Mendiknas Akan Resmikan SD Internasional di Mataram

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh akan meresmikan TK dan SD bertaraf internasional di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (15/3).

Ketua panitia yang jugaKepala Bidang Pendidikan Dasar dan TK Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram, Ruslan Efendi, Kamis, mengatakan Mendiknas dijadwalkan tiba di Mataram pada Minggu (14/3) sekitar pukul 16.40 WITA.
"Menteri rencananya tiba di Bandara Selaparang pada Minggu petang, dan akan disambut Gubernur NTB H. M. Zainul Majdi dan Wali Kota Mataram H.M. Ruslan di ruang VIP bandara," ujarnya.

Ia mengatakan kedatangan Mendiknas ke NTB untuk meresmikan secara simbolis 26 TK/SD bertaraf internasional di seluruh Indonesia sekaligus menandatangani prasasti pada Senin (15/3).

Sumber
Mataram
(ANTARA) -
Read More......

GAME PENDIDIKAN SASAR 180 JUTA PENGGUNA PONSEL

Sebanyak 180 juta pengguna telepon seluler dan empat juta pemilik komputer menjadi sasaran pengembangan game pendidikan berbasis JAVA mobile yang disebarluaskan ke masyarakat untuk membantu pendidikan di Indonesia.

Menurut Direktur South East Asean Minister Of Education Organization Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC), Gatot Hari Priowirjanto pihaknya mengajak kalangan industri untuk bersinergi dalam mengembangkan pendidikan berbasis teknologi informasi.
"Jika industrinya siap, saya berharap dalam tiga bulan ke depan sudah bisa menghasilkan 100 aplikasi," kata Gatot di sela Seminar "Mobile Learning and Online History", di Depok, Selasa.
Tawaran tersebut disambut baik Managing Director Nusantara Online, Heru Nugroho. Saat ini pihaknya sudah menyediakan satu konten produk lokal bertajuk Nusantara Online yang menyajikan aplikasi game berlatar belakang sejarah budaya Indonesia.
"Nusantara online ini kami kembangkan selama kurang lebih empat tahun. Game ini dimainkan secara masif dan bisa dimainkan bersamaan untuk 100 orang. Ini pertama kalinya ada di Indonesia," kata Heru.
Nusantara online (nusol) ini dirancang untuk mengimbangi konten-konten game yang ada saat ini yang dinilai Heru sebagai konten-konten yang sudah basi seperti konten asal Jepang, Korea dan Amerika yang mendominasi game di Indonesia.
Heru juga menyayangkan generasi penggemar game di tanah air lebih mengenal tokoh-tokoh luar negeri dibanding tokoh lokal. Karena itu dibuat nusantara online (nusol) yang memperkenalkan keragaman sejarah dan budaya lokal.
Aplikasi game itu lanjut Heru bisa dikembangkan untuk memberikan pelajaran lain dengan memanfaatkan model seperti 3 dimensi. "Pengguna nusol ini bisa juga saling interaktif sehingga sangat bisa untuk belajar," katanya.
Gatot maupun Heru menyadari untuk penggunaan konten lokal ini sebelumnya infrastruktur di masyarakat harus disediakan seperti komputer, internet bahkan fasilitas listriknya.
Menurut Heru tahun 2012 tidak ada lagi desa yang tidak ada akses internetnya. Pemerintah sudah mmebiayai pengadaan komputer di 57.000 titik di seluruh Indonesia.
Gatot menambahkan saat ini sudah ada sekitar 20.000 sumber daya manusia yang terampil dalam multimedia. Namun menurutnya jumlah itu tentu masih kurang mengingat potensi pasar konten lokal di tanah air masih terbuka lebar.
"Idealnya setiap provinsi memiliki satu lembaga pendidikan khusus mengembangkan multi media. Karena sebenarnya SDM Indonesia itu sangat kreatif jika digali potensinya," katanya.
(B/Z003)


Sumber
Jakarta, 9/3 (ANTARA)
Read More......

