Pendidikan di Victoria Utamakan Pelajar

Tidak ada salahnya, bahkan mungkin banyak manfaatnya, kita melihat dan
mengamati cara orang lain mengatur sistem pendidikan mereka, termasuk
pendidikan di Victoria, Australia. Sampai saat ini yang menangani pendidikan
menengah di Australia adalah tiap negara bagian (states) dan teritorium
(territories). Itu berarti kurikulum yang dipakai di sekolah-sekolah di
Australia adalah kurikulum lokal dan bukan kurikulum nasional.

Untuk negara berpenduduk 22 juta dengan teknologi informasi yang maju dan mobilitas yang
tinggi di kalangan pelajar, mahasiswa, dan pencari kerja, makin lama makin
dirasakan, khususnya oleh pemerintah Australia, perlunya kurikulum nasional.
Pada 2008 para menteri pendidikan dari semua states dan territories
menandatangani Melbourne Declaration on Educational Goals for Young
Australians yang mengawali persiapan ke arah kurikulum nasional. Badan yang
menangani pengembangan kurikulum nasional ini adalah ACARA (Australian
Curriculum, Assessment and Reporting Authority). ACARA bertanggung jawab
untuk pengembangan kurikulum sejak TK sampai dengan kelas 12. Memang tidak
semua pihak setuju dengan perubahan menuju kurikulum nasional itu, tetapi
langkah ke arah itu sudah mulai dilakukan.

Sejak 2008 itu ACARA mulai mengembangkan kurikulum baru dengan melibatkan
banyak pihak, seperti para guru dan kepala sekolah, pihak pemerintah,
lembaga pendidikan states dan territories, asosiasi pendidikan profesional,
bisnis dan industri, kelompok-kelompok masyarakat, dan publik yang lebih
luas. Diharapkan, kurikulum nasional itu sudah bisa diterapkan untuk TK
sampai dengan kelas 10 pada 2013 dan beberapa tahun kemudian sesudah itu
untuk kelas 11 dan 12.

Lalu, bagaimana dengan ujian akhir untuk mendapatkan ijazah? Kurikulum
nasional tidak otomatis berarti ujian nasional. Tidak tertutup kemungkinan
bahwa dengan kurikulum nasional ini tiap negara bagian dan teritorium diberi
kewenangan untuk membuat ujian sendiri. Semua pengembangan kurikulum
nasional itu masih sedang diolah dan bagaimana hasilnya akan kita lihat
nanti. Tetapi yang pasti, paling kurang sampai lima tahun ke depan ujian
akhir sekolah menengah adalah wewenang negara bagian dan teritorium
masing-masing.

*Kurikulum dan pengujian*
Badan yang menangani pendidikan dasar dan menengah di Negara Bagian Victoria
adalah Victorian Curriculum and Assessment Authority yang lebih dikenal
dengan singkatannya VCAA. Badan itulah yang menetapkan garis-garis petunjuk
mengenai apa yang dipelajari anak didik dari TK sampai kelas 12 di
sekolah-sekolah Victoria.

Pendidikan menengah terdiri dari dua bagian, yaitu junior secondary dari
kelas 7 sampai dengan 10 dan senior secondary, yaitu kelas 11 dan 12, yang
juga disebut kelas Victorian certificate of education atau VCE karena VCE
adalah satu-satunya ijazah nonkejuruan sekolah menengah di Victoria. Yang
mengeluarkan ijazah ini adalah VCAA. Wajib sekolah hanya sampai di kelas 10.
Meskipun kelas 11 (unit 1 dan 2) dan kelas 12 (unit 3 dan 4) adalah kelas
VCE, yang diuji dan dinilai untuk mendapatkan ijazah adalah mata pelajaran
dari unit 3 dan 4. Siswa kelas 11 yang berminat dan dinilai siap oleh
sekolah dan gurunya diperbolehkan membuat satu atau dua mata pelajaran unit
3 dan 4 dan hasil ujiannya akan ditabung dan dihitung gabung dengan mata
pelajaran lain yang akan dikerjakannya di kelas 12.

