MENDIKNAS : LKS-SMK PERLU TOLOK UKUR PENINGKATAN

Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh meminta pelaksanaan Lomba Kompetensi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan yang menjadi ajang kompetisi tahunan tidak terjebak pada kegiatan rutinitas sehingga perlu memiliki tolok ukur peningkatan.

"Saya mengharapkan ada ciri khas setiap tahun yang menunjukkan ajang ini selalu meningkat dari tahun ke tahun, terutama dari sisi penyelenggaraan lomba sehingga ada tolok ukur keberhasilan," kata Mendiknas saat meninjau pelaksanaan Pameran dan LKS-SMK XVIII di Arena Pekan Raya Jakarta, Minggu. Lebih lanjut dikatakannya, kompetisi merupakan ajang pembuktian dari sebuah usaha sehingga sikap tersebut perlu ditanamkan kepada siswa peserta LKS yang datang dari hampir seluruh provinsi di Tanah Air melalui semangat untuk membuktikan sebagai yang terbaik.

Ajang LKS bisa menjadi sarana bagi siswa dan sekolah untuk menunjukkan kemampuan mulai dari kompetisi yang sifatnya "soft skills" hingga yang "hard skills", dari kombinasi akal dan seni seperti pada lomba animasi, katanya. "Bagi kami ajang seperti ini membanggakan. Karena itu, LKS jangan berhenti sampai pada ajang kompetisi semata tetapi harus da ukuran peningkatannya setiap tahun," tambahnya. Selain itu, lomba ini menjadi sarana untuk mempersiapkan diri mengikuti ajang sejenis di tingkat dunia untuk menunjukkan bahwa kemampuan siswa Indonesia tidak kalah dalam bidang vokasi, katanya.

Mendiknas lebih lanjut mengatakan, ada hal yang tidak kalah penting yakni dari pameran hasil karya siswa, bahwa SMK bisa menggandeng dunia industri sekaligus mampu menciptakan lapangan kerja sendiri. Pada kesempatan itu, Mendiknas Mohammad Nuh mengunjungi lokasi lomba aplikasi elektronik, jaringan Informasi dan Teknologi, lomba seni keramik, dan animasi. Saat berkunjung ke lokasi lomba animasi, Mohammad Nuh meminta para peserta lomba untuk mengaitkan kreativitas yang diciptakan dalam membuat karya animasi dengan karakter bangsa.

LKS-SMK Tingkat Nasional ke-18 berlangsung pada 13-16 Mei 2010 di Pekan Raya Jakarta Kemayoran, Jakarta Pusat. Bersamaan dengan kegiatan LKS diselenggarakan Pameran Karya Siswa yang melibatkan sedikitnya 30 mitra industri bidang otomotif, informasi dan teknologi, elektronik, mesin, kecantikan dan sebagainya Sebanyak 1.700 peserta LKS SMK dari 33 provinsi hadir di arena LKS itu, ditambah sebanyak 1.500 guru pendamping.

LKS-SMK akan melombakan lebih dari 50 bidang kompetensi yang diharapkan dapat mewakili bidang-bidang kompetensi yang diajarkan di SMK, antara lain otomotif, mesin, pariwisata, animasi, desain grafis, pertanian dan kelautan.



Sumber
Jakarta, 16/5 (ANTARA)

Mau dapat uang Gratis, dapat kan di http://roabaca.com/forum/index.php/topic,87.0.html

0 komentar:

Poskan Komentar