Pilkada Surabaya dan Potensi Kecurangan DPT

Pilkada Surabaya dan Potensi Kecurangan DPT
Beberapa Tim sukses dari Calon Walikota Surabaya memprotes adanya
dugaan pemilih siluman atau pemilih fiktif yang tercatat dalam Daftar
Pemilih Tetap (DPT) yang disahkan Komisi Pemilihan Umum Surabaya dari
2.144.105 pemilih. Mereka menggunakan hak pilihnya dengan mencoblos di
4.898 TPS yang tersebar di 161 kelurahan.

Kegalauan para kontenstan dalam Pilkada Surabaya dalam melihat
adanya potensi kecurangan DPT dalam pemilihan Walikota Surabaya pada
tanggal 2 Juni 2010 nanti tidaklah berlebihan, hal ini mungkin mereka
berkaca dari Pemilihan Gubernur Jawa Timur tahun 2008 kemarin yang
sampai dengan hari ini belumlah jelas penyelesaiannya apalagi dengan
testimoni yang diberikan oleh Mantan Kapolda Jatim, meskipun MK dalam
hasil akhir putaran ke 3 sudah tidak mempermasalahkan.

Pemilihan Gubernur Jatim kemarin meskipun meninggalkan jejak sejarah
yang menyakitan banyak kalangan, toh tetap Pak Karwo dengan Gus Ipul
sebagai Wakilnya yang didukung oleh Partai Demokrat dan PAN dilantik
oleh Presiden. Jejak Sejarah yang menyakitkan itu ternyata tidak mudah
terhapus begitu saja, dengan banyaknya komponen masyarakat yang masih
mempertanyakan keberadaan pemilih siluman dalam DPT Pilkada Surabaya,
sampai-sampai KHofifah Indar Parawangsa dan beberapa komponen
pendukungnya dulu saat dia mencalonan diri menjadi Calon Gubernur Jatim
juga mengingatkan kembali masalah DPT di beberapa harian terbitan
Surabaya.

Kecurigaan ini "mungkin" juga di perkuat dengan keberadaan Pak Karwo
(Gubernur Jatim) sebagai Pengurus Partai Demokrat Jawa Timur yang
notabene-nya mengusung Arif Afandi yang juga pengurus Partai Demokrat
sebagai Calon Walikota Surabaya berpasangan dengan Calon dari Partai
Golkar Adis Kadir serta mandeg-nya proses penyidikan KPK atas dugaan
korupsi pengadaan barang barang cetakan dll yang digunakan dalam Pilgub
Jatim tahun 2008 di KPU Jatim. Jadi wajarlah bila dugaan orang atau Tim
Sukses atau Cawali lainnya bila mereka menduga akan terjadi "Penurunan
Ilmu" bagaimana cara memenangan Pilkada di Surabaya, sebagaimana
keberhasilan dalam memenangkan Pilgub Jatim, apalagi sekarang sudah
bernaung di Partai yang sama

Dugaan tetaplah menjadi dugaan, tidak akan adil bilamana dugaan
tersebut tidak diperkuat oleh sebuah fakta dan menjadi sebuah bentuk
ke-tidakadilan juga bila dugaan yang telah diperkuat oleh fakta tapi
tetap dikalahkan oleh sejarah, akhir kata hanya Allah SWT yang Maha
Mengetahui atas segala kejadian yang terjadi di muka bumi ini, semoga
Pilwali Surabaya apapun hasilnya, dapat lebih mendekatkan warga
Surabaya kepada Allah SWT
http://politikana. com/

0 komentar:

Poskan Komentar