itu telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan siap untuk disahkan&lt;br /&gt;menjadi perda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika raperda telah disahkan, sejarah Kota Depok akan pasti dimasukkan dalam&lt;br /&gt;pelajaran pada 2011/2012. Untuk materinya, Dinas Pendidikan yang akan&lt;br /&gt;membahas hal itu. Sedangkan kami hanya mendampingi," ujarnya.&lt;br /&gt;Red: Djibril Muhammad  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-4258470484415016434?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/4258470484415016434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=4258470484415016434' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/4258470484415016434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/4258470484415016434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/01/sejarah-depok-masuk-kurikulum-sekolah.html' title='Sejarah Depok Masuk Kurikulum Sekolah'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-2411787840260507442</id><published>2011-01-10T20:44:00.001+07:00</published><updated>2011-01-10T20:44:57.807+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>25 Persen SD di Surakarta Tak Punya Kepala Sekolah</title><content type='html'>*TEMPO Interaktif*, *Surakarta * - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga&lt;br /&gt;Kota Surakarta saat ini krisis  pejabat kepala sekolah dasar. Dari 200&lt;br /&gt;sekolah dasar (SD) yang ada di Surakarta, 50 di antaranya tidak memiliki&lt;br /&gt;kepala sekolah. Kekosongan terjadi karena banyak kepala SD  yang pensiun.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saat ini kekosongan tersebut hanya diisi sebagai pejabat sementara,” kata&lt;br /&gt;Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Surakarta, Rakhmat Sutomo,&lt;br /&gt;Rabo (29/12). Pejabat sementara tersebut diisi oleh guru senior yang&lt;br /&gt;mengajar di sekolahan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak November lalu, Dinas Pendidikan telah melakukan uji kelayakan terhadap&lt;br /&gt;sejumlah guru di Surakarta guna mengisi kekosongan tersebut. “Namun jumlah&lt;br /&gt;guru yang lolos tes masih belum mencukupi,” kata Rakhmat. Dari kebutuhan 50&lt;br /&gt;kepala sekolah, hanya 39 guru yang memenuhi persyaratan untuk diangkat&lt;br /&gt;sebagai kepala sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakhmat mengatakan, 39 guru yang telah memenuhi persyaratan tersebut akan&lt;br /&gt;segera diangkat sebelum pertengahan Januari mendatang. “Kekurangannya akan&lt;br /&gt;tetap diisi oleh pejabat sementara.”. Untuk keperluan ijazah, lanjutnya,&lt;br /&gt;penandatanganan bisa diwakili langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda&lt;br /&gt;dan Olahraga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Surakarta, Etty Retnowati menyatakan,&lt;br /&gt;pihaknya akan segera melantik 39 kepala SD. “Kami juga akan melakukan rotasi&lt;br /&gt;terhadap 150 kepala sekolah pada saat yang bersamaan,” kata Etty. Rotasi itu&lt;br /&gt;diperlukan untuk penyegaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjelaskan, selama ini banyak kepala sekolah yang menjabat di salah&lt;br /&gt;satu sekolah hingga lebih dari 12 tahun. “Kondisi tersebut tidak sehat,&lt;br /&gt;perlu penyegaran,” kata Etty.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kepala sekolah, guru yang mengajar di sekolah favorit juga bakal ikut&lt;br /&gt;dirotasi. Tahun ini, mereka telah melakukan rotasi terhadap sekitar seribu&lt;br /&gt;guru, baik guru SD dasar maupun guru SMP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Rafiq    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-2411787840260507442?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/2411787840260507442/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=2411787840260507442' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/2411787840260507442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/2411787840260507442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/01/25-persen-sd-di-surakarta-tak-punya.html' title='25 Persen SD di Surakarta Tak Punya Kepala Sekolah'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-6068804176529284104</id><published>2011-01-10T20:43:00.001+07:00</published><updated>2011-01-10T20:43:41.401+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Ekskul Peternakan Lebah : Kalau Tak Tahan, Demam Dua Hari</title><content type='html'>Punya ekstrakurikuler peternakan lebah? Wah, pasti ngeri-ngeri sedap. Ngeri&lt;br /&gt;karena sengatan lebahnya. Sedap karena manis madunya dan tentunya bisa&lt;br /&gt;sedikit show off punya ekstrakurikuler yang tak bisa dikatakan biasa.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski ngeri-ngeri sedap, tetapi puluhan siswa-siswi  SMAN 1 Pangkalankerinci&lt;br /&gt;tetap saja memilih mengikuti ekstrakurikuler yang penuh tantangan itu.&lt;br /&gt;Meskipun kadang-kadang dilanda ketakutan juga saat operasi lebah yang rutin&lt;br /&gt;dilaksanakan dua minggu sekali dilaksanakan. Di mana mereka memiliki tugas&lt;br /&gt;untuk melakukan perawatan sarang lebah yang berbentuk kotak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan saja, mereka harus membersihkan kotoran lebah di sela-sela&lt;br /&gt;sisirannya yang penuh dengan gerombolan lebah itu. Atau mereka harus&lt;br /&gt;memberikan oli pada tiang penyangga dan membuang telur calon ratu agar tidak&lt;br /&gt;terbentuk koloni baru. Nah, kalau lebahnya lagi tidak bersahabat, alamat&lt;br /&gt;lima sampai sepuluh sengatan lebah harus mereka rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya, bagi siswa-siswi yang baru bergabung dalam ekstrakurikuler&lt;br /&gt;ini, tidak akan berani dekat-dekat saat operasi lebah dilaksanakan.&lt;br /&gt;Setidaknya, Kamis (23/12) dua pekan silam, Riau Pos bersama puluhan&lt;br /&gt;siswa-siswi ekstrakurikuler BeeSaa harus menjaga jarak dan siap-siap kabur,&lt;br /&gt;saat Agus Yogi Radi Pradipta, Ketua Ekstrakuler BeeSaa melakukan operasi&lt;br /&gt;lebah untuk menunjukkan madu lebah yang terperangkap di sela-sela sisiran&lt;br /&gt;sarang lebah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bagi siswa-siswi BeeSaa yang sudah senior, mereka tak lagi khawatir&lt;br /&gt;dengan sengatan lebah. “Memang sakit pertama disengat lebah. Jika tidak&lt;br /&gt;tahan antibodinya maka bisa demam selama dua hari. Tapi kalau sudah&lt;br /&gt;terbiasa, sepuluh sengatanpun tidak apa-apa,” ungkap Bayu Saputra, anggota&lt;br /&gt;BeeSa, Selasa (28/12) sore, yang hari itu bertugas bersama rekan-rekannya&lt;br /&gt;melaksanakan operasi lebah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayu menambahkan, kalau sudah terbiasa disengat lebah, maka paling-paling&lt;br /&gt;mereka hanya merasakan bengkak sedikit selanjutnya akan sembuh dengan&lt;br /&gt;sendirinya. Meskipun begitu, anak-anak BeeSaa tetap melakukan proses operasi&lt;br /&gt;lebah dengan perlengkapan standar. Misalnya mereka menggunakan alap pengasap&lt;br /&gt;untuk menjinakan lebah madu yang agresif, masker dan baju pelindung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain harus berani, para siswa yang ikut ekstrakurikuler BeeSaa ini juga&lt;br /&gt;harus telaten dan dan mau berkorban waktu untuk merawat lebah-lebah mereka.&lt;br /&gt;Jadi, meskipun waktu libur panjang sekolah, tetap saja, di antara mereka&lt;br /&gt;harus ada yang melakukan operasi lebah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Menurut Salmiati MPd, pembina ekstrakurikuler BeeSaa, kegiatan ekstrakuler&lt;br /&gt;itu dilatarbelakangi karena dulu Pangkalankerinci terkenal sebagai daerah&lt;br /&gt;penghasil madu lebah. Itu karena dulu, Pangkalankerinci sangat kaya dengan&lt;br /&gt;hutan alam dataran rendah. Namun sekarang seiring dengan makin berkembangnya&lt;br /&gt;Kota Pangkalankerinci maka hal itu jadi berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oleh karena itu, kami ingin mempopulerkan kembali. Sekaligus memperkenalkan&lt;br /&gt;kepada masyarakat, bahwa lebah madu itu tidak saja dapat diambil dari alam.&lt;br /&gt;Tetapi juga dapat diternakan,” ujar perempuan yang biasa dipanggil Cik Salmi&lt;br /&gt;oleh siswanya ini, Jumat (31/12) petang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara tujuan di sekolah untuk media pembelajaran bagi warga sekolah&lt;br /&gt;khususnya siswa untuk cinta lingkungan dan lebih dekat dengan alam. Karena&lt;br /&gt;dalam usaha peternakan lebah itu, syarat terpenting bahwa sekolah tersebut&lt;br /&gt;harus rindang dengan pepohonan dan dipenuhi oleh bunga-bunga. Kalau itu&lt;br /&gt;tidak ada, maka tidak mungkin bisa didapatkan madu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ekstrakurikuler BeeSaa sekaligus menjadi laboratorium alam bagi&lt;br /&gt;para siswa untuk belajar tentang insekta. “Kita tahu, bahwa lebah itu&lt;br /&gt;mengalami metamorfosis sempurna. Nah, dengan beternak lebah, maka para siswa&lt;br /&gt;akan lebih jelas tentang hal itu. Begitu juga bagaimana keterkaitan&lt;br /&gt;pentingnya keseimbangan alam. Terlihat bahwa lebah tidak bisa menghasilkan&lt;br /&gt;madu tanpa ada tumbuhan berbunga di sekitarnya. Yang jelas banyak hal yang&lt;br /&gt;bisa dipelajari siswa lewat ekstrakurikuler ini,” lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditanya bagaimana awal mulanya ekstrakurikuler ini terlaksana? Cik Salmi,&lt;br /&gt;menceritakan bahwa kegiatan ini telah dirintis sejak tahun 2007 lalu.&lt;br /&gt;Dimulai dengan melakukan observasi lapangan dan mengikuti pelatihan&lt;br /&gt;peternakan lebah di Kabupaten Kampar. Setelah mendapat bekal ilmu yang cukup&lt;br /&gt;maka mereka melakukan uji coba mengembangkan satu block (satu kotak sarang&lt;br /&gt;lebah) di SMAN 1 Pangkalankerinci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata hasilnya cukup memuaskan. Maka tahun 2008 mereka mengembangkannya&lt;br /&gt;menjadi lima block. Setelah itu dikembangkan lagi  tahun 2009 dengan dua&lt;br /&gt;block tambahan. Pada tahun 2009 itu juga, ternyata para siswa berhasil pula&lt;br /&gt;mengembangkan dua block hasil tangkaran sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dulu semua bibit lebahnya dibeli. Namun tahun 2009, sudah ada yang&lt;br /&gt;ditangkarkan sendiri. Jadi totalnya sekarang ada sembilan,” ujar Salmiati.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarang lebah yang diternakan oleh ekstrakurikuler BeeSaa ini berbentuk kotak&lt;br /&gt;persegi panjang. Warnanya putih. Jumlahnya ada sembilan. Terletak berdiri di&lt;br /&gt;beberapa bagian sudut sekolah. Salah satunya di tepi lapangan bola, di&lt;br /&gt;halaman belakang sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu di luar halaman belakang sekolah ini, terdapat rimbunan pepohonan yang&lt;br /&gt;cukup luas. Sehingga, lebah-lebah yang mereka ternakan cukup bisa memenuhi&lt;br /&gt;kebutuhan pakan mereka. Tetapi beberapa waktu terakhir ini, rimbunan&lt;br /&gt;pepohonan yang terdapat di sekitar areal sekolah mereka sudah mulai&lt;br /&gt;ditebangi. Kabarnya akan dijadikan perumahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memandangi sekeliling sekolah mereka tak lagi rimbun dengan pepohonan&lt;br /&gt;menjadi kekawatiran tersendiri bagi anak-anak BeeSaa. Sebab tanpa rimbunan&lt;br /&gt;pepohonan itu, lebah-lebah mereka akan kesulitan mencari pakan. Bila itu&lt;br /&gt;terus menerus terjadi, alamat peternakan lebah mereka tinggal kenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita sudah mengantisipasinya dengan mengusahakan untuk melakukan&lt;br /&gt;penghijauan di sekolah. Termasuk juga melakukan penanaman bunga-bungaan.&lt;br /&gt;Tapi jumlahnya sangat terbatas. Kita tidak punya banyak biaya untuk membeli&lt;br /&gt;bibit dan melakukan perawatan. Jadi kami berharap ada pihak-pihak yang bisa&lt;br /&gt;membantu melakukan upaya penghijauan di Sekolah kami. Seperti memberikan&lt;br /&gt;bibit gratis, pupuk dan mungkin pot bunga,” ujar Cik Salmi yang saat ini&lt;br /&gt;juga menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain persoalan penghijauan, persoalan peternakan lebah madu juga&lt;br /&gt;menghadapi persoalan kekurangan sarana dan prasarana peternakan lebah.&lt;br /&gt;Menurut Agus Yogi, akibat kurangnya sarana prasarana tersebut, seluruh&lt;br /&gt;anggota Beesa tidak bisa melaksanakan praktek secara leluasa. Ilmu yang&lt;br /&gt;mereka dapat pun tidak maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, menurutnya, masker baju saat ini hanya tersedia satu buah saja.&lt;br /&gt;Begitu juga dengan sarung tangan juga masih sangat kurang. Semua itu,&lt;br /&gt;tambahnya, menyulitkan anggota BeeSa untuk beraktivitas secara bersamaan.&lt;br /&gt;Apalagi jika ada tamu dari sekolah atau organisasi  lain yang ingin melihat&lt;br /&gt;dan mencoba secara langsung cara berternak lebah.  Maka para anggota BeeSa&lt;br /&gt;hanya dapat menceritakan dan memberikan teori tanpa praktek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga ada pihak-pihak yang mau membantu BeeSaa bertahan dengan melakukan&lt;br /&gt;penghijauan di sekolah mereka serta melengkapi sarana prasarana mereka&lt;br /&gt;beternak lebah.***   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-6068804176529284104?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/6068804176529284104/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=6068804176529284104' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/6068804176529284104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/6068804176529284104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/01/ekskul-peternakan-lebah-kalau-tak-tahan.html' title='Ekskul Peternakan Lebah : Kalau Tak Tahan, Demam Dua Hari'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-8119975676422901985</id><published>2011-01-10T20:39:00.000+07:00</published><updated>2011-01-10T20:40:07.685+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Ironis, Warga Kampung Cinakeum Seluruhnya Buta Huruf!</title><content type='html'>REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK--Warga Kampung Cinakeum, Desa Citorek Barat,&lt;br /&gt;Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, yang berjumlah puluhan kepala keluarga,&lt;br /&gt;seluruhnya buta huruf, karena di permukiman itu tidak ada sarana pendidikan.&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami sudah mengusulkan pada pemerintah daerah untuk membuka sekolah jarak&lt;br /&gt;jauh agar mereka bisa membaca, berhitung dan menulis," kata Camat Cibeber&lt;br /&gt;Kabupaten Lebak Uus Sutisna di Rangkasbitung, Ahad (2/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga sekampung itu, mengalami buta huruf akibat tidak adanya sarana&lt;br /&gt;pendidikan, sekolah terdekat jaraknya mencapai lima kilometer, dan hanya&lt;br /&gt;bisa ditempuh dengan berjalan kaki.&lt;br /&gt;"Jika anak-anak mau masuk Sekolah Dasar, mereka harus pergi ke Desa Citorek&lt;br /&gt;Barat dengan jarak tempuh lima kilometer," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, perkampungan Cinakeum yang dihuni sekitar 40 kepala keluarga&lt;br /&gt;lokasinya terpencil dan berada di kawasan Taman Nasional Gunung&lt;br /&gt;Halimun-Salak (TNGHS). Selain itu juga melintasi jalan setapak dengan&lt;br /&gt;kondisi curam sehingga kendaraan sepeda motor tidak bisa dilintasi jika&lt;br /&gt;musim hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya berharap Pemerintah Kabupaten Lebak bisa mendirikan sekolah filial&lt;br /&gt;sehingga anak-anak bisa menerima pendidikan," ujarya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Djuanda mengaku&lt;br /&gt;selama ini masih banyak warga yang menyandang buta huruf. Karena itu,&lt;br /&gt;pemerintah daerah dan pemerintah provinsi setiap tahun menyelenggarakan&lt;br /&gt;pendidikan melalui program Keaksaraan Fungsional (KF).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyebutkan, saat ini jumlah penyandang buta huruf di Kabupaten Lebak&lt;br /&gt;diperkirakan sekitar 7.000 orang yang belum mengikuti program KF tersebut.&lt;br /&gt;"Kami berharap target tahun 2011 warga Lebak terbebas dari penyandang buta&lt;br /&gt;huruf itu," katanya.&lt;br /&gt;Red: Stevy Maradona&lt;br /&gt;Sumber: Antara &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-8119975676422901985?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/8119975676422901985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=8119975676422901985' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/8119975676422901985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/8119975676422901985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/01/ironis-warga-kampung-cinakeum.html' title='Ironis, Warga Kampung Cinakeum Seluruhnya Buta Huruf!'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-6958883916973217353</id><published>2011-01-10T20:37:00.000+07:00</published><updated>2011-01-10T20:39:20.268+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Opini: 2011, Saatnya action</title><content type='html'>Korupsi. Ya negeri ini memang banyak sekali korupsi.&lt;br /&gt;Ibaratnya dulu di zaman orde baru, korupsi masih dilakukan di bawah meja,&lt;br /&gt;sekarang ini, ketika reformasi bergerak, mejanya justru dikorupsi. Apa saja&lt;br /&gt;dikorupsi. Membangun jalan, aspalnya dikorupsi. Membangun sekolah, genting dan&lt;br /&gt;batu batanya dikorupsi. Semennya dikurangi. Pemenang tender juga ditentukan,&lt;br /&gt;setoran ke pejabat jalan terus.  Korupsi&lt;br /&gt;punya motto sendiri; semua senang, semua kebagian.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Tahun 2010 telah kita tinggalkan. Semoga kita juga&lt;br /&gt;meninggalkan semua perilaku jelek kita. Terutama korupsi. Kita mulai tahun ini&lt;br /&gt;bekerja secara jujur, menolak semua upeti, gratifikasi, dan segala sesuatu yang&lt;br /&gt;berbau suap.  Kita mulai di tahun baru&lt;br /&gt;ini, kita bekerja  secara ikhlas. Menjalankan&lt;br /&gt;pekerjaan dengan senang,  melayani&lt;br /&gt;masyarakat dengan senyuman. Kita harus mengubahnya dari diri kita sendiri,&lt;br /&gt;mulai hal yang  kecil yang bisa kita&lt;br /&gt;kerjakan dan mulai sekarang. Kita, ya kita, kita semua perlu mengubah diri kita&lt;br /&gt;sendiri, bukan orang lain, bukan karena dipuji atasan. Kita, ya kita, bukan&lt;br /&gt;orang lain. Kita semua, diri kita sendiri, harus melakukannya. Sekarang…!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tahun 2011, saatnya&lt;br /&gt;kita action. Saatnya kita bekerja. Saatnya kita mulai meninggalkan&lt;br /&gt;wacana-wacana yang tidak perlu. Saatnya kita do something untuk negeri&lt;br /&gt;ini.  Melakukan sesuatu, mengerjakan&lt;br /&gt;sesuatu, memberikan sesuatu yang kita bisa dan yang kita punya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri ini sudah sakit-sakitan. Begitu banyak yang dikorupsi&lt;br /&gt;dari negeri ini. begitu banyak yang dieksploitasi dari dalam buminya, dikeduk&lt;br /&gt;harta karunnya, ditebangi hutannya, diambil pasirnya, dan dizalimi rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini kita bertekad untuk menjadi pemimpin yang berbudi&lt;br /&gt;luhur yang bercita-cita menyejahterakan rakyatnya. Tahun ini kita bertekad&lt;br /&gt;untuk menjadi rakyat yang mandiri dan sejahtera yang bisa berusaha, bekerja&lt;br /&gt;keras, dan tidak menjadi rakyat yang konsumtif tetapi rakyat yang produktif.&lt;br /&gt;Kita pasti bisa. Kita pppastiii…. bisa…..!!! (bli fajar/habe arifin)    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-6958883916973217353?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/6958883916973217353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=6958883916973217353' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/6958883916973217353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/6958883916973217353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/01/opini-2011-saatnya-action.html' title='Opini: 2011, Saatnya action'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-7655583989522915066</id><published>2011-01-10T20:35:00.001+07:00</published><updated>2011-01-10T20:35:44.092+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Pohon Tin/Ara dan Pohon Zaitun yang bermanfaat untuk pengobatan penyakit degenerative</title><content type='html'>Dalam manuskrip kuno yang ditemukan bahwa , Pohon Tin/Ara (Ficus Carica) dan Pohon Zaitun diduga pertama kali dibudidayakan di Mesir., pohon menyebar ke Kreta kuno dan yang kemudian, sekitar abad 9 SM, ke Yunani kuno, di mana mereka menjadi bahan makanan pokok dalam diet tradisional. Pohon Tin/Ara dan Zaitun digunakan sebagai simbol penghargaan /penghormatan oleh orang Yunani bahkan mereka menciptakan undang-undang melarang ekspor buah –buahan Tin dan Zaitun kualitas terbaik.. Pohon Tin/Ara dan Zaitun juga dihormati di Roma kuno di mana mereka dianggap sebagai buah dan pohon suci . Pohon Tin/Ara dan Pohon Zaitun dapat tumbuh subur dan mudah di budidayakan di Indonesia dan mempunyai banyak khasiat untuk kesehatan ( Natural Herbal Medicine) tanpa efek samping. Disamping bentuk dan warna Buah pohon ini sangat Eksotic dengan rasa buah yang lezat dan manis.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;Dalam Al-Qur'an Tentang Tin &amp; Zaitun : ( Surah – At-tiin , An-Nuur 24:35 ,Al-An'aam 6:99 dan Al- An'aam 6:141 ) .Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda:1. "Hendaklah kalian menggunakan minyak /Daun Zaitun sebagai lauk dan buatlah ia sebagai minyak oles, karena Pohon zaitun berasal dari pohon yang diberkahi." (HR Abu Daud, disebutkan dalam Shahihul-Jami' no 4921 dan menurut Syaikh Al Albani ini merupakan hadits shahih). 2. " Sekiranya aku katakan, Sesungguhnya buah yang turun dari Surga maka aku katakan, inilah buahnya (Pohon Tiin), sesungguhnya buah surga tiada keraguannya." (Hadis riwayat Abu Darba; Suyuti) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al-Kitab Yehezkiel 47:12, Allah berbicara tentang Pohon Zaitun : "Buah dari padanya akan menjadi daging, dan daun daripadanya untuk obat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat Kesehatan &amp; Gizi Makan Buah Tin dari penelitian modern oleh para ahli kesehatan menyimpulkan antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kandungan Kalium , Omega 3 dan Omega 6 pada buah Tin/Ara membantu untuk menjaga tekanan darah tinggi dan serangan Jantung koroner.&lt;br /&gt;2. Buah Tin/ Ara kaya serat makanan, yang membuat mereka sangat efektif untuk program penurunan berat badan.( Obesitas) .&lt;br /&gt;3. Bahkan daun dari tanaman Tin memiliki sifat penyembuhan. Rebusan daun pohon Tin/ ara dapat membantu pasien diabetes mengurangi jumlah asupan insulin dan infeksi batu Ginjal.&lt;br /&gt;4. Mengkonsumsi buah tin/ ara dengan rutin dapat membantu mengurangi risiko KankerPayudara dan Kanker Kolon.&lt;br /&gt;5. Kandungan Coumarin pada buah TIN , juga dapat mengurangi resiko Kanker Prostate.&lt;br /&gt;6. Kandungan Kalsium dan Kalium dalam buah Tin/ara mencegah penipisan tulang (Osteoporosis), dan membantu untuk meningkatkan kepadatan tulang. Dalam 100 gram buah Tin mengandung 241mg Calsium , 2 X lebih tinggi dari kandungan Calsium pada susu(118mg per 100 gram).&lt;br /&gt;7. Tryptophan, dalam buah Tin/ara, menginduksi tidur yang baik dan membantu menyingkirkan gangguan tidur seperti insomnia.&lt;br /&gt;8. Mengkonsumsi buah Tin/ara mengurangi kelelahan , meningkatkan daya memori otak dan mencegah Anemia.&lt;br /&gt;9. Karena efek laksatif, mengkonsumsi buah ini sangat membantu untuk mengobati sembelit kronis.&lt;br /&gt;10. Konsumsi harian buah Tin/ara direndam (2-3 buah ) merupakan obat yang efektif untuk terapi penyembuhan wasir.&lt;br /&gt;11. Serat larut yang terdapat pada buah TIN disebut Pektin, dalam buah Tin membantu dalam mengurangi kolesterol darah.&lt;br /&gt;12. Bila diterapkan pada kulit, Tin/ara dipanggang bisa menyembuhkan radang seperti abses dan bisul.&lt;br /&gt;13. Karena kadar air yang tinggi, tumbuk buah ara bertindak sebagai pembersih kulit yang sangat baik dan membantu dalam mencegah dan menyembuhkan jerawat&lt;br /&gt;14. Buah Tin kaya akan kalsium dan kalsium alternatif yang sangat baik untuk terapi pengobatan orang-orang yang alergi terhadap produk susu&lt;br /&gt;15. Buah Tin kaya akan Phenol dan Benzaldehid alami sebagai Zat Anti Tumor serta dapat membunuh Micro-organisme Pathogen, Jamur dan Virus dalam tubuh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekstrak daun teh zaitun untuk Pengobatan Cancer Cervix / Kanker rahim dan banyak penyakit lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan: leher rahim adalah bagian bawah rahim, tempat di mana bayi tumbuh selama kehamilan. Serviks Kanker disebabkan oleh beberapa jenis virus yang disebut papillomaviruses manusia ( HPV ). Kebanyakan tubuh perempuan mampu melawan infeksi HPV. Tapi kadang-kadang virus mengakibatkan kanker. Anda berisiko lebih tinggi jika Anda merokok, memiliki banyak anak, menggunakan pil KB untuk waktu yang lama, atau infeksi HIV. Serviks Kanker mungkin tidak menimbulkan gejala apapun pada awalnya, tetapi kemudian, Anda mungkin memiliki sakit panggul atau pendarahan dari vagina. Dokter dapat menemukan sel abnormal dengan melakukan tes Pap - memeriksa sel dari leher rahim di bawah mikroskop. Dengan mendapatkan Pap Smear secara teratur dan pemeriksaan panggul Anda dapat menemukan dan mengetahui perubahan sel sebelum berubah menjadi kanker. Radikal bebas telah didakwa sebagai penyebab utama dari berbagai penyakit berbahaya.&lt;br /&gt;Kandungan Flavonoid dan dalam pohon Zaitun (Olea europaea) ekstrak daun sangat signifikan. Aktivitas antioksidan dari pohon Zaitun (Olea europaea) ekstrak daun hampir dua kali lebih tinggi dibandingkan lainnya yang digunakan umumnya antioksidan seperti Selenium dan vitamin E . Bahan kandungan pohon Zaitun (Olea europaea) ekstrak daun menunjukkan aktivitas scavenging radikal jangka panjang dan spektra EPR adalah dicatat pada waktunya untuk mengikuti kinetika reaksi. Pohon zaitun (Olea europaea) ekstrak daun dapat digunakan dengan keyakinan untuk mengobati Kanker serviks bersama dengan perawatan konvensional lainnya dengan agen kemoterapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petunjuk Untuk Penggunaan:&lt;br /&gt;Rebus 50 Gram daun Zaitun ( Var. Olive Mission , memiliki kandungan Oleuropein paling tinggi ) dalam 250 ml air selama 30 menit. Saring dan minum 15 ml ekstrak dua kali sehari selama enam bulan.. Prognosis Kanker Serviks adalah sangat membaik dalam enam bulan pengobatan dengan pohon Zaitun (Olea europaea) daun ekstrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada efek samping dilihat dengan pohon Zaitun (Olea europaea) ekstrak daun untuk mengobati Kanker Serviks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil yang Diharapkan:&lt;br /&gt;Sebuah perbaikan yang signifikan dalam prognosis kanker serviks terlihat dalam enam bulan suplementasi dengan ekstrak daun pohon Zaitun (Olea europaea) , hasil yang diharapkan Dalam: 6 bulan pengobatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ilmuwan juga telah mengidentifikasi sebuah senyawa baru yang berasal dari asam oleanolic daun zaitun yang melindungi terhadap perkembangan kanker hati pada hewan laboratorium.. Baik dalam terapi Kanker Hati dan Kanker payudara telah diidentifikasi senyawa ini memiliki respon yang positif . Hal ini menunjukkan secara khusus Daun zaitun juga efektif dalam mencegah kanker dengan hubungan yang kuat untuk inflamasi, seperti liver, usus besar, prostat, dan kanker lambung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah versi dari asam oleanolic, ditemukan dalam daun zaitun, secara signifikan mengurangi pertumbuhan tumor hati pada hewan laboratorium, menurut peneliti dari Johns Hopkins University dan Dartmouth Medical School.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam studi mereka, penggunaan dalam jumlah kecil dari ekstrak daun zaitun, disebut triterpenoid analog CDDO-Im, menghasilkan penurunan dari 85 persen lebih besar dalam volume tumor hati, dengan dosis yang lebih besar menghasilkan pengurangan 99 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahkan pada dosis rendah, CDDO-Im menginduksi sel melindungi gen, menghambat kerusakan DNA oleh aflatoksin dan dramatis pengembangan blok tumor hati," menurut Melinda Yates dari Johns Hopkins University dan penulis utama studi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percobaan, dipimpin oleh para peneliti di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, menunjukkan CDDO-Im menjadi efektif pada dosis 100 kali lebih rendah dari senyawa lainnya yang dikenal untuk mencegah kanker pada manusia. Kesimpulanya, para peneliti percaya CDDO-Im dapat sangat efektif dalam mencegah kanker dengan hubungan yang kuat untuk peradangan, seperti hati, usus besar, prostat, dan kanker lambung.. Hal ini juga bisa berperan dalam mencegah penyakit seperti neurodegeneration, asma dan emphysema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Extrak Daun zaitun untuk pengobatan kanker payudara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil Laboratorium menunjukkan bahwa asam oleat secara dramatis memotong ekspresi gen yang terlibat dalam perkembangan kanker payudara telah diakui sebagai sebuah terobosan besar dalam memahami manfaat diet Mediterania. Dan tidak mengherankan jika dalam kitab suci , Alquran ,Injil, Zabur dan Taurat ,Tuhan telah menjelaskan manfaat besar Pohon Zaitun untuk kehidupan dan kesehatan Manusia sejak ribuan tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada yang berminat koleksi Pohon Zaitun Import ,yang tidak hanya cantik untuk koleksi tanaman langka anda dirumah tapi juga daunnya dapat dibuat Teh Herbal untuk kesehatan keluarga&lt;br /&gt;Hubungi kami :0813 8999 7561 or 0816 188 2594 atau Email: fzeffendi@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melihat Profil Pohon Tin dan Zaitun :&lt;br /&gt;http://www.tamanzaitun.blogspot.com/&lt;br /&gt;http://www.pohontin.blogspot.com/&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-7655583989522915066?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/7655583989522915066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=7655583989522915066' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/7655583989522915066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/7655583989522915066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/01/pohon-tinara-dan-pohon-zaitun-yang.html' title='Pohon Tin/Ara dan Pohon Zaitun yang bermanfaat untuk pengobatan penyakit degenerative'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-7879892950611606445</id><published>2011-01-10T20:27:00.001+07:00</published><updated>2011-01-10T20:27:49.219+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Sekolah Pemimpin, Mencetak Pemimpin dari Siswa Miskin di Balikpapan</title><content type='html'>Sekolah Pemimpin Hidayatullah (SPH) di Balikpapan, yang saat ini dikhususkan bagi siswa-siswa miskin bertekad menjadi sebuah sekolah yang paling bermutu, dengan guru-guru paling cerdas dan berbakat. Selain itu, juga dirancang dengan fasilitas yang paling lengkap, kurikulum paling modern, dikelola secara profesional, dan dibiayai sepenuhnya oleh masyarakat Balikpapan. Bagaimana tenaga pengajarnya?&lt;br /&gt;Catatan: Satria  &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;Untuk menyelesaikan masalah pendidikan, khususnya bagi siswa miskin, kita harus mencari cara-cara baru. Orientasi pelayanan pendidikan dengan menggunakan cara berpikir lama jelas tidak dapat diharapkan untuk mengatasi permasalahan pendidikan pada situasi saat ini. Cara-cara berpikir baru dan terobosan-terobosan baru harus diperkenalkan dan diciptakan untuk mengatasi permasalahan pendidikan pada saat ini dan di masa mendatang.&lt;br /&gt;Dengan kata lain, reformasi pendidikan harus dimulai dari perubahan pola penanganan pendidikan bagi siswa miskin. Harus ditemukan sebuah pola baru penanganan pendidikan bagi siswa miskin yang benar-benar dapat menyelesaikan masalah rendahnya mutu pendidikan dan relevansinya dengan dunia nyata di masa kini dan masa mendatang.&lt;br /&gt;Mulai saat ini kita seharusnya tidak sekadar membuka sekolah (ordinary school) bagi anak-anak kita tapi setiap sekolah yang kita buka haruslah sebuah sekolah berkualitas terbaik. Sekolah modern berfasilitas lengkap yang bermutu tinggi yang benar-benar akan dapat membuat setiap anak-anak kita yang bersekolah di dalamnya dapat berkembang potensinya menjadi anak-anak yang bukan hanya cerdas intelektual dan emosional tapi juga memiliki karakter mulia. Sekolah tersebut harus didisain kurikulum dan aktivitas pembelajarannya untuk menggali dan mengembangkan kemampuan fisik, intelektual, sosial-emosional, dan spiritual peserta didiknya.&lt;br /&gt;Setiap guru yang kita masukkan dalam sekolah-sekolah kita haruslah guru-guru yang paling berbakat, paling dedikatif , dan paling besar kecintaannya pada anak-anak. Sekolah ini haruslah menjadi sekolah yang paling menyenangkan bagi siswa dengan kurikulum pembinaan olahraga dan seni yang paling bagus di samping kurikulum teknologi informasi, matematika, bahasa dan sainsnya.&lt;br /&gt;Sekolah ini haruslah menjadi sekolah yang lebih baik dari semua sekolah yang telah ada sebelumnya. Ia merangkum semua kebaikan dan keunggulan sekolah-sekolah lain yang telah ada. Ia harus menjadi sekolah yang paling diinginkan oleh setiap siswa dan orang tua di negeri ini. Kita memiliki cukup sumber daya untuk itu. Jika kita mau bersama-sama mensinergikan semua kapasitas yang kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Balikpapan adalah kota yang memiliki sumber daya manusia (intellectual capacity) terbaik yang berlimpah yang bekerja di perusahaan-perusahaan migas asing dan dunia usaha dan industri lain. Mereka jelas orang-orang dengan kapasitas intelektual terbaik yang dimiliki bangsa kita dan mereka tentu dengan senang hati bersedia untuk membantu program peningkatan pendidikan dengan satu atau lain cara. Tantangannya adalah bagaimana mensintesakan dan mensinergikan kapasitas tersebut untuk menuju pada satu visi bersama, yaitu menciptakan pemimpin-pemimpin masa depan melalui lembaga pendidikan formal.&lt;br /&gt;Itulah yang hendak dikerjakan di Sekolah Pemimpin. Apa yang perlu dilakukan sebenarnyalah hanyalah ‘knocking doors’ (mengetuk pintu-pintu), menjelaskan visi bersama ini kepada setiap pemangku kepentingan dan mengajak mereka untuk terlibat di dalamnya (saat ini saya bahkan telah mendapat komitmen dari seorang psikolog ternama dan dosen IT yang bersedia terlibat dalam program prestisius ini secara gratis!).&lt;br /&gt;Psikolog ini bersedia untuk membantu membuat peta dan profil kemampuan intelegensi siswa yang akan memudahkan guru dalam mengajar mereka. Ia juga bersedia untuk mengelola proses seleksi guru-guru paling berbakat yang akan ditempatkan di SPH.&lt;br /&gt;Si dosen IT menyatakan keinginannya untuk mengajar teknologi informasi kepada siswa tanpa dibayar! Bayangkan jika masyarakat terpelajar kota Balikpapan seperti para dokter, insinyur, akuntan, manager, motivator, seniman, trainer olahraga, dll beramai-ramai mendaftar untuk terlibat dalam program Sekolah Pemimpin ini. Dengan demikian Sekolah Pemimpin akan dapat pelatih olahraga terbaik, tenaga medis terbaik, seniman paling berbakat, ahli IT paling pintar, fasilitas olahraga dan belajar termodern yang dimiliki oleh kota Balikpapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SPH ini direncanakan akan menjadi sekolah pertama di Balikpapan yang memiliki indoor sport facilities yang lengkap dan akan dapat menjadi kebanggaan semua warga Balikpapan. Ini memang ide yang ambisius dan belum pernah dicobakan, tapi jelas bisa diaplikasikan dan Balikpapan bukan hanya bisa membuat satu Sekolah Pemimpin seperti ini tapi bahkan bisa membuat 10 (sepuluh) sekolah modern bermutu tinggi semacam ini!&lt;br /&gt;Jika kita bisa membuat sekolah gratis bermutu tinggi bagi anak-anak miskin maka tentu dengan mudah sekolah-sekolah bagi siswa kaya bisa didirikan dengan pola yang sama.&lt;br /&gt;Sekolah Pemimpin ini diharapkan menjadi model pengembangan sekolah berbasis pondok pesantren yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain untuk mengikutinya. Jika Balikpapan mampu melakukannya maka kota-kota lain tentunya juga dapat melakukan hal yang sama dengan meniru pola yang telah dilakukan sehingga mulai saat ini hanya sekolah-sekolah bermutu tinggi yang akan kita buka bagi anak-anak kita di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa yang tidak lama lagi -- seperti disebutkan di bagian awal tulisan ini -- kita semua berharap agar Sekolah Pemimpin Hidayatullah (SPH) yang saat ini dikhususkan bagi siswa-siswa miskin akan segera menjadi sebuah sekolah yang paling bermutu, dengan guru-guru paling cerdas dan berbakat, dengan fasilitas yang paling lengkap, kurikulum paling modern, dikelola secara profesional, dan dibiayai sepenuhnya oleh masyarakat Balikpapan. Mari kita bersama-sama mewujudkannya! (Satria Dharma/Habis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;Satria Dharma&lt;br /&gt;http://satriadharma.com/ &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-7879892950611606445?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/7879892950611606445/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=7879892950611606445' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/7879892950611606445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/7879892950611606445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/01/sekolah-pemimpin-mencetak-pemimpin-dari.html' title='Sekolah Pemimpin, Mencetak Pemimpin dari Siswa Miskin di Balikpapan'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-7674671271527146978</id><published>2011-01-10T20:25:00.000+07:00</published><updated>2011-01-10T20:26:20.992+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Siapa anti Bung Karno berarti anti  Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika</title><content type='html'>Tulisan kali ini dimaksudkan sebagai sambutan terhadap tahun baru 2011.&lt;br /&gt;Tahun baru, yang mulai menghembuskan -- sedikit-sedikit dan&lt;br /&gt;perlahan-lahan – angin kebangkitan kembali nasionalisme atau kebanggaan&lt;br /&gt;sebagai bangsa. Memang, judulnya bisa dianggap oleh sebagian pembaca&lt;br /&gt;sebagai asal « njeplak » saja, atau hanya asbun (asal bunyi) , atau ngawur&lt;br /&gt;saja. Kepada mereka yang berang atau merasa tidak senang atau « gondok »&lt;br /&gt;dengan judul di atas, penulis mohon supaya dengan fikiran jernih membaca&lt;br /&gt;lebih lanjut tulisan ini, dan dengan nalar yang sehat merenungkan&lt;br /&gt;bersama-sama berbagai hal yang dipaparkan di dalamnya.&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, dalam tulisan ini diutarakan (walaupun hanya secara singkat-singkat)&lt;br /&gt;berbagai fikiran atau pendapat yang bisa saja, bagi orang-orang tertentu,&lt;br /&gt;terdengar terlalu kasar, atau terlihat terlalu lugas, atau terasa terlalu&lt;br /&gt;keras, atau « kurang sopan ».&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggeloranya lagu « Garuda di dadaku, Garuda kebanggaanku » oleh&lt;br /&gt;jutaan orang di seluruh tanair air baru-baru ini, maka timbul secercah&lt;br /&gt;harapan bahwa kebangkitan kembali nasionalisme, dan kecintaan kepada&lt;br /&gt;Pancasila (yang asli) dan Bhinneka Tunggal Ika, yang dipecut oleh dunia&lt;br /&gt;sepakbola kita, akan kembali menjulang tingggi, seperti ketika Indonesia&lt;br /&gt;masih ada di bawah pimpinan Bung Karno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi penulis, yang selama 10 tahun bekerja sebagai salah satu dari pimpinan&lt;br /&gt;Persatuan Wartawan Asia-Afrika (dari tahun 1963 sampai 1973, sebagian di&lt;br /&gt;Jakarta dan sebagian lagi di Peking) menyaksikan dengan pengalaman pribadi&lt;br /&gt;sendiri betapa tingginya pandangan yang penuh hormat (dan kebanggaan) dari&lt;br /&gt;rakyat berbagai negeri terhadap perjuangan rakyat Indonesia di bawah&lt;br /&gt;pimpinan Bung Karno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manifestasi besar-besaran yang ditunjukkan akhir-akhir ini oleh rakyat&lt;br /&gt;(sekali lagi, oleh rakyat, dan terutama oleh kalangan muda) terhadap timnas&lt;br /&gt;Garuda, terhadap lambang besar kita Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila,&lt;br /&gt;terhadap Merah Putih, menunjukkan dengan jelas adanya kebangkitan kembali&lt;br /&gt;nasionalisme yang menggebu-gebu, patriotisme yang sudah lama pudar, dan&lt;br /&gt;tumbuhnya kembali kebanggaan menjadi orang Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena yang demikian ini mengingatkan banyak sekali orang kepada masa-masa&lt;br /&gt;ketika bangsa dan negara ada di bawah pimpinan Bung Karno. Pada waktu itu&lt;br /&gt;kebanggaan bangsa Indonesia menjulang tinggi berkat adanya gagasan-gagasan&lt;br /&gt;besar Bung Karno. Di bawah pimpinan Bung Karno-lah rakyat atau bangsa&lt;br /&gt;Indonesia dihormati oleh rakyat berbagai dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai kegiatan di lebih dari 47 negeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanggaan dan respek berbagai rakyat terhadap perjuangaan rakyat Indonesia&lt;br /&gt;itu dirasakan dan dilihat secara langsung oleh penulis ketika ia melakukan&lt;br /&gt;kegiatan (sebagai pengurus PWAA) ke berbagai negeri di Asia dan Afrika&lt;br /&gt;(lebih dari 47 negeri) dan menghadiri banyak konferensi-konferensi&lt;br /&gt;internasional (Untuk lebih jelas lagi harap simak CV singkat dan riwayat&lt;br /&gt;hidup penulis di website A. Umar Said yang berjudul « Perjalanan hidup&lt;br /&gt;saya »)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat kegiatan-kegiatan professionalnya sebagai wartawan pendukung politik&lt;br /&gt;Bung Karno selama menjadi Pemimpin Redaksi Harian Ekonomi Nasional (terbit&lt;br /&gt;di Jakarta 1960-1965, dan dilarang oleh militernya Suharto sesudah&lt;br /&gt;terjadinya G30S) dan menjadi bendahara PWI Pusat sejak 1963-sampai 1965 dan&lt;br /&gt;juga pernah ikut beberapa kali sebagai anggota rombongan Presiden Sukarno ke&lt;br /&gt;luarnegeri, maka penulis (82 tahun) adalah sisa-sisa wartawan (yang tinggal&lt;br /&gt;sedikit) dari angkatan pra-G30S yang masih hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan latar belakang sejarah hidup dan professional yang demikian, maka&lt;br /&gt;banyak hal yang bisa diceritakan tentang pengalaman-pengalaman dalam&lt;br /&gt;kehidupan bangsa dan negara selama Indonesia ada di bawah pimpinan Bung&lt;br /&gt;Karno sebelum G30S, selama pemerintahan Orde Baru, dan sampai sekarang.