Merumuskan Cara Baru dalam Mengajar

KRITIK terhadap ketidakberhasilan pendidikan di negeri ini semakin gencar.
Dari demoralisasi kekuasaan, tingginya tingkat korupsi sampai dekadensi
moral di kalangan generasi muda. Dengan kata lain, betapa pendidikan di
Indonesia belum mampu melahirkan generasi yang tangguh, generasi yang
pekerja keras. Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga, Prof
Dr Sutrisno menilai, kesejahteraan guru dan dosen yang terus membaik dengan
adanya program sertifikasi, seharusnya dibarengi profesionalitas guru yang
semakin meningkat dan pembenahan-pembenahan kurikulum.

Saat ini, katanya, kelemahan pendidikan terletak pada kelemahan SDM guru dan
kurikulum yang diterapkan belum sepenuhnya menyentuh dunia nyata, yang
mengajarkan bagaimana harus belajar tentang keterampilan hidup, bagaimana
harus belajar memperjuangkan kehidupan secara eksis dengan menjunjung tinggi
moral dan martabat. Di sisi lain, masih banyak guru yang melakukan
pembelajaran dengan cara lama, sebatas pada transfer pengetahuan semata.
Menyadari hal tersebut, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga
melalui seminar dan lokakarya Pengembangan Kurikulum Teaching School, yang
mengangkat tema 'Penguatan Kurikulum Teaching School berbasis Riset, Kontek
dan Profesi' baru-baru ini, diharapkan menjadi trend pembelajaran saat ini
yang ditandai penekanan pada mata pelajaran, melatih anak didik pada
keterampilan berpikir abstrak-kritis, belajar analitis, penguasaan teknologi
komunikasi dan informasi, memiliki sifat inovatif-kreatif, assessment yang
tepat, melatih kekuatan modal moral dan kelenturan modal sosial.

Forum yang dimotori Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN, Suwandi MAg
ini, berkomitmen menyiapkan calon guru untuk berani menggunakan cara-cara
baru dan berani meninggalkan cara-cara lama dalam mengajar yang sudah
berpuluh tahun diterapkan. Dengan mempelajari hasil riset di berbagai
negara, kata Sutrisno, pihaknya menemukan bagaimana kurikulum pembelajaran
pendidikan profesi guru yang relevan untuk diterapkan pada era global saat
ini, yakni kurikulum pembelajaran yang berbasis penelitian, kontek dan
profesi.

“Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga siap mengemas ulang
kurikulum pendidikan profesi guru dengan mengembangkan kurikulum Teaching
School,” jelas Sutrisno, seraya menyebutkan untuk keperluan ini, pihaknya
menggandeng beberapa pakar pendidikan dan kurikulum yakni Prof Dr Musa
AsyĆ­arie yang menyampaikan makalah tentang masa depan Lembaga Pendidikan dan
Tenaga Kependidikan (LPTK) dan Gagasan untuk Peradaban, Prof Zamroni PhD dan
Prof Dr Amin Abdullah, menyampaikan makalah Pengembangan Kurikulum Teaching
School Berbasis Riset, serta Dr Moh Anies MA dan Prof Dr Anik Ghufron
membawakan materi tentang Pengembangan Kurikulum Teaching School Berbasis
Profesi. Forum ini diikuti para kepala sekolah dan kepala madrasah di
wilayah DIY, dosen jurusan atau Prodi Pendidikan Agama Islam, guru-guru
Pendidikan Agama Islam, Bahasa Arab dan Madrasah Ibtidaiyah dan utusan dari
stakeholder pendidikan lainnya. Melalui seminar dan lokakarya ini terangkum
gagasan baru dari para pakar pendidikan dan kurikulum serta para praktisi
pendidikan yang akan mewarnai dinamika dan prospek pengembangan kurikulum
teaching school yang mendasarkan pada pengetahuan berbasis riset, kontek dan
profesi.


0 komentar:

Poskan Komentar