SISWA SD INPRES TERANCAM TIDAK IKUT UASBN

Puluhan siswa Sekolah Dasar Inpres Mandala Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua terancam tidak bisa mengikuti ujian akhir sekolah berstandar nasional mulai 4 Mei 2010 karena sekolah itu hingga Senin masih disegel pemilik hak ulayat setempat.

Sekolah tersebut berada di Jalan Dolog, yang kondisinya masih dalam keadaan dipalang pemilik hak ulayat.
Dari Biak dilaporkan, pada Senin pagi, para siswa SD Inpres Mandala yang akan bersiap mengikuti ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN) pada Selasa (4/5), terpaksa diliburkan karena tidak bisa masuk ke halaman sekolah akibat pemalangan dilakukan penguasa hak ulayat Yohanes Yerangga.
"Saya harus melakukan pemblokiran kunci sekolah karena pemerintah kabupaten (Pemkab) melalui dinas pendidikan belum menyelesaikan pembayaran ganti rugi tanah adat," kata Yohanes Yerangga.
Aksi pemalangan SD Inpres Mandala itu membuat jajaran Kepolisian Resor (Polres) Biak yang dipimpin Wakapolres Kompol Markus B datang ke lokasi untuk melakukan perundingan dengan pemilik hak ulayat.
Setelah dilakukan dialog, hingga pukul 09.00 WIT pemalangan sekolah SD Inpres Mandala akhirnya dibuka pemilik hak ulayat Yohanes Yerangga untuk diberikan kelonggaran waktu menyangkut tuntutan ganti rugi.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Olah Raga Biak Drs Hendri Jan Rumkabu mengecam keras pemalangan sekolah SD Inpres Mandala karena menganggu aktivitas belajar siswa kelas VI untuk mengikuti UASBN yang dimulai 4 Mei 2010.
"Tindakan pemalangan sekolah tidak manusiawi serta melanggar hak asasi manusia bagi anak untuk mendapat pendidikan, karena itu saya minta aparat keamanan bertindak tegas menyikapi kasus ini," kata Rumkabu.
Ia mengatakan, adanya tuntutan ganti rugi sebagai kompensasi tanah adat dapat saja dilakukan, tetapi harus ditempuh cara-cara yang beretika, dialogis serta menjunjung tinggi hak asasi manusia.
Pihaknya berharap jangan sampai dampak dari pemalangan di SD Inpres Mandala membuat siswa kelas VI yang akan mengikuti UASBN terganggu.
"Saya harapkan sekolah tidak dapat dijadikan alasan pembenaran untuk menuntut hak, tetapi penyampaian tuntutan perlu ditempuh dengan cara dialogis," katanya.
Hingga Senin jam 10.30 WIT kunci gembok pemalangan lokasi sekolah SD Inpres Mandala telah dibuka, tetapi halaman sekolah terlihat sepi dibanding hari biasanya.
Sementara sejumlah dewan guru maupun panitia pelaksana UASBN rayon II Biak Kota tengah bersiap melaksanakan UASBN tingkat SD yang berlangsung serentak pada Selasa (4/5).

Sumber
Biak, 3/5 (ANTARA)

0 komentar:

Poskan Komentar