&lt;br /&gt;Hal-hal itu akan selanjutnya diusahakan disajikan dalam tulisan-tulisan,&lt;br /&gt;untuk bahan pemikiran dan renungan atau pertimbangan bagi semua pembaca,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan-tindakan Bung Karno yang menjadi kebanggaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan kali ini mengambil thema soal Bung Karno, Pancasila dan Bhinneka&lt;br /&gt;Tinggal Ika, karena (sekali lagi) adanya gejala kebangkitan kembali&lt;br /&gt;nasionalisme dan kecintaan kepada lambang Garuda (lengkapnya Garuda&lt;br /&gt;Pancasila) berkat prestasi besar tim nasional sepakbola Indonesia&lt;br /&gt;akhir-akhir ini. Perkembangan yang demikian menggembirakan ini belum pernah&lt;br /&gt;terjadi selama puluhan tahun sejak Bung Karno digulingkan secara khianat&lt;br /&gt;oleh Suharto (beserta para pendukung-pendukugnya di dalam maupun di luar&lt;br /&gt;negeri) dan amat penting sekali diamati dan disambut hangat oleh seluruh&lt;br /&gt;rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa-masa yang lalu, kebanggaan bangsa Indonesia bukan saja oleh karena&lt;br /&gt;proklamasi kemerdekaan di mana Bung Karno (beserta Bung Hatta dan&lt;br /&gt;pemimpin-pemimpin lainnya) memainkan peranan utama, melainkan karena&lt;br /&gt;(antara lain) lahirnya Pancasila, pembuatan lambang Garuda Pancasila,&lt;br /&gt;pembangunan Gelora Bung Karno, Konferensi Asia-Afrika di Bandung,&lt;br /&gt;pembangunan mesjid Istiqlal, pembangunan Monas, konferensi non-blok, pidato&lt;br /&gt;Bung Karno di PBB « To build the world anew », dan berbagai ajaran-ajaran&lt;br /&gt;revolusioner Bung Karno yang termuat dalam buku « Di bawah Bendera&lt;br /&gt;Revolusi ».&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam semua tindakan Bung Karno dalam perjuangan menentang imperiaslisme dan&lt;br /&gt;kolonialisme, dan mempersatukan seluruh bangsa, beliau selalu dibimbing oleh&lt;br /&gt;dasar pemikiran atau jiwa pokok yang terdapat dalam Pancasila dan Bhinneka&lt;br /&gt;Tunggal Ika. Ini tidak bisa lain !!! Sebab Bung Karno adalah satu-satunya&lt;br /&gt;sumber asli Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika adalah pengejawantahan&lt;br /&gt;jati-diri Bung Karno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dibangun Bung Karno dihancurkan oleh Suharto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, justru akibat ciri-ciri Bung Karno yang demikian besar dan&lt;br /&gt;revolusioner inilah ia digulingkan oleh Suharto beserta&lt;br /&gt;pendukung-pendukungnya. Dan sayangnya lagi, sebagian besar dari apa yang&lt;br /&gt;telah dibangun oleh Bung Karno untuk persatuan bangsa dan negara selama 20&lt;br /&gt;tahun (dari 1945 sampai 1965) telah dihancurkan atau dirusak oleh Suharto&lt;br /&gt;selama 32 tahun. Namun sejarah juga membuktikan, dengan jelas sekali, bahwa&lt;br /&gt;sampai wafatnya (dalam status sebagai tahanan) Bung Karno tetap dengan&lt;br /&gt;gigih memegang erat-erat Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dan berbagai&lt;br /&gt;ajaran-ajaran revolusionernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya, para pakar di berbagai bidang ilmu bisa menyatakan dengan tegas&lt;br /&gt;bahwa Bung Karno adalah satu-satunya pemimpin Indonesia yang paling agung&lt;br /&gt;yang pernah dimiliki rakyat Indonesia, sampai sekarang !!! Tidak ada&lt;br /&gt;pemimpin Indonesia lainnya yang bisa menyamai kebesaran sosok Bung Karno.&lt;br /&gt;Tidak ada juga pemimpin lainnya yang bisa menandinginya. Apalagi, tidak ada&lt;br /&gt;pemimpin lainnya yang bisa menggantikannya. Untuk selama-lamanya !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya perlulah diulang-ulang bahwa Bung Karno adalah perwujudan Pancasila&lt;br /&gt;dan Bhinneka Tungal Ika. Itulah sebabnya mengapa memusuhi Bung Karno&lt;br /&gt;berarti sama saja dengan memusuhi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Dan,&lt;br /&gt;itulah praktek atau keadaan yang sesungguhnya terjadi sejak selama rejim&lt;br /&gt;militer Suharto selama puluhan tahun, sampai sekarang. Selama Orde Baru&lt;br /&gt;dikoar-koarkan setinggi langit Pancasila, Pancasila, dan Pancasila (antara&lt;br /&gt;lain demokrasi Pancasila, Ekonomi Pancasila, moral Pancasila dan&lt;br /&gt;seabreg-abreg omongkosong lainnya), tetapi dalam prakteknya malahan&lt;br /&gt;melanggar atau merusak, memalsu dan melacurkan isi dan arti sejati&lt;br /&gt;Pancasila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah sudah membuktikan dengan jelas sekali ( !!!) bahwa Bung Karno telah&lt;br /&gt;dikhianati, digulingkan, dan akhirnya « dibunuh » oleh Suharto beserta&lt;br /&gt;pendukung-pendukungnya, di dalam negeri maupun di luar negeri (terutama&lt;br /&gt;imperialisme AS beserta sekutu-sekutunya). Atas nama Pancasila (yang palsu&lt;br /&gt;!) selama 32 tahun lebih, nama baik Bung Karno telah dicemarkan oleh Suharto&lt;br /&gt;beserta pendukung-pendukungnya dengan tuduhan-tuduhan yang tidak benar,&lt;br /&gt;fitnahan-fitnahan yang jahat, dan segala macam rekayasa dan praktek yang&lt;br /&gt;bathil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, dosa-dosa Orde Baru ,yang amat besar dan tidak bisa dima’afkan&lt;br /&gt;atau dilupakan oleh rakyat kita, adalah pengkhianatan besar-besaran oleh&lt;br /&gt;Suharto terhadap Bung Karno, di samping kejahatan-kejahatan besarnya&lt;br /&gt;(sekali lagi, luar biasa besarnya) terhadap golongan kiri pendukung politik&lt;br /&gt;Bung Karno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan Suharto yang munafik dan pura-para cinta Pancasila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini, ada kalangan yang memasang lambang Garuda di baju mereka, dan&lt;br /&gt;ikut menyuarakan dengan lantang « Garuda di dadaku, Garuda kebanggaanku »,&lt;br /&gt;namun yang sebenarnya adalah orang-orang dari kalangan yang anti-Bung Karno&lt;br /&gt;dan pendukung Suharto dengan Orde Barunya. Jadi, mereka adalah sesungguhnya&lt;br /&gt;orang-orang munafik, penipu, orang-orang reaksioner, yang terdiri dari&lt;br /&gt;kalangan atas sampai bawah. Mereka itulah, yang dalam masa-masa lalu yang&lt;br /&gt;lama sekali, telah bersatu dengan Suharto dalam menghancurkan kekuatan&lt;br /&gt;politik Bung Karno beserta pendukung-pendukungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara mereka ada yang dewasa ini selalu menyatakan diri sebagai orang&lt;br /&gt;yang mencintai Pancasila dan menjunjung tinggi-tinggi Bhinneka Tunggal Ika,&lt;br /&gt;tetapi tidak menghormati Bung Karno dan bahkan melawan ajaran-ajaran&lt;br /&gt;revolusionernya, dengan berbagai dalih atau alasan. Dan jumlah mereka tidak&lt;br /&gt;sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada orang atau kalangan yang munafik semacam itu berarti bahwa mereka&lt;br /&gt;tidak mengerti sama sekali arti Pancasila atau tidak faham tentang isi&lt;br /&gt;Bhinneka Tunggal Ika, atau sama sekali tidak tahu -- atau tidak mau tahu&lt;br /&gt;-- sejarah hidup dan sejarah perjuangan Bung Karno. Atau, mereka itu&lt;br /&gt;sebenarnya mengerti arti Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, tetapi&lt;br /&gt;bersikap tidak jujur karena mempunyai berbagai kepentingan-kepentingan yang&lt;br /&gt;bathil atau haram dan anti-rakyat banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang mencintai Pancasila mestinya juga pro Bung Karno&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bolehlah kiranya dikatakan bahwa orang-orang atau golongan yang betul-betul&lt;br /&gt;( !) menghayati Pancasila, dan sungguh-sungguh ( !) menjunjung tinggi&lt;br /&gt;Bhinneka Tunggal Ika, dan menghormati ajaran-ajaran pro-kepentingan rakyat&lt;br /&gt;banyak, akan bersikap pro Bung Karno, dan anti-Suharto beserta Orde Barunya.&lt;br /&gt;Dan juga bolehlah kiranya dikatakan bahwa orang-orang yang mendukung&lt;br /&gt;Suharto adalah – pada hakekatnya – anti Pancasila dan anti Bhinneka Tunggal&lt;br /&gt;Ika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, lambang Garuda yang menggambarkan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,&lt;br /&gt;yang dipasang di baju merah oleh begitu banyak orang (terutama anak-anak&lt;br /&gt;muda) sebenarnya bukanlah sekedar pajangan yang kosong dan tidak mempunyai&lt;br /&gt;arti yang besar sekali bagi seluruh bangsa dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ditelaah secara serius atau direnungkan dalam-dalam, sebenarnya&lt;br /&gt;fenomena membludaknya orang memakai labang Garuda dan menggeloranya lagu «&lt;br /&gt;Garuda di dadaku, Garuda kebanggaanku » adalah sutu pertanda bahwa sedang&lt;br /&gt;terjadi perkembangan yang penting dan menarik di opini rakyat kita, terutama&lt;br /&gt;sekali di kalangan anak muda. Yaitu pertanda bahwa Bung Karno hadir kembali&lt;br /&gt;di dalam dada dan kepala banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian (sekali lagi, sebagian) dari orang-orang yang memasang Garuda di&lt;br /&gt;baju merah atau menyanyikan « Garuda di dadaku, Garuda kebanggaanku » tidak&lt;br /&gt;mengerti, atau kurang memahami, atau tak acuh, bahwa pada hakekatnya (atau&lt;br /&gt;sebenarnya) mereka sadar atau tidak, dan secara tidak langsung, sedang&lt;br /&gt;mengelu-elukan kembali dan menghormati bapak bangsa kita, Bung Karno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, adalah suatu hal yang menggembirakan dan patut disambut&lt;br /&gt;dengan positif sekali oleh kita semua bahwa lambang Garuda sudah begitu&lt;br /&gt;populer atau sungguh-sungguh dicintai rakyat banyak, walaupun sebagian orang&lt;br /&gt;masih tidak (belum) mengerti banyak atau tidak (belum) faham tentang&lt;br /&gt;arti, sejarah, dan kedudukan simbul agung atau pedoman besar bangsa kita&lt;br /&gt;itu. Dan terutama sekali tentang eratnya hubungan atau satunya lambang&lt;br /&gt;Garuda, dengan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dan dengan Bung Karno&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghormati lambang Garuda berarti menghormati Bung Karno&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambat laun, dan pada waktunya, banyak orang akhirnya akan mengetahui bahwa&lt;br /&gt;menghormati lambang Garuda, adalah juga berarti -- sebenarnya ! --&lt;br /&gt;menghormati Bung Karno. Sebab, dalam lambang Garuda ini terlukis dengan&lt;br /&gt;jelas gambar-gambar yang melambangkan Pancasila (gagasan besar Bung Karno)&lt;br /&gt;dan yang diperjelas lagi dengan tulisan Bhinneka Tunggal Ika, yang diusulkan&lt;br /&gt;oleh Bung Karno untuk dibubuhkan juga di dalam lambang Garuda tersebut..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dewasa ini, sikap politik pro Bung Karno dan anti Suharto adalah soal&lt;br /&gt;yang masih relevan atau erat berkaitan dengan situasi politik, sosial,&lt;br /&gt;ekonomi, kebudayaan dan moral ( !!!) yang dihadapi rakyat. Sikap politik pro&lt;br /&gt;Bung Karno adalah sikap yang menganjurkan kepada seluruh bangsa untuk&lt;br /&gt;mengobarkan revolusi rakyat terus-menerus, demi kepentingan rakyat banyak&lt;br /&gt;menuju masyarakat adil dan makmur, atau masyarakat sosialis à la Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena yang menunjukkan bahwa sebagian besar rakyat kita menghormati Bung&lt;br /&gt;Karno adalah amat penting, bahkan maha penting, bagi negara dan bangsa kita,&lt;br /&gt;untuk dewasa ini dan apalagi untuk masa depan kita bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, pengalaman bangsa kita sejak dikhianatinya Bung Karno oleh Suharto,&lt;br /&gt;sampai sekarang ( !!!)) menunjukkan dengan jelas bahwa semua pemerintahan&lt;br /&gt;yang menjalankan berbagai politik yang serba anti-Bung Karno adalah pada&lt;br /&gt;hakekatnya - dan dalam praktek sesungguhnya -- adalah anti Pancasila dan&lt;br /&gt;anti Bhinneka Tunggal Ika, dan karenanya juga anti-rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah bangsa Indonesia sudah menunjukkan dengan jelas -- dan akan terus&lt;br /&gt;menunjukkan dengan lebih terang lagi di kemudian hari -- bahwa semua&lt;br /&gt;politik dan praktek rejim Suharto dan segala pemerintahan yang berbau Orde&lt;br /&gt;Baru, tidaklah mendatangkan kesejahteraan dan kebahagiaan bagi rakyat&lt;br /&gt;banyak, melainkan hanya keuntungan bagi kaum elite yang korup dan bagi&lt;br /&gt;kepentingan neo-liberalisme beserta para pendukungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya politik yang didasari jiwa ajaran-ajaran revolusioner Bung Karno-lah&lt;br /&gt;yang akan menyelamatkan bangsa dan negara kita. Hanya kesetiaan yang&lt;br /&gt;sungguh-sungguh dan tulus kepada Pancasila serta Bhinneka Tunggal Ika-lah&lt;br /&gt;yang dapat mendatangkan kesejahteraan dan kebahagiaan kepada rakyat banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan untuk menyambut Tahun Baru 2011 ini diakhiri dengan harapan bahwa&lt;br /&gt;angin yang mulai membawakan benih-benih kebangkitan kembali nasionalisme dan&lt;br /&gt;menghidupkan kembali kenang-kenangan kepada berbagai ajaran revolusioner&lt;br /&gt;Bung Karno akan lebih bergelora lagi di masa-masa datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paris, 3 Januari 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Umar Said  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-7674671271527146978?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/7674671271527146978/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=7674671271527146978' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/7674671271527146978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/7674671271527146978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/01/siapa-anti-bung-karno-berarti-anti.html' title='Siapa anti Bung Karno berarti anti  Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-1167721495103534213</id><published>2011-01-10T20:24:00.000+07:00</published><updated>2011-01-10T20:25:19.295+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Dana abadi pendidikan terhambat birokrasi</title><content type='html'>Sebagian orang tua berhadap dana abadi ini membantu pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dana abadi pendidikan untuk beasiswa tidak bisa dicairkan untuk tahun 2010&lt;br /&gt;karena Kementerian Keuangan mengaku tidak memiliki dasar hukum bagi&lt;br /&gt;penggunaannya.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah memiliki dana abadi beasiswa sebesar Rp1 triliun yang berasal&lt;br /&gt;dari lonjakan penerimaan negara dari kenaikan harga minyak dunia pada awal&lt;br /&gt;2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi dana abadi untuk beasiswa itu masih disimpan dalam deposito dan baru&lt;br /&gt;dapat dicairkan jika komite pendidikan terbentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komite pendidikan merupakan lembaga gabungan antar departemen yaitu&lt;br /&gt;Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Agama, Kementerian Keuangan dan&lt;br /&gt;Kementerian Perhubungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hingga kini lembaga itu belum terbentuk sehingga Kementerian Keuangan&lt;br /&gt;menyatakan tidak bisa mencairkan dana tersebut.&lt;br /&gt;Memanfaatkan bunganya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Pusat Investasi Pemerintah, PIP, Kementerian Keuangan, Soritaon&lt;br /&gt;Siregar mengatakan dana itu akan terus bertambah setiap tahun dan hanya&lt;br /&gt;bunganya yang akan dicairkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan bunga tujuh persen berarti Rp70 miliar per tahun, nah bunganya ini&lt;br /&gt;antara lain untuk beasiswa. Sedangkan kebijakan kemana uang dikirim, siapa&lt;br /&gt;yang menerima dan mekanismenya akan ditentukan oleh komite pendidikan&lt;br /&gt;nasional," kata Soritaon Siregar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Ade Irawan dari Koalisi Pendidikan mengatakan sebaiknya dana&lt;br /&gt;abadi untuk beasiswa ini disalurkan melalui kementrian yang sudah memilki&lt;br /&gt;program pendidikan, seperti Kementrian Pendidikan Nasional dan Kementrian&lt;br /&gt;Agama, agar cepat disalurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu harus jelas dulu tujuannya. "Mesti dijelaskan tujuannya apa&lt;br /&gt;apakah untuk anak-anak kelompok miskin supaya tidak drop out atau anak-anak&lt;br /&gt;orang yang berpendapatan cukup tetapi memiliki intelejensi bagus supaya&lt;br /&gt;lebih kreatif lagi akan menerima beasiswa," kata Ade Irawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi pemerhati pendidikan juga menyatakan sangat ironis pemerintah&lt;br /&gt;tidak dapat mencairkan dana abadi beasiswa, padahal banyak anak yang&lt;br /&gt;membutuhkannya.&lt;br /&gt;Tidak gratis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara katanya hutangnya ngak ada tapi kok sekolahan ngak maju-maju. Kalau&lt;br /&gt;sudah maju kok ngak ada sekolahan gratisan. Katanya di televisi dikatakan&lt;br /&gt;gratis tapi ngak ada yang gratis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wiwin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal terlihat ketika wartawan BBC Sri Lestari mengunjungi sebuah tempat di&lt;br /&gt;Kelurahan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Seorang warga, Wiwin,&lt;br /&gt;ibu tiga anak mengeluhkan biaya ujian anaknya. Sehari-hari Wiwin berjualan&lt;br /&gt;kue dan nasi goreng di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wiwin berharap pemerintah menggratiskan biaya pendidikan sampai tingkat&lt;br /&gt;SLTA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Negara katanya hutangnya ngak ada tapi kok sekolahan ngak maju-maju. Kalau&lt;br /&gt;sudah maju kok ngak ada sekolahan gratisan. Katanya di televisi dikatakan&lt;br /&gt;gratis tapi ngak ada yang gratis," kata Wiwin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membantu warga seperti Wiwin bisa saja dana pendidikan ini&lt;br /&gt;dialokasikan kepada mereka. Namun persoalan birokrasi menjadi salah satu&lt;br /&gt;hambatannya karena Komite Pendidikan belum terbentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dana Abadi untuk beasiswa ini merupaka ide dari Mantan Menteri Keuangan Sri&lt;br /&gt;Mulyani untuk menambah anggaran pendidikan sebesar 20 persen yang diamatkan&lt;br /&gt;dalam UUD 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-1167721495103534213?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/1167721495103534213/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=1167721495103534213' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/1167721495103534213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/1167721495103534213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/01/dana-abadi-pendidikan-terhambat.html' title='Dana abadi pendidikan terhambat birokrasi'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-6097581504292406350</id><published>2011-01-10T19:38:00.000+07:00</published><updated>2011-01-10T19:39:28.469+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Sehat Berkat Madu</title><content type='html'>Madu memang sudah tidak diragukan lagi. Digunakan untuk: pengobatan, menjaga kesehatan, dan memelihara kecantikan. Dikombinasikan dengan bahan makanan atau rempah-rempah tertentu, madu dapat memberikan manfaat besar. Berikut beberapa resep tradisional madu yang sangat mudah diaplikasikan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Infeksi kandung kemih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua sendok makan bubuk kayu manis dan satu sendok teh madu, dilarutkan ke dalam segelas air suam-suam kuku. Ramuan ini dapat dapat membunuh kuman-kuman dalam kandung kemih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sakit gigi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Campuran satu sendok teh bubuk kayu manis dengan lima sendok teh madu membantu mengurangi sakit gigi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pilek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilek ringan dan berat dapat disembuhkan dengan satu sendok makan madu suam-suam kuku dan ¼ sendok teh bubuk kayu manis setiap hari selama tiga hari. Ramuan ini dapat menyembuhkan hampir semua batuk dan pilek kronis serta membersihkan sinus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mandul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan Yunani dan Ayurveda telah menggunakan madu selama bertahun-tahun untuk memperkuat semen (air mani = sperma) para pria. Dua sendok makan madu yang diminum secara teratur sebelum tidur akan berefek menyuburkan. Wanita Jepang, Cina dan Asia Timur yang sulit hamil dan ingin memperkuat rahim, lazim mengkonsumsi bubuk kayu manis sejak berabad-abad lalu. Wanita yang sulit hamil sebaiknya sesering mungkin mengoleskan madu dan sesendok teh bubuk kayu manis pada gusinya. Kayu manis akan bercampur dengan air ludah dan memasuki tubuh. Ada pasangan suami istri dari Maryland tidak memiliki keturunan selama 14 tahun dan nyaris putus asa. Ketika mengetahui khasiat kayu manis dan madu, mereka mengkonsumsi ramuan tersebut. Sang istri mulai mengandung dan melahirkan bayi kembar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sakit perut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madu yang dicampur bubuk kayu manis dapat mengobati sakit perut. Juga dapat membersihkan perut, serta menyembuhkan bisul sampai ke akar-akarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kembung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian yang dilakukan di India dan Jepang menyatakan bahwa madu dan kayu manis yang dikonsumsi bersamaan dapat mengurangi gas dalam perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Sakit kepala sinus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minum campuran madu dan juice jeruk dapat membantu meredakan sakit kepala karena sinus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kelelahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi terakhir menunjukkan bahwa kandungan gula dalam madu lebih bermanfaat daripada merugi-kan bagi tubuh. Warga usia lanjut yang mengkonsumsi madu dan bubuk kayu manis dengan ukur-an sama, terbukti lebih bugar dan fleksibel. Penelitian Dr. Milton membuktikan ½ sendok makan madu yang diminum bersama segelas air dan ditaburi bubuk kayu manis dapat meningkatkan vitali-tas tubuh dalam seminggu. Ramuan tersebut diminum setiap hari setelah menggosok gigi dan jam 3 sore pada saat vitalitas tubuh menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Kanker&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riset terakhir di Jepang dan Australia menunjukan bahwa kanker perut dan tulang stadium lanjut dapat disembuhkan dengan madu dan kayu manis. Pasien cukup minum satu sendok makan madu dengan satu sendok teh bubuk kayu manis selama sebulan, tiga kali sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.Penyakit jantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madu dan kayu manis mengurangi kolesterol dalam pembuluh arteri, dan mengurangi resiko serangan jantung. Orang yang sudah terkena serangan jantung bila mengkonsumsi madu dan kayu manis setiap hari dapat terhindar dari serangan jantung kedua. Konsumsi madu dan kayu manis secara teratur juga dapat memperlancar pernapasan dan memperkuat detak jantung. Untuk praktisnya oleskan madu dan bubuk kayu manis pada roti pada waktu sarapan setiap harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.Bau Napas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu sendok teh madu dan bubuk kayu manis yang dicampur dalam air panas dapat menjaga nafas tetap segar sehari penuh. Orang Amerika Selatan biasa meminum ramuan tersebut di pagi hari. [sumber:kapanlagi.com]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.Mencegah Penuaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teh yang dicampur madu dan bubuk kayu manis dan diminum tiap hari dapat mencegah penuaan. Ambil 4 sendok madu, 1 sendok bubuk kayu manis dan 3 cangkir air kemudian rebus seperti mem-buat teh. Minumlah sebanyak 4 kali sehari. Ramuan ini membuat kulit segar dan halus serta men-cegah penuaan. Harapan hidup juga bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.Jerawat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleskan 3 sendok makan madu dan 1 sendok teh bubuk kayu manis pada wajah sebelum tidur. Basuh keesokan harinya dengan air hangat. Bila dilakukan rutin setiap hari selama 2 minggu, akan menyembuhkan jerawat sampai ke akar-akarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14.Arthritis (radang sendi /Encok)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil 1 bagian madu dan 2 bagian air suam-suam kuku. Tambahkan 1 sendok teh kecil bubuk kayu manis. Campur madu, air suam-suam kuku dan bubuk kayu manis. Pijat ke bagian yang sakit secara perlahan. Rasa sakit akan berkurang dalam waktu 1-2 menit. Atau penderita arthritis dapat minum 1 cangkir air panas dengan 2 sendok madu dan 1 sendok teh kecil bubuk kayu manis setiap hari, pagi dan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila diminum teratur, ramuan ini dapat mengobati penyakit arthritis kronis. Penelitian terakhir Copenhagen University menggunakan campuran 1 sendok makan madu dan ½ sendok teh bubuk kayu manis yang diberikan kepada pasien sebelum sarapan. Hasilnya dalam seminggu 73 dari 200 pasien yang diobati sembuh total. Kebanyakan pasien yang tidak dapat berjalan atau bergerak karena arthritis dapat berjalan tanpa rasa sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15.Kerontokan rambut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mengalami kerontokan rambut atau kebotakan dapat memakai campuran minyak zaitun panas, 1 sendok makan madu dan 1 sendok teh bubuk kayu manis sebelum mandi. Oleskan di kepala dan diamkan selama kira-kira 15 menit setelah itu baru dibasuh. Penelitian itu juga membuktikan ramuan yang didiamkan dikepala selama 5 menit pun tetap efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Kolesterol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadar kolesterol darah dapat diturunkan dengan 2 sendok makan madu dan 3 sendok teh bubuk kayu manis yang dicampur dalam 16 ounce (16 kali 28 gram kira kira 1 pon = 454 gram) air teh. Ramuan ini dapat mengurangi kadar kolesterol dalam darah sampai 10 persen dalam 2 jam. Madu murni yang diminum sehari-hari meringankan gangguan kolesterol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Influenza&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmuwan Spanyol telah membuktikan bahwa madu berisi kandungan alami yang membunuh kuman influenza dan menyembuhkan pasien dari flu. Maka minumlah madu ketika akan flu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Kelebihan berat badan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minum segelas air yang direbus bersama madu dan bubuk kayu manis setiap pagi ½ jam sebelum sarapan atau saat perut masih kosong. Bila dilakukan secara teratur dapat mengurangi berat badan, bahkan bagi orang yang sangat gemuk, minum ramuan ini secara teratur akan mencegah lemak terakumulasi dalam tubuh, meski tetap makan makanan kalori tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Infeksi kulit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil 1 bagian madu dan 1 bagian bubuk kayu manis, oleskan pada bagian kulit yang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang jarang minum madu reaksi / efek samping yang umumnya terjadi adalah diare , tetapi hal ini akan hilang dengan sendirinya. Banyak orang yang minum madu tatkala sakit saja. Tetapi bukankah mencegah lebih murah dari mengobati ,apalagi dalam kondisi krisis moneter saat ini, ditengah biaya rumah sakit dan obat yang semakin melambung tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-6097581504292406350?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/6097581504292406350/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=6097581504292406350' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/6097581504292406350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/6097581504292406350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/01/sehat-berkat-madu.html' title='Sehat Berkat Madu'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-667179258627438345</id><published>2011-01-10T19:37:00.000+07:00</published><updated>2011-01-10T19:38:34.691+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Racun Mematikan: Risiko Tersembunyi dalam Ikan dan Kerang    Bagian ke 1</title><content type='html'>Dr. Deng-Fwu Hwang: Berikutnya saya berbicara tentang racun ikan laut tropis biasa. Ditemukan pada ikan di zona tropis, subtropis, dan zona bersuhu panas. Konsumsi ikan, walaupun ditangkap hidup-hidup, dan segera dimasak, tetap bisa terkena keracunan makanan. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supreme Master TV: Di AS itu adalah penyebab utama dari penyakit akibat makanan. Gejala umum dari keracunan makanan termasuk mual, muntah, gastroenteritis, sakit otot, dan dalam kasus paling serius, kematian. Dengan globalisasi memungkinan bagi hewan laut terkontaminasi untuk dijual di pasaran diseluruh dunia, tak satupun yang mengkonsumsi makanan laut terbebas dari ancaman serius. Ada delapan jenis keracunan utama pada ikan dan kerang. Yang paling dikenal luas terkait dengan ikan adalah: CIGUATERA, SCOMBROID , TETRODOTOXIN , dan MERKURI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis paling umum dari keracunan kerang termasuk: PARALISIS, DIARE AMNESIK dan NEUROTOKSIK.(1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KERACUNAN CIGUATERA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mulai dengan ciguatera yang disebabkan oleh ciguatoxin, suatu racun yang dihasilkan oleh alga bernama dinoflagellate, yang ditemukan di seluruh dunia. Selama bulan-bulan musim panas, dinoflagellate berkembang biak di perairan pesisir menciptakan apa yang disebut mekarnya alga. Ukuran populasinya menjadi begitu banyak sehingga airpun tampak memerah karena pigmen alganya, sebuah fenomena yang dikenal sebagai “gelombang merah.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Llewellyn: Ciguatera berasal dari alga mikroskopik yang hidup di bawah permukaan bebatuan karang dan alga besar lainnya. Dan alga itu dimakan oleh ikan herbivora dan berlanjut mengikuti rantai makanannya. Racunnya berkumpul di dalam daging ikan yang lebih besar. Itulah apa yang biasanya di makan orang-orang dan mereka menjadi teracuni setelah memakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supreme Master TV: Ciguatera, adalah jenis paling umum dari keracunan ikan di seluruh dunia, yang mungkin didapatkan dari konsumsi ikan terumbu karang tropis, seperti kerapu, kakap, kakap putih, dan ikan kakatua termasuk salmon yang diternakkan. Setiap tahun diperkirakan 50.000 kasus terjadi secara global.(2) Sejumlah 400 spesies laut diketahui mengandung bioaccumulate ciguatoxins, yang 1.000 kali lebih bahaya dibanding arsenik.(3) Penyakit ini ditandai dengan gejala seperti sakit perut yang sangat hebat, mual, detak jantung di bawah normal, kejang dan pandangan kabur. Itulah beberapa gejalanya. Kadang bisa kambuh dengan mengkonsumsi hidangan laut, ayam, babi, kopi atau alkohol dan mungkin terjadi selama bertahun-tahun setelah makan ikan tercemar. Ciguatoxin tahan terhadap panas dan dingin, jadi memasak, mengasapkan, mendinginkan, membekukan dan/atau pengasinan ikan beracun tidak bisa melindungi konsumen agar tidak sakit.(4) Racun ini juga tidak terdeteksi karena tidak berbau dan terasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. Lewis: Saat orang memakan ikan tercemar ciguatera dan terkena racun ciguatera gejalanya muncul setelah sekitar satu sampai enam jam bahkan lebih dari 24 jam dan kemudian Anda bisa mengalami 30 atau lebih gejala yang berbeda dari satu kejadian keracunan ini. Dan berkisar antara gejala keracunan makanan biasa seperti muntah dan diare, termasuk mual dan sakit sampai efek yang tidak spesifik; sakit kepala, sakit otot, nyeri sendi kemudian banyaknya gejala syaraf termasuk pembalikan suhu badan yang aneh yang menyebabkan sakit jika menyentuh benda dingin, namun Anda juga menderita mati rasa dan kesemutan secara ekstrem. Anda menderita banyak gejala seperti gatal di seluruh tubuh. Ciguatera adalah salah satu keracunan makanan terburuk, karena gejalanya bertahan mingguan, bulanan dan kadang bahkan tahunan. Jadi penyakit yang berlangsung sangat lama, berlarut-larut membuat orang heran, dan kadang mereka bahkan tidak didiagnosa dengan tepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KERACUNAN SCOMBROID &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supreme Master TV: Scombroid, jenis keracunan ikan kedua yang tersebar paling luas setelah ciguatera, adalah akibat mencerna ikan yang membusuk, dengan gejala yang kadang muncul dalam hitungan menit setelah makan ikan itu.(5) Ikan yang mungkin mengandung scromboid diantaranya Sardin, Ikan Teri Ikan Haring, dan Amberjack. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Yang Zhen-Chang, Rumah Sakit Veteran Taipei: Di antara semua keracunan ikan laut, salah satu yang paling umum di Formosa (Taiwan) adalah keracunan scombrotoxin, juga dikenal seperti keracunan ikan histamin, akibat mengkonsumsi ikan merah, seperti Mackerel, Marlin, Bonito, dan Tuna. Ikan jenis ini mengandung histidin, jadi jika mereka tidak disimpan dengan baik, bakterinya akan mengubah histidin menjadi histamin. Saat dikombinasikan dengan asam amino lain seperti putrescin, atau cadaverin, akan menyebabkan gejala yang mirip dengan keracunan histamin, termasuk ruam, demam, pusing, sakit kepala, gangguan lambung, muntah dan gatal. Kasus seperti ini telah terjadi setiap tahun di Formosa (Taiwan) beberapa tahun lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supreme Master TV: Konsekuensi lain yang mungkin terjadi diantaranya keracunan scromboid termasuk perasaan terbakar di sekitar mulut, kulit wajah mengelupas, detak jantung tidak normal. Memasak dan membekukan ikan tidak akan menetralkan racunnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KERACUNAN TETRODOTOXIN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan buntal secara alami memiliki tetrodotoxin dalam badannya dan keracunan mungkin terjadi setelah memakan “Fugu” atau masakan Jepang yang dibuat dari ikan Buntal. Tetrodotoxin adalah salah satu racun alam paling fatal dan 10.000 kali lebih berbahaya dibanding sianida.(6) Jika orang dewasa hanya mengkonsumsinya sebanyak 0,001 miligram, tetap bisa berakibat fatal.(7) Tingkat kematian dari keracunan tetrodotoxin diperkirakan sebesar lebih dari 50%, dan tidak ada penawarnya.(8) Memasak atau mendinginkan ikan tidak menghilangkan keberadaan racunnya dan jumlah racunnya dalam satu ekor ikan Buntal bisa membunuh 30 orang dewasa. Selain ikan Buntal, Mola-Mola, Ikan Pakol, dan Ikan Landak mengandung tetrodotoxin.(9,10) Spesies ini bisa ditemukan di air tropis dan semi-tropis di seluruh dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Yang Zhen-Chang: Kasus-kasus dari keracunan ikan Buntal juga telah ditemukan di Formosa (Taiwan) dan biasanya di negara-negara lain di dunia. Keracunan ini tidaklah umum terjadi, namun seringkali. Ikan Buntal sebenarnya sangat beracun. Ikan ini memiliki sejenis elemen neurotoxin. Keracunan ikan Buntal terjadi saat orang menangkap ikan Buntal dan memakannya. Gejala yang disebabkan oleh keracunan ikan Buntal termasuk mati rasa di mulut dan lidah. Dalam kasus lebih serius, mati rasa mungkin menyebar ke badan dan menyebabkan kegagalan pernafasan dan kematian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Llewellyn: Tetrodoxin bisa mematikan. Pada saat ini, tidak ada cara tepat merawatnya selain dari bentuk bantuan pertama, atau berusaha mengeluarkan racunnya dari perut korban sampai tidak ada yang bisa dikeluarkan. Pada beberapa kasus Anda bisa mengkonsumsi arang aktif yang bisa dicoba dan menyerap racun dan mencegahnya terbawa ke dalam perut dan usus. Namun jika meminum dalam dosis besar dari racun itu adalah fatal. Tetrodotoxin memblok protein pada syaraf yang bernama saluran sodium. Inilah protein yang membuat ion sodium menuju membran syaraf dan itulah bagaimana kita menciptakan listrik biologi dalam badan kita. Jadi tentu saja jika ditutup saluran sodium itu dan mencegah listrik biologis bekerja, pada dasarnya sistem syaraf dan jaringan lainnya seperti otot Anda akan dimatikan. Dan maka karena itu, Anda akan mati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supreme Master TV: Tetrodotoxin tidak saja ditemukan pada ikan. Beberapa gastropoda, sejenis moluska, juga menghasilkan racun ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Deng-Fwu Hwang: Mengenai gastropoda kecil ini yang lebih kecil dibanding jempol bukan hanya dagingnya yang beracun, namun juga pencernaannya. Banyak kasus keracunan terjadi di Formosa (Taiwan), terjadi di Formosa (Taiwan), seperti Pingtung. Memakan lebih dari sepuluh dari gastropoda kecil ini bisa membuat nyawa melayang. Ini juga terjadi di Pulau Dongshan. Tergantung pada intensitas racunnya, kadang makan dua sudah cukup untuk berakibat fatal. Anda lihat, gastropoda hanya sebesar itu, namun dua saja bisa membunuhmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KERACUNAN MERKURI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supreme Master TV: Methylmercury adalah suatu neurotoxin dan adalah bentuk paling berbahaya dari merkuri, suatu elemen yang terjadi secara alami, namun juga bisa memasuki lingkungan melalui emisi industri dari sumber daya seperti pabrik pembakaran batu bara. Penelitian bersama dari Universitas Harvard dan Penelitian Geologi AS terbit tahun 2009 penyimpulkan bahwa emisi berisi merkuri dari aktivitas industri yang dibuang ke laut, berubah menjadi methylmercury oleh bakteri dan kemudian terkumpul secara biologis pada badan berbagai spesies laut. Seorang ibu yang memakan ikan tercemar merkuri atau makhluk laut lain membuat janinnya beresiko tinggi menderita cacat lahir termasuk keterbelakangan mental, kelumpuhan otak, kebutaan dan tuli. Pada orang dewasa, keracunan merkuri makanan laut bisa menyebabkan hilang ingatan, gemetar, hilang penglihatan, sakit jantung, dan kematian. Seperti racun lain, merkuri tidak terdeteksi pada ikan karena tidak berbau dan tidak terasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KERACUNAN KERANG PARALITIK &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saxitoxin menyebabkan keracunan kerang paralitik dan dihasilkan oleh dinoflagellate. Racun di dalam alga ini terkumpul di dalam badan dari pemangsanya seperti remis, kerang tiram dan scallop. Kerang tercemar saxitoxin ditemukan diseluruh dunia, namun paling sering ditemukan pada air hangat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Yang Zhen-Chang: Ada jenis lain dari keracunan racun laut, keracunan kerang paralitik, yang tidak biasa namun terjadi di banyak negara. Kita tahu dari namanya bahwa racun ini berasal dari memakan kerang, seperti Coelomactra antiquate. Racun dari kerang kira-kira sama dengan tetrodotoxin. Setelah memakannya, akan meracuni sistem syaraf kita. Juga bisa menyebabkan mati rasa di mulut, lidah dan badan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supreme Master TV: Dalam kasus keracunan paling serius, kelumpuhan otot dan kegagalan pernafasan mungkin terjadi yang diikuti dengan kematian dalam dua sampai 25 jam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KERACUNAN KERANG NEUROTOKSIK &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brevetoxin bertanggung jawab terhadap keracunan kerang neurotoksik dan berasal dari dinoflagellate. Konsumsi makanan yang mengandung tiram, remis atau kerang bisa menyebabkan gangguan pencernaan, geli di mulut, tangan dan kaki, ketiadaan koordinasi, dan bahkan pembalikan suhu seperti ciguatera. