INTERNET MURAH UNTUK SEKOLAH

Syarat utama terjadinya sebuah komunikasi adalah adanya interaksi antara para komunikator .Selain menggunakan bahasa, gerak ,isarat dan tanda kumonikasi juga dapat di lakukan dengan media lainnya. Dalam era golobalisasi sekarang ini, media kumonikasi memberikan kontribusi signifikan terhadap perubahan dunia .komunikasi keabad kotempore ini dapat dapat dilakukan kapan saja dan dimanasaja,melintas i hambatan ruang dan waktu. Hal ini menyiratkan betapa hebat dan besarnya pengaruh kumonikasi dalam kehidupan kita fenomena komunikasi inilah yang menjadi bagian studi ilmu komunikasi .

Penjelasan mengenai komunikasai sebagai sebuah ilmu di paparkan mulai dari proses terjadinya komunikasi, bentuk atau jenisnya media, pungsi dan pengaruh komunikasi .
Landasan tioritis, pengertian ,dan konsep kumonikasi sejara gambling di sajikan kepada kita dengan tujuan tertentu.

Internet murah untuk sekolah.
Era internet di Indonesia telah tiba .kini infomasi dapat diakses secara mudah dan cepat melalui jaringan computer global itu Meski demikian masih banyak hambatan yang sering di temukan pada penengguna internet di Negara kita diantaranya adalah pengetahuan teknis konfigurasi intrtnet dan biaya akses tagihan telpon. Khususnya bagi pengguna dial- up .
Untuk itu kami mendorong mempromosikan teknik pengunakan internet murah terjangkau oleh sekolah yang belum mampu untuk melakukan kegiatan pada sekolah nya disebabkan masalah biaya yang tak terjangkau di karenakan ketidak mampuan sekolah terutama sekolah yang berada pada daerah terpencil dan masyarakatnya masih tergolong prasejahtra
Untuk mengatasi semua perlu dengan jalan merilis produk akses internet prabayar yang di beri nama instan SAVE. Dengan menggabungkan trik konfigurasi akses internet untuk sekolah dan produk TELKOM , dapat di peroleh koneksi dengan biaya yang ter jangkau
Dengan adanya cara ini diharapkan kita dapat mengatasi minimnya akses sekolah pada daerah yang jauh dari Ibu kota dengan pada masyarakat pra sejahtra di derah terpencil sehinga pasilitas yang ada dapat bermampaat dan mempaatkan pasilitasyangada dan menper oleh internet yang mudah dan murah. .
ALTERNATIF SAMBUNGAN INTERNET MURAH BAGI SEKOLAH
Mungkin indah ,tapi jelas tidak mudah . karena semua ini dilakukan secra swadaya masyarakat . Karena tidak terlalu banyak dapat mengharapkan dari pemerintah Indonesia.
Banyak alternative sambungan Internet bagi sekolah . Ada yang berupa sambungan 24 jam , ada pula yang tidak perlu 24 jam / hari.Teknik sambungan 24 jam mengunakan infrastruktur wireless internet di 2. 4GHz memungkinkan untuk menekan biaya paling rendah Rp. 500.000 s/d satu juta / bulan / sekolah . Ilmu teknik penyambungan ke internet 24 jam menggunakan Wireless kecepatan tinggi dapat di ambil di http : //sandbox.bellnet .rorg. –onno/atau http://www,bogor . net /idkf/.
Tulisan ini berusaha menjelaskan secara praktis teknik memberikan akses internet super murah bagi sekolah di Indonesia .
Tidak banyak pilihan untuk melakukan akses super murah tersebut , kecuali menggunakan dial – up telepon dan membatasi aplikasi hanya berupa komunikasi e-mail saja.
Dengan mail server local di sekolah di gabungkan dengan dial on demand selama 10 – 15 menit / hari , akan mampu menekan biaya sampai dengan Rp.80.000 – 100.000/ bulan / sekolah , atau sekitar Rp. 160.200 / murid / bulan untuk sekolah dengan 500 orang murid .
Semoga tulisan ini dapat bermanfaat untuk sekolah –sekolah yang berkeinginan untuk tersambung ke Internet dengan biaya murah . Semoga dapat bermanfaat untuk menyambungkan 220.000 sekolah di Indonesia untuk dapat menyambungkan 48 juta siswa Indonesia ke Internet .
MENGKAITKAN SEKOLAH SECARA SWADAYA MASYARAKAT
Biaya biasanya menjadi argumentasi utama untuk tidak melakukan hal ini, Saya menjadi ingat komentar seorang melakukan hal ini .
Pada bagian pendahuluan ini , mari kita melakukan perhitungan secara sederhana supaya sekolah dapat terkait ke dunia maya , tanpa perlu terlalu membebani murid , tanpa perlu membebani orang tua , tanpa perlu membebani pemerintah . Kunci utamanya adalah pegurangan lama waktu sambungan ke Internet , yang merupakan komponen biaya tersebar dari proses integrasi sekolah ke internet .Pertanyaanya - mungkinkah ? Jawaban singkat-nya – sangat mungkin .
Jika kita fikirkan secara seksama , maka sebetulnya akses pada pengetahuan justru akan lebih terkontrol . Jika dilakukan ke perpustakaan – perpustakaan yang telah di burn ke dalam CD- RDM . Contoh sederhana http : //www. Ilmu Komputer . com yang menyebarkannya pula dalam bentuk CD ROM , konsekuensi –nya jika semua ilmu dapat di burn dalam CD –ROM / DVD maka sebetulnya akses ke internet dapat di minimalkan dengan cara mengcopykan CD – ROM / DVD ilmu pengetahuan ini secara lokal , menggunakan server Web lokaln di jaringan sekolah.
Dengan adanya ilmu pengetahuan dalam bentuk media CDROM / DVD yang dapat di akses secara lokal kita dapat menghemat sebagian besar biaya untuk sambungan ke internet .