UNAS MEMBUAT SISWA CEMAS

Rasa cemas dan takut gagal dalam Ujian Nasional (Unas) yang
akan diselenggarakan pada pertengahan Maret nanti, mulai melanda sejumlah siswa
di Gorontalo.


Almer Hasa, salah seorang Siswa di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Gorontalo,
mengaku meski telah mempersiapkan diri, tapi rasa takut gagal menyelesaikan
soal Unas tetap ada.
"
Walaupun telah mempersiapkan diri sejak lama, tapi saya masih tetap cemas,
karena masa depan saya tergantung pada hasil unas nanti," kata Hasa, Rabu.
Dia
menjelaskan, sudah melakukan berbagai persiapan, mulai dari mempelajari
soal-soal ujian tahun sebelumnya, serta mengikuti try out yang dilaksanakan di
sekolah mereka.
"
Hasil try out kemarin yang tidak memenuhi standar, juga membuat saya dan
teman-teman takut akan mengalami hal yang sama saat unas," Tambahnya.
Sementara
itu, Arya Mukti, Siswa SMA Negeri 1 Gorontalo, juga mengungkapkan kecemasannya
menghadapi unas yang akan mendapatkan pengawasan yang ketat.
"
Pengawasan unas kali ini sangat ketat, bahkan pihak kepolisianpun akan ikut
mengawasi pelaksanaan ujian," Ujarnya.
Dilain
pihak, Penanggung jawab pelakasana Unas, Weni Liputo menghimbau agar para siswa
tidak perlu cemas, dan lebih mempersiapkan diri sebaik mungkin.
"
Kami yakin, para siswa bisa lulus, selama mereka berusaha sebaik mungkin, dan
memperbaiki kesalahan yang saat try out kemarin," Tegasnya.
(KR-SHS/C/MO31) 10-3-2010 13:40

Sumber
Gorontalo,
10/3 (ANTARA) -

Read More......

Dua Aspek Supersemar

Setelah 44 tahun dikeluarkan Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar) , kasus ini masih menyimpan misteri. Teks aslinya belum terdapat pada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sedangkan proses mendapatkan surat itu semakin jelas.

Dokumen otentik dan cara memperolehnya dapat diibaratkan dua sisi mata uang berbeda tetapi tidak dapat dipisahkan. Kedua aspek itu seyogianya diulas secara berimbang. Dokumen Supersemar yang ada pada Arsip Nasional Republik Indonesia terdiri dari beberapa versi. Namun, sesungguhnya perbedaan antarnaskah, misalnya mengenai tempat penandatanganannya apakah Jakarta atau Bogor, tidaklah mengubah substansinya. Demikian pula jumlah halaman surat perintah tersebut, satu atau dua halaman, itu hanya soal teknis. Yang penting dipahami bahwa awal 1966 itu tampaknya belum ada mesin fotokopi di lingkungan Kostrad.

Dengan demikian, surat itu distensil atau dengan kata lain diketik ulang. Bila demikian halnya, maka tidak aneh jika terdapat berbagai perbedaan. Bahkan, pernyataan Ben Anderson bahwa Supersemar itu tertulis dalam kertas surat dengan kop MBAD juga masuk akal. Boleh jadi surat tersebut diketik ulang oleh seorang staf MBAD dengan kertas surat resmi yang berlogo AD. Pada masa itu pengetikan surat biasanya dilakukan dengan memakai kertas karbon (lembar di bawah karbon disebut tindasan). Dua nama pernah disebut sebagai pengetik surat itu yakni Komandan Cakrabirawa Brigjen Sabur dan Asisten I Intelijen Resimen Cakrabirawa Letkol Ali Ebram.

