PELATIHAN TEKNIK PEMBUATAN PAKAN IKAN (PELET)

Tanggal 5 Agustus 2012, 

Bogor Dunia usaha perikanan semakin dituntut untuk dapat memanfaatan lahan secara optimal sehingga produktivitas lahan dapat ditingkatkan semaksimal mungkin. Sejalan dengan intensifikasi lahan maka ketersediaan pakan sebagai penunjang keberhasilan sektor perikanan dewasa ini menjadi penentu utama yang dikarenakan biaya produksi sebesar 60 – 70 % di sektor perikanan dihabiskan untuk konsumsi pakan ikan.  
Pelatihan ini dirancang 50 % teori dan 50 % praktek sebagai salah satu cara untuk mensosialisasikan teknik pembuatan pakan ikan secara praktis dan ekonomis. Dengan penggunaan bahan baku lokal untuk pembuatan pakan ikan maka diharapkan harga pakan ikanbuatan yang dihasilkan dapat ditekan sehingga biaya produksi sektor perikanan dapat mengalami penurunan. 

TUJUAN PELATIHAN 
² Mengetahui bermacam-macam pakan ikan baik yang alami maupun buatan 
² Mengetahui bahan-bahan lokal yang dapat dipergunakan sebagai pakan ikan buatan 
² Memahami prinsip-prinsip pembuatan pakan ikan buatan 
² Mengetahui aspek ekonomi untuk pembuatan pakan ikan buatan 

MATERI PELATIHAN 
² Mengetahui macam makanan ikan dan pencernaannya 
² Memahami pengetahuan gizi yang dibutuhkan oleh ikan 
² Mengetahui penyusunan formula atau ramuan yang diperlukan sesuai dengan fase ikan 
² Mengetahui prinsip-prinsip umum dalam pembuatan pakan ikan buatan 
² Mengetahui pengujian mutu pakan ikan buatan secara praktis 
² Memahami prinsip-prinsip dalam penyimpanan pakan ikan buatan 
² Memahami cara pemberian dan jumlah pemberian pakan ikan serta pengaruh lingkungan 

PESERTA PELATIHAN 
² Community Development (COMDEV) perusahaan untuk pemberdayaan masyarakat dilingkungan perusahaan
² Karyawan swasta dan negeri untuk mempersiapkan diri di masa pensiun 
² Calon wirausahawan yang ingin membidangi usaha pembuatan pakan ikan 
² Pengusaha yang ingin menambah wawasan di bidang pembuatan pakan ikan dengan prospek ekonominya 

INVESTASI 
Biaya pelatihan adalah sebesar Rp 350.000 nett / peserta. Biaya termasuk konsumsi (makan siang dan coffe break), training kit, dokumentasi, materi pelatihan, praktek lapang dan sertifikat. 

IKUTI JUGA : 
Pelatihan Teknik Kultur Pakan Ikan Alami Pada Tanggal 26 Agustus 2012, di Bogor 
Pelatihan Teknik Penyulingan Minyak Atsiri Pada Bulan September , di Bogor 

Informasi dan pendaftaran silakan menghubungi: 

MITRA AGRO agro training consulting 
Jl.Nusa Indah No.10 Kendal - Semarang 
Uli (085727377813), 
Novi (081914431060) 
Telp/Fax. (081919312631) / (0294 - 3689841)
Email trainingagro@yahoo.com
Read More......

www.snhu.edu place to take you into a millionaire

Dropout from college. It must be very difficult to go through day after day without having to learn about business. But do not worry about it because here http://www.snhu.edu, you will get many benefits if you should have your dropout from college. Like Mark Zuckerberg is a millionaire, he dropout from college and become a millionaire.

You do not worry if you do not get your college degree. You will be between being a millionaire by following us on http://www.snhu.edu program.

In http://www.snhu.edu, you'll get people who dropout of their college, but they benefit from dropuot it as a millionaire who is legendary. Please visit the site http://www.snhu.edu. Then you will become a millionaire the next. believe it.


Below is a picture of people who have been successful and becoming a millionaire


 
Read More......

Beasiswa Phd

Informasi Selengkapnya bisa di ambil di http://www.astate.edu/a/graduate/degrees-offered/phd-in-molecular-biosciences.dot Read More......