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KERACUNAN KERANG AMNESIK &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Racunnya dikaitkan dengan keracunan kerang amnesik dari jenis alga merah-bata yang ditemukan di lautan di sekitar Eropa, Amerika Utara, Asia Timur dan Asia Tenggara. Efek yang kurang parah dari keracunan termasuk pusing, sakit kepala, dan kebingungan, namun amnesia dan kematian juga bisa terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Llewellyn: Racun lainnya antara lain seperti asam domoik, yang menyebabkan keracunan kerang amnesik, yang jarang terjadi. Namun seperti tercermin dari namanya yang terjadi adalah mempengaruhi otak manusia dan orang sesungguhnya lupa tentang apa yang terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KERACUNAN KERANG DIARRHEAL &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Llewellyn: Gejala lainnya adalah keadaan yang disebut keracunan kerang diarheal. Sangat jelas lagi dari namanya, keracunan itu menyebabkan diare hebat dan disebabkan oleh racun bernama asam okadaik. Dan lagi, dia berasal dari alga mikroskopik yang bisa membentuk ledakan populasi yang terlihat sebagai bagian gelombang merah Sangatlah sulit merawat sakit diarenya yang menyebabkan lapisan epithelium usus terlepas dari jaringannya, jadi tidak seperti sesuatu yang bisa Anda minta ke para ahli kimia dan mendapat obat anti-diare untuk digunakan sebagai obat.. Ini sejenis diare yang sangat parah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supreme Master TV: Seperti yang kita lihat hari ini resiko yang terkait dengan konsumsi ikan dan kerang sangatlah tinggi dan kemungkinan mengakibatkan kerusakan termasuk kematian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;1   http://www.nathnac.org/travel/factsheets/marinetoxins.htm&lt;br /&gt;2   http://books.google.com/books?id=7A2mXgVVqtQC&amp;pg=PA443&amp;dq=fish+poisoning+ciguatera&amp;hl=ko&amp;ei=JPPVTKvpD5CssAPX9_2MCw&amp;sa=X&amp;oi=book_result&amp;ct=result&amp;resnum=9&amp;ved=0CFIQ6AEwCA#v=onepage&amp;q=fish%20poisoning%20ciguatera&amp;f=false&lt;br /&gt;3   http://www.holistichealthtopics.com/HMG/ciguatera.html&lt;br /&gt;4   http://edis.ifas.ufl.edu/in742&lt;br /&gt;5   http://www.medic8.com/healthguide/food-poisoning/scombroid-poisoning.html&lt;br /&gt;6   http://books.google.co.kr/books?id=uariyzldrJwC&amp;printsec=frontcover&amp;dq=Annotations+And+Chronologies&amp;hl=en&amp;ei=gt3WTL_JMI30swOsk6WNCw&amp;sa=X&amp;oi=book_result&amp;ct=result&amp;resnum=1&amp;ved=0CCUQ6AEwAA#v=onepage&amp;q=10000&amp;f=false&lt;br /&gt;7   http://www.scripps.edu/chem/baran/images/grpmtgpdf/Vasan.pdf&lt;br /&gt;8   http://emedicine.medscape.com/article/818763-overview&lt;br /&gt;9   http://www.informaworld.com/smpp/content~content=a782313207&lt;br /&gt;10 http://www.informaworld.com/smpp/content~content=a782313207&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supreme Master TV: Di Amerika Serikat keracunan makanan laut adalah penyebab utama dari penyakit akibat makanan. Gejala umum dari kondisi tersebut termasuk mual, muntah, gastroenteritis, sakit otot, dan dalam kasus paling serius, kematian. Dengan globalisasi memungkinan bagi hewan laut terkontaminasi untuk dijual di pasaran di seluruh dunia, tak satupun yang mengkonsumsi makanan laut terbebas dari ancaman serius ini. Minggu lalu kita membahas sejumlah tipe keracunan makanan laut yang dikenal baik, termasuk ciguatera, bentuk keracunan ikan yang paling umum di dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciguatoksin tahan terhadap panas dan dingin, jadi memasak, mengasapkan, mendinginkan, membekukan dan/atau pengasinan ikan terkontaminasi tak bisa melindungi konsumen agar tidak sakit.1 Racun ini juga tidak terdeteksi karena tidak berbau dan terasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Llewellyn: Dengan sesuatu seperti ciguatera, salah satu hal yang orang harus memahami adalah itu adalah racun yang bergerak. Ia dimakan ikan; ikan-ikan itu dapat bepergian jarak jauh dan mereka dapat bepergian jarak jauh dengan berenang atau ditaruh di kapal atau pesawat dan dipindahkan ke tempat lain. Rintangannya terputus dan makanan laut dipindahkan di seluruh dunia pada tingkat yang luar biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Deng-Fwu Hwang: Dalam 200 tahun terakhir, para ilmuwan seluruh dunia telah mengidentifikasi lima atau enam tipe ciguatoksin, yang merupakan hanya separuh dari berbagai tipe ciguatoksin. Unsur pokok dari yang lainnya masih tidak dapat dianalisa oleh teknologi modern. Dari sini Anda tahu bahwa ciguatoksin sangat misterius dan kompleks. Masih ada beberapa racun yang kita tidak mengetahuinya. Beberapa dari racun-racun ini dapat larut dalam air, dan ada yang dapat larut dalam lemak. Mereka terutama ditemukan dalam terumbu karang. Racun-racun itu mungkin berasal dari bakteri, ganggang, atau ganggang plankton di terumbu karang. Ganggang besar yang tinggal di terumbu karang dimakan oleh ikan sehingga racun-racunnya tinggal di dalam tubuh ikan herbivora dan ikan karnivora dan setelah itu dikonsumsi oleh manusia. Kasus-kasus keracunan ciguatera yang terjadi di China atau Hong Kong selalu sangat serius, karena ikannya biasanya yang beratnya lebih besar sekitar masing-masing 100 kilogram. Di Hong Kong, restoran-restoran biasanya membeli seluruh ikannya dan menyajikan itu pada waktu yang sama pada sekitar 50 sampai 100 orang. Sehingga, semua orang-orang ini akan menderita keracunan itu sekaligus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supreme Master TV: Beberapa spesies laut memproduksi racun sendiri untuk perlindungan. Sebagai contoh, kulit dan organ dari ikan Buntal sangat berbahaya karena mengandung tetrodotoksin, suatu bahan yang 10.000 kali lebih keras dari pada sianida. Sebagai akibatnya, menangani atau memakan ikan Buntal dapat berakibat fatal. Memancing adalah kegiatan lain yang dapat berakibat pada kematian karena kontak fisik dengan spesies laut yang berbahaya adalah suatu kemungkinan.² &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Hwang Deng-Fwu, Universitas Kelautan Taiwan: Racun dari beberapa hewan laut bukan hanya membawa maut melalui proses pencernaan, tetapi juga dengan kontak. Dimana ada ular-ular yang beracun di daratan, ada ular-ular beracun di lautan dan mereka juga mematikan. Sebagai tambahan terhadap ular-ular beracun, banyak hewan di lautan sangat berbahaya. Ini pengetahuan yang umum di Formosa (Taiwan) bahwa Ubur-Ubur adalah yang paling mematikan, diikuti oleh Ikan Sembilang. Yang paling beracun ketiga adalah sejenis cumi-cumi disebut Rockfish, dan jenis keempat adalah apa yang kita sebut “Ikan Perut Bau,” dimana di utara dan di selatan kita memiliki Ikan Lundu. Ini adalah lima jenis utama ikan yang beracun di Formosa (Taiwan). Jika tersengat oleh dua jenis atau tiga jenis pertama, itu dapat mematikan karena racun-racun mereka sama seperi ular beracun. Mereka dapat membunuh Anda dengan melarutkan hemoglobin Anda, dengan gejala hancurnya sel darah merah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supreme Master TV: Suatu bakteri disebut vibrio parahemolyticus ditemukan di seluruh dunia di daerah air payau dan berasal dari keluarga bakteri yang sama yang menyebabkan kolera. Jika orang makan makanan laut yang tercemar dengan vibrio parahemolyticus, mungkin terjadi radang usus. Bakteri ini dapat masuk ke tubuh dengan menyentuh kehidupan lautan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Hwang Deng-Fwu: Orang yang memancing Bandeng (ladyfish) dapat tersengat oleh ikan itu, dan tangan mereka akan bengkak besar. Catatan dari Rumah Sakit Memorial Mackay menunjukkan bahwa mereka telah merawat lebih dari selusin korban yang seperti itu dan 5 atau 6 dari mereka wafat. Namun, kematian mereka tidak disebabkan oleh racun ikan. Para ilmuan menemukan bahwa itu karena sejenis bakteri disebut vibrio parahemolyticus di lautan. Gejala-gejala dari jenis infeksi ini mirip tetanus. Bersama-sama dengan racun ikan, bakteri memasuki darah lalu otot-otot, lalu otak, menyebabkan meningitis. Korban-korbannya akan mati dalam dua atau tiga hari. Pada saat ini tidak ada antibiotik yang tersedia untuk pengobatan vibrio parahemolyticus. Sekali terinfeksi, korbannya akan mati dalam dua atau tiga hari. Jadi kita harus sangat berhati-hati. Jangan anggap sepele sengatan ikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supreme Master TV: Beberapa orang minum suplemen minyak hati ikan, berpikir ini bagus untuk mata. Ini adalah gagasan yang tidak benar, dimana kandungan perbaikan penglihatan minyak tersebut belum terbukti secara ilmiah.³,4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Liu Teng-Chieh: Tentang minyak hati ikan, di klinik kami, banyak orangtua bertanya apa mereka harus memberi minyak hati ikan ke anak-anaknya untuk membantu memperbaiki kesehatan mata mereka, dimana minyak hati ikan mengandung vitamin A. Mengapa kita tidak rekomendasikan makan ikan? Itu karena seluruh lautan kita sekarang tercemar, termasuk sungai-sungai air tawar kita. Polusinya sangat berat. Ada banyak mercuri dan hormon-hormon lingkungan di dalam air, sehingga semua ikan mengumpulkan banyak bahan pencemar metal berat dan hormon-hormon lingkungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Yang Zhen-Chang, Universitas Veteran Taipei: Kenyataannya kepercayaan bahwa makan ikan itu baik untuk mata, kita tidak punya dasar ilmiah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Liu Teng-Chieh: Jika kita ingin anak-anak kita atau kita sendiri memiliki mata yang bagus, kita bisa mendapatkan zat gizi yang diperlukan dari tumbuh-tumbuhan. Sumber-sumber makanan ini lebih aman karena mengandung lebih sedikit zat pencemar. Inilah yang direkomendasikan untuk penyembuhan mata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Hwang Deng-Fwu, Universitas Kelautan Taiwan: Biasanya, ikan yang paling beracun adalah yang paling besar, dengan berat lebih darip tiga atau lima kilogram. Racunnya biasanya di dalam hati ikan itu. Mereka dapat juga membawa sejumlah vitamin A yang terkonsentrasi, seperti dalam kasus ikan tuna atau ikan muraeninae, sehingga mampu menyebabkan keracunan vitamin A. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Liu Teng-Chieh: Sebenarnya, tumbuh-tumbuhan sangat kaya akan vitamin A. Vitamin A dalam sayuran adalah dalam bentuk beta karotin, yang dapat berubah menjadi vitamin A oleh tubuh kita. Jadi, jika kita makan sayur yang mengandung beta karoten dan biarkan tubuh mengubahnya menjadi vitamin A, ini cara yang lebih aman mendapatkan vitamin ini. Mengapa begitu? Jika kita mendapatkan vitamin A langsung dari makanan, jumlah yang berlebihan akan berakumulasi dalam tubuh kita, karena vitamin A adalah vitamin yang larut dalam lemak Saat kita mengumpulkan terlalu banyak, ia akan menyebabkan gejala keracunan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Hwang Deng-Fwu, Universitas Kelautan Taiwan: Sebagian besar konsumen tidak sadar bahwa mereka telah keracunan, sehingga mereka tidak ke dokter. Gejala-gejalanya mirip dengan influenza, sehingga dokter sering salah menilai dan merawatnya sebagai influenza. Biasanya itu perlu seminggu bagi para dokter dan pasien untuk menemukan bahwa itu adalah keracunan vitamin A akibat makan hati ikan ketika bercak merah muncul dan kulitnya mulai mengelupas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supreme Master TV: Beberapa orang makan suplemen minyak ikan, yang diperoleh dari jaringan-jaringan ikan yang berminyak, dalam kepercayaan yang keliru bahwa mereka bermanfaat bagi jantung karena minyaknya mengandung asam lemak-omega 3. Beberapa percobaan, termasuk penelitian DART-2 (Diet and Reinfarction Trial) di AS telah menunjukkan bahwa mereka yang minum suplemen seperti itu sebenarnya lebih buruk dalam istilah kesehatan jantung dibandingkan pada mereka yang tidak memakan produk seperti itu. Dr. Liu Teng-Chieh berkata bahwa sumber dasar nabati lebih unggul daripada minyak ikan untuk mendapatkan DHA (asam docosahexaenoic), suatu asam lemak omega-3. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Liu Teng-Chieh: Kita bisa juga mendapatkan DHA dari rumput laut. Sebenarnya, tubuh kita dapat membuat DHA. Sebagai contoh, jika kita makan asam alpha-linolenic (ALA), yang merupakan suatu asam lemak penting tubuh kita dapat mengubah itu menjadi DHA. Makanan jenis apakah yang kaya ALA? Contoh makanan yang kaya ALA termasuk kedelai dan kacang-kacangan seperti kacang mete dan walnut, dan lain-lain. Biji rami juga mengandung banyak asam lemak penting ALA, yang dapat berubah menjadi DHA oleh tubuh kita. Jadi, jika Anda ingin anak-anak Anda memiliki mata yang lebih baik dan tubuh kuat dan tubuh, Anda dapat memberi mereka rumput laut, kacang-kacangan, kacang kedelai, dan lain-lain &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supreme Master TV: Dioksin adalah bahan beracun yang menyebabkan kelainan reproduksi dan pertumbuhan, kanker, dan kerusakan sistem kekebalan pada manusia. Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan bahwa lebih dari 90% paparan dioksin pada manusia berasal dari konsumsi produk-produk hewani, termasuk telur, ikan, dan kerang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Yang Zhen-Chang, Universitas Veteran Taipei: Polusi dioksin dapat ditemukan pada daratan dan dalam lautan dan itu terjadi di seluruh dunia, bukan hanya di Formosa (Taiwan). Sama halnya, dioksin dapat mencemari ikan melalui bioakumulasi. Dioksin dapat tinggal dalam tubuh kita untuk waktu lama. Mereka tinggal dalam tubuh ikan hampir selama hidup mereka. Jadi sekali kita manusia atau ikan mengkonsumsi dioksin, mereka tinggal dalam tubuh. Dioksin adalah bahaya kanker yang utama. Mereka dapat menyebabkan kanker kelainan sistem kekebalan tubuh. Salah satu kasus yang paling terkenal mengenai pencemaran dioksin terjadi beberapa tahun yang lalu. Ditemukan bahwa salmon yang diternakkan mengandung terutama tingkat dioksin yang tinggi. Hanya sedikit kasus seperti itu yang telah diungkapkan dan mungkin ada yang lainnya yang belum diungkapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supreme Master TV: Untuk mengakhiri acara hari ini, kami menampilkan seseorang yang mengalami keracunan kerang yang berbagi bagaimana kejadian tersebut mengubah hidup dia secara total. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wang Bi-Yun: Sekitar 10 tahun lalu saya mengalami reaksi alergi memakan tiram dan wajah saya menjadi bengkak dan merah. Saya mencari pengobatan dari dokter-dokter di berbagai rumah sakit: Rumah Sakit Univeritas Kedokteran China, Rumah Sakit Jen-Ai, Rumah Sakit Umum Kuang Tien, dan Rumah Sakit Tungs Pelabuhan Metro Taichung... Saya juga mencoba klinik-klinik kecil tetapi kondisi saya tidak membaik. Selama lebih dari satu tahun saya pergi ke tempat berbeda, selama dua atau tiga bulan di masing-masing tempat, tetapi tidak ada yang menolong saya. Akhirnya, setelah berpikir, saya berdoa pada Buddha. Saya berkata,”Sejak saat ini, saya tidak akan minum obat lagi atau memakai salep apa pun. Mohon tolonglah saya dan biarkan wajah saya sembuh. Saya akan mulai menjadi vegetarian penuh.” Sungguh, setelah saya menganut pola makan vegetarian, kemerahan pada wajah saya menghilang. Saya telah menjadi vegetarian penuh selama 10 tahun sekarang. Kulit saya baik dan kesehatan saya bagus. Saya merasa amat ringan dan baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supreme Master TV: Terima kasih tulus kami pada Dokter Lyndon Llewellyn, Dr Hwang Deng-Fwu, Dr Yang Chen-Chang, dan Dr Liu Teng-Chieh yang telah berbagi pendapat ahli mereka tentang masalah-masalah keracunan makanan laut. dan racun yang tersembunyi dalam hewan lautan. Untuk menghindari kondisi-kondisi kesehatan yang telah kami liput dalam seri dua bagian kami, mohon lakukan pola makan vegan organik yang menyediakan semua zat gizi yang penting yang diperlukan untuk kekuatan dan tenaga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk rincian lebih lanjut tentang para ahli yang ditampilkan dalam acara kami, silakan kunjungi situs jaringan berikut ini: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Hwang Deng-Fwu www.Toxin.NTOU.edu.tw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Liu Teng-Chieh www.PULIVH.gov.tw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Lyndon Llewellyn www.AIMS.gov.au&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Yang Chen-Chang www.VGHTPE.gov.tw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;1  http://edis.ifas.ufl.edu/in742&lt;br /&gt;2  http://web.utah.edu/umed/students/clubs/international/presentations/dangers.html&lt;br /&gt;3  http://www.holistichealthtopics.com/HMG/ciguatera.html&lt;br /&gt;4  http://en.wikipedia.org/wiki/Fish_oil   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-667179258627438345?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/667179258627438345/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=667179258627438345' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/667179258627438345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/667179258627438345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/01/racun-mematikan-risiko-tersembunyi.html' title='Racun Mematikan: Risiko Tersembunyi dalam Ikan dan Kerang    Bagian ke 1'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-2579001534622373854</id><published>2011-01-10T19:35:00.000+07:00</published><updated>2011-01-10T19:36:24.510+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Mengurangi Berat Badan dengan Pola Makan Mentah</title><content type='html'>Kebanyakan orang terlalu banyak makan makanan yang sudah dimasak. Hampir tiap saat kita makan makanan yang sudah diproses, makanan dari produk hewani dan /atau makanan cepat saji yang penuh dengan pengawet, perasa dan pewarna. Makan berlebihan menyebabkan berbagai permasalahan bagi tubuh kita. Salah satu masalah yang timbul dari terlalu banyak makan atau mengkonsumsi makanan yang buruk adalah menjadi kegemukan.&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini merupakan epidemi yang mengakibatkan banyak permasalahan dalam masyarakat. Hal ini juga merupakan krisis dalam masyarakat dan banyak orang yang tak tahu apa yang harus mereka lakukan. Makan mentah adalah jawaban yang lengkap untuk permasalahan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan mentah membantu mengurangi berat badan dan mempertahankan berat badan ideal kita, yaitu jika kita melakukannya dengan tepat. Kita harus makan makanan yang seimbang yang dapat memberikan segala kebutuhan tubuh kita untuk mencapai puncak kesehatan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola makan dengan kadar makanan mentah yang tinggi, yang terdiri atas buah dan sayuran, membantu kita mengurangi berat badan atas sejumlah alasan. Makanan mentah mempunyai sangat sedikit lemak yang tidak sehat, rendah kalori, kaya serat, vitamin dan mineral. Makanan mentah akan membantu kita mengatasi “keinginan” makan permen atau gula atau yang manis-manis, dan menjaga energi tubuh kita tetap stabil sehingga kita tidak akan berlebihan makan, yaitu karena kita tidak menjadi terlalu lapar atau menjadi kelelahan akibat kita makan terlalu banyak “makanan mati” (dimasak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita makan yang kaya dengan nutrisi tetapi rendah kalori, lemak kita akan hilang dengan lebih cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggabungkan lebih banyak makanan mentah ke dalam pola makan kita, kita akan menjadi dapat bertindak lebih efektif, berpikir lebih jernih tentang apa yang kita masukkan ke dalam tubuh. Kita juga akan makin menyadari bahwa kesehatan adalah sangat penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan makanan makanan mentah lebih banyak maka metabolism tubuh kita akan berubah ke suatu tingkat interaksi sel yang dapat mengatur hormon sehingga nafsu makan kita akan terkendali dengan baik dan kita tidak akan makan makanan yang tak diperlukan oleh tubuh kita. Tubuh kita akan dapat mencera makanan dengan lebih baik sehingga memungkinkan kita mengurani rasa lapar serta keinginan besar atas makanan buruk yang berupa produk hewani dan segala macam produk yang diproses yang akhirnya akan membuat berat badan kita berlebihan dan mengalami berbagai permasalahan berikutnya. Jika kita tidak memasukkan segala macam racun kimia yang terdapat pada berbagai macam produk hewani (dioksin, logam berat, antibiotika, pestisida, insektisida, hormon pertumbuhan dst) dan produk olahan, tubuh akan dapat membuang segala macam sampah yang tersisa di dalam tubuh kita dan membuang sel-sel lemak yang tidak kita inginkan yang terakumulasi dari waktu ke waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai majalah peternakan internasional, ternyata hewan ternak akan jauh lebih mudah bertambah berat badannya jika mereka diberikan makanan yang matang dan campuran produk hewani (seperti ikan dan juga sisa-sisa tulang ternak  yang  dihancurkan yang didapat dari pejagalan). Jika kita ingin mereka tetap langsing maka berikanlah lebih banyak makanan mentah kepada mereka. Begitu juga dengan kita, dengan melihat kenyataan itu, kita tahu bahwa makanan yang matang atau yang sudah diproses adalah sama sekali tidak benar. Cara yang paling benar untuk mengurangi berat badan adalah bukan dengan cara makan tanpa lemak, tanpa gula atau rendah kalori, tetapi dengan menghindari produk hewani dan lebih banyak makan makanan mentah. Banyaklah makan buah dan sayuran. Usahakan sebisa mungkin juga yang organik dan lokal. Perlu lokal, karena biasanya buah dan sayuran yang tersedia sangat terpengaruh oleh musim, dan mereka tersedia sesuai kebutuhan kita pada musim itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan makan makanan mentah, organik dan lokal,  serta tanpa produk hewani, dengan sendirinya, yaitu secara alami,  kita akan mencapai keseimbangan makanan yang kita perlukan tanpa kita risau dengan keperluan nutrisi atau mencari suplemen dari berbagai hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah resep sederhana : jika kita benar-benar ingin menurunkan berat badan, makanlah dua wortel organik lokal sebelum kita makan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-2579001534622373854?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/2579001534622373854/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=2579001534622373854' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/2579001534622373854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/2579001534622373854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/01/mengurangi-berat-badan-dengan-pola.html' title='Mengurangi Berat Badan dengan Pola Makan Mentah'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-7793671138080442901</id><published>2011-01-10T04:37:00.000+07:00</published><updated>2011-01-10T04:50:28.924+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Berjalan Cepat Memperpanjang Umur</title><content type='html'>Baru-baru ini Medical Research Council (MRC), lembaga penelitian&lt;br /&gt;kesehatan di Inggris, melakukan penelitian kecil-kecilan tentang&lt;br /&gt;berjalan cepat. Dalam penelitiannya MRC menyimpulkan orang yang&lt;br /&gt;berjalan cepat akan berumur panjang. MRC juga menyatakan, indikasi&lt;br /&gt;lain yang menetukan panjang umur adalah cengkraman kuat saat berjabat tangan.&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain jalan cepat dan kekuatan genggaman saat jabat tangan, hal-hal&lt;br /&gt;lain yang dianalisis adalah waktu bangun dari kursi, dan kemampuan&lt;br /&gt;untuk menyeimbangkan tubuh pada satu kaki. Studi yang dilakukan MRC&lt;br /&gt;ini merupakan yang pertama dan memberikan pandangan komprehensif&lt;br /&gt;tentang penelitian yang ada dengan cara mengumpulkan semua data yang&lt;br /&gt;relevan. Lebih lanjut lagi objek penelitian adalah orang yang berusia&lt;br /&gt;70 tahun atau lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rachel Cooper dari MRC menyatakan langkah-langkah yang dilakukan dalam&lt;br /&gt;penelitian berdasarkan populasi dan dilakukan dalam kurun waktu yang&lt;br /&gt;cukup lama. Dari hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi&lt;br /&gt;indikator kesehatan di masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus penelitan tentang jalan cepat ini MRC memeriksa 33 data dari&lt;br /&gt;puluhan ribu orang yang tinggal berbaur dengan masyarakat di Inggris.&lt;br /&gt;Meskipun objek penelitiannya orang tua namun bukanlah orang yang&lt;br /&gt;tinggal di panti jompo. Orang-orang tua yang diteliti umumnya memiliki&lt;br /&gt;kemampuan fisik dan mobilitas yang sangat tinggi. Serta mempunyai&lt;br /&gt;tingkat kemungkinan hidup lebih lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian juga menunjukkan mereka yang memiliki pegangan tangan&lt;br /&gt;paling lemah saat bersalaman punya kemungkinan lebih cepat meninggal.&lt;br /&gt;Tentunya hal tersebut dibandingkan dengan orang yang cengkeraman jabat&lt;br /&gt;tangannya lebih kuat. Sementara hal mengejutkan lainnya, mereka yang&lt;br /&gt;kecepatan berjalannya lambat hampir tiga kali berisiko meninggal&lt;br /&gt;dibandingkan dengan mereka yang jalannya cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya fakta mengenai jalan cepat ini sebenarnya sudah ada sejak&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW masih hidup. Menurut cerita yang diriwayatkan Istri&lt;br /&gt;Nabi Aisyah dan Ali Bin Abu Thalib, apabila berjalan Rasulullah cenderung cepat.&lt;br /&gt;Sampai-sampai beliau tidak menjejakkan kedua telapak kakinya di tanah. Beliau juga&lt;br /&gt;melangkah dengan cepat dan punya tujuan pasti. Lalu apabila menoleh,&lt;br /&gt;beliau menolehkan wajah dan badannya secara bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Hadits riwayat Bukhari diriwayatkan bila berjalan Rasulullah&lt;br /&gt;sangat gesit dan tubuhnya condong sedikit ke depan. Bisa dikatakan&lt;br /&gt;nabi berjalan setengah berlari. Jalan cepat ini sudah dilakukan&lt;br /&gt;Rasulullah sejak berusia remaja, maka janganlah heran jika beliau&lt;br /&gt;bisa bertahan sampai usia 63 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apakah kita sudah berjalan cepat? Apabila belum ada baiknya&lt;br /&gt;dilakukan karena bisa membakar kalori juga&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-7793671138080442901?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/7793671138080442901/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=7793671138080442901' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/7793671138080442901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/7793671138080442901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/01/berjalan-cepat-memperpanjang-umur.html' title='Berjalan Cepat Memperpanjang Umur'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-5017796141217221593</id><published>2011-01-10T04:34:00.000+07:00</published><updated>2011-01-10T04:35:34.011+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Perempuan Perkasa di Era Global</title><content type='html'>Perempuan Perkasa di Era Global&lt;br /&gt;Oleh : Mona Safitri&lt;br /&gt;Desa Pango Raya Ulee Kareng, Banda Aceh&lt;br /&gt;Globalisasi adalah suatu proses di mana antarindividu, antarkelompok, dan&lt;br /&gt;antarnegara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan mempengaruhi satu&lt;br /&gt;sama lain yang melintasi batas negara ( Wikipedia). Globalisasi adalah&lt;br /&gt;sebuah hasil dari kemajuan teknologi yang merubah perdaban manusia.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt; Maka reaglobalisasi lebih cendrung dikonotasikan dengan sebutan modern. Di era&lt;br /&gt;globalisasi yang serba modern dan canggih saat ini, perubahan model dan&lt;br /&gt;gaya hidup serta pola pikirpun mengalami perubahan yang lebih maju. Maka,&lt;br /&gt;era ini juga disebut sebagai era modern. Artinya, tatanan kehidupan&lt;br /&gt;masyarakatnya pun serba modern dan serba canggih. Kebutuhan hidup semakin&lt;br /&gt;mahal dan tinggi. Semuanya akan berpengaruh pada pola gaya hidup, pola&lt;br /&gt;relasi dan lain=lain. Sebagai contoh tentang pola hubungan antara laki-laki&lt;br /&gt;dan perempuan saat ini. Berkat perjuangan para perempuan yang memperjuang&lt;br /&gt;emansipasi, kesetaraan dan keadilan gender, kini pola relasi antara&lt;br /&gt;laki-laki dan perempuan mulai berubah. Kini mulai berkurang perbedaan&lt;br /&gt;peran yang membedakan peran laki-laki dan perempuan di ruang publik. Gerak&lt;br /&gt;langkah perempuan menjadi semakin dinamis. Sangat berbeda dengan pada masa&lt;br /&gt;lalu. Jika dulu perempuan hanya diam di rumah melakukan pekerjaannya seperti&lt;br /&gt;memasak, mencuci dan membersihkan rumah,mengurus rumah tangga (domestik)&lt;br /&gt;saja, kini mulai mengalami perubahan pesat. Sektor publik bukan seratus&lt;br /&gt;persen miliknya laki-laki lagi. Karena selama ini sektor publik menjadi&lt;br /&gt;dominasi laki-laki yang dilatarbelakangi oleh persepsi bahwa posisi sebagai&lt;br /&gt;pencari nafkah dalam memimpin keluarga, maka laki-laki bebas dari berbagai&lt;br /&gt;macam pembatasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah penggalan tulisan seorang ibu di majalah POTRET edisi 40. Insya&lt;br /&gt;Allah tanggal 11 januari 2011, POTRET merayakan Sewindu majalah POTRET&lt;br /&gt;membangun budaya menulis di kalangan perempuan Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekan-rekan yang ingin mengucapkan selamat, silakan dikirim ke&lt;br /&gt;potret.ccde@gmail.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabrani Yunis   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-5017796141217221593?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/5017796141217221593/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=5017796141217221593' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/5017796141217221593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/5017796141217221593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/01/perempuan-perkasa-di-era-global.html' title='Perempuan Perkasa di Era Global'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-1725308062899892454</id><published>2011-01-10T04:33:00.000+07:00</published><updated>2011-01-10T04:34:39.633+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Luar biasa</title><content type='html'>Alkisah, beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Surabaya sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Di sampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur. Si pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan. ”Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta?”, tanya si pemuda. “Oh… saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke Singapore nengokin anak saya yang ke-2”, jawab ibu itu. ”Wow, hebat sekali putra ibu”, pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;Pemuda itu merenung. Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahunya, pemuda itu melanjutkan pertanyaannya.”Kalau saya tidak salah, anak yang di Singapore tadi, putra yang ke-2 ya bu? Bagaimana dengan kakak adik-adiknya?” ”Oh ya tentu”, si Ibu bercerita:”Anak saya yang ke-3 seorang dokter di Malang, yang ke-4 kerja di perkebunan di Lampung, yang ke-5 menjadi arsitek di Jakarta, yang ke-6 menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, yang ke-7 menjadi Dosen di Semarang.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak-anaknya dengan sangat baik, dari anak ke-2 sampai ke-7. ”Terus bagaimana dengan anak pertama ibu?” Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab, ”Anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja, nak”. Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pemuda itu segera menyahut, “Maaf ya Bu……kalau ibu agak kecewa ya dengan anak pertama ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedangkan dia cuma menjadi petani.“ Dengan tersenyum ibu itu menjawab, ”Ooo, tidak, tidak begitu nak…justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani”&lt;br /&gt;#Pelajaran Hari Ini: Semua orang di dunia ini penting. Buka mata, pikiran kita,  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-1725308062899892454?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/1725308062899892454/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=1725308062899892454' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/1725308062899892454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/1725308062899892454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/01/luar-biasa.html' title='Luar biasa'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-3475076850903407516</id><published>2011-01-02T14:56:00.001+07:00</published><updated>2011-01-02T14:57:27.972+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Pendidikan di Victoria Utamakan Pelajar</title><content type='html'>Tidak ada salahnya, bahkan mungkin banyak manfaatnya, kita melihat dan&lt;br /&gt;mengamati cara orang lain mengatur sistem pendidikan mereka, termasuk&lt;br /&gt;pendidikan di Victoria, Australia. Sampai saat ini yang menangani pendidikan&lt;br /&gt;menengah di Australia adalah tiap negara bagian (states) dan teritorium&lt;br /&gt;(territories). Itu berarti kurikulum yang dipakai di sekolah-sekolah di&lt;br /&gt;Australia adalah kurikulum lokal dan bukan kurikulum nasional. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;Untuk negara berpenduduk 22 juta dengan teknologi informasi yang maju dan mobilitas yang&lt;br /&gt;tinggi di kalangan pelajar, mahasiswa, dan pencari kerja, makin lama makin&lt;br /&gt;dirasakan, khususnya oleh pemerintah Australia, perlunya kurikulum nasional.&lt;br /&gt;Pada 2008 para menteri pendidikan dari semua states dan territories&lt;br /&gt;menandatangani Melbourne Declaration on Educational Goals for Young&lt;br /&gt;Australians yang mengawali persiapan ke arah kurikulum nasional. Badan yang&lt;br /&gt;menangani pengembangan kurikulum nasional ini adalah ACARA (Australian&lt;br /&gt;Curriculum, Assessment and Reporting Authority). ACARA bertanggung jawab&lt;br /&gt;untuk pengembangan kurikulum sejak TK sampai dengan kelas 12. Memang tidak&lt;br /&gt;semua pihak setuju dengan perubahan menuju kurikulum nasional itu, tetapi&lt;br /&gt;langkah ke arah itu sudah mulai dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak 2008 itu ACARA mulai mengembangkan kurikulum baru dengan melibatkan&lt;br /&gt;banyak pihak, seperti para guru dan kepala sekolah, pihak pemerintah,&lt;br /&gt;lembaga pendidikan states dan territories, asosiasi pendidikan profesional,&lt;br /&gt;bisnis dan industri, kelompok-kelompok masyarakat, dan publik yang lebih&lt;br /&gt;luas. Diharapkan, kurikulum nasional itu sudah bisa diterapkan untuk TK&lt;br /&gt;sampai dengan kelas 10 pada 2013 dan beberapa tahun kemudian sesudah itu&lt;br /&gt;untuk kelas 11 dan 12.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana dengan ujian akhir untuk mendapatkan ijazah? Kurikulum&lt;br /&gt;nasional tidak otomatis berarti ujian nasional. Tidak tertutup kemungkinan&lt;br /&gt;bahwa dengan kurikulum nasional ini tiap negara bagian dan teritorium diberi&lt;br /&gt;kewenangan untuk membuat ujian sendiri. Semua pengembangan kurikulum&lt;br /&gt;nasional itu masih sedang diolah dan bagaimana hasilnya akan kita lihat&lt;br /&gt;nanti. Tetapi yang pasti, paling kurang sampai lima tahun ke depan ujian&lt;br /&gt;akhir sekolah menengah adalah wewenang negara bagian dan teritorium&lt;br /&gt;masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Kurikulum dan pengujian*&lt;br /&gt;Badan yang menangani pendidikan dasar dan menengah di Negara Bagian Victoria&lt;br /&gt;adalah Victorian Curriculum and Assessment Authority yang lebih dikenal&lt;br /&gt;dengan singkatannya VCAA. Badan itulah yang menetapkan garis-garis petunjuk&lt;br /&gt;mengenai apa yang dipelajari anak didik dari TK sampai kelas 12 di&lt;br /&gt;sekolah-sekolah Victoria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan menengah terdiri dari dua bagian, yaitu junior secondary dari&lt;br /&gt;kelas 7 sampai dengan 10 dan senior secondary, yaitu kelas 11 dan 12, yang&lt;br /&gt;juga disebut kelas Victorian certificate of education atau VCE karena VCE&lt;br /&gt;adalah satu-satunya ijazah nonkejuruan sekolah menengah di Victoria. Yang&lt;br /&gt;mengeluarkan ijazah ini adalah VCAA. Wajib sekolah hanya sampai di kelas 10.&lt;br /&gt;Meskipun kelas 11 (unit 1 dan 2) dan kelas 12 (unit 3 dan 4) adalah kelas&lt;br /&gt;VCE, yang diuji dan dinilai untuk mendapatkan ijazah adalah mata pelajaran&lt;br /&gt;dari unit 3 dan 4. Siswa kelas 11 yang berminat dan dinilai siap oleh&lt;br /&gt;sekolah dan gurunya diperbolehkan membuat satu atau dua mata pelajaran unit&lt;br /&gt;3 dan 4 dan hasil ujiannya akan ditabung dan dihitung gabung dengan mata&lt;br /&gt;pelajaran lain yang akan dikerjakannya di kelas 12.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VCAA menawarkan sekitar 140 mata pelajaran di kelas VCE, tetapi dari sekian&lt;br /&gt;banyak pilihan, pelajar cukup mengerjakan empat mata pelajaran saja yang&lt;br /&gt;akan diuji untuk mendapat ijazah. Satu-satunya mata pelajaran wajib adalah&lt;br /&gt;bahasa Inggris. Insentif bagi pelajar yang mengerjakan lebih dari empat mata&lt;br /&gt;pelajaran adalah hasil ujian mata pelajaran kelima dan keenam dihitung 10%&lt;br /&gt;masing-masingnya untuk ditambahkan pada hasil akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua jenis ujian unit 3 dan 4 VCE, yaitu ujian internal dan ujian&lt;br /&gt;eksternal, masing-masing bernilai 50%. Ujian internal diberikan guru mata&lt;br /&gt;pelajaran bersangkutan dan dinilai bersama dengan guru lain dari mata&lt;br /&gt;pelajaran yang sama. Ujian eksternal diberikan dan dinilai VCAA lewat sebuah&lt;br /&gt;panel yang terdiri dari para guru atau pengajar yang berpengalaman. Penulis&lt;br /&gt;ujian eksternal tidak boleh mengajar kelas 12 dalam tahun bersangkutan dan&lt;br /&gt;para guru pemeriksa ujian eksternal tidak boleh memeriksa pekerjaan pelajar&lt;br /&gt;mereka sendiri. Untuk menjaga jangan sampai ada sekolah yang terlalu lunak&lt;br /&gt;atau sebaliknya, terlalu keras dalam memberikan nilai ujian internal, nilai&lt;br /&gt;akhir pelajar dibakukan berdasarkan hasil ujian eksternal. Artinya nilai&lt;br /&gt;semua peserta ujian menjalani prosedur standar yang sama (standardised).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai akhir ujian VCE itu masih harus dibuat peringkatnya, yang berkisar&lt;br /&gt;antara 0 dan 99,95, oleh suatu badan perguruan tinggi yang dikenal dengan&lt;br /&gt;nama VTAC (The Victorian Tertiary Admission Centre) untuk keperluan&lt;br /&gt;penempatan tamatan VCE itu di perguruan tinggi. Alasan pemberian peringkat&lt;br /&gt;atau scaling system itu adalah ada mata pelajaran yang sulit untuk&lt;br /&gt;mendapatkan nilai tinggi dan sebaliknya. Sebagai akibatnya, ada nilai yang&lt;br /&gt;naik atau scaled up dan yang turun atau scaled down. Nilai yang sudah&lt;br /&gt;diperingkatkan itu disebut ATAR (The Australian Tertiary Admission Rank) dan&lt;br /&gt;berdasarkan nilai itu tamatan VCE masuk ke bidang studi tertentu di&lt;br /&gt;perguruan tinggi. Universitas bergengsi dengan fasilitas lengkap dan tenaga&lt;br /&gt;pengajar bereputasi internasional biasanya akan menetapkan ATAR score yang&lt;br /&gt;lebih tinggi daripada universitas kecil untuk bidang studi yang sama. Dengan&lt;br /&gt;sistem itu, tidak perlu lagi adanya ujian masuk ke perguruan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Kesimpulan*&lt;br /&gt;Dari apa yang telah diuraikan dapat kita simpulkan bahwa sistem pendidikan&lt;br /&gt;menengah di Victoria sangat berpihak kepada pelajar. Para pelajar hanya&lt;br /&gt;perlu membuat empat mata pelajaran untuk ujian akhir mereka dan dapat&lt;br /&gt;memilih mata pelajaran yang paling mereka minati dari sekitar 140 pilihan.&lt;br /&gt;Nilai akhir pelajar tidak hanya ditentukan ujian eksternal, tetapi juga oleh&lt;br /&gt;ujian internal. Sesudah menyelesaikan VCE, pelajar bisa langsung meneruskan&lt;br /&gt;belajar di perguruan tinggi tanpa harus membuat ujian masuk, atau juga bisa&lt;br /&gt;langsung masuk ke lapangan kerja sesuai dengan minat mereka. Yang juga&lt;br /&gt;ditekankan dalam sistem itu adalah transparency and fairness. Nilai ujian&lt;br /&gt;semua pelajar 'disesuaikan' berdasarkan standar yang sama. Pelajar berhak&lt;br /&gt;mengajukan appeal (banding) atas sesuatu yang dianggapnya tidak adil atau&lt;br /&gt;merugikan dirinya. Akhirnya, apa pun perubahan yang berhubungan dengan&lt;br /&gt;pengajaran dan kurikulum, kepentingan dan masa depan anak didiklah yang&lt;br /&gt;harus diutamakan.**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Oleh Rufin Kedang, Pengajar dan penulis kursus VCE bahasa Indonesia pada&lt;br /&gt;Victorian School of Languages, Melbourne; alumnus UGM dan Monash University*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-3475076850903407516?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/3475076850903407516/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=3475076850903407516' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/3475076850903407516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/3475076850903407516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2011/01/pendidikan-di-victoria-utamakan-pelajar.html' title='Pendidikan di Victoria Utamakan Pelajar'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-5595646324459650801</id><published>2010-12-28T10:11:00.001+07:00</published><updated>2010-12-28T10:12:47.700+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Guru Berbenahlah</title><content type='html'>DALAM sebuah seri diskusi bulanan yang diselenggarakan oleh Center for&lt;br /&gt;Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh di SD Negeri Neuheun,&lt;br /&gt;Aceh Besar, seorang guru peserta diskusi menyatakan kekesalannya terhadap&lt;br /&gt;kritik-kritik yang dialamatkan kepada guru. Perasaan kesal semakin memuncak,&lt;br /&gt;ketika pemandu diskusi mengatakan bahwa penyebab utama dari kehancuran dan&lt;br /&gt;kemerosotan kualitas pendidikan di negeri ini adalah karena guru.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan dan pernyataan guru di atas, adalah sebuah sikap reaktif terhadap&lt;br /&gt;banyaknya kritikan masyarakat terhadap dunia pendidikan yang berujung pada&lt;br /&gt;tindakan menyalahkan guru. Setiap kali tulisan yang mengulas tentang&lt;br /&gt;pendidikan dari berbagai perspektif itu akan tidak pernah lepas membahas&lt;br /&gt;soal guru. Guru kemudian menjadi penyebab terhadap rendahnya kualitas&lt;br /&gt;pendidikan di tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa kesal, rasa sakit hati, atau bahkan sikap menolak terhadap kritik yang&lt;br /&gt;disampaikan banyak masyarakat terhadap eksistensi guru dalam membangun&lt;br /&gt;pendidikan yang berkualitas, bisa kita fahami, karena faktor penyebab&lt;br /&gt;rendahnya kualitas pendidikan di negeri tercinta ini bukanlah bersumber dari&lt;br /&gt;faktor tunggal (single factor), tetapi banyak faktor lain yang ikut&lt;br /&gt;berperan. Pendidikan sebagai sebuah sistem, mengikuti mata rantai sistem&lt;br /&gt;pada semua level. Kita akui, walau sudah 65 tahun kita merdeka, sistem&lt;br /&gt;pendidikan kita masih belum ideal dan memiliki standard yang cukup baik,&lt;br /&gt;dibandingkan dengan sistem pendidikan di negara-negara yang sudah maju.