Break …Break…Break !!!

Oleh

Arbono Lasmahadi

Matahari sebentar lagi akan mulai mengendurkan sinarnya ke bumi dan undur diri dari penampilannya hari ini. Sang rembulan telah bersiap menggantikan peran matahari menyinari bumi. Waktu menunjukkan pukul 17.50 WIB, saat sebuah mobil ambulance memasuki sebuah rumah sakit terkenal di kawasan bisnis di Jakarta. Mobil itu segera bergerak menuju pintu masuk ruang gawat darurat.

Sesaat kemudian petugas segera bergerak dengan gesit mengeluarkan seorang pasien yang terlihat tidak berdaya dan tidak mampu menggerakan sebagian dari anggota tubuhnya, ke dalam ruang gawat darurat untuk segera memberikan bantuan yang diberikan untuk dapat menolong pasien itu. Pasien itu adalah Randy, Direktur Pemasaran sebuah perusahaan Fast Moving Consumer Goods asing di Jakarta. Dia baru saja mengalami serangan stroke, yang membuatnya terjatuh saat dia melakukan presentasi di depan para pimpinanya yang datang dari Grup Perusahaan di Eropa. Ini adalah pertama kalinya Randy mengalami serangan stroke. Di usia yang relatif muda, 38 tahun, serangan stroke ini tentu mengejutkan banyak orang di kantornya.

Sejak beberapa hari terakhir, Randy memang bekerja sangat keras untuk mempersiapkan presentasinya hari ini sesempurna mungkin. Memang bagi orang sekantornya, Randy dikenal sebagai seorang yang workaholic dan perfectionist. Mereka sudah maklum kalau melihat Randy keluar kantor lewat pukul 9 malam. Malah rekan-rekan kerjanya akan terheran-heran bila melihat Randy keluar kantor di bawah jam 9 malam. Memang dedikasi Randy kepada pekerjaannya patut diacungi jempol. Maka tidak heran, beberapa kali ia menerima penghargaan dari perusahaannya atas prestasi yang diraihnya. Namun apa daya, malang tak dapat ditolak, dan mujur tak dapat diraih, saat ini semua dedikasi dan prestasi itu seperti sirna bersama dengan tenggelamnya sang surya. Saat ini, Randy terkulai lemah di Ruang Gawat Darurat tanpa mampu melakukan apapun, tidak seperti dirinya yang penuh vitalitas dan dinamis beberapa jam yang lalu.

Kisah Randy di atas memang hanya sebuah kisah fiktif. Namun dalam kenyataanya tidak sedikit Randy-Randy lain yang hadir di antara kita, dan saya pikir kita pasti tidak ingin mengalami kejadian seperti yang menimpa Randy.

Tuntutan pekerjaan yang semakin meningkat, membuat waktu yang tersedia untuk menyelesaikan pekerjaan seperti tidak pernah cukup. Alhasil, kita bekerja bak sebuah mesin yang bekerja spartan tanpa istirahat. Padahal, mesin yang ada di sebuah pabrikpun mempunyai jadwal "overhaul" atau jadwal pemeliharaan rutin. Maka saya pikir, kita mungkin bertindak berlebihan bila memperlakukan pikiran dan tubuh kita melebihi perlakukan kita kepada mesin yang kita miliki. Padahal, tindakan berlebihan bukanlah hal yang sangat tidak dianjurkan di dalam ajaran agama yang kita anut.

Kita perlu menggunakan waktu yang kita miliki secara berimbang, untuk bekerja kehidupan sosial, dan kehidupan spiritual di luar pekerjaan. Bukankah Allah menciptakan kehidupan ini dengan segala keseimbangannya, sehingga dunia ini bisa berjalan dengan baik ? Namun manakala keseimbangan itu kita rusak, maka tidak mengherankan bila terjadi musibah yang menimpa kita semua. Artinya bila kita bekerja berlebihan, melebihi porsi yang sewajarnya kita kerjakan, mungkin kejadian yang menimpa Randy, bisa jadi terjadi pada diri kita juga. Bila itu terjadi, apalah artinya kekayaaan, kemasyhuran dan pengharagaan yang kita miliki selama ini ? Maka janganlah kita melupakan pentingnya beristirahat. Dengan istirahat, diharapkan tubuh kita akan terus dapat berfungsi optimal dan memberikan kontribusi positif untuk kita dan lingkungan kita, hingga saat kita nanti menyelesaikan tugas kita sebagai khalifah di bumi ini.

Mudah-mudahan tulisan pendek ini dapat selalu mengingatkan diri saya pribadi untuk membangun keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan sosial dan spiritual. Semoga juga tulisan ini dapat memberikan insipirasi bagi semua pihak yang membaca tulisan ini.

Jakarta, 8 January, 2010

0 komentar:

Posting Komentar