Ibuku, Perpustakaan Pertamaku

Ibuku, Perpustakaan Pertamaku Wijaya Kusumah, Penulis buku Guru Tangguh Berhati Cahaya Berdomisili di Jakarta Malam makin larut. Anak dan istriku sudah tertidur lelap.Tinggal aku sendiri yang masih belum bisa tidur. Entah kenapa mata ini sulit sekali terpejam, dan tiba-tiba saja aku melihat foto almarhum ibu bersamaku sedang memegang sebuah buku. Bagiku, ibuku adalah perpustakaan pertamaku. Setiap kali ada hal yang tak bisa kujawab, kutanyakan kepada ibu. Hebatnya, ibuku selalu saja bisa menjawab pertanyaanku. Ibu seperti perpustakaan yang lengkap dan tahu dimana buku-buku itu diletakkan. Ibuku memang hebat dalam membaca buku. Mungkin itu yang membuatnya serba tahu bila kami anak-anaknya bertanya. Bila ibu tak bisa menjawabnya, maka dia akan mencari tahu dan bertanya kepada orang yang tahu. Di rumah, kami berlangganan majalah dan koran. Dengan begitu kami tak pernah ketinggalan informasi baru. Bahkan majalah bobo selalu setia menemaniku. Ada paman gembul yang lucu. Dengan perut besar berada di tubuhnya. Terkadang aku jadi geli sendiri sebab kini perutku sudah seperti paman gembul yang lucu. Jadi malu dech aku, hehehe. Ibuku memang mendidikku untuk rajin membaca. Waktu itu belum ada internet seperti sekarang ini. Berita di televisepun baru ada TVRI dan radio di RRI. Pokoknya jadul banget dah! Ibuku memang kutu buku. Di tengah-tengah kesibukannya masih suka membaca. Bagi ibu membaca adalah jendela dunia. Siapa yang rajin membaca, maka dia serasa berkeliling dunia. Baca buku,buka dunia. Itulah motto yang dituliskan ibu di meja belajar kami anak-anaknya. Peran ibu dalam pendidikan anak memang tak bisa diremehkan. Aku suka dan hobi membaca seperti ini karena didikan ibuku. Ibu selalu mengingatkan pentingnya membaca, khususnya membaca buku dan membaca kalam ilahi. Oleh karenanya semua anak-anaknya diwajibkan ikut pengajian di mushalla Nuruli mandekat rumah kami di Kodamar Sunter Jakarta Utara. Aku masih ingat ketika pak ustadz Syamsulis Ismail mengajariku membaca Al-quran. Dari beliaulah aku mengenal “iqra” dan menghapal surat-surat pendek dalam Al-quran. Alhamdulillah, tamat sekolah dasar aku sudah khatam Al quran. Hanya saja perlu sedikit dibenahi bacaan tajwid dan makhroznya. Jujur aku akui bahwa aku belum bisa membaca Al-quran secara tartil. Ibuku selalu membimbingku dan membetulkan bacaan Al-quran yang aku baca dengan keras. Ibu selalu mengecek bacaan qur’an anak-anaknya. Ibupun selalu melengkapi buku-buku pelajaran kami di sekolah. Bila kurang lengkap, ibu biasanya mengajakku ke toko buku. Ibu mengatakan bahwa buku adalah jendela ilmu. Dengan banyak membaca buku akan banyak ilmu yang didapatkan. Bahkan Allah berfirman dalam Al quran bahwa orang-orang yang berilmu pengetahuan akan ditinggikan derajatnya (QS Al-Mujaadilaht ayat 11) Membaca buku jelas berbeda dengan membaca di internet. Membaca buku jauh lebih baik hasilnya dari pada membaca di internet yang terkadang artikelnya tidak dikemas secara lengkap. Sering kali merupakan potongan-potongan dari isi buku. Sedangkan dari membaca buku, kita mendapatkan informasi dari a sampai z secara