&lt;br /&gt;Disorientasi dalam visi dan misi pendidikan yang kerap menjadi komoditas&lt;br /&gt;politik, dan politik pendidikan kita, serta buruknya wajah manajemen&lt;br /&gt;pendidikan di negeri ini adalah beberapa penyebab buruknya potret kualitas&lt;br /&gt;pendidikn di negeri ini. Jadi, karut-marut dunia pendidikan kita di&lt;br /&gt;Indonesia, sekali lagi memang benar, bukan disebabkan oleh satu faktor saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bagi guru yang selama ini dijadikan sebagai ujung tombak bagi&lt;br /&gt;pembangunan pendidikan, di lembaga pendidikan formal yang bernama sekolah&lt;br /&gt;itu, tidak selayaknya juga guru merasa kesal dan sakit hati ketika sederetan&lt;br /&gt;kritik dialamatkan kepada guru. Posisi guru sebagai juru kunci dalam dunia&lt;br /&gt;pendidikan memberikan harapan yang sangat besar kepada orang tua, agar&lt;br /&gt;anak-anak mereka bisa mendapatkan pendidikan seperti yang mereka harapkan&lt;br /&gt;agar sekolah yang dikemudikan oleh para guru, bisa mengantarkan anak-anak&lt;br /&gt;mereka menjadi sosok anak yang berilmu, berketerampilan, dan berakhlak&lt;br /&gt;mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini ketika arus globalisasi semakin deras memasuki ruang kehidupan kita,&lt;br /&gt;menyebabkan perubahan moralitas dan polakehidupan semakin global dan&lt;br /&gt;menghancurkan moralitas yang sudah dibangun. Ketika dunia semakin global dan&lt;br /&gt;budaya konsumtif semakin mengkristal, maka tantangan guru dalam mendidi di&lt;br /&gt;sekolah pun semakin pelik dan sulit. Guru dituntut untuk mampu&lt;br /&gt;mengantisipasi perubahan perilaku anak didik yang sangat pesat. Bisa jadi di&lt;br /&gt;satu sisi, anak semakin cepat perkembangannya dibandingkan dengan guru. Guru&lt;br /&gt;pun, ditutut harus mampu membangun masa depan anak yang sukses. Di samping&lt;br /&gt;itu, ada realitas bahwa banyak orang tua yang secara serta-merta menyerahkan&lt;br /&gt;bulat-bulat anak mereka kepada guru. Namun di pihak lain, tidak sedikit&lt;br /&gt;orang tua dari peserta didik tentu tidak pernah mau rugi dan disalahkan&lt;br /&gt;ketika mereka sudah mendelegasikan tugas dan fungsi mengajar, dan mendidik&lt;br /&gt;anak mereka kepada guru di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendek kata, di pundak guru ada beban tanggung jawab yang sangat besar dan&lt;br /&gt;berat. Maka selalu saja guru dituntut agar profesional dan berkualitas.&lt;br /&gt;Beban itu semakin berat dengan besarnya tantangan global yang menantang dan&lt;br /&gt;memberikan ancaman terhadap eksistensi guru. Kemajuan teknologi yang begitu&lt;br /&gt;pesat dan merubah gaya hidup peserta didik dan masyarakat kita, telah&lt;br /&gt;membuat para guru banyak yang kelimpungan. Banyak guru yang tidak mampu dan&lt;br /&gt;tertinggal dalam mengimbangi dan mengatasi dampak dari pemilikan alat-alat&lt;br /&gt;teknologi oleh peserta didiknya, karena accessibility faktor guru yang&lt;br /&gt;rendah terhadap produk teknologi ini. Kemudian, kecepatan peserta didik&lt;br /&gt;menguasai teknologi dibandingkan kebanyakan guru juga membuat perubahan&lt;br /&gt;moralitas yang semakin complicated, mengubah paradigma kehidupan dan pola&lt;br /&gt;hubungan antara peserta didik dengan guru. Kondisi ini membuat guru menjadi&lt;br /&gt;kurang berdaya untuk memberikan pelayanan maksimal terhadap peserta didik&lt;br /&gt;mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbenahlah&lt;br /&gt;Tidak ada kata lain bagi guru, selain harus berbenah menyiapkan diri&lt;br /&gt;menghadapi semua kemungkinan yang terjadi sejalan dengan semakin beratnya&lt;br /&gt;tantangan guru di masa kini dan masa depan. Para guru harus berani&lt;br /&gt;merefleksi, introspeksi serta melakukan koreksi terhadap segala kelemahan&lt;br /&gt;dan kekurangan guru selama ini dalam menjalankan tugas profesinya sebagai&lt;br /&gt;guru. Diakui atau tidak, persoalan kompetensi guru yang rendah adalah sebuah&lt;br /&gt;realitas yang terjadi saat ini dalam dunia pendidikan kita. Sangat banyak&lt;br /&gt;guru yang tidak layak mengajar. Persoalannya bukan saja pada syarat&lt;br /&gt;administratif, tetapi juga para persoalan kualitas kompetensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antaranews, tanggal 8 Maret 2010 mensinyalir, ekitar 1,3 juta atau 50 persen&lt;br /&gt;dari 2,7 juta guru di tanah air belum layak mengajar karena kurang memenuhi&lt;br /&gt;standard kualifikasi maupun sertifikasi yang telah ditentukan pemerintah.&lt;br /&gt;Memilukan bukan? Padahal, dalam banyak janji pemerintah setiap kali&lt;br /&gt;pergantian pucuk pimpinan di negeri ini selalu saja berikar untuk melakukan&lt;br /&gt;perbaikan dan peningkatan kualitas guru. Namun kenyataannya, kualitas guru&lt;br /&gt;masih jalan di tempat, bahkan semakin buruk. Betapa memalukan kalau hingga&lt;br /&gt;saat ini banyak yang menilai kompetensi guru, berupa pengetahuan,&lt;br /&gt;ketrampilan dan sikap profesionalnya tidak jauh berubah. Padahal, usaha&lt;br /&gt;pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru, dinilai oleh&lt;br /&gt;banyak orang sudah cukup signifikan membaik. Oleh sebab itu, selayaknya para&lt;br /&gt;guru juga bertanya pada diri sendiri. Mengapa ketika program sertifikasi,&lt;br /&gt;program penyetaraan dan juga berbagai penataran guru. Namun mengapa&lt;br /&gt;program-program itu tidak mampu mengatasi buruknya rupa guru dalam&lt;br /&gt;konstalasi kualitas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idealnya ketika program penyetaraan guru yang memberikan kesempatan kepada&lt;br /&gt;guru untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lewat tambahan belajar&lt;br /&gt;secara gratis itu bisa meningkatkan kualitas guru. Nyatanya hanya&lt;br /&gt;beramai-ramai berburu strata satu agar bisa naik pangkat dan naik gaji.&lt;br /&gt;Ketika pemerintah bermaksud meningkatkan kualitas guru lewat program&lt;br /&gt;sertifikasi, yang terjadi adalah para guru sibuk mencari dan mengumpulkan&lt;br /&gt;sertifikat, sementara pengetahuan dan ketrampilan mengajar tidak ikut&lt;br /&gt;meningkat? Celakanya, semua program itu menjadi program pembodohan dan&lt;br /&gt;pembohongan secara sistemik. Karena guru tetap tidak berubah dalam hal&lt;br /&gt;peningkatan kulaitas. Yang terjadi adalah dekadensi moral guru, karena&lt;br /&gt;menjadi pembohong demi kenaikan pangkat dan penghasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan demikian, karena banyaknya tindakan manipulasi kala mengurus&lt;br /&gt;kenaikan pangkat. Agar guru tidak menjadi pihak yang nanti menjadi&lt;br /&gt;destruktif dalam upaya perbaikan kualitas pendidikan, maka guru harus&lt;br /&gt;berbenah dan berubah, kembali ke khitah yang hakiki, bahwa kunci perbaikan&lt;br /&gt;kualitas pendikan yang utama ada pada diri guru. Maka, berbenahlah dan&lt;br /&gt;berkontemplasi serta berbuatlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tabrani Yunis adalah Guru dan Direktur Center for Community Development&lt;br /&gt;and Education (CCDE) Banda Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-5595646324459650801?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/5595646324459650801/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=5595646324459650801' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/5595646324459650801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/5595646324459650801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2010/12/guru-berbenahlah.html' title='Guru Berbenahlah'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-6859969879946946531</id><published>2010-12-28T10:09:00.001+07:00</published><updated>2010-12-28T10:10:23.301+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Awas! Ada Kepentingan Kapitalisme Dibalik RUUK DIY</title><content type='html'>YOGYAKARTA -- Budayawan Emha Ainun Nadjib mensinyalir adanya kepentingan kapitalisme nasional dan global dibalik polemik Rancangan Undang-undang keistimewaan (RUUK) Daerah Istimewa  Yogyakarta (DIY) antara pemerintah pusat dan masyarakat Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepentingan kapitalisme tersebut menurut Emha, terkait perebutan saham penambangan pasir besi di wilayah Kabupaten Kulonprogo DIY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau boleh teman-teman wartawan mencari sisi lain karena itu juga hanya output ketidakadilan global. Ada juga tema-tema kapitalisme di belakang itu. Ada urusannya sama pasir besi, perebutan saham dan seterusnya," terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakui Emha, polemik tentang  keistimewaan DIY itu semuanya bermuara pada saham industri pasir besi tersebut. "Semuanya urusan saham. Urusan pasir besi lah, yang omsetnya sangat besar, maka tidak dibiarkan Yogya ini  kaya sendiri harus ada yang tanda tangan saham dari Jakarta kan gitu dan seterusnya," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu Emha berharap selain keistimewaan,  masyarakat Yogyakarta juga bisa menunjukan keistimewaan tersebut berupa mengetahui  " hal-hal di balik layar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber&lt;br /&gt;REPUBLIKA.CO.ID&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-6859969879946946531?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/6859969879946946531/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=6859969879946946531' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/6859969879946946531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/6859969879946946531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2010/12/awas-ada-kepentingan-kapitalisme.html' title='Awas! Ada Kepentingan Kapitalisme Dibalik RUUK DIY'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-622001403259027246</id><published>2010-12-24T23:15:00.000+07:00</published><updated>2010-12-24T23:16:05.863+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Hardware Security Module</title><content type='html'>Pada umumnya pengamanan saat ini adalah penggunaan secret key yang disimpan dalam sistem file / Memori RAM dimana dalam kedua lokasi tersebut mudah diakses oleh semua administrator dan memancing hacker untuk membukannya. HSM dapat menjadi pilihan anda saat ini untuk meyimpan dan melindungi secret key cryptographic untuk misi yang menuntut keamanan maksimum.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HSM (Hardware Security Module) secara mudah untuk pengartiannya adalah sebuah lemari besi yang aman di dalam komputer dan minimal menyediakan fungsi cryptographic. Fungsi tersebut termasuk (tapi tidak hanya terbatas pada) enkripsi, dekripsi, mengenerasi kunci dan hashing. HSM ini adalah suatu physical device yang memiliki beberapa tingkat security (contoh: Physical tamper proof dan Physical temper resistance) dengan User Interface yang dapat diprogram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HSM dapat menampilkan sejumlah keamanan penting terkait dengan fungsi. HSM menyediakan akselerasi pengoperasian cyptographic seperti enkripsi, digital signature, hashing dan message authentication code. Message authentication code adalah algoritma yang secara matematis mengkombinasi sebuah kunci dengan hash untuk menyediakan sebuah "kode" yang dapat ditambahkan dengan memberikan potongan data untuk memastikan kode tersebut terintegrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi penting lainnya dari HSM adalah sebagai key management. Dengan berbagai tipe sistem yang menggunakan kunci cyptographic, hal ini sangat penting bahwa peralatan tersebut mengenerate, memback up dan menahan kunci tersebut sehingga berada dalam perlakuan yang aman. Untuk mengoptimalkan keamanan HSM sebaiknya menyimpan seluruh kunci didalamm physical device itu sendiri. Kunci back up sebaiknya menggunakan koneksi yang aman ke HSM lainnya atau untuk satu atau lebih smart card. Card reader sebaiknya melampirkan secara langsung ke HSM untuk mencegah data dari intercepted.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HSM mempunyai sejumlah kegunaan yang berbeda. Biasanya HSM diimplementasikan untuk kegunaan berikut :&lt;br /&gt;1. Key generator dan fasilitas penyimpanan yang aman untuk authority sertifikat.&lt;br /&gt;2. Perangkat untuk membantu dalam authentication dengan memverifikasi digital signature.&lt;br /&gt;3. Alat untuk mempercepat koneksi SSL.&lt;br /&gt;4. Perangkat untuk mengenkripsi data yang sensitif untuk di simpan didalam lokasi yang tidak aman secara keseluruhan seperti database.&lt;br /&gt;5. Perangkat untuk memverifikasi integritas data stored didalam sebuah database.&lt;br /&gt;6. Sebuah kunci generator yang aman untuk produksi smartcard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HSM digunakan oleh banyak industri seperti :&lt;br /&gt;* Rumah Sakit&lt;br /&gt;* Telekomunikasi&lt;br /&gt;* Pemerintahan&lt;br /&gt;* Banking&lt;br /&gt;* Dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standard FIPS adalah cara mudah untuk memverifikasi keamanan yang diberikan oleh HSM. HSM berbentuk PCI Card atau perangkat eksternal yang terhubung melalui USB / SCSI / R232 interface. Physical temper resistance ini ditetapkan sebagai tingkat validasi FIPS 140-2, dengan Level 1 sampai 4 yaitu :&lt;br /&gt;* Level 1 - Membebankan hanya sedikit requirement. Biasanya semua komponen harus di "production-grade"&lt;br /&gt;* Level 2 - Membebankan requirement Level 1 dan requirement tambahan untuk phsycal temper evidence dan role based authentication.&lt;br /&gt;* Level 3 - Membebankan requirement Level 2 dan requirement tambahan untuk phsycal temper resistance, Identity based authentication dan phsycal atau logical pemisah antar interface dengan "parameter critical security" masuk dan modulnya keluar&lt;br /&gt;* Level 4 - Membebankan requirement Level 3 dengan menambahkan physical security requirement lebih ketat sebagus kekuatan melawan hal yang berhubungan dengan penyerangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era informasi keamanan yang modern sebaiknya memilih tingkat keamanan minimal FISP 140 - 2 Level 3. Sedangkan untuk level yang lebih aman yaitu level 4, hanya ada beberapa vendor yang memilikinya seperti IBM atau AEP. Simak website berikut http://securemetrictech.indonetwork.co.id/2238150/aep-keyper-hardware-security-module-hsm.htm   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-622001403259027246?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/622001403259027246/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=622001403259027246' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/622001403259027246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/622001403259027246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2010/12/hardware-security-module.html' title='Hardware Security Module'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-6693001095149626536</id><published>2010-12-24T23:12:00.001+07:00</published><updated>2010-12-24T23:12:45.650+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Pernyataan HMI : Soeharto Tak Layak Jadi Pahlawan</title><content type='html'>Tulisan ini juga disajikan dalam website http://umarsaid.free.fr&lt;br /&gt;yang sampai sekarang sudah dikunjungi lebih dari 661 260 kali&lt;br /&gt;===========================&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;Pernyataan HMI : Soeharto Tak Layak Jadi Pahlawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Ketua Umum PB HMI mengenai penolakan pemberian gelar pahlawan&lt;br /&gt;nasional kepada Suharto menunjukkan bahwa gelombang penolakan terhadap usul&lt;br /&gt;atau rencana yang berasal dari fikiran sinting atau jiwa yang tidak waras&lt;br /&gt;ini makin meluas di dalam masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan ini makin kelihatan lebih penting lagi dengan adanya pernyataan&lt;br /&gt;Ketua Umum HMI yang sangat tajam dan keras tentang kesalahan dan kebusukan&lt;br /&gt;Suharto seperti yang disajikan di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyataan yang begitu tegas, jelas, dan keras terhadap berbagai ragam&lt;br /&gt;kejahatan dan kesalahan yang dilakukan Suharto yang dimanifestasikan oleh&lt;br /&gt;Ketua Umum ini bisa mempunyai dampak yang penting bagi berbagai kalangan&lt;br /&gt;Islam di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat HMI (yang diwakili oleh Ahmad Chozin Amirullah) tentang pelanggaran&lt;br /&gt;berat HAM dan korupsi besar-besaran oleh Suharto ini akan membuka mata&lt;br /&gt;banyak kalangan Islam yang masih tetap terus dibutakan oleh sisa-sisa&lt;br /&gt;pendukung Orde Baru, sehingga masih saja menganggap Suharto adalah « orang&lt;br /&gt;baik » dan, karenanya, pantas diberi gelar pahlawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap HMI tentang kejahatan Suharto dan dosa-dosa Orde Baru adalah sejalan&lt;br /&gt;atau searah dengan sikap sebagian kalangan muda di NU dan Muhammadiyah, yang&lt;br /&gt;berlainan (bahkan juga berlawanan) dengan sikap keliru kalangan&lt;br /&gt;fundamentalis yang masih tetap menyokong politik Suharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap yang anti Suharto beserta Orde Barunya adalah sikap yang bisa&lt;br /&gt;menaikkan martabat atau citra golongan Islam pada umumnya. Sebaliknya,&lt;br /&gt;kalangan Islam yang masih menganggap Suharto pantas dijadikan pahlawan hanya&lt;br /&gt;akan mengotori citra Islam, dan berada di jalan yang sesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paris, 19 Oktober 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.. Umar Said&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;= = = =&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab HMI Pecah, Soeharto Tak Layak Jadi Pahlawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat Merdeka, 18 Oktober 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RMOL. Gelombang penolakan pemberian gelar pahlawan kepada mantan Presiden&lt;br /&gt;Soeharto terus bergulir. Kini giliran Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa&lt;br /&gt;Islam yang menilai mantan penguasa orde baru itu tidak layak untuk&lt;br /&gt;mendapatkan gelar kehormatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum PB HMI Ahmad Chozin menjelaskan, HMI menolak pemberian gelar&lt;br /&gt;pahlawan kepada Soeharto karena telah menjerumuskan bangsa Indonesia kepada&lt;br /&gt;keterpurukan yang tiada tara. Mulai dari penindasan terhadap hak-hak&lt;br /&gt;kemanusiaan, uutang luar negeri yang tak terbayarkan, korupsi akut yang tak&lt;br /&gt;tersembuhkan, serta kebodohan multidimensional sehingga bangsa ini bermental&lt;br /&gt;inferior.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia membeberkan rezim Soeharto telah melakukan pengkhianatan terhadap&lt;br /&gt;nilai-nilai demokrasi dengan melalui kejahatan HAM berat atau kejahatan&lt;br /&gt;terhadap kemanusiaan, yang semestinya tidak bisa dihapuskan di luar&lt;br /&gt;pengadilan, ataupun karena kadaluwarsa. Sebut saja, pembunuhan massal 1965,&lt;br /&gt;penembakan misterius, kerusuhan 13-14 Mei, Daerah Operasi Militer (DOM)&lt;br /&gt;Aceh, Talang Sari, Tanjung Priok, Kasus 27 Juli, Trisakti 12 Mei 1998,&lt;br /&gt;Papua, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sampai di situ, berdasarkan laporan Kantor PBB urusan Obat-obatan dan&lt;br /&gt;Kriminal (UN Office on Drugs and Crime/ UNODC) bersama Bank Dunia, Soeharto&lt;br /&gt;juga masuk dalam list pertama daftar koruptor terbesar dunia. Dalam daftar&lt;br /&gt;itu disebutkan, Soeharto (Indonesia) korupsi sebesar US$15-35 miliar,&lt;br /&gt;Ferdinand E. Marcos (Filipina) US$5-10 miliar, dan Mobutu Sese Seko (Kongo)&lt;br /&gt;US$5 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami justru mempertanyakan, kenapa "mereka" begitu ngotot untuk mengusulkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pemberian gelar Suharto sesegera mungkin? Ini patut dicurigai, ada maksud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada dibalik itu?" katanya mempertanyakan melalui keterangan pers yang&lt;br /&gt;diterima Rakyat Merdeka Online (Senin, 18/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus bagi HMI, Chozin menambahkan, kebijakan Soeharto mengakibatkan HMI&lt;br /&gt;terpecah menjadi dua. Yaitu, HMI Dipo dan HMI-MPO. Otoritarianisme Soeharto&lt;br /&gt;yang memaksakan penerapan Asas Tunggal Pancasila pada tahun 1985 telah&lt;br /&gt;menjadikan barisan jama'ah HMI tercerai-berai dan akhirnya terpecah menjadi&lt;br /&gt;dua, yang sampai saat ini susah untuk dipersatukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kepada SBY yang punya wewenang akhir memutuskan pemberian gelar tersebut,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan ini saya menghimbau agar menolak usulan pemberian gelar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika SBY meluluskan usulan tersebut dan akhirnya memberikan gelar pahlawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepada Suharto, maka sudah cukup bukti bagi kami bahwa rezim SBY tak lebih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari sekedar reinkarnasi rezim Orde," tegasnya. [zul]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantaskah Soeharto Menjadi Pahlawan Nasional?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat Merdeka, 18 Oktober 2010 ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RMOL. Direktorat Kepahlawanan, Keperintisan dan Kesetiakawanan di&lt;br /&gt;Kementerian Sosial telah menetapkan sepuluh calon penerima gelar Pahlawan&lt;br /&gt;Nasional. Kesepuluh nama itu akan diserahkan ke Dewan Gelar, Tanda&lt;br /&gt;Kehormatan dan Tanda Jasa sebelum akhirnya diserahkan ke Presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sekretaris Kabinet Dipo Alam, belum tentu Dewan Gelar, Tanda&lt;br /&gt;Kehormatan dan Tanda Jasa yang dipimpin Menko Polkam akan meloloskan&lt;br /&gt;kesepuluh nama itu, dan memberikannya kepada Presiden SBY. Serta, belum&lt;br /&gt;tentu juga Presiden SBY akan menyetujui semua nama yang diserahkan Dewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dus artinya, kata akhir siapa yang pantas mendapat gelar Pahlawan Nasional&lt;br /&gt;ada di tangan Presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepuluh calon penerima gelar Pahlawan Nasional tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin dari Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Habib Sayid Al Jufrie dari Sulawesi Tengah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mantan Presiden Soeharto dari Jawa Tengah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mantan Presiden Abdurrahman Wahid dari Jawa Timur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Hj Andi Depu Maraddia Balanipa dari Sulawesi Barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mantan Waperdam II Johanes Leimena dari Maluku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Yohannes Abraham Dimara dari Papua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Andi Makassau dari Sulawesi Selatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Pakubuwono X dari Jawa Tengah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. KH Ahmad Sanusi dari Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kesepuluh calon penerima gelar Pahlawan Nasional tersebut rasa-rasanya&lt;br /&gt;hanya mantan Presiden Soeharto yang ditentang banyak orang. Pemberian gelar&lt;br /&gt;Pahlawan Nasional untuk Soeharto menjadi kontroversial karena ia dinilai&lt;br /&gt;bertanggung jawab pada sejumlah kejahatan HAM dan kejahatan ekonomi selama&lt;br /&gt;berkuasa. Kalau tidak, mana mungkin ia diterjang gelombang demonstrasi dan&lt;br /&gt;akhirnya harus mengundurkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soeharto dianggap sebagai pihak yang paling bertanggung jawab di balik&lt;br /&gt;peristiwa pembantaian massal yang terjadi terhadap simpatisan Partai Komunis&lt;br /&gt;Indonesia (PKI) dan orang-orang yang dituduh memiliki hubungan dengan partai&lt;br /&gt;itu antara 1965 hingga 1966. Tidak ada angka resmi mengenai berapa jumlah&lt;br /&gt;korban tewas dalam pembantaian massal tersebut. Angka yang biasa disebutkan&lt;br /&gt;ada di kisaran 500 ribu sampai 1,5 juta jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, dalam artikel yang ditulis Ben Anderson sebulan setelah Soeharto&lt;br /&gt;meninggal dunia, Exit Soeharto: Obituary for a Mediocre Tyrant (2008),&lt;br /&gt;disebutkan bahwa mantan komandan RPKAD Sarwo Edhie sebelum meninggal dunia&lt;br /&gt;mengatakan bahwa yang tewas adalah tiga juta orang. RPKAD adalah sayap&lt;br /&gt;militer yang digunakan Soeharto untuk menggulung PKI dan orang-orang yang&lt;br /&gt;dituduh memiliki hubungan dengan partai itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di bidang ekonomi, Soeharto dipersalahkan karena menggadaikan&lt;br /&gt;sumber daya alam Indonesia kepada perusahaan-perusahaan multinasional.&lt;br /&gt;Freeport di Papua adalah contoh paling klasik. Perusahaan ini menjadi&lt;br /&gt;perusahaan multinasional pertama yang beroperasi di Indonesia setelah&lt;br /&gt;Soeharto mengambil alih kekuasaan dari tangan Bung Karno. Hak yang diberikan&lt;br /&gt;kepada perusahaan ini sedemikian besar, sehingga ia dapat mengubah bukit&lt;br /&gt;menjadi danau, menciptakan kerusakan lingkungan, dan di saat bersamaan&lt;br /&gt;meninggalkan jejak kemiskinan yang merata di Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketergantungan ekonomi Soeharto pada dunia luar tidak hanya terbatas pada&lt;br /&gt;pemberian konsesi pertambangan kepada MNCs saja. Soeharto juga gemar&lt;br /&gt;menangguk utang luar negeri. Hebatnya lagi, selama masa Orde Baru, utang&lt;br /&gt;luar negeri dimasukkan ke dalam kolom penerimaan APBN; utang luar negeri&lt;br /&gt;diperlakukan sebagai pendapatan negara. Soeharto memang pantas disebut&lt;br /&gt;sebagai Bapak Pembangunan. Tetapi harus diingat, pembangunan a la Soeharto&lt;br /&gt;adalah pembangunan yang dibiayai utang luar negeri. Itu sebabnya di saat&lt;br /&gt;bersamaan juga terjadi ketimpangan yang ironisnya, setelah Soeharto tidak&lt;br /&gt;berkuasa, malah semakin besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soeharto juga dianggap bermasalah di bidang politik. Stabilitas politik&lt;br /&gt;adalah unsur pertama dalam trilogi pembangunan a la Soeharto. Stabilitas&lt;br /&gt;mensyaratkan ketiadaan kelompok oposisi dan kelompok-kelompok yang memiliki&lt;br /&gt;perbedaan pandangan dengan Soeharto dan kroninya. Jumlah partai politik&lt;br /&gt;dipangkas paksa; pemilihan umum digelar secara berkala lima tahun sekali di&lt;br /&gt;bawah tekanan militer; Pancasila dan UUD 1945 dijadikan alat tekan politik&lt;br /&gt;sehingga sampai kini dianggap identik dengan gagasan otoriter yang usang;&lt;br /&gt;Dewan Perwakilan Rakyat dan Majelis Permusyawaratan Rakyat menjadi&lt;br /&gt;badan-badan perkoncoan yang tugasnya hanya menyetempel dan menyetujui apapun&lt;br /&gt;yang diinginkan Cendana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang mengingatkan, bahwa Soeharto merupakan objek koreksi&lt;br /&gt;reformasi. Bukankah TAP MPR XI/1998 mengamanatkan agar kasus KKN yang&lt;br /&gt;melibatkan Soeharto dan kroninya diusut tuntas? Sampai kini upaya itu tidak&lt;br /&gt;pernah terealisasi. Soeharto tidak pernah didudukkan di kursi terdakwa. Ia&lt;br /&gt;menghembuskan nafas terakhir, akhir Januari 2008 tanpa sedikitpun tersentuh&lt;br /&gt;tangan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ben Anderson menyebut Soeharto sebagai "mediocre tyrant" atau tiran yang&lt;br /&gt;biasa-biasa saja. Kemunculannya diawali krisis politik dalam negeri. Baik&lt;br /&gt;dirinya maupun krisis politik dalam negeri itu dimanfaatkan pihak asing,&lt;br /&gt;dalam hal ini Amerika Serikat. Karier kekuasannya pun ditutup oleh babak&lt;br /&gt;turbulensi politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ada satu hal yang sepertinya Ben Anderson lupa. Dalam sejarah&lt;br /&gt;kontemporer, Soeharto adalah satu-satunya tirani yang survive setelah&lt;br /&gt;kekuasaannya digusur gelombang kemarahan rakyat dan kelompok elit yang&lt;br /&gt;memanfaatkan kemarahan rakyat itu. Hanya Soeharto yang setelah dilengserkan&lt;br /&gt;tidak harus melarikan diri dan meminta perlindungan dari pemerintahan negara&lt;br /&gt;manapun, dan tidak disentuh hukum sama sekali. Pengalaman di banyak negara&lt;br /&gt;memperlihatkan sebaliknya, tiran yang jatuh harus mengalami salah satu dari&lt;br /&gt;kedua hal itu, lari atau dihakimi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebegitu keras kontroversi yang mengiringi pencalonan Soeharto sebagai&lt;br /&gt;Pahlawan Nasional. Menurut pihak Istana, kontroversi itu adalah hal yang&lt;br /&gt;wajar. Sekretaris Kabinet Dipo Alam yang dihubungi kemarin mengatakan,&lt;br /&gt;sebagai manusia biasa tentulah Soeharto memiliki kelemahan dan kelebihan.&lt;br /&gt;Dia membandingkan Soeharto dengan Bung Karno dan Abdurrahman Wahid yang juga&lt;br /&gt;jatuh dihumbalang protes rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rachmawati Soekarnoputri, putri Bung Karno, berpendapat, agar tidak&lt;br /&gt;terbebani oleh sejarah, status hukum Soeharto harus diperjelas terlebih&lt;br /&gt;dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan diulang yang terjadi pada Bung Karno. Kita harus meng-clear-kan dulu&lt;br /&gt;status Pak Harto. Intinya direhabilitasi atau bagaimana," ujar mantan&lt;br /&gt;anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ini saat dihubungi Rakyat&lt;br /&gt;Merdeka Online, kemarin (Minggu, 17/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia curiga rencana pemberian gelar Pahlawan Nasional terhadap Soeharto hanya&lt;br /&gt;sekadar bagi-bagi status semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarawan Asvi Marwan Adam menawarkan jalan keluar yang elegan. Masyarakat,&lt;br /&gt;menurutnya, juga harus dilibatkan dalam pemberian gelar Pahlawan Nasional,&lt;br /&gt;terlebih untuk tokoh kontroversial yang kerap dikaitkan dengan kasus-kasus&lt;br /&gt;pelanggaran HAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Soeharto, sebutnya pekan lalu, bila masyarakat tidak memberikan&lt;br /&gt;penolakan, maka Presiden SBY akan menyematkan gelar itu kepada Soeharto. Dan&lt;br /&gt;kalau sudah disematkan, tidak bisa lagi ditolak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akan sangat tragis bila di antara para pahlawan kita nantinya terdapat&lt;br /&gt;pelaku pelanggaran HAM," kata Asvi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sidang pembaca. Mengikuti saran Asvi Marwan Adam, Rakyat Merdeka&lt;br /&gt;Online membuka kesempatan seluas-luasnya kepada pembaca untuk memberikan&lt;br /&gt;pendapat, apakah setuju atau tidak setuju dengan gelar Pahlawan Nasional&lt;br /&gt;untuk mantan Presiden RI Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik pilihan Anda sekarang juga. Lebih cepat, lebih baik. [guh]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komnas HAM: Sebaiknya Pemerintah Tak Berikan&lt;br /&gt;Gelar Pahlawan untuk Soeharto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat Merdeka, 18 Oktober 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RMOL. Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diharapkan bisa&lt;br /&gt;mempertimbangkan pemberian gelar pahlawan kepada mantan Presiden Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Ridha Saleh mengatakan,&lt;br /&gt;pemerintah sebaiknya tidak hanya melihat prestasi yang dilakukan Soeharto&lt;br /&gt;saja tapi juga harus melihat kejahatan-kejahatan masa lalu yang dilakukan&lt;br /&gt;rezim Suharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Hal itu menjadi sangat penting sebab gelar pahlawan menjadi kontroversial&lt;br /&gt;pada Soeharto,'' kata Ridha Saleh ketika dihubungi melalui sambungan telepon&lt;br /&gt;di Jakarta (Senin, 18/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan Komnas HAM juga akan memberikan fakta-fakta mengenai&lt;br /&gt;kejahatan HAM di masa lalu untuk dipertimbangkan oleh Dewan Gelar apakah&lt;br /&gt;mantan Presiden Soeharto layak atau tidak diberi gelar pahlawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu politisi Partai Golkar Poempida Hidayatullah mengatakan&lt;br /&gt;pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto oke-oke saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya masyarakat juga harus melihat Soeharto sebagai sosok yang&lt;br /&gt;berkontribusi bagi negara Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melanjutkan pemberian gelar itu bisa dalam kategori lain seperti pahlawan&lt;br /&gt;ekonomi atau pahlawan pembangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Kita lihat jasa-jasanya yang banyak karena tidak ada gading yang tak&lt;br /&gt;retak,'' tegasnya. [arp]  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-6693001095149626536?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/6693001095149626536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=6693001095149626536' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/6693001095149626536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/6693001095149626536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2010/12/pernyataan-hmi-soeharto-tak-layak-jadi.html' title='Pernyataan HMI : Soeharto Tak Layak Jadi Pahlawan'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-5166400086575611376</id><published>2010-12-24T23:09:00.001+07:00</published><updated>2010-12-24T23:09:47.789+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>ROKOK: Anak, Paling Banyak Jadi Korban</title><content type='html'>Kepulan asap rokok paling membebani anak-anak. Mereka terpaksa menjadi perokok pasif. Bahkan, sejak dilahirkan―ketika terdapat orang dewasa yang merokok di sekitar mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menguatkan besaran dampak asap rokok (second hand smoke) pada mereka yang tidak merokok lewat sebuah studi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi yang diterbitkan akhir November 2010 itu mengambil data dari 192 negara. Guna mendapat data komprehensif dari semua negara itu, para peneliti menggunakan data tahun 2004. Mereka menggunakan model matematika untuk memperkirakan kematian dan jumlah tahun yang hilang dari para perokok pasif (perbandingan evaluasi risiko). Hasilnya, paparan asap rokok mengakibatkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;603.000 kematian prematur pada 2004. Kematian itu disebabkan penyakit jantung, infeksi saluran pernapasan bawah, asma, dan kanker paru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak termasuk yang terbanyak terpapar asap rokok atau menjadi perokok pasif dibandingkan kelompok umur lainnya. Hasil studi itu menemukan 40 persen anak terpapar asap rokok. Selebihnya, 33 persen laki-laki dan 35 persen perempuan tidak merokok yang terpapar asap rokok. Anak-anak umumnya terpapar asap rokok di lingkungan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 166.000 anak di antaranya meninggal karena penyakit terkait asap rokok dan umumnya di negara miskin atau berpendapatan menengah. Sedangkan beban penyakit terbesar yang disandang perokok pasif anak di bawah usia lima tahun ialah infeksi saluran pernapasan bawah―jumlahnya 5.939.000 kasus dan asma pada anak-anak 651.000 kasus. Tak heran, karena anak masih amat rentan dan dalam proses pertumbuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para perokok pasif dewasa juga menanggung penyakit, terutama perempuan. Kematian akibat penyakit terkait asap rokok paling tinggi pada kelompok perempuan, 281.000 (47 persen) dibandingkan pada laki-laki, yakni 156.000 kasus (26 persen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang peneliti, yakni Dr Annete Prus-Ustun dari Departemen Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan WHO, menuliskan, paparan asap rokok umum terjadi di banyak negara. Namun, dampak dari paparan tersebut belum banyak diketahui. Dua pertiga kematian lantaran paparan asap rokok terjadi di kawasan Asia Selatan dan Afrika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 93 persen populasi dunia tinggal di wilayah yang masih belum menerapkan regulasi kawasan dilarang merokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sekitar 7,4 persen dari total penduduk dunia hidup dalam kawasan yang menerapkan larangan merokok, khususnya di area publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, regulasi itu dapat melindungi masyarakat umum dari bahaya asap rokok. Di tempat yang mengimplementasikan regulasi itu, paparan terhadap asap rokok di lokasi berisiko tinggi, seperti bar dan restoran, berkurang hingga 90 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum di ruang publik, paparan turun hingga 60 persen berkat regulasi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pruss-Ustun mendorong agar negara-negara dapat mengendalikan konsumsi tembakau lewat berbagai strategi demi melindungi kesehatan masyarakatnya.(www.thelancet.com/ www.who.int/INE)&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-5166400086575611376?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/5166400086575611376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=5166400086575611376' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/5166400086575611376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/5166400086575611376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2010/12/rokok-anak-paling-banyak-jadi-korban.html' title='ROKOK: Anak, Paling Banyak Jadi Korban'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-7049116646558081014</id><published>2010-12-24T23:07:00.000+07:00</published><updated>2010-12-24T23:08:03.502+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>KPK : PNS Doyan Korupsi</title><content type='html'>SURABAYA | SURYA Online - Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Indonesia tampaknya&lt;br /&gt;benar-benar doyan korupsi. Ini terlihat dari besarnya jumlah PNS yang&lt;br /&gt;melakukan tindak korupsi ketika mereka sudah menjadi pegawai dan aparat&lt;br /&gt;pelat merah. Data yang dibeber Penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)&lt;br /&gt;Abdullah Hehamahua menunjukkan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Menurut Abdullah, dari jumlah PNS di Indonesia sekitar 3,7 juta sampai 4&lt;br /&gt;juta orang, 60 persen diantaranya melakukan tindak pidana korupsi.&lt;br /&gt;Penyebabnya, gaji yang diterima tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup&lt;br /&gt;sehari-hari.&lt;br /&gt;“Gaji yang mestinya untuk kebutuhan satu bulan, hanya cukup untuk sepuluh&lt;br /&gt;hari saja. Makanya mereka (PNS) memilih jalan korupsi guna memenuhi&lt;br /&gt;kebutuhannya yang kurang itu,” ujar Abdullah kepada Surya, Kamis&lt;br /&gt;(9/12/2010), usai sidang Hari Anti Korupsi Sedunia, di Halaman Gedung Negara&lt;br /&gt;Grahadi Surabaya.&lt;br /&gt;Sementara, jika dilihat dari motivasi munculnya mentalitas korup PNS, 20&lt;br /&gt;persen akibat keserakahan (greedy) dan 20 persennya lagi akibat ada&lt;br /&gt;kesempatan.&lt;br /&gt;Faktor serakah, kata Abdullah terlihat, misalnya ketika si PNS sebenarnya&lt;br /&gt;sudah punya jabatan eselon, mobil dinas, motor dinas, rumah dinas, dan uang&lt;br /&gt;bensin. Tapi karena dia serakah, tetap saja masih melakukan tindak korupsi.&lt;br /&gt;Selain itu, korupsi juga dapat terjadi karena kesempatan (corruption by&lt;br /&gt;opportunity).&lt;br /&gt;Ini misalnya terjadi, di lembaga layanan publik yang memungkinan pertemuan&lt;br /&gt;antara petugas dengan masyarakat atau pelanggan.&lt;br /&gt;“Jadi selama ada niat, kesempatan, dan kemampuan, biasanya tindakan koruptif&lt;br /&gt;itu muncul,” tegas Abdullah.&lt;br /&gt;Untuk mencegahnya, sistem layanan elektronik yang memungkinkan pertemuan&lt;br /&gt;antara pegawai dengan pelanggan harus diterapkan. Misalnya, Satuan&lt;br /&gt;Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) dan pengadaan SIM keliling. Selain&lt;br /&gt;itu, pembenahan sistem rekrutmen PNS juga harus benar-benar dilakukan,&lt;br /&gt;dengan cara tidak mentolelir calon PNS yang tidak memenuhi kriteria&lt;br /&gt;penilaian.&lt;br /&gt;Abdullah memberi contoh, jika standar nilai yang ditetapkan untuk syarat&lt;br /&gt;CPNS yang diterima adalah A, maka yang diterima harus pendaftar yang&lt;br /&gt;mendapat nilai A.&lt;br /&gt;Dengan aturan itu, jika kuota CPNS di lingkungan Pemprov Jatim tahun 2010&lt;br /&gt;ini sebanyak 395. Kalau dari ribuan pendaftar, setelah mengikuti tes atau&lt;br /&gt;ujian ternyata hanya 200 orang saja yang mendapat nilai A – baik A1, A2,&lt;br /&gt;maupun A3, maka 200 orang itulah yang harus diterima.&lt;br /&gt;“Jadi yang tidak mendapat nilai A harus dicoret, karena standar penilaiannya&lt;br /&gt;sudah jelas. Model ini seperti yang diterapkan di KPK,” kata Abdullah&lt;br /&gt;menjelaskan.&lt;br /&gt;Sementara, Gubernur Jawa Timur Soekarwo menegaskan, pihaknya akan menjadikan&lt;br /&gt;good government dan clean government sebagai ujung tombak dalam&lt;br /&gt;pemberantasan korupsi di lingkungan Pemprov Jatim.&lt;br /&gt;Setiap pengelola keuangan, ujar pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini,&lt;br /&gt;wajib untuk menandatangani pakta integritas, karena itu merupakan bagian&lt;br /&gt;dari tanggung jawab untuk mengelola keuangan negara.&lt;br /&gt;“Selain itu, reformasi birokrasi dengan menggunakan sistem yang&lt;br /&gt;terkomputerisasi untuk berbagai layanan publik juga terus kita lakukan&lt;br /&gt;sebagai upaya mencegah tindak pidana korupsi. Dengan komputer, kemungkinan&lt;br /&gt;orang ketemu dapat dikurangi,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://www.surya.co.id/2010/12/09/kpk-pns-doyan-korupsi.html   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-7049116646558081014?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/7049116646558081014/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=7049116646558081014' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/7049116646558081014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/7049116646558081014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2010/12/kpk-pns-doyan-korupsi.html' title='KPK : PNS Doyan Korupsi'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-126651897394434774</id><published>2010-12-24T23:05:00.000+07:00</published><updated>2010-12-24T23:06:12.800+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>[Humor] Inspiratif</title><content type='html'>[dari milis sekolah-kehidupan]&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;KISAH SUAMI LELAH PULANG KERJA...