Jual Buku ke Siswa, Sekolah Dikeluhkan

Dinas Terjunkan Tim ke SDN Manukan Wetan 2

SURABAYA - SURYA- Wali murid mengeluhkan praktik yang dinilai bisnis ala SDN Manukan Wetan 2, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya. Di sekolah ini, pihak sekolah “mewajibkan” pembelian buku Bahasa Inggris kepada para siswanya.

Selain lebih mahal dari harga semestinya, buku lama yang disediakan lewat program BOS (bantuan operasional sekolah) menjadi tak berguna

“Buku bahasa Inggris itu dibeli dengan harga Rp 28.000. Yang membuat kita heran, pembelian buku ini semacam diwajibkan karena sifatnya dipaksakan. Ternyata pembelian buku ini juga diarahkan ke salah satu toko buku tertentu milik salah seorang guru di situ,” kata wali murid yang meminta namanya tidak disebut karena anaknya bersekolah di SDN Manukan Wetan 2, kepada Surya, akhir pekan lalu.

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya, Eko Prasetyaningsih, mengaku sudah mengetahui kabar sekolah yang mewajibkan membeli buku itu.

Bahkan Dindik Kota Surabaya telah menurunkan tim khusus guna menelusuri persoalan itu ke SDN Manukan Wetan 2. Sebab menurutnya, seluruh kebutuhan buku telah dipenuhi BOS. Siswa tak perlu membeli. “Kalau alasannya buku BOS itu tidak cocok, ini tidak perlu terjadi. Sejak awal dimusyawarahkan dalam memilih buku. Yang jelas tim sudah turun dari Dindik,” kata Eko.

Menurut penelusuran Surya, buku bahasa Inggris yang dimaksud adalah an English Book for Elementary School Students. One Stop English Learning. Seorang wali murid menguraikan bahwa buku tersebut diperjualbelikan di sekolah atas perintah guru bahasa Inggris.

Pengadaan buku bahasa Inggris di luar buku BOS tersebut berdalih menyesuaikan kebutuhan siswa. Buku non-BOS itu dinilai cocok dengan kebutuhan ujian akhir sekolah nasional. Namun, bagi siswa yang tidak membeli akan menanggung konsekuensinya sendiri. Sang guru mengatakan, dari mana mendapatkan pelajaran kalau tidak punya bukunya.

Dengan kalimat itu, tidak ada jalan lain bagi siswa untuk membelinya. Saat Surya mengecek ke sekolah, beberapa siswa yang ditemui mengaku memang diminta membeli buku tersebut.

“Guru Bahasa Inggris yang meminta membeli buku. Kalau tidak membeli nanti akan sulit mengikuti pelajaran bahasa Inggris. Apalagi kalau ujian nanti,” ucap siswi kelas enam.

Hal yang sama diakui siswa yang lain. Teman satu kelasnya membeli dengan harga Rp 28.000 per buku. “Pak Guru minta membeli karena tiap jam pelajarannya menggunakan buku itu,” kata siswa yang lain.

Kepala SDN Manukan Wetan, Suliyah, belum bisa dikonfirmasi. Namun, Sri Iswati, salah seorang guru kepada Surya mengakui bahwa pihak sekolah memang menyediakan buku bahasa Inggris.

Namun, buku itu ditawarkan kepada siswa, tidak diwajibkan. Kalau kemudian pengadaan buku bahasa Inggris tersebut dikeluhkan wali murid, dirinya tidak tahu. “

Toh buku itu juga untuk menunjang belajar siswa di sekolah. Saya pikir wajar-lah, sekolah menyediakan buku pelajaran. Selain itu, kasihan guru Bahasa Inggris itu yang masih GTT dengan gaji yang minim,” kata Iswati.fa

0 komentar:

Poskan Komentar