utuh. Itulah kenapa ibuku selalu member contoh dalam membaca buku. Tantowi Yahya yang diangkat menjadi duta baca Indonesia mengatakan bahwa membaca adalah penyakit menular yang harus ditularkan kepada khalayak ramai. Membaca adalah jendela menjadi pintar. Tidak banyak membaca akan membuat kita menjadi bodoh. Bodoh itu mendekati kemiskinan. Ibuku memang perpustakaan pertamaku. Beliaulah yang mengajariku membaca dan menulis. Di sekolahku bapak dan ibu guru juga membantuku dalam hal membaca buku agar aku jadi anak yang pintar.Tapi bagiku, ibuku adalah guru utamaku. Kini aku merasakan benar kehebatan ibu dalam mengajarkan kami membaca.Tak terasa membawa kami dalam melangkah mewujudkan mimpi-mimpi kami. Dari 6 orang anaknya, 4 sudah sarjana dan dua sarjana muda. Bahkan sudah ada dua orang yang sudah lulus pasca sarjana. Alhamdulillah. Meskipun ayahku sangat sibuk melaut, ayah tak pernah lupa mengajak kami ke took buku. Sebulan sekali ayah mengajak kami ke took buku untuk membeli buku baru. Biasanya ibu yang lebih banyak beli bukunya, sedangkan aku lebih suka beli buku Komik atau novel. Waktu itu aku lebih suka baca lupus dan komik tintin. Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Aku merasakan benar entingnya membaca buku yang diajarkan ibuku. Tak salah bila aku menyebut ibuku sebagai perpustakaan pertamaku, karena beliaulah tempat aku bertanya dari kegelapan ilmu pengetahuan yang kumiliki saat itu. Hobi membaca menular kepadaku. Tak salah bila akupun mengajarkan anak-anakku senang untuk membaca buku. Kedua anakku, Intan dan Berlian selalu aku ajak ke took buku memilih apa yang disukainya. Istrikupun demikian. Sangat hobi membaca buku, makanya aku suka ketawa sendiri. Selimut istriku adalah buku karena sering tertidur setelah membaca buku atau majalah yang disukainya. Koran kompas, dan majalah bobo adalah santapan tambahan keluarga kami. Anak-anakku harus senang dan suka membaca agar mereka pintar dan mampu menulis sepertiku. Ibuku adalah perpustakaan pertamaku. Tiba-tiba saja aku ingin sekali berjumpa dengannya. Ibu selalu membacakan aku dongeng atau cerita dari buku yang dia baca. Aku akan tertidur pulas ketika ibu menyelesaikan cerita-ceritanya. Seperti dongeng kancil yang suka mencuri ketimun. Akupun larut dalam mimpi indah bersama cerita ibu. Sayang beliau telah tiada. Tinggal rasa sedih menerpa diri. Belum sempat berbakti ibu sudah dipanggi lIlahi Rabbi. Ingin sekali aku memelukmu. Seperti anak-anakku memeluk mamanya dalam tidurnya. Tinggallah aku sendiri menuliskan kisah ini di ponsel jadulku. Kapan-kapan akan kuceritakan kembali tentang kehebatan ibuku yang suka membaca. Baik membaca buku maupun kitab sucinya. Rasanya tak pernah ibuku meninggalkan membaca Al quran dalam sehari. Ibuku, perpustakaan pertamaku. Selalu siap menjawab semua pertanyaanku yang selalu ingin tahu. Dengan lembut beliau menjelaskan apa yang kutanyakan. Cuma satu pertanyaanku yang tak bisa dijawabnya. Kapan kita akan mati? link asal http://www.ccde.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=731:ibuku-perpustakaan-pertamaku&catid=4:bingkai-sekolah&Itemid=5 Read More......

