Pendidikan Hanya Jadi Proyek Bagi Penyelenggara

Yogyakarta: Pendidikan yang seharusnya ditujukan untuk kepentingan anak didik, pada praktiknya disinyalir hanya menjadi proyek bagi penyelenggaranya. Akibatnya pembangunan manusia tidak berjalan sesuai dengan harapan bersama.

"Contohnya, Ujian Nasional dianggap sebagai upacara penting dalam mendidik anak bangsa, karena pada kegiatan itu tersedia jumlah uang yang tak sedikit," kata budayawan, Ajip Rosidi, pada seminar Local Wisdom for Character Building di Universitas Negeri Yogyakarta, Sabtu (29/5).

Menurut dia, berbagai alasan dicari-cari untuk mempertahankan berlangsungnya UN. Namun tak pernah mempertimbangkan dampaknya bagi anak didik. Dampak itu di antaranya ada anak didik yang bunuh diri karena tidak lulus Ujian Nasional.

"Lembaga sekolah saat ini dianggap sebagai ladang untuk menumpang hidup sejumlah orang. Hal itu bukan berarti tidak ada guru yang sungguh-sungguh membaktikan diri bagi kepentingan pendidikan," kata pendiri Yayasan Kebudayaan Rancage itu.

Ia mengatakan, selama pendekatan para pejabat dan mereka yang langsung menangani pendidikan, terutama di tingkat sekolah dan perguruan tinggi tidak mengutamakan kepentingan anak didik, maka pendidikan di negeri ini akan gagal.

Selain itu, juga tidak ada tenaga-tenaga terdidik sebagai hasil usaha berencana pemerintah yang mampu menghadapi terjangan globalisasi dan kemudian melahirkan karya-karya monumental yang membuktikan adanya kearifan lokal sebagai bangsa.

"Sepanjang pengetahuan saya, rencana pembangunan tak ada yang secara jelas dan tegas berusaha merangsang kreativitas, karena yang direncanakan terutama membuat bangunan fisik dan kemajuan ekonomi. Padahal, pembangunan manusia harus mendahulukan pendidikan," katanya.(JUM/Ant)



Sumber
Liputan6.com

Mau dapat uang Gratis, dapat kan di http://roabaca.com/forum/index.php/topic,87.0.html

0 komentar:

Poskan Komentar