&lt;br /&gt;Suatu hari sepasang suami(S) istri(I) bertengkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: "Aduh..pulang kantor ini saya capek sekali nih ....!" &lt;br /&gt;I: "Emangnya kamu aja yang capek ..! Aku di rumah juga capek...!"&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam hari menjelang tidur sang suami mohon kepada Tuhan. &lt;br /&gt;S: "Ya..Tuhan yg Maha Kuasa aku lelah/bosen nih... jadi suami kerja dikantor.. Aku mohon jadikanlah aku sbg istriku dan istriku ubahlah jadi aku (laki-laki). &lt;br /&gt;Tuhan: :)..tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya permohonan sang suami dikabulkan.. dia berubah jadi istrinya. Subuh dia bangun menyiapkan makanan utk suaminya (sang istri). Lalu menyetrika baju utk suami dan anaknya, kemudian memandikan anak-anak. Jam 6:30 memakaikan pakaian anaknya untuk sekolah. Setelah suami dan anaknya berangkat, dia mencuci baju hari itu, lalu menjemurnya, kemudian dia pergi kepasar utk belanja, tak terasa jam sudah pukul 11 siang dia harus menjemput anaknya. Jam 1 siang di beri makan anaknya dengan nasi bungkus yang dibeli. Selesai makan dia mengangkat pakaian yang di jemurnya lalu di menyetrika sampai jam 4 sore&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa.. dia belum masak untuk suaminya. Jam 4 dia mulai masak sambil nonton tv telenovela. Jam 5 dia mandikan anaknya. Jam 6 dia mandi. Jam 7 dia nonton TV sambil menunggu sang suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah suaminya pulang makan dan tidur lelap, istri (si suami) berdoa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: "Ya .. Tuhan yg Maha Pengampun... ampunilah aku.. "Aku tidak tau apa yg aku minta.. mohon kembalikan aku seperti sedia kala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan: :) tersenyum saja.."Baiklah akan saya kabulkan..tapi.. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: "Tapi apa...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan: "Tapi kamu harus nunggu 9 bulan lagi.. karena tadi malem kamu positif (hamil)"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S: "Oooh ooohh.....tobaaaaat..9 bulan lagiiii....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MORAL OF THE STORY: &lt;br /&gt;Jangan mengeluh dengan pekerjaan yg telah kita dapat dan jangan iri dengan pekerjaan orang lain...Selalu ada kekurangan dan kelebihan dari apa yang telah kita miliki, jangan mudah iri atas apa yang dimiliki orang lain...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barakallah Fiikum...  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-126651897394434774?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/126651897394434774/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=126651897394434774' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/126651897394434774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/126651897394434774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2010/12/humor-inspiratif.html' title='[Humor] Inspiratif'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-8383908409786349663</id><published>2010-12-24T23:03:00.000+07:00</published><updated>2010-12-24T23:04:01.746+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Benarkah bahwa Presiden SBY adalah musuh publik?</title><content type='html'>Benarkah bahwa Presiden SBY adalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;public enemy (musuh publik) ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hugo Chavez keluar dari Istananya untuk menampung korban banjir di dalamnya&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;Setelah mengikuti banyak berita-berita pers dan berbagai siaran televisi&lt;br /&gt;akhir-akhir ini, kita bisa bertanya-tanya apakah presiden SBY masih mendapat&lt;br /&gt;kepercayaan rakyat untuk menangani berbagai persoalan besar dan berat yang&lt;br /&gt;dihadapi bangsa dan negara dewasa ini. Sebab, terdengar makin banyak suara&lt;br /&gt;dari berbagai kalangan, yang mengindikasikan bahwa kepercayaan publik&lt;br /&gt;terhadap kepemimpinan presiden SBY sudah anjlog. Bukan itu saja,&lt;br /&gt;ketidakpercayaan terhadap SBY ini sudah meningkat menjadi kemarahan dari&lt;br /&gt;bermacam-macam kalang an di banyak tempat di seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, dalam salah satu tayangan di televisi Metro TV baru-baru ini ada&lt;br /&gt;orang yang mengatakan bahwa presiden SBY sekarang sudah menjadi public enemy&lt;br /&gt;(musuh publik). Mungkin saja, kata-kata public enemy bisa dianggap&lt;br /&gt;keterlaluan kasarnya atau kebablasan, tetapi ini mencerminkan kemarahan&lt;br /&gt;publik yang sudah makin memuncak terhadap SBY akhir-akhir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian dari ketidakpuasan banyak kalangan, bahkan kemarahan rakyat, telah&lt;br /&gt;dimanifestasikan oleh banyaknya aksi-aksi atau demo yang dilakukan oleh&lt;br /&gt;organisasi pemuda dan mahasiswa di banyak kota di Indonesia dalam rangka&lt;br /&gt;Hari Anti Korupsi Sedunia dan hari HAM sedunia. Dalam dua peringatan ini&lt;br /&gt;telah diangkat kembali masalah korupsi dan pelanggaran HAM yang masih tetap&lt;br /&gt;menjadi persoalan besar yang tidak bisa diselesaikan bangsa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korupsi sumber ketidakpercayaan kepada SBY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terutama masalah korupsi merupakan sumber besar ketidak-percayaan dan&lt;br /&gt;kemarahan rakyat terhadap presiden SBY. Kasus Bank Century yang menyangkut&lt;br /&gt;uang negara lebih dari RP 6 triliun yang tidak jelas juntrungnya, ditambah&lt;br /&gt;dengan kasus Gayus Tambunan yang menghebohkan seluruh negeri, menunjukkan&lt;br /&gt;bahwa presiden SBY tidak menunjukkan kepemimpinan yang diinginkan oleh&lt;br /&gt;rakyat banyak. Singkatnya, sangat sangat mengecewakan !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik dalam kasus Bank Century maupun kasus Gayus Tambunan dirasakan adanya&lt;br /&gt;hal-hal yang menimbulkan dugaan bahwa presiden SBY tidak mau, atau tidak&lt;br /&gt;berani, atau tidak bisa, bertindak tegas sebagai pemimpin negara dan pemimpn&lt;br /&gt;pemerintahan, dengan alasan « tidak mau memasuki ranah hukum », « tidak mau&lt;br /&gt;intervensi ».&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dalam kasus Bank Century ada kecurigaan-kecurigaan adanya hal-hal yang&lt;br /&gt;« tidak lurus « yang dilakukan oleh pendukung-pendukung Partai Demokrat&lt;br /&gt;yang dipimpin oleh SBY, maka dalam kasus Gayus Tambunan banyak orang&lt;br /&gt;mempertanyakan mengapa SBY berusaha supaya kasus Gayus ini ditangani oleh&lt;br /&gt;polri saja, yang sudah mengindikasikan bahwa Gayus akan dikenakan perkara&lt;br /&gt;gratifikasi saja, dan bukan perkara penyuapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelihatannya ada kalangan-kalangan yang menduga-duga bahwa keputusan SBY&lt;br /&gt;tentang penanganan masalah Gayus ini supaya dilakukan terutama oleh&lt;br /&gt;tangan-tangan polri, dan bukannya oleh KPK, adalah karena polri adalah&lt;br /&gt;langsung di bawah presiden SBY, seperti halnya kejaksaan agung. Dengan&lt;br /&gt;begitu presiden SBY bisa ikut « mengarahkan » penanganan kasus Gayus, dan&lt;br /&gt;dengan cara demikian SBY beserta pendukung-pendukungnya dapat menyelamatkan&lt;br /&gt;penunggak pajak raksasa yang jumlahnya sekitar 150 perusahaan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dalih bahwa Gayus hanya akan dikenakan perkara gratifikasi, maka&lt;br /&gt;meskipun ia sudah menerima uang suapan sebanyak sekitar Rp 100 miliar, ia&lt;br /&gt;akan dijatuhi hukuman yang ringan sekali, kalau tidak dibebaskan sama&lt;br /&gt;sekali. Yang paling aneh atau keterlaluan tidak masuk nalar yang waras&lt;br /&gt;adalah bahwa dengan dipakainya rumus « gratifikasi » maka&lt;br /&gt;perusahaan-perusahaan yang pernah menyuap Gayus (termasuk 3 perusahaan besar&lt;br /&gt;grup Aburizal Bakrie) akan bebas dari tuntutan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan, keragu-raguan, ketidak-beranian kepemimpinan SBY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan munculnya kasus Gayus Tambunan, maka tidak saja kelihatan masih&lt;br /&gt;merajalelanya korupsi yang berkelas kakap di Indonesia, melainkan juga tetap&lt;br /&gt;terus bobroknya atau busuknya aparat-aparat hukum negeri kita. Dalam sejarah&lt;br /&gt;Republik Indonesia, tidak ada kebobrokan atau kerusakan di kalangan&lt;br /&gt;kepolisian, kejaksaan dan kehakiman (pengadilan) seluas dan separah seperti&lt;br /&gt;yang terjadi di masa pemerintahan SBY sekarang ini. Hanya pemerintahan Orde&lt;br /&gt;Baru di bawah Suhartolah yang bisa mengalahkan atau menyamai kebobrokan&lt;br /&gt;pemerintahan SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang mengkaitkan kebusukan atau kebobrokan di kalangan pimpinan&lt;br /&gt;Polri dan Kejaksaan Agung (dan juga kehakiman atau pengadilan) dengan&lt;br /&gt;kelemahan, atau kelambatan, atau keragu-raguan, atau kehati-hatian, atau&lt;br /&gt;ketidak-beranian kepemimpinan SBY. Ada juga yang menghubungkan&lt;br /&gt;ketidak-tegasan SBY ini dengan kekuatirannya bahwa hal-hal yang termasuk «&lt;br /&gt;suram » yang berkaitan dengan kemenangannya sebagai capres dalam pemilu bisa&lt;br /&gt;dibongkar atau dikutik-kutik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping adanya kenyataan bahwa politik pemerintahan di bawah SBY memang&lt;br /&gt;menjalankan politik yang pro neo-liberal dan tidak menguntungkan rakyat, SBY&lt;br /&gt;juga diikat oleh koalisi yang terdiri dari partai-partai yang juga sama-sama&lt;br /&gt;reaksionernya. Karena itu, koalisi partai-partai reaksioner yang duduk&lt;br /&gt;dalam DPR ini menjadi ajang kongkalikong dalam berbagai bentuk dan cara, dan&lt;br /&gt;melakukan berbagai macam kejahatan berjemaah terhadap kepentingan rakyat.&lt;br /&gt;Sebagian dari partai-partai ini sudah menjadi pengkianat rakyat, dan&lt;br /&gt;karenanya -- pada hakekatnya ! -- juga sudah menjadi musuh rakyat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pandangan semacam itu, maka sebenarnya, atau pada intinya, bukan&lt;br /&gt;hanya SBY saja yang menjadi public enemy, melainkan juga partai-partai yang&lt;br /&gt;mendukungnya. Oleh karena itu, berbagai fenomena di negeri kita menunjukkan&lt;br /&gt;bahwa SBY sudah makin jauh dari rakyat. Terasa sekali bahwa tidak ada&lt;br /&gt;hubungan hati dan fikiran yang hangat dan erat antara presiden SBY dan&lt;br /&gt;rakyat banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang makin kelihatan bahwa berbagai kalangan di masyarakat tidak hanya&lt;br /&gt;kehilangan kepercayaan kepada aparat kepolisian, kejaksaan, dan kehakiman&lt;br /&gt;atau pengadilan, melainkan juga kepada pribadi presiden SBY.&lt;br /&gt;Ketidak-percayaan rakyat terhadap kepemimpinan SBY ini, yang sudah turun&lt;br /&gt;sejak lama, akhir-akhir ini bertambah parah dengan munculnya « blunder »&lt;br /&gt;(kesalahan besar) mengenai hiruk-pikuk kasus keistimewaan daerah Jogyakarta.&lt;br /&gt;Rakyat Jogyakarta sudah memasang spanduk besar-besaran yang bertuliskan SBY=&lt;br /&gt;Sumber Bencana Yogya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu hebatnya kemerosotan kepercayaan terhadap pemerintahan yang dipimpin&lt;br /&gt;SBY sehingga dalam aksi-aksi yang dilakukan baru-baru ini di berbagai kota&lt;br /&gt;dikibarkan bendera Merah Putih setengah tiang, sebagai tanda keprihatinan&lt;br /&gt;dan kemarahan. Puncak kemarahan ini terjadi pada tanggal 13 Desember ketika&lt;br /&gt;warga seluruh kota Jogya mengibarkan bendera setengah tiang, dan puluhan&lt;br /&gt;ribu penduduk secara beramai-ramai menyaksikan sidang terbuka DPRD Jogya&lt;br /&gt;yang membicarakan soal keistimewaan daerah ini. Peristiwa ini merupakan «&lt;br /&gt;pemberontakan damai » atau tantangan penduduk Jogya terhadap pemerintahan&lt;br /&gt;SBY, atau setidak-tidaknya merupakan pukulan yang serius terhadap muka&lt;br /&gt;presiden SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan fikiran atau opini publik terhadap kepemimpinan presiden SBY&lt;br /&gt;ini sangat gawat dan bahkan bisa menimbulkan berbagai gejolak masyarakat&lt;br /&gt;yang makin lama bisa makin membesar, karena SBY beserta partai-partai&lt;br /&gt;koalisinya tidak akan bisa mengadakan perubahan-perubahan besar guna&lt;br /&gt;memperbaiki situasi politik, ekonomi dan sosial yang makin ruwet nantinya.&lt;br /&gt;Terutama sekali pemerintahan SBY tidak akan mungkin dapat segera&lt;br /&gt;menyelesaikan masalah korupsi yang sudah merusak moral janjangan yang paling&lt;br /&gt;atas sampai paling bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang melihat dengan lebih terang ketokohan SBY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekecewaan dan kemarahan banyak kalangan terhadap SBY (dan&lt;br /&gt;pendukung-pendukungnya) mengindikasikan bahwa opini publik kita sudah bisa&lt;br /&gt;melihat lebih terang lagi kepada « ketokohan » SBY sebagai pemimpin rakyat&lt;br /&gt;dan negara. Walaupun SBY telah dipilih sebagai presiden secara langsung&lt;br /&gt;dengan perolehan suara sekitar 62% dalam pemilu yang lalu, namun sekarang&lt;br /&gt;ternyata bahwa banyak orang sudah tidak lagi menyukai tindakan-tindakan atau&lt;br /&gt;sikapnya, terutama tentang korupsi. Dewasa ini Indonesia merupakan negara&lt;br /&gt;yang ter-korup di daerah Asia-Pasifik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dalam pemilu yang lalu banyak sekali orang yang mengharapkan (atau&lt;br /&gt;mengira) bahwa SBY akan bisa merupakan presiden yang betul-betul bertindak&lt;br /&gt;sebagai pemimpin rakyat, maka mereka kemudian merasa sebagai tertipu&lt;br /&gt;mentah-mentah. Ada yang berpendapat bahwa SBY ternyata bukan tokoh yang bisa&lt;br /&gt;menjadi contoh sebagai pemimpin rakyat. Di bawah pemerintahannya situasi&lt;br /&gt;negara dan bangsa tambah ruwet, atau penuh gejolak. Perdebatan panas&lt;br /&gt;mengenai keistimewaan daerah Jogya hanyalah salah satu bagian saja dari&lt;br /&gt;banyaknya persoalan parah yang harus dihadapi SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan besar kepemimpinan SBY dengan Bung Karno&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai tindakannya, atau sikapnya, mengenai macam-macam soal yang&lt;br /&gt;berkaitan dengan negara dan bangsa, nampak sekali perbedaannya dengan&lt;br /&gt;kepemimpinan Bung Karno. Kalau kebesaran sosok dan keagungan ajaran-ajaran&lt;br /&gt;revolusioner Bung Karno sampai sekarang masih bersemayam di hati banyak&lt;br /&gt;sekali orang, --walaupun ia sudah wafat 40 tahun yang lalu, akibat siksaan&lt;br /&gt;Suharto selama dalam tahanan – maka kelihatannya nama SBY tidak mendapat&lt;br /&gt;tempat yang terhormat dalam hati rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah pengkhianatan besar-besaran oleh Suharto terhadap pemimpin rakyat&lt;br /&gt;dan bangsa, Bung Karno, maka negara kita belum mempunyai lagi pemimpin&lt;br /&gt;lainnya yang bisa dikategorikan sebagai pemimpin rakyat yang sebenarnya,&lt;br /&gt;yang seagung dan seluhur Bung Karno. Kita bisa melihat bahwa semua (atau&lt;br /&gt;sebagian terbesar sekali) tokoh Indonesia yang pernah mengaku dirinya&lt;br /&gt;sebagai pemimpin rakyat adalah sebenarnya tidak pantas dinamakan pemimpin&lt;br /&gt;rakyat. Karena mereka tidak memiliki sifat yang bisa dijadikan contoh, atau&lt;br /&gt;tindakan-tindakannya tidak bisa menimbulkan hormat bagi banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh dari Venezuela : presiden Hugo Chavez&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan ini, kiranya bisa diambil contoh dari presiden Venezuela, Hugo&lt;br /&gt;Chavez, seorang mantan perwira militer yang berpandangan revolusioner&lt;br /&gt;kerakyatan, yang terpilih secara demokratis sebagai presiden. Sejak terpilih&lt;br /&gt;menjadi presiden Venezuela, ia telah melakukan perubahan-perubahan&lt;br /&gt;besar-besaran di bidang politik, ekonomi, sosial, kebudayaan, militer, dan&lt;br /&gt;hubungan luar negeri, yang pada pokoknya selalu mementingkan rakyat dan&lt;br /&gt;anti-imperialisme (terutama AS). Karena kedekatannya dengan rakyat, maka&lt;br /&gt;rakyat Venezuela selalu menyokongnya dalam melawan musuh-musuh dalam negeri&lt;br /&gt;maupun luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut TEMPO Interaktif, (11 Des O3), Presiden Venezuela Hugo Chavez&lt;br /&gt;berencana untuk memerintah (berkantor) sementara dari sebuah tenda pemberian&lt;br /&gt;pemimpin Libya Muammar Gaddafi setelah mengundang para keluarga yang&lt;br /&gt;kehilangan tempat tinggal akibat hujan deras untuk tinggal di istananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan terburuk dalam satu dekade ini telah menimbulkan malapetaka di negara&lt;br /&gt;eksportir minyak utama Amerika Selatan itu dengan menewaskan lebih dari 30&lt;br /&gt;orang dan menyebabkan kehilangan tempat tinggal lebih dari 100 ribu orang di&lt;br /&gt;desa-desa pesisir dan daerah kumuh kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Istana kepresidenan pindah berkantor ke tenda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapkan hadiah Gaddafi. Anda dapat memasangnya di taman Miraflores,&lt;br /&gt;menaruhnya di sana karena aku akan pindah ke tenda," kata Chavez saat&lt;br /&gt;mengunjungi pengungsian di lingkungan miskin di belakang istana presiden&lt;br /&gt;Miraflores. Gaddafi dikenal karena telah memimpin sidang di sebuah tenda&lt;br /&gt;Badui besar ketika melakukan kunjungan luar negeri dan menggunakannya saat&lt;br /&gt;dalam perjalanan ke Venezuela, tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Hugo Chavez memindahkan 25 keluarga ke istana pada bulan November&lt;br /&gt;dan mengatakan kepada pembantunya untuk mempercepat persiapan untuk&lt;br /&gt;menerima lagi 80 keluarga. "Kita bisa menaruh beberapa tempat tidur di&lt;br /&gt;kantor utama saya," katanya. Chavez telah turun langsung ke seluruh negeri&lt;br /&gt;untuk mengawasi bantuan kemanusiaan. Demikian berita Tempo Interaktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah tentu, tindakan Hugo Chavez, seorang mantan militer yang berjiwa&lt;br /&gt;sosialis revolusioner, untuk menampung di Istananya sebagian penduduk&lt;br /&gt;Venezuela yang terkena banjir dan menyediakan juga tempat-tempat tidur bagi&lt;br /&gt;mereka di kantor utamanya adalah sesuatu yang sama sekali « aneh » atau luar&lt;br /&gt;biasa bagi para penguasa di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika membaca berita tentang tindakan-tindakan Hugo Chavez, mungkin ada di&lt;br /&gt;antara kita yang ingat kepada banyaknya penduduk lereng Merapi, Mentawai,&lt;br /&gt;Wasior dan lain-lain, yang sangat menderita karena ketimpa bencana. Kalau&lt;br /&gt;seandainya para penguasa di Indonesia semuanya mempunyai sikap pro rakyat&lt;br /&gt;dan karakter politik seperti Hugo Chavez maka nasib rakyat kita akan jadi&lt;br /&gt;lain, tidak seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat itu semua, maka kita bisa menarik pelajaran -- dan juga&lt;br /&gt;mengambil kesimpulan -- bahwa dengan pemimpin-pemimpin sejenis dan&lt;br /&gt;sekaliber SBY, maka negara dan bangsa kita tidak akan mungkin mengadakan&lt;br /&gt;perubahan-perubahan besar dan fundamental yang menguntungkan kepentingan&lt;br /&gt;rakyat. Artinya, dengan tokoh-tokoh pendukung SBY yang dewasa ini&lt;br /&gt;mengangkangi kedudukan-kedudukan kunci di badan-badan eksekutif,&lt;br /&gt;legislatif,dan judikatif (dan dunia usaha !!!) , maka situasi bangsa dan&lt;br /&gt;negara tidak akan mungkin meraih perbaikan, dan bahkan sebaliknya, akan&lt;br /&gt;menjadi makin memburuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia akan bisa mengadakan perubahan-perubahan besar, hanya melalui&lt;br /&gt;jalan reformasi yang menyeluruh dan restorasi yang luas sekali, yang bisa&lt;br /&gt;berbentuk revolusi rakyat, seperti yang ditunjukkan oleh Bung Karno, atau&lt;br /&gt;oleh praktek revolusioner presiden Hugo Chavez. Jalan lainnya, seperti&lt;br /&gt;pekerjaan tambal sulam yang dilakukan oleh SBY beserta&lt;br /&gt;pendukung-pendukungnya dewasa ini, adalah jalan buntu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paris, 14 Desember 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Umar Said  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-8383908409786349663?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/8383908409786349663/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=8383908409786349663' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/8383908409786349663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/8383908409786349663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2010/12/benarkah-bahwa-presiden-sby-adalah.html' title='Benarkah bahwa Presiden SBY adalah musuh publik?'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-2940540647105409574</id><published>2010-12-24T23:01:00.001+07:00</published><updated>2010-12-24T23:02:46.392+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Mendiknas Matangkan Formulasi Baru</title><content type='html'>SURABAYA - Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) sedang mematangkan formulasi baru penentu kelulusan ujian nasional (unas) pada 2011. Formulasi baru itu mengakomodasi seluruh penilaian yang pernah didapat siswa selama mengenyam pendidikan di sekolah. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;Mendiknas M. Nuh berharap formulasi baru itu akan menutup lembaran kontraversi pelaksanaan unas yang terjadi selama ini. Dengan kebijakan baru itupula, Mendiknas menegaskan bahwa pelaksanaan unas tetap diadakan tahun depan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuh menjelaskan, ada dua prinsip yang menjadi pertimbangan Mendiknas dalam menentukan formulasi baru tersebut. Pertama, evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh atau bersifat comprehensiveness. Rumusan penilaian itu, kata Nuh, harus mencakup sisi afektif, kognitif, dan psikomotorik siswa. Karena itu, penilaian unas mendatang akan mengevaluasi proses pembelajaran siswa mulai kelas 1 sampai kelas 3. "Karena selama ini banyak yang beranggapan unas mengabaikan pembelajaran siswa selama tiga tahun," ujarnya, Selasa (14/12). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, mempertimbangkan prinsip contuinity. Hasil evaluasi yang dilakukan (unas) harus bisa dipakai untuk meneruskan studi ke jenjang berikutnya. Dengan dua pendekatan itu, kata Nuh, formulasi unas bakal berubah. &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Tahun lalu, sebut Nuh, sesuai PP 19/2005 tentang standarisasi nasional pendidikan (SNP), kelulusan unas ditentukan empat hal. Yakni, siswa lulus seluruh mata pelajaran, berakhlak baik, lulus ujian sekolah, dan lulus unas. Namun, tahun depan formula itu bakal berubah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian unas bakal dikombinasikan dengan prestasi yang didapat siswa selama tiga tahun mengenyam pendidikan di sekolah. Penggabungan nilai itu meliputi nilai raport, ujian sekolah, dan unas. "Nilai rata-rata dari setiap hasil ujian itu berapa? Nilai raportnya berapa" Ujian sekolah dan unasnya berapa? Kemudian, ketiganya digabungkan dan dirata-rata," jelasnya. &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Nuh mencontohkan, ada enam mata pelajaran yang diujikan pada jenjang SMA. Yakni, bahasa Inggris, bahasa Indonesia, matematika, fisika, biologi, dan kimia. Nilai kelulusan akan didapat dari nilai enam mata pelajaran tersebut melalui hasil raport, ujian sekolah, dan unas. Dengan penggabungan itu, maka telah menggabungkan seluruh penilaian siswa selama mengenyam pendidikan di sekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya, kata Nuh, Kemendiknas belum menentukan bobot masing-masing penilaian. "Misalnya, berapa bobot penilaian raport, ujian sekolah, dan unas belum kita tentukan. Mudah-mudahan dalam minggu ini semua bisa rampung," jelas mantan rektor ITS itu. &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Yang pasti, kata Nuh, nilai unas tetap memiliki bobot paling tinggi dibandingkan prestasi di sekolah. Dengan begitu, pemerintah tidak hanya memperhatikan nilai unas saja seperti yang dikeluhkan para pemerhati pendidikan maupun praktisi pendidikan selama ini. "Karena semua nanti ikut dipertimbangkan. Mudah-mudahan kebijakan ini dapat mengakhiri kontraversi pelaksanaan unas yang terjadi selama ini," jelas bapak satu anak itu. &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Nuh menegaskan, kebijakan tersebut sudah resmi dikeluarkan setelah melalui pembahasan bersama Komisi X DPR-RI. "Sudah ada kesepakatan dengan komisi X tentang kebijakan ini. DPR sudah memberi rekomendasi kepada pemerintah," bebernya. Kemendiknas segera mengeluarkan Permendagri terkait kebijakan baru itu. &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Rencananya, formula baru kelulusan unas itu akan diberlakukan pada 2011. Dengan formula baru itu, Kemendiknas belum menentukan apakah nantinya masih perlu diadakan ujian ulang atau tidak. "Itu yang masih kami kaji dan matangkan," ujarnya. (kit) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://m.jpnn.com/news.php?id=79620&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohammad Ihsan&lt;br /&gt;Sekjen Ikatan Guru Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-2940540647105409574?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/2940540647105409574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=2940540647105409574' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/2940540647105409574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/2940540647105409574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2010/12/mendiknas-matangkan-formulasi-baru.html' title='Mendiknas Matangkan Formulasi Baru'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-1278959330906988545</id><published>2010-12-24T22:47:00.000+07:00</published><updated>2010-12-24T22:48:03.813+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Bukan Sekedar Memenuhi Database</title><content type='html'>Oleh : Reza Ervani *)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda pemerhati Wikipedia, dalam artian sebenarnya, maka anda tentu akan akrab dengan ragam proyek di toolserver, seperti geohack. Toolserver sendiri dikembangkan oleh Wikipedia Belanda sebagai tempat pengembangan perangkat lunak tambahan untuk membuat wikipedia semakin powerfull. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;Proyek geohack sendiri – satu diantara proyek toolserver yang sudah dianggap stabil – tidaklah berdiri sendiri, ada beberapa perangkat lunak dari NASA dan GoogleMap yang dilibatkan dalam proyek ini untuk dibuat teritegrasi dengan Wikipedia. Filosofi OPEN SOURCE yang dianut oleh program-program tersebut membuat keterlibatan banyak pihak menjadi dimungkinkan dalam pengembangan ini. Sesuatu yang sangat tidak mungkin terjadi jika dunia perangkat lunak hanya mengenal Proprietary Software.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skema pengembangan cluster server di toolserver juga bukan hal yang kecil, tapi lintas negara. Server utama di Amsterdam terkoneksi dengan server lain di Florida, USA. Total ada 13 server yang digunakan untuk proyek ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau jika anda mencermati development Moodle, anda juga akan menemukan pengembangan tool yang diharapkan mampu membuat keberadaan Moodle sebagai sebuah Learning Management System menjadi semakin kokoh. Moodle 2.0 misalnya, telah menjadikan internasionalisasi menjadi bagian penting dalam kode programnya. Kemampuan sebuah perangkat lunak pendidikan menembus batas-batas bahasa – misalnya – menjadi tantangan yang nampak di hampir seluruh penyedia konten online, baik komersil maupun nirlaba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menunjukkan bahwa di negeri "sana" upaya pengembangan konten digital terutama untuk kepentingan pengetahuan bukanlah hal sederhana. Pengembangan konten bukan sekedar merubah materi pelajaran menjadi format digital, tetapi juga termasuk upaya menjadikannya valid, sustainable, reliable, documented dan multi platform, sehingga mampu menjawab perkembangan inovasi pembelajaran di masa mendatang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Content is the King, konten adalah raja, dan karena raja adalah pelayan masyarakatnya, maka pengembangan konten juga harus mampu melayani perkembangan media belajar. Dan tidak bisa tidak, riset teknologi – baik perangkat lunak maupun perangkat keras – menjadi prasyarat wajib untuk bisa memenuhi tugas pelayanan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan penulis berharap, Rumah Ilmu Indonesia dengan SUPERPEDIA yang dirintis semenjak 2008 nantinya mampu mendorong hal yang sama di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan semakin banyak pihak yang terketuk hatinya untuk membantu rintisan kecil ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-1278959330906988545?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/1278959330906988545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=1278959330906988545' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/1278959330906988545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/1278959330906988545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2010/12/bukan-sekedar-memenuhi-database.html' title='Bukan Sekedar Memenuhi Database'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-405948965182289133</id><published>2010-12-24T22:45:00.001+07:00</published><updated>2010-12-24T22:45:57.268+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>UN Ulangan Tahun Depan Ditiadakan</title><content type='html'>http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/2010/12/un-ulangan.aspx&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta --- Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) menggelar rapat kerja (Raker) dengan Komisi X DPR RI, dengan agenda "Formulasi dan Pelaksanaan UN 2011". "Semangat perbaikan UN 2010/2011 adalah untuk lebih menghargai proses belajar mengajar yang dilalui siswa," kata Menteri Pendidikan Nasional Mohamad Nuh dalam rapat.&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mendiknas menjelaskan, formula baru yang akan dilaksanakan adalah menggabungkan nilai UN dengan nilai sekolah (NS). Nilai sekolah adalah gabungan nilai ujian sekolah ditambah nilai rapor semester 1 - 4. Selain itu, nilai gabungan antara nilai sekolah dengan UN ditetapkan minimal 5,5. Nilai sekolah dan UN mempunyai bobot masing-masing yang akan ditentukan oleh pemerintah. Bobotnya akan ditentukan, namun bobot nilai sekolah akan lebih kecil dari bobot UN.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan adanya formula baru ini, Mendiknas mengatakan bahwa UN ulangan akan ditiadakan tahun depan, karena syarat atau formula yang ada saat ini lebih longgar yakni maksimum dua mata pelajaran  dengan nilai 4, dan minimum 4 mata pelajaran dengan nilai minimum 4,25. Selanjutnya, nilai kelulusan siswa adalah kombinasi dari nilai gabungan dengan nilai ujian sekolah seluruh mata pelajaran.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mendiknas menyampaikan juga manfaat hasil ujian nasional : salah satu penentu kelulusan peserta didik; pemetaan mutu program satuan pendidikan secara nasional; pintu masuk untuk pembinaan dan perbaikan mutu pendidikan, baik di tingkat satuan pendidikan maupun nasional; mendorong motivasi belajar siswa; dan mendorong penigkatan mutu proses belajar mengajar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Adapun tujuan intervensi kebijakan perbaikan mutu pendidikan berdasar pemetaan hasil UN adalah meningkatkan nilai rata-rata, mempersempit standar deviasi, dan memperbaiki nilai terendah. Prinsip continuity (berkesinambungan), "Continuity" untuk masuk kejenjang pendidikan yang lebih tinggi, "Continuity" bagi siswa dari sosial ekonomi kurang mampu masuk ke Perguruan Tinggi (PT), "Continuity" bagi siswa dari  satu daerah masuk ke PT di wilayah lain (mengurangi disparitas antar wilayah dalam penerimaan mahasiswa baru melalui seleksi nasional),"ujar Mendiknas menjelaskan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berikut hasil keputusan rapat kerja. Pertama, Komisi X DPR RI dan pemerintah menyepakati bahwa pelaksanaan UN 2011 tetap dapat dilaksanakan dengan catatan, standar kelulusan ditentukan dengan formula baru yang mengakomodasi nilai rapor dan ujian sekolah, meningkatkan rasa adil bagi peserta didik, dan lebih meningkatkan mutu kelulusan pendidikan, kedua dalam kaitan dengan formula baru menentukan kelulusan peserta didik. Kedua, Komisi X DPR RI mengusulkan kepada pemerintah untuk dijadikan pertimbangan yang sungguh-sungguh. Ketiga, Komisi X DPR RI memberikan catatan untuk penyempurnaan pelaksanaan Ujian Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Data Pokok Pendidikan (Dapodik): pelaksanaan Dapodik perlu memperhatikan catatan hasil Panja UN dan Dapodik pada tanggal 15 Juni 2010 antara lain  pelaksanaan pendataan tidak hanya 5 (lima) variabel yang diusulkan  Balitbang, namun termasuk pendataan standar mutu pendidikan nasional. Pendataan harus dapat diselesaikan pada tahun 2011. Komisi X DPR RI meminta pemerintah untuk segera melakukan konsolidasi terhadap BSNP agar benar-benar menjadi lembaga yang mendiri sesuai Pasal 75 Ayat (2) PP No.19/ 2005 serta penjelasannya. (ali) &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-405948965182289133?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/405948965182289133/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=405948965182289133' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/405948965182289133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/405948965182289133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2010/12/un-ulangan-tahun-depan-ditiadakan.html' title='UN Ulangan Tahun Depan Ditiadakan'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-3487196767425808108</id><published>2010-12-24T22:44:00.002+07:00</published><updated>2010-12-24T22:44:59.994+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Menggagas UAS Alternatif</title><content type='html'>SEMESTER pertama dari tahun ajaran 2010/2011 akan segera berakhir. Salah&lt;br /&gt;satu ritual 6 bulanan yang menandai berakhirnya masa semester adalah adanya&lt;br /&gt;evaluasi pembelajaran. Evaluasi dilakukan untuk mengukur sejauh mana&lt;br /&gt;keberhasilan dari program pembelajaran yang telah direncanakan pada awal&lt;br /&gt;semester.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idealnya, evaluasi yang dilakukan harus bersifat menyeluruh terhadap hal-hal&lt;br /&gt;yang ada kaitannya dengan proses pembelajaran selama satu semester. Tidak&lt;br /&gt;hanya kompetensi siswa yang harus dievaluasi, tapi kinerja guru dan sarana&lt;br /&gt;pendukung pembelajaran pun mesti dikritisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, konstruksi sosial dan budaya kita selalu menganggap bahwa&lt;br /&gt;evaluasi pembelajaran dilakukan hanya pada siswa dengan menyelenggarakan&lt;br /&gt;ujian akhir semester (UAS). Hal ini merupakan imbas dari persepsi mereka&lt;br /&gt;yang selalu memosisikan siswa sebagai objek pembelajaran. Celakanya model&lt;br /&gt;evaluasi yang dilakukan hanya terbatas pada aspek akadmis an sich dan ukuran&lt;br /&gt;nilai secara tekstual yang dijadikan indikatornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model UAS yang diadopsi oleh kebanyakan sekolah pun persis seperti model&lt;br /&gt;evaluasi ujian nasional (UN). Agak lucu memang, di satu sisi banyak guru&lt;br /&gt;berteriak bahwa UN tidak sesuai dengan semangat KTSP, tapi pada saat yang&lt;br /&gt;sama mereka mengadopsi model ujian seperti itu. Padahal pada saat evaluasi&lt;br /&gt;akhir semester, biasanya mereka diberikan kebebasan untuk menentukan model&lt;br /&gt;evaluasi yang akan dipergunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu sudah saatnya sekolah menggagas evaluasi pembelajaran&lt;br /&gt;alternatif yang lebih kreatif dan tidak membatasi ruang gerak dan ruang&lt;br /&gt;pikir siswa. Artinya, bentuk evaluasi yang diberikan harus mampu merespons&lt;br /&gt;siswa untuk mencari dan menggali makna di balik setiap topik yang disajikan,&lt;br /&gt;sehingga siswa mampu mengeksplorasi kehidupan sehari-hari dan lingkungan&lt;br /&gt;sekitar berdasar teori yang diperoleh di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu evaluasi alternatif yang bisa dilakukan adalah authentic&lt;br /&gt;assessment atau penilaian autentik. Bentuk tersebut, menurut John Mueller,&lt;br /&gt;merupakan penilaian yang mengharuskan siswa merujuk pada kondisi dunia nyata&lt;br /&gt;dan mempraktikkannya melalui aplikasi yang penuh makna dari esensi&lt;br /&gt;pengetahuan dan kemampuan siswa. Dalam hal ini, authentic assessment&lt;br /&gt;biasanya merupakan ujian atau tugas bagi siswa untuk menampilkan kinerja&lt;br /&gt;berdasar daya kreasi masing-masing. Itu semua akan dievaluasi berdasar&lt;br /&gt;standar kompetensi yang telah ditentukan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembejalaran kontekstual, penilaian autentik dapat membantu siswa&lt;br /&gt;untuk menerapkan informasi akademik dan kecakapan yang telah diperoleh pada&lt;br /&gt;situasi nyata untuk tujuan tertentu. Menurut Johnson (2002:165), penilaian&lt;br /&gt;autentik memberikan kesempatan luas bagi siswa untuk menunjukkan apa yang&lt;br /&gt;telah mereka pelajari selama proses belajar-mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun bentuk-bentuk penilaian yang dapat digunakan dalam penilaian autentik&lt;br /&gt;antara lain, pertama, portofolio, yaitu kumpulan tugas yang dikerjakan&lt;br /&gt;siswa dalam konteks belajar di kehidupan sehari-hari. Siswa diharapkan untuk&lt;br /&gt;mengerjakan tugas tersebut supaya lebih kreatif. Mereka memperoleh kebebasan&lt;br /&gt;dalam belajar sekaligus memberikan kesempatan luas untuk berkembang serta&lt;br /&gt;memotivasi siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian ini tidak perlu mendapatkan penilaian angka, melainkan melihat&lt;br /&gt;pada proses siswa sebagai pembelajaran aktif. Sebagai contoh, siswa diminta&lt;br /&gt;untuk melakukan survei mengenai jenis-jenis pekerjaan di lingkungan&lt;br /&gt;rumahnya.&lt;br /&gt;Kedua, tugas kelompok. Dalam pembelajaran kontekstual berbentuk pengerjaan&lt;br /&gt;projek. Kegiatan ini merupakan cara untuk mencapai tujuan akademik sambil&lt;br /&gt;mengakomodasi perbedaan gaya belajar, minat, serta bakat dari masing-masing&lt;br /&gt;siswa. Isi dari projek akademik terkait dengan konteks kehidupan nyata, oleh&lt;br /&gt;karena itu tugas ini dapat meningkatkan partisipasi siswa. Sebagai contoh,&lt;br /&gt;siswa diminta membentuk kelompok projek untuk menyelidiki penyebab&lt;br /&gt;pencemaran sungai di lingkungan siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, demonstrasi, caranya siswa diminta menampilkan hasil penugasan&lt;br /&gt;kepada orang lain mengenai kompetensi yang telah mereka kuasai. Para&lt;br /&gt;penonton dapat memberikan evaluasi pertunjukan siswa. Sebagai contoh, siswa&lt;br /&gt;diminta membentuk kelompok untuk membuat naskah drama dan mementaskannya&lt;br /&gt;dalam pertunjukan drama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Brooks &amp; Brokks dalam Johnson (2002:172), bentuk penilaian seperti&lt;br /&gt;ini lebih baik dari pada menghafalkan teks, siswa dituntut untuk menggunakan&lt;br /&gt;keterampilan berpikir yang lebih tinggi guna membantu memecahkan masalah&lt;br /&gt;yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, evaluasi pembelajaran pada setiap akhir semester merupakan&lt;br /&gt;waktu yang tepat bagi guru dan sekolah untuk secara independen menggunakan&lt;br /&gt;model evaluasi yang tidak membatasi ruang gerak dan ruang pikir siswa&lt;br /&gt;seperti yang dilakukan pada UN. Salah satunya dengan menggunakan authentic&lt;br /&gt;assessment atau penilaian autentik. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.tribunjabar.co.id/read/artikel/36743/menggagas-uas-alternatif   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-3487196767425808108?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/3487196767425808108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=3487196767425808108' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/3487196767425808108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/3487196767425808108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2010/12/menggagas-uas-alternatif.html' title='Menggagas UAS Alternatif'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-9159819606133692512</id><published>2010-12-24T22:35:00.000+07:00</published><updated>2010-12-24T22:36:20.312+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Di Kamar Mandi, Guru Agama Mesumi Gadis</title><content type='html'>SAMPANG, KOMPAS.com - Seorang oknum guru agama di SMA Negeri I Ketapang,&lt;br /&gt;Sampang, Madura, Jawa Timur, Rabu (15/12/2010) dituntut hukuman penjara&lt;br /&gt;enam bulan karena diduga telah melakukan perbuatan cabul terhadap anak&lt;br /&gt;didiknya. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sidang pembacaan tuntutan di PN Sampang yang berlangsung secara&lt;br /&gt;tertutup, jaksa yang menangani kasus tersebut, Sri Rahayu menyatakan,&lt;br /&gt;tuntutan enam bulan hukuman penjara itu sesuai dengan fakta di&lt;br /&gt;persidangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang bersangkutan dijerat dengan Pasal 335 ayat 1 Kitab Undang-Undang&lt;br /&gt;Hukum Pidana (KUHP) karena terbukti bersalah memaksa olang lain untuk&lt;br /&gt;melakukan perbuatan tidak menyenangkan," kata Ketua Majelis Hakim,&lt;br /&gt;Purnomo Amin Cahyo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdakwa dalam kasus dugaan pencabulan ini berinisial MH, guru agama di&lt;br /&gt;SMA Negeri I Ketapang, Sampang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia dilaporkan telah melakukan perbuatan cabul terhadap korban beberapa&lt;br /&gt;waktu lalu ke jajaran Polres Sampang oleh kedua orang tuanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam laporan itu disebutkan, perbuatan cabul yang dilakukan terdakwa&lt;br /&gt;usai gelar pemberian zakat fitrah dalam kegiatan pondok Ramadhan&lt;br /&gt;beberapa waktu lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu korban hendak ke kamar mandi kemudian terdakwa mengikuti dari&lt;br /&gt;belakang hingga akhirnya terjadi perbuatan terlarang tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus ini, jaksa tidak menjerat terdakwa dengan Undang-Undang&lt;br /&gt;Perlindungan Anak, tapi menggunakan KUHP, yakni pasal 335 tentang&lt;br /&gt;perbuatan tidak menyenangkan yang ancamannya 15 tahun penjara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya jaksa Sri Rahayu menyatakan, menjerat terdakwa dengan pasal&lt;br /&gt;335, karena sesuai dengan berkas yang disampaikan polisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, tindakan yang dilakukan oleh oknum guru menurut hasil&lt;br /&gt;penyidikan memang bukan tergolong pencabulan atau pemerkosaan, namun&lt;br /&gt;hanya perbuatan tidak menyenangkan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-9159819606133692512?