Jangan pernah matikan mesin motor anda

Tulisan ini terinspirasi saat pagi-pagi ngisi bensin sambil ngantar istri belanja. Baru jam 6 pagi, tapi antrian sudah panjang, paling tidak ada 5 motor di depan saya. Dua jalur. Di pulau pompa lain yg dibuka ekstra untuk mengurangi antrian, kondisinya juga sama. 

Sebetulnya ini kejadian yang jamak, tapi entah kenapa malah membuat saya teringat emai lama yang pernah saya terima. Tentang sebagian orang yang "terlalu rajin" menghidupkan mesin motornya selama antrian. Barangkali, dengan lebih mengerti cara berpikir mereka, kita "bisa lebih bersimpati" pada mereka-mereka ini.
Berikut ini adalah alasan-alasan yang mungkin ada di benak mereka:

1. Kami sudah capek menghadapi masalah hidup kami. Jangan lagi suruh kami untuk mengeluarkan energi untuk mendorong motor kami. Ya.... Meskipun hanya untuk jarak 5 - 10 meter.

2. Kami sudah kenyang menghirup gas CO2 dan gas/zat berbahaya lain di jalanan. Maka soliderlah anda yg ada di belakang saya. Rasakanlah gak enaknya jadi orang yang harus merasakan menghirup gas knalpot kami..

3. Kami gak miskin-miskin amat kok untuk membeli bbm bersubsidi. Salah pemerintah mensubsidi bbm kami. Kalau gak percaya kami gak miskin, nih.. kami mampu kan memboroskan bensin kami dengan menghidupkan mesin saat gak perlu.

4. Kami ingin mendapatkan pahala tanpa bersusah payah beramal. Kalau anda marah atau cuma berpikiran buruk tentang kelakuan saya ini, berarti pahala amal baik anda akan berpindah ke saya bukan? Terima kasih atas transfer pahalanya..

5. ..... (Silakan tambah sendiri).
Alhasil, kesimpulannya.. Jangan pernah matikan mesin motor anda saat antre bensin..
Salam dari atas mobil yang sedang menuju ke Bandung,

Johan Romadhon 

6 Agustus 2012/18 Ramadhan 1433 
Sent from my Blackkerupuks®
powered by Gusti Allah

0 komentar:

Poskan Komentar