Informasi Kuliah Gratis

Dapat informasi dari forum guru bahwa ada kuliah gratis di rumah.. Langusng saja ini cerita dari ibu ines yang bekerja sebagai guru di salah satu sekolah internasional di jerman. Judul dari postingan bu ines adalah "SAYA KULIAH DI RUMAH". Ini ceritanya. Setelah beberapa menit mencari-cari kelas mana yang saya butuhkan, beban kuliah, jadwal, dan melihat-lihat profil professornya, maka saya putuskan untuk mengambil kelas-kelas berikut. Saya akan mengambil kelas “Internet History, Technology, and Secutiry” dari University of Michigan selama 7 minggu, kelas “Introduction to Astronomy” dari Duke University selama 9 minggu, dan kelas “Chemistry: Concept Development and Application” dari Rice University selama 10 minggu. Setelah puas memilih kelas yang saya inginkan, saya langsung mendaftar. Proses pendaftaran tidak bertele-tele dan tidak menuntut syarat-syarat dokumen yang seringkali menghalangi kita untuk kuliah. Saya hanya perlu mengisi nama lengkap dan alamat email. Proses pendaftaran hanya memakan waktu beberapa detik. Semua kuliah ini akan saya lakukan dari rumah atau dari manapun asalkan ada sambungan internet, dan tanpa biaya pendaftaran, biaya kuliah, biaya materi, maupun biaya ujian. Semuanya gratis karena program yang saya ikuti yang digagas oleh University of Standford ini sudah didanai oleh para donatur. Setelah melihat profil para professor yang akan mengajar saya dari berbagai universitas di atas, saya semakin semangat belajar. Tidak cuma profil professornya yang membuat saya semangat, bahan-bahan ajar gratis dari buku sampai website yang diberikan sebagai persiapan sebelum kelas dimulai juga membuat saya semangat. Beginilah rupanya pendidikan abad ke 21, begitu efisien, fleksibel, dan mudah diakses. Dari pengalaman saya ini, saya semakin tidak mengerti setiap kali mendapati segala halang rintang, persyaratan dan biaya yang membebani di berbagai institusi pendidikan di Indonesia. Bukankah sekarang dengan teknologi bukan jamannya lagi kita menghalangi orang lain untuk maju? Bagaimana saya bisa mendapatkan kemudahan kuliah gratis dari berbagai universitas sekaligus? Jawaban nya ada di COURSERA. (https://www.coursera.org/ ) COURSERA berpartner dengan banyak universitas kelas atas dunia untuk memberikan kuliah gratis secara online kepada khalayak. Pendidikan kelas dunia yang selama ini hanya bisa dinikmati oleh orang-orang pilihan tertentu bisa juga dinikmati oleh banyak orang lain. Sampai saat ini, sudah ada 16 universitas yang bergabung dengan COURSERA dan 111 kelas yang tersedia. Universitas-universitas seperti Stanford University, Princeton University, The University of Edinburgh, University of Toronto dan masih banyak lagi telah bersumbangsih dalam proyek ini. Belajar Filosopi, sampai quantum mechanics, nanoteknologi dan genetika sangat memungkinkan dilakukan di rumah dan tidak perlu menunggu kita punya uang beratus-ratus juta untuk bisa pergi ke luar negeri dan mempelajarinya. Hanya karena kuliah ini gratis dan online, saya tidak bisa menganggapnya enteng. Ada kelas bersama para professornya yang perlu saya hadiri, kegiatan interaktif bersama mahasiswa lain, tugas-tugas mingguan, quiz, bahkan ujian akhir. Dan ini bisa menyita waktu saya sebanyak 4-8 jam per kelas per minggu. Untuk kelas-kelas tertentu peserta harus memiliki background yang kuat di beberapa bidang. Misalnya kelas astronomi yang saya ambil menuntut peserta untuk menguasai ilmu Aljabar. Peserta kuliah tentu saja harus fasih berbahasa Inggris. Walaupun tidak ada tes masuk untuk melihat kemampuan peserta baik dalam bahasa Inggris maupun mata pelajaran prasyarat yang harus dikuasai, dalam prosesnya, mereka yang tidak mampu mengikuti kuliah ini dengan sendirinya akan gugur dan tidak bisa mendapatkan kelulusan. Saya senang di tengah kesibukan saya mengajar murid-murid saya dan sederet kesibukan lain saya masih bisa kembali lagi mengenyam pendidikan tinggi bersama professor-professor kelas dunia. Saya membayangkan saya bisa memasak sambil mendengarkan kuliah dan sesekali berinteraksi dalam kelas. Saya bisa mengerjakan tugas saya ketika menunggu antrian di bank atau supermarket. Saya bisa membaca buku dan materi pelajaran lainnya sambil menunggu putri saya main sepakbola, dan masih banyak lagi waktu yang bisa saya manfaatkan. Tidak hanya karir saya yang bisa meningkat atau meluas dengan pendidikan tinggi yang saya ambil di berbagai universitas top dunia ini tetapi terutama sebagai manusia saya menjadi lebih baik, terdidik, berilmu, dan bermanfaat. Saya adalah seorang guru dan seorang ibu, apa jadinya generasi yang saya didik apabila saya berhenti belajar? Tidak ada halangan lagi bagi siapapun untuk bisa menikmati pendidikan tinggi. Halangannya hanya ada pada diri kita sendiri. Selamat belajar. Sebelumnya minta maaf karena ceritanya kopi paste dari situs aslinya... situs aslinya bisa dikunjungi di http://edukasi.kompasiana.com/2012/07/21/saya-kuliah-di-rumah/ Read More......