VCAA menawarkan sekitar 140 mata pelajaran di kelas VCE, tetapi dari sekian
banyak pilihan, pelajar cukup mengerjakan empat mata pelajaran saja yang
akan diuji untuk mendapat ijazah. Satu-satunya mata pelajaran wajib adalah
bahasa Inggris. Insentif bagi pelajar yang mengerjakan lebih dari empat mata
pelajaran adalah hasil ujian mata pelajaran kelima dan keenam dihitung 10%
masing-masingnya untuk ditambahkan pada hasil akhir.

Ada dua jenis ujian unit 3 dan 4 VCE, yaitu ujian internal dan ujian
eksternal, masing-masing bernilai 50%. Ujian internal diberikan guru mata
pelajaran bersangkutan dan dinilai bersama dengan guru lain dari mata
pelajaran yang sama. Ujian eksternal diberikan dan dinilai VCAA lewat sebuah
panel yang terdiri dari para guru atau pengajar yang berpengalaman. Penulis
ujian eksternal tidak boleh mengajar kelas 12 dalam tahun bersangkutan dan
para guru pemeriksa ujian eksternal tidak boleh memeriksa pekerjaan pelajar
mereka sendiri. Untuk menjaga jangan sampai ada sekolah yang terlalu lunak
atau sebaliknya, terlalu keras dalam memberikan nilai ujian internal, nilai
akhir pelajar dibakukan berdasarkan hasil ujian eksternal. Artinya nilai
semua peserta ujian menjalani prosedur standar yang sama (standardised).

Nilai akhir ujian VCE itu masih harus dibuat peringkatnya, yang berkisar
antara 0 dan 99,95, oleh suatu badan perguruan tinggi yang dikenal dengan
nama VTAC (The Victorian Tertiary Admission Centre) untuk keperluan
penempatan tamatan VCE itu di perguruan tinggi. Alasan pemberian peringkat
atau scaling system itu adalah ada mata pelajaran yang sulit untuk
mendapatkan nilai tinggi dan sebaliknya. Sebagai akibatnya, ada nilai yang
naik atau scaled up dan yang turun atau scaled down. Nilai yang sudah
diperingkatkan itu disebut ATAR (The Australian Tertiary Admission Rank) dan
berdasarkan nilai itu tamatan VCE masuk ke bidang studi tertentu di
perguruan tinggi. Universitas bergengsi dengan fasilitas lengkap dan tenaga
pengajar bereputasi internasional biasanya akan menetapkan ATAR score yang
lebih tinggi daripada universitas kecil untuk bidang studi yang sama. Dengan
sistem itu, tidak perlu lagi adanya ujian masuk ke perguruan tinggi.

*Kesimpulan*
Dari apa yang telah diuraikan dapat kita simpulkan bahwa sistem pendidikan
menengah di Victoria sangat berpihak kepada pelajar. Para pelajar hanya
perlu membuat empat mata pelajaran untuk ujian akhir mereka dan dapat
memilih mata pelajaran yang paling mereka minati dari sekitar 140 pilihan.
Nilai akhir pelajar tidak hanya ditentukan ujian eksternal, tetapi juga oleh
ujian internal. Sesudah menyelesaikan VCE, pelajar bisa langsung meneruskan
belajar di perguruan tinggi tanpa harus membuat ujian masuk, atau juga bisa
langsung masuk ke lapangan kerja sesuai dengan minat mereka. Yang juga
ditekankan dalam sistem itu adalah transparency and fairness. Nilai ujian
semua pelajar 'disesuaikan' berdasarkan standar yang sama. Pelajar berhak
mengajukan appeal (banding) atas sesuatu yang dianggapnya tidak adil atau
merugikan dirinya. Akhirnya, apa pun perubahan yang berhubungan dengan
pengajaran dan kurikulum, kepentingan dan masa depan anak didiklah yang
harus diutamakan.**

*Oleh Rufin Kedang, Pengajar dan penulis kursus VCE bahasa Indonesia pada
Victorian School of Languages, Melbourne; alumnus UGM dan Monash University*



0 komentar:

Poskan Komentar