Fungsi Internet dapat kita minimalkan hanya untuk berkomunikasi dengan guru / murid di sekolah lain yang tidak berada di sekolah yang sama . Metode komunikasi yang paling sederhana , yang tidak harus dilakukan pada saat itu juga adalah menggunakan e – mail .Sebuah e- mail dapat saja dikirim 5 jam atau bahkan terkadang dapat di tolerir untuk dikirim 12 jam kemudian . itupun biasanya masih lebih baik daripada jasa pos yang sering kita gunakan di masa lalu .
Bayangkan sebuah sekolah dengan 500 orang murid , yang merupakan rata-rata jumlah total murid di sebuah sekolah . Bayangkan sekolah tersebut mempunyai e-mail server lokal di sekolah tersebut , konsekuensinya e-mail antar murid , e- mail antar guru , e- mail guru murid dan sebaliknya dapat di lakukan tanpa perlu tersambung ke internet sama sekali . Artinya sejauh ini , akses ke pengetahuan dan komunikasi internet dapat di lakukan dengan tanpa biaya sama sekali hanya investasi computer saja .Akses Internet baru di butuhkan jika murid / guru butuh mengiim e- mail ke luar sekolah atau menerima e- mail ke luar . Marilah kita lakukan perhitungan secara seksama .
Sekolah dengan 500 orang murid , misalkan rata –rata permurid akan mengirim /menerima 2-10 e-mail / hari , maka kita akan melihat sekitar 1000-5000 e-mail dari / ke sekolah . Dengan rata –rata sekitar 5Kbyte / e-mail maka kita akan melihat kebutuhan pengiriman data sekitar 5-25 Mbyte / sekolah / hari . Dengan menggunakan sambungan dial up 33.6 s/d 56 Kbps , akan dibutuhkan waktu sekitar 2-4 menit / Mbyte . Maka akan dibutuhkan waktu minimal 10 s/d 50 menit / hari untuk mengambil / mengirim semua e-mail dari sebuah sekolah
Untuk sekolah yang masih pemula , mungkin hanya akan membuutuhkan sambungan internet 10 – 15 menit / hari untuk mengirim / mengambil semua e-mailnya sekolah tersebut . Mari kita hitung mengggunakan standard TelkomNet Instant yang sekitar Rp 9100 / jam ( atau sekitar Rp. 10.000 / jam di bulatkan ke atas )
Dengan kebutuhan 10 – 15 menit sambungan / hari , maka sebetulnya di butuhkan biaya sekitar Rp. 2500/ hari / sekolah untuk mengirim / menerima e-mail seluruh sekolah . Atau sekitar Rp.80 - 100.000/ buah / sekolah untuk mengirim / menerima semua e-mail di sebuah sekolah .
Bayangkan sebuah sekolah hanya membutuhkan Rp. 80- 100.000 / bulan / sekolah uuntuk tersambung ke internet , arinya hanya membutuhkan biaya Rp.150 – 200/ siswa / bulan . Sangat kecil sekali !.
Tentunya sangat tidak mungkin sebuah sekolah meminta Rp.150 – 200 / siswa / bulan hanya untuk akses Internet . Minimal sekali biaya yang dimintakan kepada siswa adalah Rp.1000 – 2000 / bulan / siswa , artinya akan terkumpul biaya sebesar Rp. 500.000s/d satu juta / sekolah / bulan .Paling tidak ada sedikit biaya untuk membeli computer kelas Pentium III yang sederhana setiap dua bulan , atau sedikit biaya untuk membayar listrik , atau sedkit biaya untuk tambahan bagi guru.
Tentunya invetasi kumputer akan lebih mudah lagi persiswa bersedia mebayar uang yang lebih bear seperti di sebagian sekitar mencapai Rp. 5000 s/d 20.000 / siswa/ bulan
Intinya ,penyambunyan internet kesekolah ke internet dapat dapat dilakukan secara swadanya masyarakat dengan beban persiswa sangat murah tampa perlu mebebani pemerintah .
Kondisi idial mungkin akan menjadi alat belajar ada pada sekolah di kota-kota yang semua pasilitas lengkap dengan guru yang qulitatif, infrastruktur computer, jaringan internet tersedia serta yang tidak kalah adalah informasi dan komunikasi Internet bukan hanya sekedar di ketahui namun sudah di jadikan kebutuhan pada masyarakat.
Ada beberapa filosofi mendasar yang saya usulkan untuk diperhatikan untuk memasukan teknologi informasi menjadi bagian dari kurikkulum sekolah . Pada kondisi yang ideal , dengan infrastruktur tersedia , maka saya sebetulnya lebih suka melihat teknologi informasi menjadi alat bantu bagi semua mata pelajaran sekolah , baik itu mata pelajaran IPA , IPS , bahas , sejarah , dll. Saya , justru tidak suka melihat teknologi informasi menjadi mata pelajaran tersendiri di sekolah , khususnya di tingkat SD . Tentunya kondisi ideal ini hanya mungkin dilakukan di sekolah –sekolah yang baik , dengan guru yang qualified, infrastruktur computer , jaringan internet tersedia dan umumnya berada di kota besar .
Pada tingkat SMU , listrik dan telepon umumnya ada dan guru lebih terdidik . Beberapa langkah praktis yang perlu dilakukan oleh sekolah :
• Gunakan computer dan internet sebagai media untuk ngobrol , untuk bertukar pengetahuan implisit . Caranya sederhana , menggunakan fasilitas e-mail dan mailing list. Umumnya servis mailing list dapat diperoleh secara gratis di Internet. Biaya yang dibutuhkan untuk ini semua dapat di tekan menjadi sekitar Rp.45 – 100.000,- / sekolah / bulan .Jika operator sekolah cukup pandai untuk mengkonfigurasi server mail server dengan sambungan dial –up.