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/9159819606133692512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=9159819606133692512' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/9159819606133692512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/9159819606133692512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2010/12/di-kamar-mandi-guru-agama-mesumi-gadis.html' title='Di Kamar Mandi, Guru Agama Mesumi Gadis'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-3030064014011603969</id><published>2010-12-24T22:34:00.000+07:00</published><updated>2010-12-24T22:35:04.459+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Antara Kami Anak Bangsa, Pemerintah dan Pendidikan</title><content type='html'>*Oleh : Ahmad Nazarudin &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*KabarIndonesia -* Krisis ekonomi dan krisis finansial seperti yang terjadi&lt;br /&gt;pada tahun 1998 dan 2008 pada umumnya dapat dirasakan dan disadari langsung&lt;br /&gt;oleh masyarakat indonesia. Namun mereka kurang menyadari krisis yang justru&lt;br /&gt;memiliki berdampak lebih besar dan terstruktur, yaitu krisis pendidikan.&lt;br /&gt;Krisis pendidikan di Indonesia semakin parah justru setelah Indonesia&lt;br /&gt;berdemokrasi dan bebas memilih apa yang terbaik untuk rakyat dan lepas dari&lt;br /&gt;belenggu kediktatoran.&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti krisis ekonomi, krisis pendidikan ini berimplikasi pelan&lt;br /&gt;tetapi pasti dan sangat kuat dampaknya pada struktur sosial di masa depan.&lt;br /&gt;Bidang utama krisis pendidikan adalah sistem pendidikan yang mengadopsi&lt;br /&gt;sistem pasar dan konsep efisiensi privat atau perusahaan swasta yang dibawa&lt;br /&gt;pada ranah pendidikan yang bersifat publik. Sistem ini sebenarnya sudah&lt;br /&gt;melecehkan konstitusi yang menempatkan Negara sebagai pihak yang&lt;br /&gt;berkewajiban mencerdaskan kehidupan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghayatan terhadap totalitas konstitusi sebagaimana dirumuskan oleh para&lt;br /&gt;pendiri bangsa, konstruksi sosial masyarakat yang sudah terkapitalisasi, dan&lt;br /&gt;ketidakcukpan pemaknaan yang lebih tegas, banyak melahirkan peraturan dan&lt;br /&gt;perundangan yang membawa ideologi yang sama sekali tidak dikehendaki oleh&lt;br /&gt;pendiri bangsa ini. Bahkan ketika konstitusi mengamanatkan dengan jelas&lt;br /&gt;alokasi anggaran untuk pendidikan, masih banyak dimaklumi pemunduran&lt;br /&gt;penerapannya. Bahkan ketika kesempatan itu ada, maka implementasi alokasi&lt;br /&gt;anggaran masih serabutan dan tidak jelas arahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ideologi dasar sistem pendidikan Indonesia saat ini tak lain adalah ideology&lt;br /&gt;neo-liberal murni, meski masih dibatasi oleh kondisi social. Artinya&lt;br /&gt;kerangka dasar sistem pendidikan Indonesia adalah ideology neoliberal dengan&lt;br /&gt;penyesuaian-penyesuaian kecil yang terlihat peduli pada hak-hak dan beban&lt;br /&gt;social masyarakat. Jadi perhatian pada hak rakyat atas pendidikan hanya&lt;br /&gt;ditempatkan sebagai kendala yang dipenuhi agar sistem utama dapat berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sistem pendidikan seperti ini pendidikan ditempatkan sebagai&lt;br /&gt;komoditas, peranan pemerintah diminimalisasi dengan berfokus pada control&lt;br /&gt;kurikulum dan standar melakukan desentralisasi kepada pemerintah daerah atau&lt;br /&gt;dengan kata lain negara melempar kewajibannya pada entisan politik lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru, dosen, dan profesi pendidik dininabobokan sebagai pahlawan tanpa tanda&lt;br /&gt;jasa atau dengan kata lain ditempatkan dalam status ekonomi dan kondisi&lt;br /&gt;kerja yang rendah. Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan seperti kenaikan&lt;br /&gt;gaji yang tidak signifikan dan tidak merata atau sistem sertifiikasi yang&lt;br /&gt;tidak masuk akal memperkuat asumsi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikasi ini dapat dilihat pada semua level pendidikan, dari tingkat dasar&lt;br /&gt;sampai pendidikan tingkat tinggi. Pada sekolah dasar tingkat menengah,&lt;br /&gt;kesenjangan pada sekolah-sekolah negeri sangatlah tinggi. Ada sekolah yang&lt;br /&gt;kaya dan ada sekolah yang miskin. Status sekolah menjadi tergantung kondisi&lt;br /&gt;social ekonomi muridnya, padahal setiap kepala di Negara ini memiliki hak&lt;br /&gt;yang sama dalam menerima pendidikan. Ada sekolah roboh, ada sekolah yang&lt;br /&gt;megah, padahal semua sekolah milik pemerintah kenapa terjadi perbedaan,&lt;br /&gt;bahkan di dalam sekolahpun dibedakan, ada yang masuk rintisan sekolah&lt;br /&gt;bertaraf internasional dan ada sekolah yang biasa saja. Yang satu ber-AC dan&lt;br /&gt;berbahasa inggris, yang satu berkeringat dan berbahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ada rintisan sekolah bertaraf internasional? Ini adalah wujud&lt;br /&gt;ketidakpercayaan diri pada sekolah nasional atau inferioritas sebagai&lt;br /&gt;bangsa. Kalaupun sekolah bertaraf internasional ini dianggap memiliki&lt;br /&gt;kualitas yang lebih baik kenapa tidak dijadikan standar nasional untuk semua&lt;br /&gt;lini di pendidikan, kenapa diperuntukan hanya untuk kelompok tertentu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskriminasi tidak terjadi hanya ketika kita akan masuk sekolah yang&lt;br /&gt;tersaring dengan tariff mahal, akan tetapi dalam proses di dalamnya pun&lt;br /&gt;terjadi diskriminasi lanjutan. Pada tingkat pendidikan tinggi, universitas&lt;br /&gt;besr dijadikan BHMN (badan hukum milik Negara), sekarang sedang menuju BHP&lt;br /&gt;(badan hukum pendidikan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah dan perguruan tinggi didesainn agar berpikir dan bergerak secara&lt;br /&gt;swasta, dengan sebuah asumsi dasar swasta lebih baik dari public atau&lt;br /&gt;pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakadilan structural adalah fenomena yang nyata dalam sistem pendidikan&lt;br /&gt;di Indonesia. Memang sekarang masyarakat dihadapkan pada banyak pilihan&lt;br /&gt;dalam pendidikan dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi, akan tetapi&lt;br /&gt;pilihan itu terletak pada kemampuan membayar. Ini dimulai dengan tingginya&lt;br /&gt;uang masuk sekolah disemua tingkat pendidikan baik negeri maupun swasta.&lt;br /&gt;Akhirnya orang kaya masuk sekolah swasta yang mahal atau sekolah negeri yang&lt;br /&gt;mahal yang dikelola secara swasta. Sedangkan orang miskin harus masuk&lt;br /&gt;sekolah-sekolah negeri atau swasta yang jelek termasuk masuk pesantren yang&lt;br /&gt;murah, atau mereka sama sekali tidak meninkmati pendidikan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur pendidikan seperti ini adalah struktur yang diskriminatif dan tidak&lt;br /&gt;adil, bahkan dapat dikatakan sebagai “aducation apartheid” atau suatu sistem&lt;br /&gt;pendidikan yang memisahkan kelompok masyarakat. Sistem pendidikan seperti&lt;br /&gt;ini tidak bisa menjadikan pendidikan berkualitas baik dan merata. Orientasi&lt;br /&gt;siswa dan pengajar menjadi berubah, pendidikan hanya menghasilkan tukang&lt;br /&gt;yang mensuplai kebutuhan-kebutuhan perusahaan-perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu pendidikan yang tidak menjadi subsistem atau elemen pasar&lt;br /&gt;menjadi tersingkir. Pendidikan tradisional seperti pesantren terpinggirkan&lt;br /&gt;atau sengaja dipinggirkan dan mati perlahan-lahan. Moderenisasi yang tidak&lt;br /&gt;berakar pada tradisi, dan pengabdian pada “kumpeni” (company) terus&lt;br /&gt;digalakan. Pesantren suatu saat akan menjadi sebuah nama, dan bahkan tidak&lt;br /&gt;dikenal sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih sederhananya adalah, sekolah-sekolah madrasah swasta yang sangat minim&lt;br /&gt;mendapat perhatian dari semua unsure/instansi penunjang. Berbeda dengan&lt;br /&gt;perhatian yang diberikan oleh pemerintah kepada sekolah-sekolah madrasah&lt;br /&gt;yang setatusnya negeri. Hal ini dapat menjadikan mutu serta kualitas&lt;br /&gt;pendidikan yang tidak berimbang, serta berdampak pada ketidakadilan dalam&lt;br /&gt;mendapatkan hak pendidikan yang sama, yang masuk ke dalam "UNDANG-UNDANG DAN&lt;br /&gt;PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR&lt;br /&gt;NASIONAL PENDIDIKAN."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada satu Negara pun yang mengabaikan pendidikan sebagai unsure&lt;br /&gt;pembangunan peradaban suatu bangsa. Hamper dapat dipastiakan semua meyakini&lt;br /&gt;itu. Tapi di Indonesia mengalami kendala tersendiri dalam hal sumber daya&lt;br /&gt;dan infrastruktur pendidikan. Hal ini mungkin terjadi seiring dengan&lt;br /&gt;pembangunan bangsa yang secara umum belum merata, namun tetap saja&lt;br /&gt;seharusnya pemerintah bisa memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia tidak&lt;br /&gt;peduli itu sekolah negeri atau swasta, di kota atau di desa, karena hal&lt;br /&gt;tersebut merupakan tugas dan kewajiban pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia pada kurun waktu terkini mengalami degradasi yang signifikan dalam&lt;br /&gt;hal pendidikan, bahkan pendidikan di Indonesia yang diinsafi sebagai wahana&lt;br /&gt;sosialisasi moral mengalami kemerosotan pada tulang sendi pembangunannya.&lt;br /&gt;Dan hal ini telah berimbas pada rendahnya kualitas pendidikan di banyak&lt;br /&gt;daerah di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita masih menunggu dimana semua rakyat Indonesia bisa mendapatkan&lt;br /&gt;pendidikan dengan kualitas yang seharusnya, dan rakyat Indonesia bisa&lt;br /&gt;berbangga dengan sistem pendidikan di negerinya sendiri, yang dimana bisa&lt;br /&gt;mencerdaskan putra-putri bangsa tanpa memeras keringat dan darahnya, tidak&lt;br /&gt;ada perbedaan dalam pendidikan dan tidak ada lagi diskriminasi dalam&lt;br /&gt;pendidikan, semua memiliki hak yang sama sebagai warga Negara Indonesia.&lt;br /&gt;Kita masih menunggu dimana pemerintah bisa lebih arif dan bijaksana dalam&lt;br /&gt;menangani krisis pendidikan ini, dimana pemerintah seharusnya lebih lebih&lt;br /&gt;peduli dan lebih tulus menjalankan kewajibannya dalm mencerdaskan anak&lt;br /&gt;bangsa. Sejuta harapan kita sampaikan kepada pemerintah, kita yakin jika&lt;br /&gt;pemerintah bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-3030064014011603969?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/3030064014011603969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=3030064014011603969' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/3030064014011603969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/3030064014011603969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2010/12/antara-kami-anak-bangsa-pemerintah-dan.html' title='Antara Kami Anak Bangsa, Pemerintah dan Pendidikan'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-1612125593528889170</id><published>2010-12-24T22:32:00.000+07:00</published><updated>2010-12-24T22:33:19.699+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Jangan tuding mereka tidak nasionalis.</title><content type='html'>Jakarta, Kompas - Pertemuan Puncak Ikatan Ilmuwan Indonesia &lt;br /&gt;Internasional (I4) 2010 menghasilkan terbentuknya jaringan ilmuwan &lt;br /&gt;Indonesia di berbagai negara dengan beragam keahlian. Jejaring ini &lt;br /&gt;diharapkan dapat membantu mempercepat kemajuan Indonesia di berbagai &lt;br /&gt;bidang agar dapat sejajar dengan bangsa-bangsa lainnya.&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan yang dihadiri 65 ilmuwan asal Indonesia yang bekerja di &lt;br /&gt;berbagai perguruan tinggi, lembaga penelitian, ataupun industri di luar &lt;br /&gt;negeri itu ditutup oleh Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Djalal &lt;br /&gt;di Jakarta, Sabtu (18/12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dibuka Wakil Presiden Boediono, Kamis lalu, sepanjang Jumat &lt;br /&gt;kemarin para ilmuwan Indonesia internasional itu berdiskusi dengan mitra&lt;br /&gt;mereka, para ilmuwan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. &lt;br /&gt;Mereka mencoba merumuskan hal-hal yang bisa disumbangkan untuk Indonesia&lt;br /&gt;sesuai keahlian mereka yang dibagi dalam 11 kelompok bidang ilmu &lt;br /&gt;(kluster).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke-11 kluster itu adalah percepatan pembangunan ekonomi, informatika dan&lt;br /&gt;elektroteknik, inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi, kedokteran dan &lt;br /&gt;bioteknologi, ilmu sosial, serta pendidikan. Ada pula kluster energi, &lt;br /&gt;pengembangan wilayah dan lingkungan, humaniora dan ilmu kemanusiaan, &lt;br /&gt;rekayasa industri dan robotika, serta teknologi dan ketahanan pangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum penutupan, masing-masing kluster memaparkan usulan, rekomendasi,&lt;br /&gt;dan rencana aksi untuk memperbaiki kondisi Indonesia di hadapan &lt;br /&gt;sejumlah pejabat Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Pertanian,&lt;br /&gt;Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Energi dan Sumber Daya &lt;br /&gt;Mineral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu aksi jangka pendek yang akan dilakukan antara lain berupa &lt;br /&gt;pembuatan basis data ilmuwan Indonesia di luar negeri, menyelenggarakan &lt;br /&gt;berbagai lokakarya terkait penulisan jurnal ilmiah, metodologi &lt;br /&gt;penelitian, dan etika penulisan, serta menjembatani peneliti Indonesia &lt;br /&gt;untuk meneliti atau mendapatkan beasiswa di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasli mengatakan, saat ini baru ada 850 dari 2.000 ilmuwan Indonesia di &lt;br /&gt;luar negeri yang datanya tercatat. Mereka memiliki kualifikasi &lt;br /&gt;pendidikan minimal doktor dan bekerja pada perguruan tinggi, lembaga &lt;br /&gt;penelitian, ataupun industri di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada pertemuan selanjutnya, diharapkan ilmuwan yang datang bisa lebih banyak," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain 2.000 ilmuwan, terdapat juga 55.000 mahasiswa Indonesia di &lt;br /&gt;berbagai negara yang sedang menuntut ilmu mulai dari program sarjana &lt;br /&gt;hingga doktor di berbagai bidang. Jumlah mahasiswa Indonesia di luar &lt;br /&gt;negeri ini diharapkan bisa mencapai 200.000 orang dalam beberapa tahun &lt;br /&gt;mendatang dan diharapkan dapat menempati posisi-posisi strategis di &lt;br /&gt;berbagai lembaga internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka bisa menciptakan 'Kemerdekaan Kedua' bagi Indonesia, sama halnya&lt;br /&gt;dengan yang dulu dilakukan oleh Perhimpunan Indonesia di Belanda," &lt;br /&gt;tutur Fasli menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak keuntungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anis Baswedan, salah seorang penggagas pertemuan I4, yang juga Rektor &lt;br /&gt;Universitas Paramadina, mengatakan, banyaknya ilmuwan Indonesia di &lt;br /&gt;berbagai negara justru memberikan banyak keuntungan. Mereka bisa sangat &lt;br /&gt;menguasai ilmu yang ditekuninya, membangun jaringan dengan ilmuwan &lt;br /&gt;internasional, menguasai berbagai bahasa asing, serta memiliki modal. &lt;br /&gt;Mereka secara tak langsung adalah duta-duta bangsa yang bisa memengaruhi&lt;br /&gt;dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan tuding mereka tidak nasionalis karena nasionalisme tidak diukur dari keberadaan mereka di Indonesia," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum I4 Nasir Tamara menambahkan, keberadaan I4 dapat dijadikan &lt;br /&gt;sarana ilmuwan Indonesia di luar negeri untuk membangun kerja sama dan &lt;br /&gt;solidaritas dalam memajukan bangsa. Pada saatnya nanti, pemerintah dapat&lt;br /&gt;memetik manfaat dari keberadaan mereka dengan meminta mereka pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan ini juga akan ditindaklanjuti dengan berbagai kerja sama &lt;br /&gt;dengan perguruan tinggi, lembaga riset, dan industri di Indonesia &lt;br /&gt;sehingga ilmu yang dimiliki para ilmuwan Indonesia di luar negeri dapat &lt;br /&gt;dimanfaatkan langsung untuk bangsa. (THY/NAW/MZW)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satria Dharma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-1612125593528889170?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/1612125593528889170/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=1612125593528889170' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/1612125593528889170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/1612125593528889170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2010/12/jangan-tuding-mereka-tidak-nasionalis.html' title='Jangan tuding mereka tidak nasionalis.'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-7437210350838127624</id><published>2010-12-24T22:31:00.000+07:00</published><updated>2010-12-24T22:32:29.308+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Kebangkitan sepakbola Indonesia penting untuk persatuan bangsa</title><content type='html'>Di tengah-tengah berbagai macam hiruk-pikuk tentang keistimemawaan daerah&lt;br /&gt;Jogyakarta, tentang kasus Gayus Tambunan, tentang pergesekan di Mahkamah&lt;br /&gt;Konstitusi, tentang kelanjutan kasus besar Bank Century, maka selama&lt;br /&gt;beberapa hari sejak tanggal 16 Desember ini perhatian rakyat Indonesia&lt;br /&gt;banyak tertuju kepada Gelora Bung Karno. Berlainan dengan masa-masa yang&lt;br /&gt;lalu, terutama sejak jaman Orde Baru, Gelora Bung Karno kembali – seperti di&lt;br /&gt;masa-masa yang lalu, sebelum Orde Baru -- menjadi tempat rakyat banyak&lt;br /&gt;untuk ramai-ramai memanifestasikan rasa kebanggaan kepada tanah-air dan&lt;br /&gt;mencurahkan kecintaan kepada bangsa.&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelora Bung Karno, stadion olah-raga yang terbesar di Asia Tenggara ini dan&lt;br /&gt;yang berkapasitas 88.000 penonton, pada tanggal 16 dan 19 Desember telah&lt;br /&gt;dipenuhi orang untuk menyaksikan pertandingan semi final antara tim nasional&lt;br /&gt;Indonesia melawan tim nasional Filipina. Dengan letupan kegembiraan yang&lt;br /&gt;menggelora, dan sorak-sorai yang gemuruh di seluruh stadion, puluhan ribu&lt;br /&gt;penonton itu mengelu-elukan kemenangan timnas Indonesia atas timnas Filipina&lt;br /&gt;dengan angka 1-0 untuk tanggal 16 dan juga 1-0 untuk tanggal 19 Desember.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan Indonesia atas Filipina dalam laga pertama dan kedua itu&lt;br /&gt;menunjukkan bahwa dunia persepakbolaan negeri kita memang mulai memperoleh&lt;br /&gt;kemajuan yang patut dibanggakan. Kita tahu, bahwa selama ini persepakbolaan&lt;br /&gt;kita adalah sangat menyedihkan, karena hanya tergolong kelas enteng atau&lt;br /&gt;hanya tingkat bawah saja di Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal penting sekitar pertandingan Indonesia-Filipina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, di samping adanya petunjuk yang menggembirakan seluruh bangsa dengan&lt;br /&gt;adanya kemajuan yang diperoleh timnas di bawah asuhan pelatih Alfred Friedl&lt;br /&gt;(dari Austria), ada juga hal-hal yang sangat penting dengan adanya&lt;br /&gt;pertandingan internasional tingkat tinggi di Gelora Bung Karno ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penonton kedua pertandingan (tanggal 16 dan 19 Desember) di Gelora Bung&lt;br /&gt;Karno yang berjumlah sekitar 88 000 itu telah menunjukkan kepada seluruh&lt;br /&gt;bangsa bahwa -- sebetulnya, kalau sudah datang saatnya dan diperlukan oleh&lt;br /&gt;situasi tertentu -- rakyat kita bisa benar-benar bersatu, dan mempunyai&lt;br /&gt;satu keinginan atau satu kemauan, tanpa mempersoalkan keyakinan politik,&lt;br /&gt;agama, suku, kedudukan dan asal sosial yang dipunyai masing-masing. Mereka&lt;br /&gt;bersatu di sekitar tujuan bersama : mendukung tim nasional dan bersama-sama&lt;br /&gt;mencintai Merah Putih dan tanah-air Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena persatuan yang demikian itu kelihatan sekali pada banyaknya orang&lt;br /&gt;yang memasang tanda Merah Putih pada bajunya, atau mengibarkan bendera kecil&lt;br /&gt;Merah Putih, atau mencat badannya atau mukanya. Di samping itu di mana-mana&lt;br /&gt;terdengar yel-yel atau slogan-slogan oleh ribuan orang « Indonesia menang,&lt;br /&gt;Indonesia menang !». Jelas sekali bahwa pertandingan sepakbola kali ini&lt;br /&gt;menjadi gelanggang besar untuk memanifestasikan persatuan rakyat dan bangsa.&lt;br /&gt;Fenomena semacam ini sudah lama sekali tidak terjadi, kecuali di bawah&lt;br /&gt;pemerintahan Bung Karno dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang amat menarik dan juga patut dicermati artinya ialah didengungkannya&lt;br /&gt;oleh ribuan orang tidak henti-hentinya lagu « Garuda di dadaku, Garuda&lt;br /&gt;kebanggaanku », dengan menirukan lagu asal dari Papua « Apuse kokondao ».&lt;br /&gt;Seperti dapat dilihat dalam layar televisi di seluruh Indonesia, lagu «&lt;br /&gt;Garuda di dadaku » banyak dinyanyikan beramai-ramai oleh berbagai kalangan,&lt;br /&gt;dengan antusiasme yang berkobar-kobar, di banyak tempat di seluruh negeri.&lt;br /&gt;Di banyak tempat di seluruh negeri juga ada kebiasaan baru yang makin&lt;br /&gt;meluas, yaitu « nobar » (nonton bareng).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agaknya, banyak orang yang tidak tahu bahwa lagu yang banyak dinyanyikan&lt;br /&gt;ketika hari-hari pertandingan timnas Indonesia di Gelora Bung Karno itu&lt;br /&gt;sebenarnya pernah menjadi nyanyian yang sangat populer sewaktu pemerintahan&lt;br /&gt;ada di bawah presiden Sukarno. Waktu itu, lagu ini diperdengarkan - dengan&lt;br /&gt;teks aslinya dalam bahasa Papua -- dalam pertemuan-pertemuan besar berbagai&lt;br /&gt;organisasi, dan juga diajarkan di sekolah-sekolah. Namun, selama&lt;br /&gt;pemerintahan Orde Baru, lagu « Apuse » ini, yang sangat populer di « jaman&lt;br /&gt;Orla » itu, tidak terdengar lagi. Baru sekarang inilah kembali terdengar&lt;br /&gt;lagi secara meluas, dengan teksnya yang baru (« Garuda di dadaku »).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesta besar yang menggambarkan persatuan rakyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena yang penting lainnya yang kelihatan hari-hari terakhir ini adalah&lt;br /&gt;sangat banyaknya kaos merah yang dipakai oleh berbagai kalangan masyarakat,&lt;br /&gt;yang dihiasi dengan lambang Garuda. Kita tahu bahwa dalam lambang Garuda&lt;br /&gt;kita terdapat simbul-simbul yang menggambarkan Pancasila. Sangat banyaknya&lt;br /&gt;penjualan kaos yang berlambang Garuda, baik di Jakarta maupun di kota-kota&lt;br /&gt;besar lainnya (sampai banyak pedagang kaos kehabisan stock) juga merupakan&lt;br /&gt;indikasi bahwa olahraga sepakbola sudah membikin banyak orang seperti kena&lt;br /&gt;hypnose.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa diketahui oleh banyak orang yang memasang kaos merah dengan lambang&lt;br /&gt;Garuda itu, dengan memasang lambang Garuda di dada mereka, sebenarnya juga&lt;br /&gt;merupakan penghormatan (setidak-tidaknya : ingatan) tidak langsung kepada&lt;br /&gt;Bung Karno, yang menekuni pembuatan lambang ini dan menginstruksikan&lt;br /&gt;penyempurnaan gambar lambang Garuda kepada sebuah Panitia, berdasarkan&lt;br /&gt;idee-idee dasar Sultan Hamid II dari Pontianak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga dari tekad banyak orang untuk bersusah-payah antri panjang sejak pagi&lt;br /&gt;untuk berebut membeli tiket menggambarkan betapa besarnya dukungan dan&lt;br /&gt;kecintaan berbagai kalangan rakyat (termasuk para supporter wanita) terhadap&lt;br /&gt;tim nasional kita. Bahkan, banyak juga yang datang ke Jakarta dari&lt;br /&gt;daerah-daerah yang jauh, karena mereka mau menonton langsung di stadion, dan&lt;br /&gt;tidak puas hanya dengan melihat di televisi saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bolehlah kiranya dikatakan bahwa pertandingan sepakbola kali ini&lt;br /&gt;betul-betul menjadi pesta besar-besaran yang memanifestasikan persatuan&lt;br /&gt;rakyat yang bersifat pluralisme, dan memperlihatkan kesatuan bangsa yang&lt;br /&gt;dewasa ini terasa goyah, tercabik-cabik oleh berbagai persoalan besar di&lt;br /&gt;bidang politik, ekonomi, sosial, agama, dan -- terutama !!! - oleh korupsi&lt;br /&gt;yang sudah lama merajalela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung Karno, pemimpin yang menjunjung tinggi-tinggi olahraga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang di Indonesia, sepakbola menjadi instrumen yang ampuh untuk&lt;br /&gt;membangkitkan kembali nasionalisme yang sudah terasa mulai memudar,&lt;br /&gt;menggelorakan lagi kebanggaan menjadi bangsa yang besar yang pernah menjadi&lt;br /&gt;ciri-ciri utama bangsa selama di bawah Bung Karno. Jadi, sepakbola tidak&lt;br /&gt;hanya menjadi hiburan bagi sebagian terbesar rakyat kita, melainkan juga&lt;br /&gt;menjadi perekat persatuan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebangkitan persepakbolaan Indonesia kali ini, yang dimulai dengan&lt;br /&gt;kemenangan atas timnas Filipina mengingakan kembali kepada segala kebesaran&lt;br /&gt;dan keagungan Bung Karno, satu-satunya pemimpin Indonesia yang sejak dini&lt;br /&gt;sekali menunjukkan perhatian besar kepada sport sebagai bagian penting dari&lt;br /&gt;kehidupan dan kebudayaan bangsa, yang dirumuskannya dengan « nation and&lt;br /&gt;character building ».&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung Karno-lah yang dalam tahun 1950 mempunyai gagasan, tekad untuk&lt;br /&gt;membangun bagi bangsa stadion raksasa yang sekarang terkenal sebagai Gelora&lt;br /&gt;Bung Karno. Pada waktu itu, ketika berbicara dengan Perdana Menteri Uni&lt;br /&gt;Soviet, Nikita Krushchev, yang berkunjung ke Indonesia, ia mengatakan bahwa&lt;br /&gt;ia menginginkan didirikannya sebuah stadion yang besar, megah,, dan bisa&lt;br /&gt;menjadi kebanggaan seluruh bangsa sampai ratusan tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginannya yang kuat untuk membuat sesuatu yang besar dan megah bagi&lt;br /&gt;seluruh bangsa ini kemudian terealisasi dengan pemberian kredit jangka&lt;br /&gt;panjang sebesar 12, 5 juta dollar AS (jumlah yang sangat besar waktu itu),&lt;br /&gt;dan bantuan pengiriman ahli-ahli Soviet di berbagai bidang pembangunan .&lt;br /&gt;Untuk menentukan lokasi tempat didirikannya stadion besar ini Bung Karno&lt;br /&gt;dengan didampingi oleh arsitek ternama Friedrich Silaban (orang dari&lt;br /&gt;keluarga Tapanuli dan penganut agama Kristen Protestan) terbang dengan&lt;br /&gt;helikopter berputar-putar mengelilingi udara di atas Dukuh Atas, Pondok&lt;br /&gt;Pinang, Cinere, dan Senayan. Akhirnya dipilihlah Senayan setelah berdiskusi&lt;br /&gt;panjang dengan arsitek yang dibanggakannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GANEFO yang mengangkat nama bangsa Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan Bung Karno tentang pentingnya olahraga bagi kehidupan bangsa tidak&lt;br /&gt;hanya terlihat pada pembangunan stadion yang besar yang nama lengkapnya&lt;br /&gt;adalah Stadion Utama Gelanggang Olahraga Bung Karno, tetapi juga dengan&lt;br /&gt;diselenggarakannya Asian Games dalam tahun 1962 dan kemudian dengan&lt;br /&gt;penyelenggaraan GANEFO (Games of the New Emerging Forces), dalam bulan&lt;br /&gt;November 1963.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tokoh raksasa dalam perjuangan melawan kolonialisme dan imperialisme&lt;br /&gt;sejak mudanya, Bung Karno mengatakan berkali-kali dalam pidato-pidatonya&lt;br /&gt;bahwa juga sport tidak bisa dipisahkan dari politik. Itu sebabnya, untuk&lt;br /&gt;Asian Games dalam tahun 1962 di Jakarta itu Indonesia melarang ikutnya&lt;br /&gt;Israel dan Taiwan. Ini untuk melaksanakan politik yang bersahabat dengan RRT&lt;br /&gt;(Republik Rakyat Tiongkok) dan menunjukkan simpati yang besar kepada&lt;br /&gt;perjuangan rakyat-rakyat Arab melawan Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap Indonesia ini diprotes oleh Komite Olimpiade Internasional (KOI) yang&lt;br /&gt;mempertanyakan keabsahan (legitimasi) Asian Games di Jakarta. Sebagai&lt;br /&gt;buntutnya akhirnya Indonesia diskors oleh KOI untuk mengikuti Olimpiade di&lt;br /&gt;Tokio tahun 1964. Sudah tentulah Bung Karno marah sekali dengan keputusan&lt;br /&gt;Komite Olimpiade Internasional dan Federasi Asian Games yang demikian ini.&lt;br /&gt;Karenanya Bung Karno menyatakan Indonesia keluar dari Komite Olimpiade&lt;br /&gt;Internasional dan satu tahun kemudian Indonesia mengadakan Olimpiade&lt;br /&gt;tandingan dalam bulan November 1963, yang dinamakan GANEFO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberanian Bung Karno untuk menyatakan Indonesia keluar dari Komite&lt;br /&gt;Olimpiade Internasional dan juga memutuskan menyelenggarakan olimpiade&lt;br /&gt;tandingan di Indonesia ini merupakan gebrakan politik yang sangat&lt;br /&gt;mengejutkan waktu itu dan yang sangat besar gemanya di dunia&lt;br /&gt;internasioanal, terutama di negara-negara Asia-Afrika-Amerika Latin. Nama,&lt;br /&gt;prestise, atau kehormatan Indonesia dan juga nama Bung Karno sering&lt;br /&gt;disebut-sebut dan dielu-elukan oleh rakyat di banyak negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun dunia Barat (beserta sekutu-sekutunya di berbagai negeri) berusaha&lt;br /&gt;memboikot GANEFO dengan macam-macam cara dan jalan, GANEFO bisa berlangsung&lt;br /&gt;dengan sukses. Seluruh kekuatan demokratis dan progresif (atau kiri) di&lt;br /&gt;Indonesia waktu itu sepenuhnya mendukung dan ikut ambil bagian dalam&lt;br /&gt;bermacam-macam kegiatan dalam projek besar Bung Karno di bidang olahraga dan&lt;br /&gt;politik waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GANEFO yang pernah menjadi kebanggaan rakyat Indonesia (dan rakyat berbagai&lt;br /&gt;negara lainnya) telah diikuti oleh 2.200 atlit dari 48 negara di Asia,&lt;br /&gt;Afrika, Amerika Latin dan Eropa, dengan 450 wartawan dari berbagai negara.&lt;br /&gt;Ini merupakan peristiwa yang amat besar dan membanggakan dalam sejarah&lt;br /&gt;bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penyelenggaraan GANEFO dalam tahun 1963 (artinya, 2 tahun saja sebelum&lt;br /&gt;G30S) kelihatan jelas bahwa Bung Karno adalah satu-satunya pemimpin&lt;br /&gt;Indonesia yang menjunjung dunia olahraga Indonesia ke tingkat tinggi sekali&lt;br /&gt;sehingga mendapat banyak penghargaan dari dalam dan luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah pimpinan Bung Karno negara dan bangsa Indonesia bisa memperlihatkan&lt;br /&gt;keunggulannya di banyak bidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stadion Senayan menjadi Gelora Bung Karno&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kita bisa mengerti bahwa selama pemerintahan rejim mIliter&lt;br /&gt;Suharto, tidak hanya nama Bung Karno saja yang diusahakan dihapus dari&lt;br /&gt;sejarah bangsa, melainkan juga karya-karya agungnya dan politiknya yang amat&lt;br /&gt;penting dan berguna bagi rakyat (termasuk sejarah GANEFO).Semua golongan&lt;br /&gt;reaksioner dalam negeri waktu itu menyerang politik Bung Karno itu sebagai&lt;br /&gt;tindakan yang buang-buang uang dan tenaga secara percuma saja, atau&lt;br /&gt;megalomania, dan mabuk dengan yang serba « mercu suar » yang banyak&lt;br /&gt;disebut-sebut waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan ini patutlah kiranya kita sama-sama ingat bahwa bahwa nama&lt;br /&gt;Gelora Bung Karno dilarang disebutkan dalam masa pemerintahan Orde Baru&lt;br /&gt;selama 32 tahun, dalam rangka de-Sukarnoisasi secara besar-besaran. Artinya,&lt;br /&gt;apa yang « berbau » Bung Karno harus dilarang. Baru dalam tahun 2001,&lt;br /&gt;presiden Abdurrachman Wahid merobah nama stadion Senayan menjadi Gedung&lt;br /&gt;Olahraga Bung Karno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti gemuruhnya « Garuda di dadaku » dan kenangan kepada masa lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini, dengan diselenggarakannya dua pertadingan Indonesia melawan&lt;br /&gt;Filipina di Gelora Bung Karno, dan dengan kemenangan tim nasional Garuda,&lt;br /&gt;maka seluruh suasana selama beberapa hari itu terasa seperti pesta besar&lt;br /&gt;rakyat yang mengingatkan kepada masa-masa jayanya dunia sport Indonesia&lt;br /&gt;sewaktu Asian Games di Jakarta dan GANEFO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan gemuruhnya kumandang lagu « Garuda di dadaku » di seluruh negeri, dan&lt;br /&gt;seringnya disebut-sebut Gelora Bung Karno oleh banyak kalangan, maka bisa&lt;br /&gt;dikatakan bahwa sekarang nampak adanya kebangkitan kembali dunia olahraga&lt;br /&gt;Indonesia, seperti yang pernah dibanggakan di masa lalu. Bersamaan dengan&lt;br /&gt;itu, atau seiring dengan itu, kebangkitan kembalinya dunia olahraga kita&lt;br /&gt;juga berarti - secara langsung atau tidak langsung, dan setapak demi&lt;br /&gt;setapak – hidup kembalinya berbagai gagasan-gagasan besar Bung Karno, yang&lt;br /&gt;sudah berpuluh-puluh tahun diusahakan padam atau mati oleh Orde Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nantinya, sejarah bangsa kita akan menyaksikan bahwa juga melalui Gelora&lt;br /&gt;Bung Karno-lah lambat-laun akan dikubur, untuk selama-lamanya, berbagai&lt;br /&gt;hal yang berbau Orde Baru. Itulah arah perjalanan sejarah rakyat Indonesia&lt;br /&gt;selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paris, 20 Desember 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Umar Said&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-7437210350838127624?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/7437210350838127624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=7437210350838127624' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/7437210350838127624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/7437210350838127624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2010/12/kebangkitan-sepakbola-indonesia-penting.html' title='Kebangkitan sepakbola Indonesia penting untuk persatuan bangsa'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-5035535988249205523</id><published>2010-12-24T22:29:00.002+07:00</published><updated>2010-12-24T22:34:19.209+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Formula Baru Unas sebagai ”Cek Darah”</title><content type='html'>Oleh MOHAMMAD NUH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Pendidikan Nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Ujian Nasional (Unas) 2011 tetap dilaksanakan. Hasil terakhir rapat Panitia Kerja Unas  DPR dengan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas)memutuskan, dengan formula baru, Unas 2011 tetap digelar. Ini keputusanpolitik  yang telah  diambil.  Artinya, secara politis persoalan ada-tidaknya unaspada 2011 sudah selesai. Kini tinggal memformulasikan bobot dalam  bentukpersentase  mata pelajaran untuk menentukan lulus-tidaknya   siswa.&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;Mengapa perlu keputusan  politik? Sebagai sebuah  kebijakan publik,keputusan politik yang bersifat mengikat menjadi penting. Harapannya, melaluikeputusan  politik itu, ke depan persoalan unas tidak lagi diperdebatkan tiap tahun, sehingga menghabiskan  energi. Sudah waktunya evaluasi terhadap unasbukan pada perlu atau tidaknya unas, tapi lebih pada substansi bagaimana upaya meningkatkan   dan memeratakan kualitas pendidikan  dari apa  yangdiperoleh   melalui  hasil unas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap kerja DPR yang telah  menjaring   pendapat publik, untukmenentukan keputusan  politik itu, pemerintah   perlu berterima  kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tiga Nilai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan  dengan formula  baru Unas  2011 perbaikan   dan penyempurnaan penyelenggaraan serta peningkatan   kualitas menjadi  ruhnya, sebagaimana diminta  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sedikitnya ada tiga nilai yang meny ertai formula baru Unas 2011 dengan landasan falsafati pada komprehensifnes   dan kontinuitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama,  formula baru Unas 2011 dalam  upaya mengintegrasikansecaravertikal,yakni mengakomodasi dan mengakui  bahwa setiap  jenjang  capaian peserta  didik harus bisa dijadikan  paspor  ke jenjang satu tingkat lebih tinggi di atasnya.  Makna lain, formulasi Unas 2011 akan memperhitungkan    nilai yang telah diraih atau diperoleh  peserta didik sejak di kelas pertama  pada jenjang yang ditempuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, integrasi  horizontal  atau integrasi  sosial. Ini dapat  memberikan  kesempatan   kepada  peserta  didik yang secara  ekonomi  belum  terlalu beruntung untuk menaiki  anak tangga  jenjang pendidikan   berikutnya.  Terhadap kondisi  ini, melalui  PP 66 Tahun 2010, pemerintah    telah mengakomodasi    bahwa  20 persen  dari  jumlah total  penerimaan siswa/mahasiswa    baru harus berasal  dari masyarakat  kurang mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, integrasi  kewilayahan, berkaitan  dengan upaya mempertahankan    Negara Kesatuan  Republik Indonesia  (NKRI). Upaya ini dilakukan  melalui keharusan memberikan   kesempatan   agar 60 persen kursi mahasiswa baru di perguruan tinggi diperebutkan   secara terbuka  dan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah makna  penting  dan strategisnya  formula Unas  2011 yang  kini disiapkan.   Ruhnya tetap pada  bagaimana memberikan   akses dan pelayanan pendidikan   seluas-luasnya   tanpa membedakan  asal-usul   peserta   didik sebagai  konsekuensi  dari education  for all (EFA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui, sistem evaluasi itu (baca: unas) adalah  bagian  dari proses belajar-mengajar.    Dengan demikian, kalau diistilahkan   unas sebagai ”pohon”-nya,  sistem proses  belajar mengajar  itu sebagai  ”hutan”-nya. Jangan sampai gara-gara memperdebatkan    urusan pohon  tadi, hutannya menjadi  tidak terawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan unas adalah  menentukan    kelulusan siswa serta  peta  atau data kualitas  pendidikan. Jadi, selain  menentukan    kelulusan   siswa, unas bisa dipakai  sebagai  peta,  sehingga  kalau nanti dari hasil unas ada sekolah tertentu  yang kondisinya tidak bagus,  bisa dilakukan  intervensi  untuk meningkatkan   kualitas  sekolah  itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pelaksanaan Unas 2010, misalnya,  pemerintah telah  melakukan  intervensi   kebijakan tersebut,  melalui pengalokasian   anggaran Rp 100 miliar untuk seratus  kabupaten/kota     yang dari analisis hasil unasnya, tingkat kelulusan  peserta didik di sekolah  itu masih  minim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang diintervensi?   Bergantung pada  hasil unas. Bisa saja nilai unas suatu sekolah  rendah karena tidak  ada  atau kekurangan guru mata pelajaran tertentu   atau minimnya infrastruktur di sekolah  itu. Ini berarti  perlakuan terhadap setiap kabupaten/kota    dan tiap sekolah berbeda- beda,  bergantung pada  kondisi  sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  titik inilah,  unas adalah  bagian  dari  pemetaan mutu pendidikan  secara  nasional. Dengan demikian,   hasil unas dapat  dipetakan   berdasar kewilayahan, mata pelajaran,  dan sumber daya pendidikan.   Selain  itu, hasil unas sebagai ”pintu  masuk”  upaya  perbaikan   mutu pendidikan secara menyeluruh di tingkat satuan  pendidikan,  dan sebagai  ”paspor”  untuk masuk ke jenjang  pendidikan   berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap pendapat  yang membedakan   antara nilai unas dan nilai ujian masuk, dapat disampaikan  argumentasi  bahwa  terdapat  overlapping  materi-materi unas dan ujian masuk. Pada overlapping inilah seharusnya kita berikan makna  sebagai  ”paspor”  untuk menaiki anak-tangga pendidikan  berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Perbedaan  Unas 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya,    apa  perbedaan signifikan  an tara  Unas  2010 dan formula baru Unas  2011?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan signifikannya  ada pada pembobotan nilai yang diperoleh siswa di sekolah  untuk me nentukan lulus  tidaknya  peserta   didik.  Agar merasa  memiliki (ownerships),  formula itu disusun  dan disepakati bersama  oleh  para  kepala dinas  provinsi,  kabupaten/kota.  Selain  itu, lulus-tidaknya  peserta  didik bukan ditentukan   semata  oleh nilai unas, tapi dari gabungan prestasi  peserta  didik sebelumnya.  Penentuannya diserahkan   sepenuhnya   kepada  satuan pendidikan   tempat  peserta  didik itu berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diingatkan  kembali bahwa unas bukanlah satu-satunya   penentu  atau syarat kelulusan  peserta didik. Unas lebih diutamakan   sebagai  alat ukur dalam  rangka  melihat  dan meningkatkan kemampuan  siswa.  