Persiapan Ujian Nasional Ditambah

Menghadapi Ujian Nasional (UN) 2010/2011, Dinas Pendidikan
(Disdik) Kota Yogyakarta mewacanakan penambahan waktu persiapan ujian. Hal
ini penting dilakukan untuk mematangkan persiapan siswa didik mengikuti UN.

Kepala Disdik Kota Yogya, Edy Heri Suasana usai pelantikan pejabat baru di
Kompleks Balaikota Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta, Rabu (1/12)
menyatakan, rencana penambahan waktu persiapan menghadapi UN ini sangat
penting mengingat tahun lalu UN di Kota Yogya dinilai kurang memuaskan dari
sisi hasil. “Secara rinci dan teknis kami baru akan membicarakan rencana
ini lebih lanjut,” tegasnya.
Meski menyandang predikat kurang memuaskan untuk hasil UN tahun lalu, namun,
ujar Edy, sebagai bukti Kota Yogya berkualitas, banyak daerah yang mencontoh
sistem pendidikan di Yogya. “Banyak Tim Pemantau Independen (TPI) daerah
lain yang memuji dan meminta daerah lain mencontoh sistem pendidikan Kota
Yogya,” ujarnya lagi.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh akan bertemu
Komisi X DPR Senin (13/12) untuk menjelaskan tentang UN. "Kita tidak bisa
berjalan sendiri," katanya Rabu (1/12) di Jakarta menjawab pertanyaan
wartawan tentang pernyataan Komisi X DPR yang akan menghentikan UN.
Menurut Nuh, formulasi baru UN itu akan dibeberkan dalam rapat kerja dengan
komisi X DPR. Oleh karena itu Mendiknas meminta semua pihak bersabar.
Sementara itu, di tempat terpisah Ketua Panitia Kerja (Panja) UN DPR dan
juga Wakil Ketua Komisi X DPR Rully Chairil Azwar dalam rapat dengar
pendapat Panja UN dengan Kabalitbang Kemendiknas Mansyur Ramli mengatakan,
jika Kemendiknas tidak membuat formulasi baru tentang UN, maka pelaksanaan
UN 2011 bisa dibatalkan. Panja memutuskan jika UN tetap berlangsung tahun
depan ada empat persyaratan yang harus dipenuhi yakni tidak boleh mempunyai
hak veto atas kelulusan, sesuai peraturan perundangan, UN harus meningkatkan
mutu pendidikan dan tidak timbul kecurangan.
Tak Menghambat
Terpisah Kepala SMP 17 '1' Yogyakarta Drs Sulistiyanto SPd mengungkapkan,
belum turunnya Prosedur Operasional Standar (POS) dari pemerintah pusat tak
menghambat persiapan UN di sekolah. Karena untuk mempersiapkan siswa dalam
menghadapi UN sekolah menggunakan acuan POS yang sudah ada (tahun
sebelumnya). “Memang berdasarkan informasi yang kami dengar, POS UN dari
pemerintah pusat belum turun. Tapi persiapan di sekolah seperti latihan
soal, tambahan jam pelajaran terus kami
lakukan dengan harapan siswa bisa lebih siap menghadapi UN,” kata
Sulistiyanto.
Ia mengungkapkan, kemampuan peserta didik yang cukup beragam membutuhkan
kecermatan dari sekolah. Untuk itu, selain latihan soal, persiapan
psikologis siswa juga mulai dilakukan. Rencananya, semua persiapan tersebut
mulai diintensifkan pada Januari mendatang.
Kondisi serupa juga dilakukan oleh SMPN 14 Yogyakarta. Walaupun POS UN belum
turun sekolah terus melakukan persiapan. “Kami jalan seperti biasa, kalau
ada sesuatu tinggal menyesuaikan. Tahun ini ada 144 siswa SMPN 14 yang
mengikuti UN,” kata Kepala SMPN 14 Yogyakarta Drs Joko Waskito. pihaknya
melakukan penambahan jam pada mata pelajaran yang menjadi materi UN.
(M-1/Ria/War/Ati)


0 komentar:

Poskan Komentar