• Siswa sebaiknya di dorong untuk menjawab pertanyaan –pertanyaan yang ada di mailing list , selain untuk mengasah pengetahuannya juga untuk sharing pengetahuannya.

• Jangan kaget jika 2 – 4 tahun mendatang , mereka yang aktif menjawab pertanyaan di mailing list akan cakap membuat pengetahuannya sendiri , menuis artikel , menyulis buku menjadi produsen pengetahuan itu sendiri .Akan lebih baik lagi jika seorang siswa yang mampu menuliskan ilmu / pengetahuannya dalam bentuk artikel / buku memperoleh kredit bagi pelajarannya .

• Ada baiknya semua tugas siswa yang bentuknya softcopy , di kumpulkan di sebuah harddisk atau web , untuk memudahkan sharing pada rekan –rekan lain , sharing antar sekolah maupun sebagai referensi bagi adik-adiknya di kemudian hari . Hal ini saya lakukan dengan cara mengumpulkan berbagai tulisan dalam bentuk softcopy di harddisk dan menyebarkannya.

Yang perlu sadari bersama bahwa langkah / proses di atas juga akan melakukan tekanan psychologisterhadap siwa untuk bekerja dengan baik ,karena hasil karianya ,jawaban pertanyaannya akan dapat di baca olek orang banyak melalui internet .Namun pekerjaan kurang baik akan dilihat dan bisa mencoreng namanya kemudian hari .
Mudah mudahan tulisan ini dapat menjadi masukan bagi intergrasi tehnologi imformasi ke dalam mata pelajaran muatan lokal pada sekolah di Indonesia
Serta dapat dipergunakan untuk semua kegiatan sekolah .terimakasih.

HAMIDIN
MAHASISWA S2 KEPENDIDIKAN UNIVERSITAS MULAWARMAN

0 komentar:

Poskan Komentar