Mana yang benar? Mungkin saja keduanya karena surat itu diketik minimal dua kali yakni draf dan surat asli. Jenderal M Jusuf adalah salah seorang pelaku sejarah keluarnya Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) 1966. Setelah saksi lainnya meninggal, maka harapan tertumpu kepada sang jenderal yang pernah menjadi panglima ABRI ini. Dia mengatakan bahwa rahasia ini akan terbuka setelah dia tiada. Maka penerbitan buku biografi Jendral M Jusuf, Panglima Para Prajurit ditunggu masyarakat. Jusuf dalam biografinya mengungkapkan bahwa dia memiliki konsep pertama, konsep kedua (setelah dikoreksi Soebandrio dan Chairul Saleh), dan tindasan kedua dari surat perintah tersebut. Jadi, surat itu diketik dengan menggunakan kertas karbon sehingga selain dari surat asli terdapat pula tindasan pertama dan kedua.

Yang asli diserahkan kepada Basuki Rachmat, tindasan pertama dipegang Sabur, dan yang kedua diberikan kepada Jusuf. Tindasan pertama dan kedua tidak ditandatangani oleh Presiden Sukarno. Seandainya hal ini benar, seyogianya keluarga M Jusuf dapat menyerahkan arsip-arsip tersebut kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Namun, peluncuran buku yang diselenggarakan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudoyono di Jakarta tanggal 10 Maret 2006 menjadi semacam antiklimaks karena setelah itu Djoko Utomo Kepala ANRI menyatakan keraguannya terhadap keotentikan surat yang menggunakan logo Garuda Pancasila itu.

Menurut Djoko Utomo, surat yang dikeluarkan Presiden RI tanggal 11 Maret 1966 itu berlambangkan Padi-Kapas seperti pada undang-undang yang ditandatangani oleh presiden. Sedangkan lambang Garuda Pancasila digunakan oleh menteri/departemen. Masalahnya apakah di Istana Bogor selalu tersedia kertas surat yang berkop Padi-Kapas ini karena biasanya surat-surat resmi presiden dikeluarkan di Jakarta. Meskipun dokumen asli Supersemar itu belum ditemukan, toh beberapa versi yang ada sudah mengungkapkan substansi dari perintah tersebut.Yang jadi masalah bahwa ada bagian-bagian dari surat perintah itu yang tidak dijalankan Soeharto. Soeharto tidak melaporkan hasil pekerjaannya kepada Presiden Soekarno.

Aspek kedua yaitu proses memperoleh surat tersebut yang perlu dijelaskan kepada masyarakat terutama kepada para siswa. Surat itu diberikan bukanlah atas kemauan dan keinginan Presiden Soekarno. Beliau menulis surat itu di bawah tekanan. Tiga Jenderal datang ke Istana Bogor untuk meminta surat tersebut. Sebelum berangkat ke Bogor ketiga perwira tinggi itu terlebih dahulu berunding dengan Soeharto di rumahnya di Jalan Haji Agus Salim, Jakarta. Tekanan yang diberikan kepada Presiden Soekarno tergambar dalam kesaksian yang ditulis Soebandrio.

Ketika surat itu dimanfaatkan untuk membubarkan PKI esok harinya (bahkan surat pembubaran partai komunis nomor tiga terbesar di dunia itu dikeluarkan Soeharto atas nama Presiden Soekarno dini hari tanggal 12 Maret 1966) terkesan bahwa Supersemar memang sengaja dipersiapkan untuk itu. Keputusan tersebut memperlihatkan bahwa Soeharto telah berani menantang Presiden Soekarno. Dengan kata lain, setelah keluarnya Supersemar secara de facto kekuasaan telah beralih dari tangan Presiden Soekarno kepada Soeharto.

Supersemar Diberikan di Bawah Tekanan

Tanggal 9 Maret 1966 malam Hasjim Ning dan M Dasaad, dua pengusaha yang dekat dengan Presiden Soekarno, diminta oleh Asisten VII Men/ Pangad Mayjen Alamsjah Ratu Perwiranegara untuk juga membujuk Presiden Soekarno agar menyerahkan kekuasaan kepada Soeharto.