Ini karena lulus-tidaknya siswa sesungguhnya   ditentukan   empat  hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama,  siswa sudah  menyelesaikan   seluruh program   pendidikan.  Kedua,  dinyatakan   lulus aspek moral dan akhlak. Ketiga, lulus ujian sekolah, dan terakhir,  lulus ujian nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada titik inilah unas bukan lagi untuk diperdebatkan, tapi dilaksanakan secara kredibel. Bagaimana menciptakan unas yang kredibel  atau dapat dipercaya?  Tentu dengan melakukan perbaikan atau penyempurnaan di sana-sini menyangkut   sisi persiapan  di dalamnya,  seperti bentuk dan materi soal, pengamanan pencetakan dan pendistribusian;   sisi pelaksanaan,   berkait dengan pengawasan,   serta persiapan  bagi orang tua dan para peserta didik, agar tidak setres secara berlebihan. Bagaimana dengan kecurangan-kecurangan yang selama ini terjadi? Untuk mencegah  terjadinya  kecurangan unas, pada 2011 pengawasan  dan pengamanan diperketat.  Mulai penggandaan soal, termasuk memperbanyak   tipe soal, distribusi soal, pelaksanaan ujian di setiap ruang ujian, sampai penilaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kecurangan dalam  pelaksanaan ujian nasional tahun-tahun sebelumnya   telah  diidentifikasi, baik modus maupun sekolah pelakunya. Berdasar hasil identifikasi  itu bisa dilakukan  langkah-langkah pencegahan agar kasus serupa tak terulang. Kejujuran merupakan kata  kunci  dan syarat mutlak yang  memang   harus terus-menerus dipegang  dalam pelaksanaan unas. Itu sebabnya, moto dalam pelaksanaan Unas 2010: Prestasi dan Kejujuran, tetap dilanjutkan   pada  2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, perlu penegasan  bahwa unas bukan segala-galanya,   tapi perlu  terus  dipelihara.   Sebab, faktanya, unas sama saja dengan ujian-ujian lain yang dilakukan  di sekolah.  Harus  dipahami bahwa  ujian  adalah  sesuatu yang biasa  dalam pendidikan.   Jadi, itu bukan hal baru, bahkan  ada sejak sebelum kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah  unas dapat  diibaratkan   bagian  dari ”cek  darah”. Tujuannya, antara lain,  untuk mengetahui   seberapa  sehat tubuh  dunia  pendidikan  kita. Bukankah untuk mengetahui   organ tubuh  kita berfungsi  baik atau tidak, bisa dilakukan  melalui  ”cek darah” dan baru dilakukan penanganan secara  khusus setelah  kita mengetahui  tidak berfungsinya  organ kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: Jawa Pos 20 Desember 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-5035535988249205523?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/5035535988249205523/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=5035535988249205523' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/5035535988249205523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/5035535988249205523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2010/12/formula-baru-unas-sebagai-cek.html' title='Formula Baru Unas sebagai ”Cek Darah”'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-3390469650361899931</id><published>2010-12-24T22:27:00.000+07:00</published><updated>2010-12-24T22:29:03.412+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>P2DTK Beri Pelatihan 664 Guru dan Tenaga Pendidik</title><content type='html'>Yang pertama dilakukan oleh pihak UPKD pendidikan program P2DTK tersebut&lt;br /&gt;adalah menggelar pelatihan peningkatakan kurikulum tingkat satuan pendidikan&lt;br /&gt;(KTSP) yang pesertanya adalah pengawas, guru SD/MI-SMP/MTS se-Kabupaten&lt;br /&gt;Kepahiang yang dilaksanakan selama 3 hari.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua UPKD Bidang Pendidikan, Bambang Sugiharto SPd mengatakan, kegiatan ini&lt;br /&gt;bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta dalam menyusun KTSP, membuat&lt;br /&gt;konsep opersionalisasi KTSP dan peningkatan kepemahaman tentang PAKEM&lt;br /&gt;(pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, pelatihan yang digelar oleh UPKD Bidang Pendidikan program P2DTK&lt;br /&gt;adalah pelatihan pengembangan alat peraga sederhana atau media belajar untuk&lt;br /&gt;guru SD/MI-SMP/MTS se-Kabupaten Kepahiang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi yang disampaikan dalam pelatihan yang juga digelar selama 3 hari&lt;br /&gt;tersebut antaranya kebijakan pembangunan daerah, kebijakan pembangunan&lt;br /&gt;pendidikan, standar minimal prasarana laboraturium, pengelolaan alat peraga,&lt;br /&gt;operasionalisasi KTSP dan operasionalisasi PAKEM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadis Dikpora Kepahiang Sigit Tulus Wikono SPd didampingi Bambang Sugiharto&lt;br /&gt;beberapa waktu lalu mengatakan, bahwa kegiatan yang dilaksanakan pihak UPKD&lt;br /&gt;Bidang Pendidikan dalam program P2DTK di Kepahiang adalah program kegiatan&lt;br /&gt;yang belum terkaver oleh pihak Dinas Dikpora.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan yang dilaksanakan sejauh ini adalah kegiatan yang tidak ada di&lt;br /&gt;Dinas Dikpora dan berdampak positif untuk kepentingan pendidikan itu&lt;br /&gt;sendiri, makanya ini sangat bermanfaat, ujar Sigit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program P2DTK yang didanai oleh bank dunia ini menurut Kepala Bappeda M&lt;br /&gt;Taher SH, ada beberapa macam kegiatan. Diantaranya bidang kesehatan,&lt;br /&gt;infrastruktur dan pendidikan. Untuk kegiatan program P2DTK di Kepahiang&lt;br /&gt;sendiri sudah dimulai sejak tahun 2008 lalu. (948)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.bengkuluekspress.com/ver3/mod.php?mod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;cid=25&amp;artid=24945&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-3390469650361899931?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/3390469650361899931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=3390469650361899931' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/3390469650361899931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/3390469650361899931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2010/12/p2dtk-beri-pelatihan-664-guru-dan.html' title='P2DTK Beri Pelatihan 664 Guru dan Tenaga Pendidik'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-5638496168576261030</id><published>2010-12-24T22:26:00.001+07:00</published><updated>2010-12-24T22:34:01.064+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Persembahan PC untuk Guru dari Telkom, Axioo, dan Intel</title><content type='html'>JAKARTA, MICOM - PT Telkom Indonesia, PT Tera data Indonusa (Axioo), &lt;br /&gt;dan Intel Indonesia Coorporation mengadakan kerja sama strategis PC For &lt;br /&gt;Teacher Program. Dalam program kerja sama ini menyediakan laptop atau &lt;br /&gt;notebook bagi guru-guru di seluruh Indonesia. Hal ini &lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disampaikan saat konferensi pers di Gedung Telkom Indonesia, Graha Citra&lt;br /&gt;Charaka, Jakarta, Sabtu (18/12). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laptop yang ditawarkan Axioo &lt;br /&gt;untuk guru ini sudah dilengkapi dengan speedy 384 KBPS. Termasuk di &lt;br /&gt;dalamnya pelatihan bersertifikat untuk tenaga pendidik yang pada &lt;br /&gt;perencanaanya sudah dilakukan sejak 2009. Ditandai adanya kerja sama &lt;br /&gt;dengan Plaza Telkom maupun Axioo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang ini guru sudah &lt;br /&gt;diwajibkan untuk diklat minimal 45 jam, untuk kualifikasi akademik &lt;br /&gt;dibuktikan melalui sertifikat pendidik," kata Ahmad Dasuki Direktur &lt;br /&gt;Profesi Pendidik dari Kementrian Pendidikan Nasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad &lt;br /&gt;menjelaskan pentingnya guru-guru di seluruh Indonesia yang berjumlah &lt;br /&gt;2,78 juta ini untuk mengetahui perkembangan IT saat sekarang sebagai &lt;br /&gt;modal untuk mengajar kepada siswa-siswi mereka. Di samping itu Ahmad &lt;br /&gt;juga menjelaskan penghasilan guru saat ini di Indonesia yang cukup baik &lt;br /&gt;ditandai dengan adanya sertifikasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budi Wahyu Jati, Direktur &lt;br /&gt;Corporate Division Axioo menjelaskan laptop dari Axioo yang disediakan &lt;br /&gt;sudah dilengkapi Intel i3 core dengan gratis internet selama 3-12 bulan.&lt;br /&gt;"Di dalamnya sudah disediakan aplikasi pembelajaran, training dan &lt;br /&gt;sertifikat, buku tutorial penggunaan open office, dan asuransi notebook &lt;br /&gt;selama 1 tahun," ungkapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengenai harga kita berkisar &lt;br /&gt;antara Rp3 juta hingga Rp5 juta. Kita mengharapkan program ini dapat &lt;br /&gt;bermanfaat bagi guru semaksimal mungkin, " ungkap Budi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun &lt;br /&gt;jenis laptop atau notebook yang disediakan adalah PICO PJM 815 TP 7 III &lt;br /&gt;dengan harga Rp 2.999.000-Rp 3.699.000 untuk 12 bulan free Speedy. Jenis&lt;br /&gt;NEON CNC 3420 TP 10.11 dengan harga Rp 5.299.000 dan Rp5.999.000. &lt;br /&gt;(*/OL-2) (Penulis : Yolla Ananda Putri) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satria Dharma&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-5638496168576261030?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/5638496168576261030/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=5638496168576261030' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/5638496168576261030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/5638496168576261030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2010/12/persembahan-pc-untuk-guru-dari-telkom.html' title='Persembahan PC untuk Guru dari Telkom, Axioo, dan Intel'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-7498833297870437871</id><published>2010-12-24T22:23:00.001+07:00</published><updated>2010-12-24T22:23:48.170+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Inovasi Belajar Geografi dengan SUPERPEDIA dan Open Street Map</title><content type='html'>Oleh : Reza Ervani *)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat tulisan ini dibuat, proses pengunduhan data dari Open Street Map untuk ujicoba pengembangan di Rumah Ilmu Indonesia sedang berlangsung. Besar data terbaru adalah sekitar 13 GB.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah salah satu lagi kelebihan Open Source. Anda dapat melakukan inovasi sendiri dengan bermacam sumber yang sudah tersedia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide kali ini sederhana saja, yaitu membangun sebuah web geografi yang terintegrasi dengan SUPERPEDIA. Yang terbayang misalnya jika anda mengklik sebuah point di peta (yang tampilannya seperti GoogleMap) maka anda akan dapat langsung melihat kondisi geografis daerah tersebut, termasuk kepadatan penduduk, budaya, lokasi-lokasi menarik dan semacamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang tentu tidak menduga, bahwa untuk membangun sebuah web peta mandiri tidak diperlukan perangkat lunak yang mahal. Yang akan penulis gunakan untuk ujicoba adalah 3 buah perangkat lunak utama yang keseluruhannya Open Source dan bisa didapatkan secara bebas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Operasi yang digunakan adalah Ubuntu Server 10.04.1, Database yang digunakan adalah PostgreSQL, sementara renderer peta menggunakan Mapnik. Sekali lagi, semua perangkat lunak itu bersifat Open Source, dengan sedikit usaha, bahkan anda bisa mendapatkannya secara gratis dan tetap halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mungkin dibutuhkan dengan spesifikasi cukup tinggi adalah sisi perangkat kerasnya. Minimum hardware requirement adalah server dengan memori 4 GB dan HDD 1 TB, tapi jika anda hendak mencoba dengan data yang lebih sedikit tentu saja tidak harus sebesar itu. Dalam kesempatan ini penulis akan menguji kekuatan RAINER SERVER Dual Processor Xeon Nehalem dengan memori 8 GB dan HDD 500 GB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan berikutnya adalah pada integrasi antara web peta dengan SUPERPEDIA yang berbasis MediaWiki. Ini pun bukan tidak ada contohnya. MediaWiki punya sebuah tool yang disebut geohack, dan hebatnya ini bersifat Open Source, sehingga bisa dimodifikasi sedemikian rupa. Wiki juga mengembangkan WikiMiniAtlas, selain penggunaan GoogleMap dan OpenStreetMap. Jadi kita bisa belajar banyak dari MediaWiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tentu saja yang terberat adalah proses pengayaan data di SUPERPEDIA. Para siswa yang tertarik dengan geografi dapat mulai dilibatkan disini. Sambil jalan-jalan ke suatu tempat, mereka dapat mulai mengamati, membuka web pemetaan lalu melakukan pencatatan digital yang secara otomatis masuk ke SUPERPEDIA yang bisa diakses online di http://superpedia.rumahilmu.org &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, tampaknya ini akan jadi permainan yang asyik di hari-hari ini ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau ikut bermain ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Penulis adalah peneliti di Rumah Ilmu Indonesiadan  dapat dihubungi di email reza@rumahilmuindonesia.net (reza[at]rumahilmuindonesia[dot]net)   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-7498833297870437871?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/7498833297870437871/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=7498833297870437871' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/7498833297870437871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/7498833297870437871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2010/12/inovasi-belajar-geografi-dengan.html' title='Inovasi Belajar Geografi dengan SUPERPEDIA dan Open Street Map'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-2064136961756415809</id><published>2010-12-24T22:20:00.000+07:00</published><updated>2010-12-24T22:21:03.345+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Duh, Ratusan Siswa Diguyur Hujan Sambut Presiden</title><content type='html'>BANDA ACEH--Kasihan benar ratusan siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Banda Aceh. Demi melihat dan menyambut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mereka berjejer di pinggir jalan yang dilewati Presiden menuju Hutan Kota Banda Aceh. Kondisi cuaca ketika itu sedang diguyur hujan cukup lebat.&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sudah berdiri di sepanjang trotoar Jl Panglima T Nyak Makam dekat tempat Presiden menginap. Para siswa berasal dari berbagai sekolah di Banda Aceh, salah satunya, SD Negeri 24 Lampineung. Mereka melambaikan tangan dan mengibarkan bendera merah putih berukuran kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para siswa ini masih mengenakan seragam sekolah. Mereka didampingi gurunya masing-masing. Dari kejauhan tampa baju mereka basah kuyup karena tak memakai payung, apalagi jaket. Selain itu, di sepanjang jalan juga terlihat ratusan polisi dan personel militer, beberapa di antaranya membawa senjata laras panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nasional/10/11/29/149506-duh-ratusan-siswa-diguyur-hujan-sambut-presiden  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-2064136961756415809?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/2064136961756415809/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=2064136961756415809' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/2064136961756415809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/2064136961756415809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2010/12/duh-ratusan-siswa-diguyur-hujan-sambut.html' title='Duh, Ratusan Siswa Diguyur Hujan Sambut Presiden'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-8722939085195378793</id><published>2010-12-24T22:08:00.001+07:00</published><updated>2010-12-24T22:08:30.737+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Tutorial Cisco</title><content type='html'>buat teman2 yang memerlukan, ini ada tutorial2 cisco bisa di download gratis&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;CBT Nuggets - CCNA (640-802)-&gt;http://rapidshare.com/users/M0FV1Z&lt;br /&gt;CCNP BCMSN 642-812 - Train Signal-&gt;http://rapidshare.com/users/5FG1NI&lt;br /&gt;CBT Nuggets - Jeremy Cioara - Cisco CCNA - ICND2 &lt;br /&gt;(640-816)-&gt;http://rapidshare.com/users/CJ63CE&lt;br /&gt;CBT Nuggets - Jeremy Cioara - Cisco CCNA-CCENT - ICND1 &lt;br /&gt;(640-822)-&gt;http://rapidshare.com/users/9G75I&lt;br /&gt;Cisco Press - Wendell Odom - CCNA Video &lt;br /&gt;Mentor-&gt;http://rapidshare.com/users/WS32FF&lt;br /&gt;Scott Morris - IPeXpert's CCIE Routing &amp; Switching &lt;br /&gt;v4-&gt;http://rapidshare.com/users/7IZKT2&lt;br /&gt;Sybex - Todd Lammle - CCNA Study Guide (6th &lt;br /&gt;Edition)-&gt;http://rapidshare.com/users/AHRUVR&lt;br /&gt;TrainSignal - CCNA-CCENT 640-822 ICND1-&gt;http://rapidshare.com/users/X7KYLQ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-8722939085195378793?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/8722939085195378793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=8722939085195378793' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/8722939085195378793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/8722939085195378793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2010/12/tutorial-cisco.html' title='Tutorial Cisco'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-655113790462725024</id><published>2010-12-24T22:04:00.002+07:00</published><updated>2010-12-24T22:05:03.275+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>BANGSA YANG TIDAK MEMBACA</title><content type='html'>Halangan terbesar adalah penguasaan Bahasa Inggris?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu masih di Madison dulu aku juga berpikir demikian ... bahwa batu sandungan terbesar di bnagsa ini adalah penguasaan bahasa Inggris. Karena itulah selama 8 tahun aku ngoprek bahasa-bahasa dunia (the top 43) untuk mendapatkan cara terbaik dan universal untuk mengajar/belajar bahasa secara efektip, 3 bulan intensip -- practically any language. I finished the project, as planned, however ...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;Setelah di tanahair, terutama setelah pulang dari diskusi nasional Bahasa Indonesia di Yogya (UNY), aku menyadari bahwa problem bangsa ini bukan sekedar penguasaan bahasa Inggris --itu juga masih problem besar; nomor 2 lah, -- tetapi sesungguhnya problem nomor wahid adalah kenyataan bahwa bangsa ini, secara kolektip, adalah BANGSA YANG TIDAK MEMBACA. Seperti aku tulis sebelumnya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;&lt; Sejak pertemuan di Yogya tersebut, aku bikin survey pribadi, setiap ketemu orang dibawah usia 50 tahun aku tanya apakah sudah pernah baca "Siti Nurbaya." Kebanyakan reaksinya bengong ... siti siapa? Itu lho, novelnya Marah Rusli .. atau apa kalian pernah baca Layar Terkembang, Katak Hendak Menjadi Lembu ... Pujangga Lama, Pujangga Baru, Angkatan 45, ... Kwartet Buru dari Pramudya. Dari seratus orang hanya 2-3 yang pernah baca, dan itupun karena orangtuanya punya dan suruh dia baca [dari sekolah tidak ada dorongan, anjuran atau assignment untuk melakukan itu]. &gt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau literatur karya orang kita sendiri (dan dalam bahasa kita sendiri) saja tidak dibaca, apakah kita bisa mengharapkan mereka ini membaca literatur dalam bahasa asing? Padahal penguasan bahasa ini tidak mungkin dilakukan tanpa membaca buku, tanpa kemampuan memahami konsep dari sebuah paragraph -- yang merupakan element atau building block dari ide besar dari sebuah buku. Setelah melalui proses "decoding" atau "deciphering" ribuan paragraphs inilah barulah orang "menguasai" bahasanya, apakah itu bahasa ibu kita (L1) maupun bahasa asing (L2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada cara lain untuk menguasai bahasa Inggris (yang dalam hal ini adalah L2) kecuali dengan membaca buku-bukunya. Berapakah di antara kita yang punya privilege untuk mendapat exposure pada kultur dan native speaker secara intensip (misalkan tinggal dan bekerja/sekolah di luar)? Begitu juga dengan bahasa Indonesia, tanpa membaca yang dalam dari literatur yang berbobot (bukan sekedar buku teks garing seperti yang diterbitkan BSE), bagaimana mungkin kita bisa menguasai bahasa Indonesia. Ini menjelaskan nilai ujian yang sungguh menyedihkan dalam mata pelajaran bahasa Indonesia (bahasa kita sendiri!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau nilai UN yang jeblok masih belum meyakinkan, cobalah tengok assessment PISA/OECD yang diterbitkan bulan ini: Dalam kompetensi "reading", Indonesia rankingnya nomor ke 57Š out of 65 countries !!! Dan iini tidak bergeming dari laporan 4 tahun sebelumnya (2006) dimana ranking kita adalah nomor ke 51 ... out of 57 countries. [Dan tentu saja dalam math dan science tidak banyak berbeda, malahan lebih rendah, karena penguasaan setiap ilmu itu tidak lepas dari kemampuan memahami bacaannya.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana memecahkan problem ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama, marilah berpikir dan bersikap realistis. Ini masalah tidak bisa sekedar selesai dengan memerintahkan begini begitu, dengan menghimbau penerbitan buku ini-itu (tentu saja tersedianya literatur yang baik, yang aksesible, akan banyak menolong. Berhentilah berpikir secara instant, seolah semuanya itu bisa selesai dalam semalam (yang aku suka sebut sebagai "sangkuriang complex"). Ini problem "generational" yang --if we do it right-- baru bisa kelihatan hasilnya dalam satu-dua generasi, i.e., 20 sampai 30 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ada REAL &amp; PRACTICAL solution?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Problem ini sudah ada di kepala jauh sebelum aku meninggalkan tanah air, ketika masih sekolah di Bandung, tetapi baru 16 tahun terakhir di Madison aku bener-bener "go deeply ... where no one has gone before" melakukan risetnya. Dan akhirnya kulihat ada setitik harapan, a point of light at the end of the tunnel ... yang pada dasarnya mengatakan: kalau kita menanamkan budaya membaca ini sejak usia dini (TK/SD, bahkan pre-school age) agaknya masih ada harapan buat bangsa ini di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mendalami masalah language aquisition (adult and early age) aku melihat paralelnya dengan budaya atau kegemaran membaca ini: sesuatu yang hampir mustahil diajarkan (walau pakai paksa atau bribe) setelah usia dewasa, tetapi begitu mudah dan "natural" untuk dilakukan ketika mereka ini masih kecil (umur 3-10 tahun). Ini mirip dengan fenomena "phonological bootstrapping" yang terjadi ketika anak-anak mendapatkan bahasanya yang pertama. "Parameter setting" dilakukan di saat itu (as early as 1-2 years old). Tentu saja tidak ada kata "terlambat" dalam belajar apa saja. Mulai membaca (dan belajar bahasanya) kapanpun akan besar manfaatnya, dan ini juga diperlukan untuk mengerti dan membantu proses "pembudayaannya" ... tetapi harapan paling besar (dan berarti penggunaan resource) haruslah diletakkan pada anak-anak yang akan menggantikan kita 20-30 tahun mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mark Twain pernah berujar, "A person who won't read has no advantage over one who can't read." Kalau ini diperluas secara kolektip, bangsa kita ini tak ubahnya dengan bangsa yang tidak bisa membaca atau buta huruf. Dan ini juga punya dampak pada penerbit (seperti Erlangga misalnya), bangsa yang tidak membaca berarti tidak menumbuhkan kebutuhan akan buku, pencetakan buku menurun. Karena buku jadi langka, yang masih mau baca juga susah cari bahan bacaan ... lingkaran setan yang "spiralling down" sampai saat ini: rankingnya 51 out of 57!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tabik,&lt;br /&gt;\KM/  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-655113790462725024?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/655113790462725024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=655113790462725024' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/655113790462725024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/655113790462725024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2010/12/bangsa-yang-tidak-membaca.html' title='BANGSA YANG TIDAK MEMBACA'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-7334315273512240165</id><published>2010-12-24T22:04:00.001+07:00</published><updated>2010-12-24T22:04:29.744+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>elas Pendek Pustakawan Sekolah (pendaftaran gelombang II)</title><content type='html'>APISI, lembaga pengembangan kompetensi pustakawan sekolah, akan mengadakan&lt;br /&gt;kursus singkat bersertifikat untuk menambah keterampilan pustakawan sekolah&lt;br /&gt;dalam pengembangan program perpustakaan di sekolahnya. Melalui kursus ini,&lt;br /&gt;para pustakawan sekolah akan diajarkan keterampilan teknis dan konseptual&lt;br /&gt;untuk peningkatan kinerja dan perannya sebagai pekerja informasi di sekolah.&lt;br /&gt;Pustakawan sekolah yang berminat dapat memilih materi kursus berdasarkan&lt;br /&gt;kebutuhannya.&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kursus singkat ini akan diadakan pada tanggal 3-8 Januari 2011 di Pusat&lt;br /&gt;Dokumentasi Informasi Ilmiah LIPI (*PDII*) *LIPI Alamat*: Jl Gatot Subroto&lt;br /&gt;No 10, *Jakarta. *Adapun materi kursus yang ditawarkan di Kelas Pendek Awal&lt;br /&gt;Tahun diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*3-5 Januari 2011*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas Pagi, 08.00-13.00, Manajemen Dasar Perpustakaan Sekolah (13 jam&lt;br /&gt;pelajaran)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas Siang, 13.00-17.00, Literatur Anak (12 jam pelajaran)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*6-8 Januari 2011*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas Pagi, 08.00-13.00, Manajemen Pengelolaan Koleksi dengan Software SLiMS&lt;br /&gt;(13 jam pelajaran)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas Siang, 13.00-17.00, Literasi Informasi (12 jam pelajaran)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun syarat-syarat peserta kursus antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Peserta adalah pustakawan sekolah, guru ataupun mereka yang berminat&lt;br /&gt;menekuni kepustakawanan sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. *Peserta yang bukan lulusan D3 atau S1 jurusan Ilmu Perpustakaan dan&lt;br /&gt;Informasi wajib mengikuti kelas Manajemen Dasar Perpustakaan&lt;br /&gt;Sekolah*terlebih dahulu sebelum mengambil materi kursus lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Peserta wajib membayar biaya Kelas Pendek sesuai dengan materi kursus&lt;br /&gt;yang dipilihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya per materi kursus adalah sebesar Rp. 750.000,- per materi kursus.&lt;br /&gt;Pendaftaran paling lambat tanggal 28 Desember 2010. Diskon 10 persen untuk&lt;br /&gt;siswa yang mengikuti lebih dari satu materi kursus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Pendaftaran dapat menghubungi menghubungi Novi di 021-98096988 /&lt;br /&gt;08568655377 atau mengirimkan email ke kotaksurat@apisi.org *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Informasi lebih lengkap dapat dibaca di www.apisi.org*&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-7334315273512240165?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/7334315273512240165/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=7334315273512240165' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/7334315273512240165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/7334315273512240165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2010/12/elas-pendek-pustakawan-sekolah.html' title='elas Pendek Pustakawan Sekolah (pendaftaran gelombang II)'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-5430438433991363574</id><published>2010-12-24T22:02:00.000+07:00</published><updated>2010-12-24T22:03:23.740+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Pejabat Kemendiknas Jadi Tersangka Korupsi</title><content type='html'>Jakarta - Kejaksaan Agung menetapkan Joko Sutrisno,&lt;br /&gt;Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan pada Ditjen Manajemen&lt;br /&gt;Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional sebagai&lt;br /&gt;tersangka korupsi.&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Penetapan tersangka itu berdasarkan Surat Perintah Direktur&lt;br /&gt;Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, 13 Desember&lt;br /&gt;2010" kata Juru Bicara Kejaksaan Agung, Babul Khoir Harahap di&lt;br /&gt;Jakarta, Rabu 22 Desember 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus dugaan korupsi itu terkait pelaksanaan Lomba Keterampilan Siswa&lt;br /&gt;(LKS) SMK XVII dan Pameran SMK pada Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar&lt;br /&gt;dan Menengah Kemdiknas 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penetapan tersangka itu merupakan pengembangan dari hasil&lt;br /&gt;penyidikan tindak pidana korupsi pelaksanaan LKS SMK XVII dan Pameran&lt;br /&gt;SMK atas nama tersangka Sukowiyanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan, sebelumnya Kejagung telah menetapkan tiga tersangka dalam&lt;br /&gt;penyidikan dugaan korupsi tersebut, yakni, Sukowiyanto (penanggung&lt;br /&gt;jawab kegiatan). Kemudian Susilowati (Kasubdit SMK Direktorat&lt;br /&gt;Pembinaan SMK Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdiknas&lt;br /&gt;atau Pejabat Pembuat Komitmen). "Tersangka berikutnya, yakni, mantan&lt;br /&gt;Bendahara Pengeluaran Pembantu," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WDA | ANT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber http://tempointeraktif.com/hg/hukum/2010/12/22/brk,20101222-300999,id.html &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-5430438433991363574?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/5430438433991363574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=5430438433991363574' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/5430438433991363574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/5430438433991363574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2010/12/pejabat-kemendiknas-jadi-tersangka.html' title='Pejabat Kemendiknas Jadi Tersangka Korupsi'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-5384415907824581149</id><published>2010-12-24T22:01:00.000+07:00</published><updated>2010-12-24T22:02:41.289+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Harga Skripsi Mahasiswa UI Hanya Rp 250 Ribu</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR--Skripsi dan tesis mahasiswa Universitas&lt;br /&gt;Indonesia (UI) diperjualbelikan secara bebas di internet. Hal ini&lt;br /&gt;diketahui Republika dari sebuah milis organisasi mahasiswa UI, Rabu&lt;br /&gt;(22/12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam milis itu disebutkan, mahasiswa angkatan 2004 arsitektur menemukan&lt;br /&gt;web yang menjual semua skripsi mahasiswa jurusan tersebut, yang lulus di&lt;br /&gt;tahun 2008 lalu. Skripsi itu bahkan dijual di internet dengan harga Rp&lt;br /&gt;250 ribu dalam bentuk hard copy serta Rp 375 ribu dalam keping Compact&lt;br /&gt;Disk (CD).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski belum melihat secara langsung, Kepala Kantor Sekretaris Pimpinan&lt;br /&gt;UI, Devi Rahmawati mengaku sudah mendengar hal ini. Namun ia menjamin&lt;br /&gt;hal ini tak dilakukan pihak dalam UI, pasalnya pengawasan sudah amat&lt;br /&gt;ketat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, ke depan, pihak UI akan segera mewajibkan mahasiswa untuk&lt;br /&gt;memfotokopi laporan akademisnya, hanya di dalam kampus. "Tidak ada lagi&lt;br /&gt;mahasiswa yang bisa menduplikasi skripsinya di luar, karena rawan tindak&lt;br /&gt;plagiat," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ia pun mengatakan jika hal ini terus terjadi, pihaknya&lt;br /&gt;kemungkinan akan melaporkan kejadian ini kepada pihak yang berwajib.&lt;br /&gt;"Tapi tentunya, langkah hukum ini akan diambil setelah pembicaraan&lt;br /&gt;bersama terlebih dahulu," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Devi mengaku, penjualan skripsi dan tesis di internet tak hanya menimpa&lt;br /&gt;UI, tapi juga Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lainnya. Pola pikir&lt;br /&gt;masyarakat yang lebih mengagungkan hasil dibanding proses menjadi&lt;br /&gt;penyebab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lengkapnya&lt;br /&gt;http://m.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/10/12/22/153850-harga-skripsi-mahasiswa-ui-hanya-rp-250-ribu   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-5384415907824581149?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/5384415907824581149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=5384415907824581149' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/5384415907824581149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/5384415907824581149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2010/12/harga-skripsi-mahasiswa-ui-hanya-rp-250.html' title='Harga Skripsi Mahasiswa UI Hanya Rp 250 Ribu'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-2212925066784621113</id><published>2010-12-24T22:00:00.000+07:00</published><updated>2010-12-24T22:01:32.564+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>DANA PENDIDIKAN Dibutuhkan, Data Pokok Pendidikan</title><content type='html'>Kebocoran dana pendidikan selama ini bukan cuma di desa-desa maupun daerah terpencil, tetapi juga di kota besar seperti pada kasus bantuan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di sejumlah sekolah di DKI Jakarta senilai Rp 5,7 miliar temuan BPK Jakarta. Saatnya diciptakan Data Pokok Pendidikan berbasis teknologi informasi (TI) agar tidak terjadi lagi kebocoran tersebut.&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data tersebut dapat diisi dengan data-data mengenai seluruh sekolah di Indonesia secara detail, baik secara fisik gedung maupun pengelolaan uangnya.-- Hetifah Sjaifudian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dikemukakan anggota DPR RI Hetifah Sjaifudian kepada Kompas.com di Jakarta, Selasa (21/12/2010), terkait temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada 7 sekolah di DKI Jakarta yang diduga melakukan penggelapan dana BOS, BOP dan block grant RSBI senilai Rp 5,7 miliar. Hetifah mengungkapkan, Data Pokok Pendidikan dibuat untuk memperbaiki tata kelola sekolah, terutama anggaran pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi lengkapnya bisa dilihat pada alamat &lt;br /&gt;http://edukasi.kompas.com/read/2010/12/21/14234976/Dibutuhkan..Data.Pokok.Pendidikan &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-2212925066784621113?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/2212925066784621113/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=2212925066784621113' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/2212925066784621113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/2212925066784621113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2010/12/dana-pendidikan-dibutuhkan-data-pokok.html' title='DANA PENDIDIKAN Dibutuhkan, Data Pokok Pendidikan'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-7750361512226825811</id><published>2010-12-18T04:09:00.000+07:00</published><updated>2010-12-18T04:10:38.865+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Bocah Belia dengan Ide Besar</title><content type='html'>ANDA mungkin ingat dengan peraih Ashoka Young Changemaker 2009, Kusuma Dyah&lt;br /&gt;Sekararum atau biasa disapa Ara.Ara yang saat itu masih berusia sembilan&lt;br /&gt;tahun menerima penghargaan karena proyeknya, Moo’s Project, yakni melakukan&lt;br /&gt;pendampingan kepada peternak sapi di Boyolali, Jawa Tengah. Kini muncul nama&lt;br /&gt;Aghnie Hasya Rif,siswi SMP Alfa Centauri, Bandung.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aghni yang masih berusia 14 tahun terpilih sebagai peraih young changemaker&lt;br /&gt;termuda untuk tahun 2010. Baik Ara dan Aghnie memiliki kesamaan, yakni masih&lt;br /&gt;sama-sama bocah namun memiliki ide perubahan sosial layaknya orang dewasa.&lt;br /&gt;Berbicara dengan Ara dan Aghnie, layaknya Anda berbicara dengan dua bocah&lt;br /&gt;yang masih terbata- terbata bicaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Anda akan terkejut, dalam kalimat- kalimatnya yang pendek itu&lt;br /&gt;ternyata meluncur ide pembaruan dan perubahan sosial yang bahkan tidak&lt;br /&gt;terpikir oleh orang dewasa kebanyakan. Boleh kagum atau terpesona, yang&lt;br /&gt;jelas Ara dan Aghnie adalah dua bocah Indonesia yang samasama memiliki&lt;br /&gt;keprihatinan melihat kondisi lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat Ara dan Aghnie mengingatkan kita pada tokoh Trevor McKinney dalam&lt;br /&gt;film Pay It Forward. Berbicara tentang Aghnie yang masih duduk di kelas 3&lt;br /&gt;SMP ini,dia prihatin dengan kondisi ketimpangan sosial di sekolahnya.SMP&lt;br /&gt;Alfa Centauri, Bandung, tempatnya menimba ilmu, memang merupakan sekolah&lt;br /&gt;yang menerapkan subsidi silang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, nyatanya terdapat kondisi yang tidak seimbang di mana lebih banyak&lt;br /&gt;siswa tidak mampu dibanding yang mampu hingga sering menjadi kendala bagi&lt;br /&gt;sebagian siswa, seperti kesulitan mendapat buku pelajaran, tidak ada biaya&lt;br /&gt;untuk outing,dan sebagainya. Kepada SINDO Aghnie mengisahkan betapa&lt;br /&gt;tragisnya apabila melihat temannya harus diminta keluar dari kelas hanya&lt;br /&gt;gara-gara tidak memiliki buku pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ironis, ketika negara sedang menggalakkan gerakan wajib belajar 9&lt;br /&gt;tahun namun masih banyak anak dari masyarakat miskin yang harus rela menelan&lt;br /&gt;pil pahit karena kesulitan ekonomi. Toh jika bisa sekolah pun,tidak mampu&lt;br /&gt;membeli buku. Kondisi inilah yang membuat Aghnie mengajak teman-teman&lt;br /&gt;sekelasnya mengumpulkan barang-barang bekas untuk dijual dalam kegiatan&lt;br /&gt;Garage Sale bertema “Sama Rata Sama Rasa”, yang hasilnya diperuntukkan bagi&lt;br /&gt;temanteman Aghnie yang kesulitan biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengusung moto “Dari kita untuk kita”beruntung Aghnie mendapat&lt;br /&gt;dukungan dari guru dan teman-temannya hingga dia berhasil menyelenggarakan&lt;br /&gt;Garage Sale lebih dari tiga kali.Dalam proses pengumpulan barang bekas,&lt;br /&gt;Aghnie melibatkan teman-temannya dalam panitia kecil, serta secara&lt;br /&gt;bergerilya masuk ke kelaskelas maupun ke rumah kerabat dan teman-temannya,&lt;br /&gt;khusus untuk menyosialisasikan program ini. Hasilnya, dari kegiatan Garage&lt;br /&gt;Saleyang sudah terlaksana,terkumpul dana Rp2,6 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dana yang terkumpul ini sudah digunakan untuk membeli sebanyak 127 buku&lt;br /&gt;pelajaran yang kemudian disimpan di perpustakaan. Siswa di sekolah Aghnie&lt;br /&gt;pun sudah menggunakan buku yang disediakan. Mereka menggunakannya secara&lt;br /&gt;bergantian. Bagaimana cara Aghnie menjual barang-barang bekas yang di&lt;br /&gt;antaranya barang elektronik dan baju bekas layak pakai itu? “Dijual di&lt;br /&gt;sekolah, di kota, di gang Jalan Lombok di Bandung, dan juga dibantu Ibu&lt;br /&gt;Aghnie untuk dijual kepada teman-temanya di kantor,”ujarnya polos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ke depan,Aghnie akan terus menampung barang-barang yang ingin orang&lt;br /&gt;sumbangkan dan dijual di Garage Sale berikutnya. Lalu uang hasil&lt;br /&gt;penjualannya akan dipakai untuk membeli buku yang disimpan di perpustakaan&lt;br /&gt;sekolah sehingga dapat membantu temantemannya yang kesulitan membeli&lt;br /&gt;buku.Apalagi,Aghnie juga membentuk suatu komunitas cinta baca di sekolahnya,&lt;br /&gt;yang bertujuan meningkatkan minat membaca anak bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas Aghnie ternyata tidak hanya berhenti di situ. Jika melalui Garage&lt;br /&gt;Sale bertemakan ”Sama Rata Sama Rasa” dia membantu teman-teman sekolahnya,&lt;br /&gt;kini Aghnie mulai ingin membantu ibu dari teman-temanya yang kesulitan&lt;br /&gt;membeli buku itu. Melalui ”Sekolah Ibu” yang dimulai sejak tiga bulan&lt;br /&gt;lalu,Aghnie ingin memberikan bekal keterampilan bagi ibu-ibu untuk membuat&lt;br /&gt;kerajinan tangan. Silakan ditebak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan baku kerajinan tangan pun merupakan sebagian kecil hasil penjualan&lt;br /&gt;dari Garage Sale untuk membeli manik-manik yang akan dijadikan kalung dan&lt;br /&gt;aksesori lain sebagai modal fundraising jika tidak ada lagi barang bekas&lt;br /&gt;yang bisa dijual. Kini sudah ada delapan ibu yang bergabung di Sekolah Ibu&lt;br /&gt;untuk ikut belajar membuat kerajinan tangan.Hasil karya dari para ibu-ibu&lt;br /&gt;ini pun nantinya juga untuk membantu pembelian buku pelajaran. Mentornya&lt;br /&gt;nantinya juga dibuat bergilir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni ibu yang saat ini menjadi siswa dan mahir, nantinya akan diminta&lt;br /&gt;menjadi mentor bagi ibu lainnya. Bahkan, sudah ada perusahaan di Bandung&lt;br /&gt;yang menawarkan diri untuk merekrut karyawan dari alumni Sekolah Ibu apabila&lt;br /&gt;memang dianggap terampil. ”Model sekolahnya dengan pertemuan tiga kali&lt;br /&gt;seminggu,saat ini hasil kerajinannya masih buat contoh, belum dijual. Ke&lt;br /&gt;depan, Sekolah Ibu inilah yang ingin saya tingkatkan sehingga bisa semakin&lt;br /&gt;baik,”katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Aghnie dari Malang Jawa Timur juga ada Thantien Hidayati yang&lt;br /&gt;melakukan gerakan pendidikan alternatif guna pengembangan kapasitas anak.