Keajaiban ikhlas

 
Kebanyakan kita berpikir, bahwa ikhlas adalah kondisi dimana kita harus menerima sesuatu dengan pasrah, karena kita memang sudah tidak bisa berbuat apa-apa, ikhlas = ketidak berdayaan. Karena kita juga memahami “ikhlas” sebagai senjata terakhir saat segala upadaya telah gagal dikerjakan. Benarkah “ikhlas” se-naif itu ?. 

Namun ternyata lebih dari itu, bahkan Maha Dahsyat. Ikhlas adalah bentuk “keberserahan”, BUKAN “menyerah”. Mungkin anda bertanya “Lha kan sama “berserah” dengan “menyerah” ?”. Perbedaannya adalah saat anda “menyerah” identik dengan kondisi putus asa, karena sudah tidak ada lagi jalan keluar. Sementara “berserah”, adalah bentuk kesadaran kita, bahwa ada yang lebih ber-Kuasa dari kita, oleh karena kita tidak lebih kuasa, maka kita “berserah” pada yang lebih ber-Kuasa. Dalam hasil riset David Hawkins (untuk menempuh gelar Doktor), yang ditulis dalam bukunya “Force vs Power” disebutkan bahwa, “Menyerah” itu level energi-nya 50, sementara “Berserah” ada di level 540 (sepuluh kali lipat lebih) 

Sedikit mengutip dari Al-Quran, yaitu surat Al Baqarah ayat 156. 
"orang-orang yang apabila mereka ditimpa oleh suatu kesusahan, mereka berkata : Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un (Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah kami kembali)"   

Dari kalimat “Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un” ini mungkin sudah cukup jelas, ada pesan bahwa ketika kita mendapat kesusahan, kita harus menyadarkan diri (merubah kesadaran), bahwa kita bukanlah siapa-siapa, dan bahwa ada Tuhan yang lebih berkuasa atas kita. 

Lalu apa yang terjadi ketika kita dikondisi “berserah”. Dalam buku yang sama “Force vs Power” disebutkan bahwa kondisi emosi atau perasaan yang terjadi adalah Tenang dan Hening. Dan kita harus menyadari, sudahkah kita ikhlas menerima suatu masalah atau musibah yang telah kita menimpa kita, contoh : disaat suatu kejadian kita mengatakan “saya sudah ikhlas menerima semua ini”, tapi masih menangis sesengukan, maka jelas itu belum ikhlas. Atau selama masih ada : sedih, kecewa, menyesal atau apapun, selama rasa itu bukan tenang dan hening, maka dapat dipastikan itu bukan ikhlas. Ketika kita mendapat masalah harusnya segera kita swicth ke ikhlas, diiringi perasaan tenang dan hening. 

Dan menarik-nya dikondisi Tenang dan Hening tersebut level energy kita 540, dan wujud energy itu bergetar, getarannya keluar dari tubuh kita, yang disebut dengan vibrasi. Vibrasi yang baik akan menghasilkan sesuatu yang baik, dan vibrasi yang baik tersebut bisa menjadi magnet, magnet bagi apapun yang ada dalam semesta ini, Magnet  Finansial, Magnet Relationship, Magnet Penyembuhan, Magnet Keajaiban, Magnet bagi apapun sesuai keinginan kita... 

0 komentar:

Poskan Komentar