Jelas upaya ini sepengetahuan Letjen Soeharto. Keduanya kemudian mendapat surat perintah yang ditandatangani sendiri oleh Men/ Pangad Letjen Soeharto yang menyatakan bahwa mereka adalah penghubung antara Presiden Soekarno dan Men/ Pangad. Keduanya berhasil bertemu dengan Presiden Soekarno pada 10 Maret 1966 di Istana Bogor. Hasjim Ning menyampaikan pesan tersebut. Presiden Soekarno menjadi marah dan melempar asbak kepadanya sambil berkata: “Kamu juga sudah pro- Soeharto!” Dari sini terlihat bahwa usaha membujuk Soekarno telah dilakukan, kemudian diikuti dengan mengirim tiga orang jenderal ke Istana Bogor. Sementara itu mantan Kepala Staf Kostrad Kemal Idris mengajukan satu kalimat.

Katanya, ”Kalau saya tarik pasukan itu dari Istana, Presiden Soekarno tidak akan lari, kan?” Dengan kata lain, dia ingin mengatakan, kalau ”pasukan liar” yang berada di bawah komandonya ditarik dari sekeliling Istana belum tentu ada Supersemar. Seperti diketahui, Brigjen Kemal Idris pada waktu itu mengerahkan sejumlah pasukan dari Kostrad dan RPKAD untuk mengepung Istana. Tujuan utamanya adalah menangkap Dr Soebandrio yang ditengarai bersembunyi di kompleks Istana. Memang pasukan-pasukan itu mencopot identitas mereka sehingga tidak mengherankan Komandan Tjakrabirawa Brigjen Sabur melaporkannya sebagai ”pasukan tidak dikenal” kepada Presiden Soekarno.

Sebetulnya banyak faktor yang terjadi sebelum tanggal 11 Maret 1966 yang semua menjadikan semacam ”tekanan” yang berfokus terhadap Presiden Soekarno. Dan puncak dari tekanan itu datang dari ketiga jenderal di atas. Bila tidak ada demonstrasi dan pasukan tak dikenal yang mengepung Istana di Jakarta tentu peristiwa keluarnya Supersemar di Bogor tidak terjadi.(*)

Asvi Warman Adam
Sejarawan LIPI


Sumber
http://suar.okezone.com/

Read More......

Diknas Ingin Ujian Nasional Digelar Online

Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh berharap ujian nasional (UN) di masa depan bisa digelar secara online lewat akses internet di sekolah. Saat ini, efektivitasnya masih diuji terlebih dulu melalui program Try Out UN Online.

"Kita tunggu saja hasil evaluasi Try Out online yang digelar Telkom. Kalau soal anggaran tidak usah ditanyakan. Berapa butuhnya, nanti saya bayar, kita kan punya anggaran triliunan," kata Nuh di sela try-out online di gedung Telkom.

Berdasarkan keterangan tertulisnya, Senin (15/3/2010), program Try Out Online ini digelar Telkom mulai 15 hingga 20 Maret 2010. Sedangkan ujian nasional dijadwalkan pada tanggal 22 hingga 26 Maret 2010.

Telkom sendiri diharapkan dapat mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan mencapai tingkat kelulusan yang lebih tinggi.

Try Out UN Online baru dilakukan di enam kota di wilayah barat, seperti Sumatera, Jabodetabek, dan Jawa Barat. Namun tak menutup kemungkinan akan menjangkau seluruh daerah di tanah air.

"Kita lakukan secara bertahap sebab Indonesia ini luas. Bayangkan ada berapa jumlah sekolah di negara kita. Kalau langsung diterapkan ke semua daerah, jaringan kita bisa down," seloroh Direktur Network Solution Telkom, Ermady Dahlan.

Namun, ia punya harapan agar program yang jadi inisiatif Telkom ini dapat menjadi program rutin Kementerian Diknas. "UN secara resmi akan dilakukan mulai tanggal 22 Maret nanti, artinya tinggal tinggal beberapa hari lagi. Ya, kita tunggu program ini efektif atau tidak," ujarnya.

Menurutnya, jika evaluasi nanti hasilnya cukup memuaskan, pemerintah akan coba menerapkannya secara nasional. "Kalau semua murid di Indonesia jadi pintar, Telkom juga yang akan diuntungkan. Penggunaan internet Speedy akan tumbuh pesat," tandas Ermadi.

Sumber
detik.com
Read More......