&lt;br /&gt;Thantien melihat anak-anak yang tinggal di kampung yang dikelilingi&lt;br /&gt;perumahan mewah di daerah pelabuhan menunjukkan perilaku yang kurang berbudi&lt;br /&gt;pekerti dan beretika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh Komunitas Aksara di&lt;br /&gt;Perpustakaan Anak ‘’Pustaka Aksara’’, anak-anak didampingi secara&lt;br /&gt;berkelanjutan dan difasilitasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan&lt;br /&gt;berbudi pekerti, tentunya juga dengan penggalian potensi minat bakat dalam&lt;br /&gt;diri mereka untuk dikembangkan secara lebih terarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas Aksara juga mengadakan pelatihan-pelatihan untuk kaum muda dengan&lt;br /&gt;tujuan untuk meningkatkan kepedulian mereka terhadap permasalahan sosial dan&lt;br /&gt;juga pelatihan serta pendampingan untuk komunitas-komunitas kaum muda yang&lt;br /&gt;memiliki gerakan sevisi dengan Komunitas Aksara. (abdul malik/islahuddin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-7750361512226825811?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/7750361512226825811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=7750361512226825811' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/7750361512226825811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/7750361512226825811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2010/12/bocah-belia-dengan-ide-besar.html' title='Bocah Belia dengan Ide Besar'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-8428536868201339886</id><published>2010-12-10T20:40:00.001+07:00</published><updated>2010-12-10T20:40:26.212+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Masalah Kebudayaan KHD</title><content type='html'>Ki Hadjar Dewantara,  di pidato “Masalah Kebudayaan” pada saat pemberian gelar Doctor Honoris Causa di UGM pada saat Dies Natalis VII  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah sekali-kali orang mengira bahwa kita harus menolak pengaruh-pengaruh kultural dari dunia luar umumnya dunia barat khususnya. Jangan sekali-kali! Sebaliknya janganlah kita memasukkan bentuk, isi, dan irama dari luar yang tidak perlu.  &lt;span class="fullpost"&gt; Dalam hal ini kita perlu menunjukkan kepada dunia, bahwa kita cukup bebas dan merdeka serta berdaulat, untuk memilih sendiri segala apa yang kita perlukan. Indonesia bukan Nederland, bukan Inggris, Amerika.  Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Makasar, Medan, Padang …… bukan Amsterdam, Leiden, Utrecht, Groningen, bukan juga London, Cambridge, bukan juga kota-kota Universitas Amerika.  Memang benar, kita harus meniru segala apa yang baik dari negeri manapun. Ambillah sifat-sifat dasar yang ada di seluruh dunia, yang dapat mengembangkan dan memperkaya kebudayaan nasional kita.  Sebaliknya rakyat kita harus berani, sanggup dan mampu untuk mewujudkan bentuk sendiri, isi sendiri, irama sendiri, seperti yang layak boleh diharapkan dari bangsa yang telah memasuki Dunia Internasional, tetapi sebagai Bangsa yang Berpribadii.   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-8428536868201339886?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/8428536868201339886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=8428536868201339886' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/8428536868201339886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/8428536868201339886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2010/12/masalah-kebudayaan-khd.html' title='Masalah Kebudayaan KHD'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-178022612821989291</id><published>2010-12-10T20:38:00.001+07:00</published><updated>2010-12-10T20:38:38.192+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Panduan membersihkan abu vulkanik</title><content type='html'>Panduan membersihkan abu vulkanik di berbagai tempat di sekitar rumah anda. Panduan diperoleh berdasarkan informasi International Volcanic Health Hazard Network (IVHHN).&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang harus dilakukan dalam membersihkan abu vulkanik di luar ruangan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rencanakanlah hari untuk kerja bakti membersihkan abu bersama tetangga atau komunitas anda. Ingat, koordinasi harus dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Usahakan untuk berkoordinasi dengan instansi tertentu tentang cara pembuangan abu vulkanik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Selalu Pakai Masker Debu. Jika ada, pakailah masker yang direkomendasikan IVHHN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pakailah kacamata untuk melindungi mata dari abu vulkanik. Jangan pakai lensa kontak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Basahi abu terlebih dahulu dengan mencipratkan sebelum mengambilnya dengan sekop. Tapi, jangan menambahkan terlalu banyak air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jangan menyapu abu yang kering. Abu yang tersapu bisa tercampur dengan udara sehingga bisa berbahaya jika terhirup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Abu membuat permukaan menjadi licin. Hati-hati jika membersihkan abu di tangga maupun atap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kumpulkan abu di kantung plastik yang cukup kuat. Jika ada truk penampung, kumpulkan langsung saja ke truk tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Abu gunung api membuat permukaan menjadi licin. Berhati-hatilah ketika membersihkan abu di tangga atau atap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Hindari membuang abu ke talang, selokan, saluran air maupun taman. Abu bisa menyumbat saluran air tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Jika abu juga terdapat di talang atau saluran air, maka bersihkanlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Jangan mencampur abu gunung api dengan sampah lainnya. Abu gunung api bisa merusak truk sampah yang membawa sampah anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Ganti pakaian yang telah digunakan untuk membersihkan abu sebelum kembali memasuki rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang harus dilakukan untuk membersihkan abu vulkanik di dalam ruangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pastikan bagian luar ruangan sudah selesai dibersihkan sebelum memulai membersihkan bagian dalam ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pastikan ventilasi yang baik dengan membuka semua pintu dan jendela sebelum memulai membersihkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Gunakan satu pintu masuk untuk menghindari kontaminasi pada area yang sudah dibersihkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jangan lupa untuk tetap menggunakan masker&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tidak perlu mengajak anak-anak dan binatang piaraan selama membersihkan abu vulkanik. Taruh mereka di tempat yang aman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Basahi dulu abu yang menempel di lantai. Setelah itu kumpulkan dalam kantong plastik yang cukup kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Jika hendak membersihkan pakaian dan tirai, sedot dulu abu vulkanik dengan vacuum cleaner. Setelah itu, cuci dengan detergent biasa tanpa perlu menggosoknya terlalu keras. Penggosokan akan merusak kain karena partikel abu vulkanik tajam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Bersihkan pakaian sedikit demi sedikit dengan air yang cukup. Pencucian pakaian akan menyita banyak detergent.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Jika ingin membersihkan permukaan berbahan kaca, porselen, enamel dan permukaan akrilik, gunakan spons atau kain yang sudah dibasahi dengan air campuran detergent. Hindari menggosok, cukup bersihkan dengan cara mengoles. Gosokan membuat permukaan benda itu tergores.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Jika ingin membersihkan permukaan kayu yang dipelitur, sedot dulu abu dengan vacuum cleaner. Setelah itu, bersihkan dengan kain basah dengan cara mengoles.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Jika ingin membersihkan lantai, basahi dulu abu dan kumpulkan pada kantong plastik yang cukup kuat. Setelah itu, pel dengan kain bersih dan basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Jika ingin membersihkan peralatan elektronik, matikan dulu suplai listrik pada alat tersebut. Setelah itu, bersihkan dengan vacuum cleaner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Jangan menggunakan sikat penyapu lantai dan fan selama membersihkan. Hal itu bisa membuat abu melayang ke udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Beberapa bulan setelah pembersihan, Ac dan filter harus dirawat. Selalau bersihkan kompor dan kulkas, terutama pada saluran udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Cucilah kain yang digunakan untuk mencuci barang-barang dengan air mengalir. Jangan mengucek atau menggosoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Bersihkan ruangan beberapa kali dalam sehari jika cuaca sedang panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://lipsus.kompas.com/merapimeletus/read/2010/11/11/08243492/Panduan.Membersihkan.Abu.Vulkanik&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-178022612821989291?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/178022612821989291/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=178022612821989291' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/178022612821989291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/178022612821989291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2010/12/panduan-membersihkan-abu-vulkanik.html' title='Panduan membersihkan abu vulkanik'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-3030092778661113356</id><published>2010-12-10T20:36:00.000+07:00</published><updated>2010-12-10T20:37:12.091+07:00</updated><title type='text'>Jejak Jahat Amerika</title><content type='html'>Dalam surat terbukanya kepada Presiden Amerika G W Bush, Ustadz Abu&lt;br /&gt;Bakar Baasyir menyatakan antara lain: Sebagai&lt;br /&gt;penguasa dari negara adidaya, Anda telah menghancurkan dan meruntuhkan&lt;br /&gt;pemerintahan Islam Thaliban, hanya karena berusaha melindungi saudara seiman,&lt;br /&gt;yaitu Usamah bin Ladin yang Anda tuduh sebagai pelaku peledakan WTC dan&lt;br /&gt;Pentagon, 11 September 2001, tanpa bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan&lt;br /&gt;menurut hokum yang adil dan benar.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah studi yang dilakukan New Hampshire Univ ersity&lt;br /&gt;mengungkapkan bahwa sedikitnya 3.767 warga sipil Afganistan tewas oleh bom yang&lt;br /&gt;dijatuhkan Amerika antara 7 Oktober sampai 10 Desember 2001. Di Irak, agresi&lt;br /&gt;dan pendudukan Amerika beserta sekutunya telah menewaskan sekitar 600 ribu warga&lt;br /&gt;setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran bila Human Right Report 2002 dan Human&lt;br /&gt;Right Watch di New York dlm laporannya 16 Januari 2002 menyimpulkan: “Amerika&lt;br /&gt;Serikat dan pemerintahan G W Bush adalah pelanggar Hak-hak Asasi Manusia berat&lt;br /&gt;terbanyak di dunia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Amerika Serikat merayakan Hari Kemerdekaan 4&lt;br /&gt;Juli 2002, Koran terkemuka Inggris, Daily&lt;br /&gt;Mirror, memuat artikel John Pliger sebagai headline. Dalam tulisannya, Pilger menyebut Amerika sebagai “Negara&lt;br /&gt;Bajingan” (Rogue State).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah judul Pagi&lt;br /&gt;Hari pada Empat Juli, Pilger menyatakan korban sipil Afganistan yang tewas&lt;br /&gt;akibat bom-bom yang dijatuhkan AS, jauh lebih bayak daripada korban Serangan&lt;br /&gt;WTC 11 September 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tragedi WTC 911 pun ternyata permainan Amerika.&lt;br /&gt;Faktanya terungkap antara lain lewat buku “Fitnah Itu Akhirnya Terungkap,&lt;br /&gt;Investigasi Peristiwa 11-9 dan Perang Amerika Membasmi Terorisme” (Dr. Albert&lt;br /&gt;D. Pastore PhD). Jerry D. Gray menguak sekaligus dalam tiga buku: “The Hard&lt;br /&gt;Evidence Exposed! The Real Truth” (Fakta Sebenarnya Tragedi 11 September),&lt;br /&gt;“American Shadow Government” (Pemerintah Bayangan Amerika), dan “Bayang-bayang&lt;br /&gt;Gurita”, (Mengungkap Pergerakan Freemason dan Organisasi Anti Islam Dunia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya buku bertajuk “Palestina” (Sejarah,&lt;br /&gt;Perkembangan dan Inspirasi) karya Dr. Muhsin Muhammad Shaleh serta “Perang&lt;br /&gt;Afganistan” karya ZA Maulani, dan “Perang Iraq-AS” terbitan COMES.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga lihatlah film-film documenter terbaik sebagai winner of best picture 2004 Cannes Film&lt;br /&gt;Festival seperti “Fahrenheit 9/11”, “911 in Plane Site’, dan “911 Control&lt;br /&gt;Room”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski kejahatan itu tak terbantahkan lagi, Amerika&lt;br /&gt;yang kini dipimpin oleh Barack Obama tetap memelihara kebijakannya atas Irak&lt;br /&gt;dan Afganistan. Tentara Amerika tetap menjadi pembunuh kaum Muslimin.[]ta&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-3030092778661113356?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/3030092778661113356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=3030092778661113356' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/3030092778661113356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/3030092778661113356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2010/12/jejak-jahat-amerika.html' title='Jejak Jahat Amerika'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-3116410623471062939</id><published>2010-12-10T20:25:00.002+07:00</published><updated>2010-12-10T20:31:43.783+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Kesultanan Majapahit, Fakta Sejarah Tersembunyi</title><content type='html'>Seorang sejarawan pernah berujar bahwa sejarah itu adalah versi atau sudut pandang orang yang membuatnya. Versi ini sangat tergantung dengan niat atau motivasi si pembuatnya. Barangkali ini pula yang terjadi dengan Majapahit, sebuah kerajaan maha besar masa lampau yang pernah ada di negara yang kini disebut Indonesia. Kekuasaannya membentang luas hingga mencakup sebagian besar negara yang kini dikenal sebagai Asia Tenggara.&lt;span class="fullpost"&gt;  Namun demikian, ada sesuatu yang ‘terasa aneh’ menyangkut kerajaan yang puing-puing peninggalan kebesaran masa lalunya masih dapat ditemukan di kawasan Trowulan Mojokerto ini. Sejak memasuki Sekolah Dasar, kita sudah disuguhi pemahaman bahwa Majapahit adalah sebuah kerajaan Hindu terbesar yang pernah ada dalam sejarah masa lalu kepulauan Nusantra yang kini dkenal Indonesia. Inilah sesuatu yang terasa aneh tersebut. Pemahaman sejarah tersebut seakan melupakan beragam bukti arkeologis, sosiologis dan antropologis yang berkaitan dengan Majapahit yang jika dicerna dan dipahami secara ‘jujur’ akan mengungkapkan fakta yang mengejutkan sekaligus juga mematahkan pemahaman yang sudah berkembang selama ini dalam khazanah sejarah masyarakat Nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Kegelisahan’ semacam inilah yang mungkin memotivasi Tim Kajian Kesultanan Majapahit dari Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pengurus Daerah Muhammadiyah Yogyakarta untuk melakukan kajian ulang terhadap sejarah Majapahit. Setelah sekian lama berkutat dengan beragam fakt-data arkeologis, sosiologis dan antropolis, maka Tim kemudian menerbitkannya dalam sebuah buku awal berjudul ‘Kesultanan Majapahit, Fakta Sejarah Yang Tersembunyi’. Buku ini hingga saat ini masih diterbitkan terbatas, terutama menyongsong Muktamar Satu Abad Muhammadiyah di Yogyakarta beberapa waktu yang lalu. Sejarah Majapahit yang dikenal selama ini di kalangan masyarakat adalah sejarah yang disesuaikan untuk kepentingan penjajah (Belanda) yang ingin terus bercokol di kepulauan Nusantara. Akibatnya, sejarah masa lampau yang berkaitan dengan kawasan ini dibuat untuk kepentingan tersebut. Hal ini dapat pula dianalogikan dengan sejarah mengenai PKI. Sejarah yang berkaitan dengan partai komunis ini yang dibuat di masa Orde Baru tentu berbeda dengan sejarah PKI yang dibuat di era Orde Lama dan bahkan era reformasi saat ini. Hal ini karena berkaitan dengan kepentingan masing-masing dalam membuat sejarah tersebut. Dalam konteks Majapahit, Belanda berkepentingan untuk menguasai Nusantara yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Untuk itu, diciptakanlah pemahaman bahwa Majapahit yang menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia adalah kerajaan Hindu dan Islam masuk ke Nusantara belakangan dengan mendobrak tatanan yang sudah berkembang dan ada dalam masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang diungkapkan oleh buku ini tentu memiliki bukti berupa fakta dan data yang selama ini tersembunyi atau sengaja disembunyikan. Beberapa fakta dan data yang menguatkan keyakinan bahwa kerajaan Majpahit sesungguhnya adalah kerajaan Islam atau Kesultanan Majapahit adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;Ditemukan atau adanya koin-koin emas Majapahit yang bertuliskan kata-kata ‘La Ilaha Illallah  Muhammad Rasulullah’. Koin semacam ini dapat ditemukan dalam Museum Majapahit di kawasan Trowulan Mojokerto Jawa Timur. Koin adalah alat pembayaran resmi yang berlaku di sebuah wilayah kerajaan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sangat tidak mungkin sebuah kerajaan Hindu memiliki alat pembayaran resmi berupa koin emas bertuliskan kata-kata Tauhid. &lt;br /&gt;Pada batu nisan Syeikh Maulana Malik Ibrahim yang selama ini dikenal sebagai Wali pertama dalam sistem Wali Songo yang menyebarkan Islam di Tanah Jawa terdapat tulisan yang menyatakan bahwa beliau adalah Qadhi atau hakim agama Islam kerajaan Majapahit. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Agama Islam adalah agama resmi yang dianut oleh Majapahit karena memiliki Qadhi yang dalam sebuah kerajaan berperan sebagai hakim agama dan penasehat bidang agama bagi sebuah kesultanan atau kerajaan Islam. &lt;br /&gt;Pada lambang Majapahit yang berupa delapan sinar matahari terdapat beberapa tulisan Arab, yaitu shifat, asma, ma’rifat, Adam, Muhammad, Allah, tauhid dan dzat. Kata-kata yang beraksara Arab ini terdapat di antara sinar-sinar matahari yang ada pada lambang Majapahit ini. Untuk lebih mendekatkan pemahaman mengenai lambang Majapahit ini, maka dapat dilihat pada logo Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, atau dapat pula dilihat pada logo yang digunakan Muhammadiyah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Majapahit sesungguhnya adalah Kerajaan Islam atau Kesultanan Islam karena menggunakan logo resmi yang memakai simbol-simbol Islam.&lt;br /&gt;Pendiri Majapahit, Raden Wijaya, adalah seorang muslim. Hal ini karena Raden Wijaya merupakan cucu dari Raja Sunda, Prabu Guru Dharmasiksa yang sekaligus juga ulama Islam Pasundan yang mengajarkan hidup prihatin layaknya ajaran-ajaran suf, sedangkan neneknya adalah seorang muslimah, keturunan dari penguasa Sriwijaya. Meskipun bergelar Kertarajasa Jayawardhana yang sangat bernuasa Hindu karena menggunakan bahasa Sanskerta, tetapi bukan lantas menjadi justifikasi bahwa beliau adalah seorang penganut Hindu. Bahasa Sanskerta di masa lalu lazim digunakan untuk memberi penghormatan yang tinggi kepada seseorang, apalagi seorang raja. Gelar seperti inipun hingga saat ini masih digunakan oleh para raja muslim Jawa, seperti Hamengku Buwono dan Paku Alam Yogyakarta serta Paku Buwono di Solo. Di samping itu, Gajah Mada yang menjadi Patih Majapahit yang sangat terkenal terutama karena Sumpah Palapanya ternyata adalah seorang muslim. Hal ini karena nama aslinya adalah Gaj Ahmada, seorang ulama Islam yang mengabdikan kemampuannya dengan menjadi Patih di Kerajaan Majapahit. Hanya saja, untuk lebih memudahkan penyebutan yang biasanya berlaku dalam masyarakat Jawa, maka digunakan Gajahmada saja. Dengan demikian, penulisan Gajah Mada yang benar adalah Gajahmada dan bukan ‘Gajah Mada’. Pada nisan makam Gajahmada di Mojokerto pun terdapat tulisan ‘La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah’ yang menunjukkan bahwa Patih yang biasa dikenal masyarakat sebagai Syeikh Mada setelah pengunduran dirinya sebagai Patih Majapatih ini adalah seorang muslim.&lt;br /&gt;Jika fakta-fakta di atas masih berkaitan dengan internal Majapahit, maka fakta-fakta berikut berhubungan dengan sejarah dunia secara global. Sebagaimana diketahui bahwa 1253 M, tentara Mongol dibawah pimpinan Hulagu Khan menyerbu Baghdad. Akibatnya, Timur Tengah berada dalam situasi yang berkecamuk dan terjebak dalam kondisi konflik yang tidak menentu. Dampak selanjutnya adalah terjadinya eksodus besar-besaran kaum muslim dari Timur Tengah, terutama para keturunan Nabi yang biasa dikenal dengan ‘Allawiyah. Kelompok ini sebagian besar menuju kawasan Nuswantara (Nusantara) yang memang dikenal memiliki tempat-tempat yang eksotis dan kaya dengan sumberdaya alam dan kemudian menetap dan beranakpinak di tempat ini. Dari keturunan pada pendatang inilah sebagian besar penguasa beragam kerajaan Nusantara berasal, tanpa terkecuali Majapahit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah beberapa bukti dari fakta dan data yang mengungkapkan bahwa sesungguhnya Majapahit adalah Kesultanan Islam yang berkuasa di sebagian besar kawasan yang kini dikenal sebagai Asia Tenggara ini. Sekali lagi terbukti bahwa sejarah itu adalah versi, tergantung untuk apa sejarah itu dibuat dan tentunya terkandung di dalamnya beragam kepentingan. Wallahu A’lam Bishshawab. [sejarah-kompasiana]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://islamedia-online.blogspot.com/2010/10/kesultanan-majapahit-fakta-sejarah.html?showComment=1288330345582&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;tariszuper -pinang-&lt;br /&gt;-ingin terus berbagi sampai akhir hayat-   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-3116410623471062939?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/3116410623471062939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=3116410623471062939' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/3116410623471062939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/3116410623471062939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2010/12/kesultanan-majapahit-fakta-sejarah.html' title='Kesultanan Majapahit, Fakta Sejarah Tersembunyi'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-5421325701921343170</id><published>2010-12-10T20:23:00.002+07:00</published><updated>2010-12-10T20:24:51.771+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Menteri-Kepala Daerah Dilarang Mutasi Pegawai</title><content type='html'>Rancangan Undang-Undang Kepegawaian yang diinisiasi DPR-RI baru memasuki konsultasi dengan ahli. Salah satu usulan yang mencuat adalah pembatasaan kewenangan menteri atau kepala daerah melakukan mutasi pegawai. Ini karena, kewenangan pejabat untuk melakukan mutasi acapkali digunakan untuk keuntungan pribadi maupun intervensi politik.&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut disampaikan oleh mantan Rektor Universitas Gajah Mada (UGM) Sofian Effendi di depan anggota Komisi II DPR, kemarin (2/11). Dalam paparannya, promosi jabatan struktural di lingkungan birokrasi pemerintahan terlalu diintervensi oleh pejabat negara. Menteri dan kepala daerah sebagai pejabat pembina kepegawaian memiliki kewenangan yang berlebihan dalam melakukan mutasi.&lt;br /&gt;"Ke depan, tidak boleh lagi. Karena mereka (menteri dan kepala daerah) adalah jabatan politik," kata Sofian. Posisi menteri dan kepala daerah tidak bisa lagi campur tangan dalam proses pembentukan aparatur. Ini penting supaya ke depan bisa terbentuk aparatur pemerintahan yang sifatnya profesional.&lt;br /&gt;Menurut Sofian, pejabat politik bisa memiliki kepentingan dalam memberhentikan, mempromosikan ataupun menggabti pegawai dari jabatan sebelumnya. Posisi itu tidak ideal, karena praktik intervensi itu bisa berlanjut pada periode selanjutnya. "Yang bisa melakukan promosi, pemberhentian, penggantian seharusnya adalah pejabat karier dengan pangkat tertinggi," sebut Sofian.&lt;br /&gt;Dihilangkannya kewenangan sebagai pejabat pembina kepegawaian, juga penting demi membentuk aparatur yang professional. Keinginan pemerintah menciptakan reformasi birokrasi, harus dimulai dari sumber daya manusia yang bebas dari intervensi politik. "Kalau sekarang, pengisian jabatan kerap mengabaikan objektivitas, kualitas dan transparansi," jelasnya.&lt;br /&gt;Jika direalisasi, kata Sofian, UU Kepegawaian yang baru nanti bisa jadi momentum reformasi birokrasi. Posisi sekretariat jenderal ataupun sekretariat nantinya menjadi vital untuk menentukan reformasi birokrasi pemerintahan.&lt;br /&gt;Anggota Komisi II DPR Rusli Ridwan sepakat dengan usulan tersebut. Dia menambahkan, posisi menteri atau kepala daerah saat ini sangat mungkin terdapat intervensi untuk mendukung kepentingan politiknya. Pejabat politik tanpa alasan logis bisa memutasi, mempromosikan atau mengangkat aparat sehingga semuanya tidak didasarkan pada merit sistem. "Ada kepala SD itu bisa jadi kepala dinas. Ada guru SMA, sebentar jadi kepala sekolah lalu jadi kepala dinas. Jadi banyak hal yang sesuatu janggal," jelasnya.&lt;br /&gt;Intervensi politik itu, kata Rusli, kerap kental terjadi di satu tempat. Misalnya saja, ketika seorang pegawai tidak mau menjadi tim sukses pejabat yang bersangkutan. Karier pegawai yang menolak tersebut dapat saja dipangkas.(bay)&lt;br /&gt;Sumber: Palembang, Sumatera Ekspres&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-5421325701921343170?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/5421325701921343170/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=5421325701921343170' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/5421325701921343170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/5421325701921343170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2010/12/menteri-kepala-daerah-dilarang-mutasi.html' title='Menteri-Kepala Daerah Dilarang Mutasi Pegawai'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-2467044812230924125</id><published>2010-12-09T22:19:00.000+07:00</published><updated>2010-12-09T22:20:06.349+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Kemdiknas Jadi Percontohan Kementerian Antikorupsi</title><content type='html'>Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menjadikan Kementerian Pendidikan Nasional percontohan kementerian antikorupsi. Sebelumnya, Kementerian Pertanian sudah menjadi percontohan antikorusi.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Mohammad Nuh, mengatakan, kesiapannya perihal rencana percontohan kementerian antikorupsi. Dia mengungkapkan, dengan dinyatakan sebagai wilayah antikorupsi, maka akan memberikan kebahagiaan tidak hanya untuk Kemdiknas tetapi juga kepada semua masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau ada yang nggak siap, berarti dia korup,” ujar M Nuh di Kantor Kemdiknas, Jakarta, Senin (4/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan, Haryono Umar, dijadikannya Kemdiknas sebagai kementerian percontohan antikorupsi sejalan dengan pendidikan antikorupsi yang dilaksanakan KPK-Kemendiknas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu dekat, imbuh Haryono, Kemdiknas akan menyediakan wilayah di lingkungan perkantoran Kemdiknas sebagai simbol wilayah antikorupsi. “Kami harap langkah ini dapat membiasakan budaya antikorupsi di masyarakat,” tutupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Red: Endro Yuwanto&lt;br /&gt;Rep: Annisa Mutia&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-2467044812230924125?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/2467044812230924125/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=2467044812230924125' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/2467044812230924125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/2467044812230924125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2010/12/kemdiknas-jadi-percontohan-kementerian.html' title='Kemdiknas Jadi Percontohan Kementerian Antikorupsi'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-4592319045645477095</id><published>2010-12-09T22:17:00.003+07:00</published><updated>2010-12-09T22:19:02.281+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Kabinet dan Pendidikan</title><content type='html'>Setahun sudah Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II yang dipimpin&lt;br /&gt;SBY-Boediono berjalan. Adakah perubahan yang dicapai bidang pendidikan&lt;br /&gt;selama periode ini?&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu dibutuhkan catatan panjang untuk mengevaluasi secara menyeluruh.&lt;br /&gt;Namun, setidaknya ada tiga hal yang ingin saya bicarakan di sini:&lt;br /&gt;perubahan yang menunjukkan kemajuan, perubahan yang menunjukkan&lt;br /&gt;kemunduran, dan masalah-masalah dasar yang terdapat dalam sistem&lt;br /&gt;pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara hal-hal yang menunjukkan kemajuan, saya mencatat antara&lt;br /&gt;lain—meski juga banyak dikritik—adalah banyaknya sekolah yang berhasil&lt;br /&gt;mendidik murid-muridnya mencapai prestasi internasional. Hal ini&lt;br /&gt;terutama ditunjukkan dalam berbagai olimpiade, terutama matematika dan&lt;br /&gt;IPA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemajuan lain adalah berdiri atau berkembangnya sekolah-sekolah elite&lt;br /&gt;di sejumlah kota besar di Indonesia: Bandung, Yogyakarta, Semarang,&lt;br /&gt;Surabaya, Malang, Medan, dan kota-kota lainnya. Di antara&lt;br /&gt;sekolah-sekolah jenis ini, ada yang dinamakan rintisan sekolah&lt;br /&gt;berbasis internasional (RSBI) dan sekolah berbasis internasional&lt;br /&gt;(SBI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, apa definisi kata ’’internasional’’ dalam konteks ini? Sejauh&lt;br /&gt;ini, tidak begitu jelas. Masyarakat tampaknya mempunyai tafsir yang&lt;br /&gt;berbeda-beda. Ada yang melihat penggunaan bahasa Inggris menjadi&lt;br /&gt;petunjuk utama ’’keinternasionalan’’. Tapi ada juga yang memandang&lt;br /&gt;status tersebut hanya dari sudut simbolis seperti seragam atau&lt;br /&gt;kemegahan gedungnya saja. Harapan saya, gagasan mengembangkan sekolah&lt;br /&gt;elite perlu diiringi upaya sungguh-sungguh untuk mewujudkan kualitas&lt;br /&gt;yang baik seperti namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemunduran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping perubahan-perubahan menggembirakan, terlihat juga perubahan&lt;br /&gt;yang menunjukkan kemunduran. Paling mendasar dari gejala ini adalah&lt;br /&gt;bertambah besarnya jumlah anak-anak miskin yang tidak mampu&lt;br /&gt;bersekolah. Persentase penduduk miskin masih sangat tinggi dan karena&lt;br /&gt;itu persentase siswa-siswa yang tidak mampu menyelesaikan pendidikan&lt;br /&gt;menengah pertamanya—karena kemiskinan—juga sangat tinggi. Jumlah&lt;br /&gt;sekolah telantar dan memprihatinkan masih banyak di sejumlah daerah&lt;br /&gt;dan tidak ada tanda-tanda pemerintah turun tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan ini antara lain memicu munculnya lembaga-lembaga pendidikan&lt;br /&gt;nonformal yang kemudian disebut lembaga pendidikan alternatif.&lt;br /&gt;Sebagian lembaga pendidikan alternatif hadir sebagai reaksi atas&lt;br /&gt;ketidakjelasan beragam kebijakan dalam menghasilkan mutu lulusan&lt;br /&gt;berkualitas. Tapi, yang terbanyak, lembaga-lembaga itu digagas untuk&lt;br /&gt;mengakomodasi kepentingan belajar warga miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pada ini kita juga melihat kesenjangan terus meningkat. Secara&lt;br /&gt;umum, kesenjangan terkait mutu guru dan ketersediaan fasilitas&lt;br /&gt;pembelajaran yang memadai. Memang banyak sekolah dengan fasilitas&lt;br /&gt;baik, tapi mutu gurunya jauh dari harapan. Sebaliknya, tak sedikit&lt;br /&gt;sekolah yang kurang mendapat perhatian pemerintah, guru-gurunya&lt;br /&gt;berhasil menunjukkan inovasi atau terobosan positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapannya tentu, sekolah-sekolah mendapatkan fasilitas pembelajaran&lt;br /&gt;memadai dan kualitas guru-gurunya terus ditingkatkan. Jika tidak,&lt;br /&gt;keadaannya akan seperti saat ini: kesenjangan antara sekolah-sekolah&lt;br /&gt;elite dan sekolah-sekolah telantar makin lama kian besar. Tidak&lt;br /&gt;terlihat pula usaha-usaha yang cukup nyata dan meyakinkan dari&lt;br /&gt;pemerintah untuk memperkecil kesenjangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang akan terjadi sepuluh tahun akan datang kalau kesenjangan&lt;br /&gt;dua jenis sekolah ini tidak juga berkurang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah-masalah dasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu masalah dasar dalam pendidikan Indonesia ialah tidak adanya&lt;br /&gt;hubungan yang erat antara birokrasi pendidikan dan masyarakat&lt;br /&gt;pendidikan di luar birokrasi. Keputusan-keputusan penting dalam&lt;br /&gt;pendidikan sampai sekarang lebih banyak dilakukan birokrasi, sementara&lt;br /&gt;masyarakat pendidikan tidak cukup memahami maksud kebijakan-kebijakan&lt;br /&gt;baru dalam pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contoh yang sangat klise adalah ujian nasional. Meski&lt;br /&gt;banyak dipersoalkan, birokrasi memutuskan tetap meneruskan kebijakan&lt;br /&gt;ujian nasional. Masyarakat pendidikan pada umumnya mengeluhkan&lt;br /&gt;keputusan pemerintah. Saya sendiri secara pribadi sejak tahun 1970&lt;br /&gt;menentang model ujian nasional. Prinsip saya: yang mampu mengevaluasi&lt;br /&gt;kemajuan murid adalah guru-guru yang mengajar mereka sehari-hari.&lt;br /&gt;Bukan orang dari luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah dasar lainnya ialah kurikulum sekolah yang kelihatan sukar&lt;br /&gt;sekali berubah. Dalam hal ini sekolah kita dan pendidikan Indonesia&lt;br /&gt;berwatak konservatif. Konservatisme memang perlu untuk mengimbangi&lt;br /&gt;progresivisme yang tanpa arah. Akan tetapi, kalau kita terlampau&lt;br /&gt;konservatif, kita akan menjadi kaku, murid-murid kita akan menjadi&lt;br /&gt;manusia Indonesia yang kaku dalam belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hubungan ini perlu disebutkan agaknya bahwa kelebihan&lt;br /&gt;sekolah-sekolah Indonesia dahulu ialah sifat konservatif yang sehat.&lt;br /&gt;Anak-anak lulusan sekolah menengah Indonesia, ketika belajar di luar&lt;br /&gt;negeri, pada umumnya mampu meraih hasil yang cukup baik. Banyak&lt;br /&gt;misalnya lulusan IAIN—sekarang UIN—yang berlatar sekolah&lt;br /&gt;agama/pesantren berhasil dalam studinya di luar negeri hampir di&lt;br /&gt;berbagai bidang. Tahun 1950-an banyak yang memandang rendah IAIN. Tapi&lt;br /&gt;ketika ada lulusannya mendapat PhD jurusan biologi di IPB, misalnya,&lt;br /&gt;orang kemudian sadar bahwa ada konservatisme yang sehat. Ini dapat&lt;br /&gt;kita jadikan contoh untuk mencari sikap yang lebih sehat bagi&lt;br /&gt;pendidikan Indonesia masa datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah mendasar lainnya, pendidikan Indonesia masih saja sangat&lt;br /&gt;menekankan pendidikan pengetahuan (transfer of knowledge) dan tidak&lt;br /&gt;cukup memberi perhatian kepada pemupukan keterampilan (formation of&lt;br /&gt;skills) dan pembinaan watak (character building).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kata pembinaan watak atau character building selalu digunakan,&lt;br /&gt;tapi tidak diterjemahkan menjadi tindakan pendidikan yang cukup nyata.&lt;br /&gt;Pendidikan watak lebih banyak diberikan dalam bentuk khotbah-khotbah&lt;br /&gt;tentang manusia yang mulia, manusia beriman dan bertakwa, dan betapa&lt;br /&gt;mengerikannya nasib manusia-manusia tersesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan akhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu kita sadari bahwa kemajuan, kemunduran, dan banyaknya masalah&lt;br /&gt;mendasar pendidikan tidak dapat dipandang sebagai hasil kerja KIB&lt;br /&gt;Jilid II semata. Kita semua bertanggung jawab. Dinamika dalam&lt;br /&gt;pendidikan selalu terjadi setelah terkumpulnya tenaga-tenaga&lt;br /&gt;peremajaan (rejuvenation of power) dalam waktu lama. Karena saya&lt;br /&gt;percaya, there’s no instant progress in education.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, terserah kepada kita, kepada birokrasi pendidikan dan&lt;br /&gt;masyarakat pendidikan seluruhnya: apa yang diinginkan untuk Indonesia&lt;br /&gt;di masa depan? Tetap menjadi bangsa yang konservatif, menjadi bangsa&lt;br /&gt;dinamis tetapi tanpa arah, atau menjadi bangsa yang terus-menerus atau&lt;br /&gt;secara konsisten menuju kemajuan dan perbaikan. Jawabnya ada di tangan&lt;br /&gt;kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mochtar Buchori Pengamat Pendidikan &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2136751064932291884-4592319045645477095?l=dinaspendidikan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/feeds/4592319045645477095/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2136751064932291884&amp;postID=4592319045645477095' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/4592319045645477095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2136751064932291884/posts/default/4592319045645477095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dinaspendidikan.blogspot.com/2010/12/kabinet-dan-pendidikan.html' title='Kabinet dan Pendidikan'/><author><name>fikirjernih</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00234962436909225825</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='18' src='http://4.bp.blogspot.com/-XGurHVF_z0I/TqxOrikrtpI/AAAAAAAAGVw/BitEaMShsNY/s220/24.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2136751064932291884.post-5539805868778322880</id><published>2010-12-09T22:17:00.002+07:00</published><updated>2010-12-09T22:17:44.951+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><title type='text'>Musik yang Tidak Melalaikan</title><content type='html'>Dewasa ini nyaris tidak ada orang&lt;br /&gt;yang tidak mengenal Musik dalam berbagai bentuknya. Musik hadir tidak Cuma di&lt;br /&gt;acara seni, budaya atau pesta, namun juga di upacara kenegaraan, olahraga,&lt;br /&gt;berita televise, hingga acara keagamaan. Kalau di agama Nasrani atau Hindu, Musik&lt;br /&gt;memang dari dulu bagian integral dari ritual. Namun meski tidak menjadi rukun&lt;br /&gt;ibadah, makin banyak acara keIslaman yang diiringi dengan Musik.&lt;span class="fullpost"&gt;   Alhamdulillah, belum perlu ada shalat&lt;br /&gt;atau khutbah yang diiringi musik. Kalau seperti itu jelas bid’ah. Namun cobalah&lt;br /&gt;tengok berbagai majelis dzikir, tabligh akbar atau istighotsah. Makin banyak&lt;br /&gt;suara Musik yang menjadi latar agar persiapan lebih syahdu, agar pergantian&lt;br /&gt;acara lebih segar, atau agar suasana do’a lebih berkesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang menyangka bahwa Musik&lt;br /&gt;memang terkait hadharah, dan orang Islam tidak pantas ikut-ikutan. Sebagian&lt;br /&gt;ulama bahkan dengan tegas mengharamkan Musik. Namun kalau kita merujuk kepada&lt;br /&gt;nash, akan ditemukan sejumlah dalil bahwa Rasul membolehkan bahkan menganjurkan&lt;br /&gt;memainkan Musik, seperti saat hari raya atau saat ada pesta pernikahan. Tentu&lt;br /&gt;saja, kehalalan ini bersyarat, yakni tidak ada isi lagu atau syair yang&lt;br /&gt;bertentangan dengan Islam, tidak ada aurat yang dipamerkan, tidak ada ikhtilat&lt;br /&gt;(campur aduk antara laki-laki dengan perempuan yang bukan mahram) dan tidak&lt;br /&gt;menghabiskan waktu dengan Musik sampai melalaikan berbagai kewajiban syar’i.&lt;br /&gt;Kalau syarat ini tidak dipenuhi, niscaya Musik itu akan melalaikan manusia dari&lt;br /&gt;cahaya iman, dari dakwah, dari jihad, bahwak dari memenuhi kewajiban&lt;br /&gt;fardhiyahnya. Musik jadi isi hidupnya. Musik bermetamorfosisi menjadi agamanya.&lt;br /&gt;Dan para musisi menjadi para Nabi atau bahkan Tuhan yang disembahnya. Inilah&lt;br /&gt;yang terjadi di dunia Barat sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Khilafah Islam jaya, musik&lt;br /&gt;tidak pernah menjadi sesuatu yang melalaikan. Bahkan kaum Muslimin pernah ikut&lt;br /&gt;berkontribusi dalam teknologi musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah besar alat musik yang&lt;br /&gt;dipakai di musik klasik Barat dipercaya berasal dari alat musik Arab. Lute berasal dari “al-‘ud”, rebec (pendahulu dari violin) dari “rabab”, guitar dari “qitara”, naker dari “naqareh”, adufe dari “al-duff”, alboka dari “al-buq”, anafil dari “al-nafir”, ezabeba (flute) dari “al-syabbaba”, atabal (bass drum) dari “al-tabl”, atambal dari “al-tinbal”, sonajas de azofar dari “sunuj al-sufr”,&lt;br /&gt;dan masih puluhan alat musik lainnya yang ternyata berakar dari alat musik&lt;br /&gt;Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa bisa demikian? Apakah&lt;br /&gt;karena emmang orang Arab dulu senang dengan musik? Ternyata kalau Cuma itu&lt;br /&gt;halnya, pastilah musik mereka tidak akan mendunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebabnya ada dua: pertama, adalah kenyataan bahwa musik&lt;br /&gt;Arab itu dimainkan oleh masyarakat dari negeri yang luar biasa. Negeri Daulah&lt;br /&gt;Khilafah saat itu kenyataannya adalah Negara paling kuat, paling adil, dan&lt;br /&gt;paling makmur di muka bumi. Maka orang-orang asing, termasuk orang-orang Barat&lt;br /&gt;sangat ingin meniru apa saja yang mereka lihat di negeri itu. Karena aqidah&lt;br /&gt;tidak kasat mata, yang kasat mata antara lain adalah alat musik, maka mereka&lt;br /&gt;meniru musik ini. Fenomena ini mirip saat ini banyak orang-orang dari negeri&lt;br /&gt;Muslim yang ingin meniru musik apa saja dari Amerika, yang diyakininya masih&lt;br /&gt;sebagai Negara paling kuat, paling demokratis dan paling makmur di muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, adalah kenyataan bahwa teori musik banyak ditemukan oleh&lt;br /&gt;orang Islam. Meninski dalam bukunya Thesaurus&lt;br /&gt;Linguarum Orientalum (1680) dan Laborde dalam tulisannya Essai sur Ia Musique Ancienne et Moderne&lt
