PENGANGGURAN TERBANYAK KALTIM DARI LULUSAN SMK

Jumlah pengangguran tertinggi di Kalimantan Timur (Kaltim) berasal dari lulusan SMK, yakni mencapai 17,37 persen atau sebanyak 28.564 orang dari total jumlah pengangguran yang mencapai 164.447 orang, demikian data Badan Statistik (BPS) Kaltim.

"Jumlah pengangguran terbanyak kedua hingga triwulan pertama 2010 adalah dari lulusan SMA, yakni sebanyak 13,78 persen, atau mencapai 22.660 orang," kata Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Kaltim, Setio Nugroho di Samarinda, Senin.
Pengangguran terbanyak selanjutnya adalah dari lulusan sarjana sebanyak 11,93 persen, diploma I/II/III sebanyak 11,62 persen, lulusan SMP sebanyak 9,22 persen, dan pengangguran dari lulusan SD serta yang tidak lulus SD justru yang paling sedikit, yakni 6,09 persen.

Tingginya angka pengangguran dari SMK tersebut diperkirakan karena keahlian mereka saat di sekolah tidak sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Selain itu, para lulusan SMK ke atas tidak membuka lapangan kerja sendiri.

Berbeda dengan lulusan SD dan SMP yang sudah menyadari tidak bakal diterima di perusahaan atau pasar kerja lainnya, sehingga mereka membuka lapangan kerja sendiri, baik berjualan, buka warung, atau berbagai kegiatan UMKM lain.

Dilanjutkan, justru penduduk yang bekerja dari lulusan Sekolah Dasar (SD) atau yang tidak lulus SD menempati urutan teratas, yakni mencapai 519.642 orang atau terdapat 37,8 persen dari total penduduk telah bekerja yang sebanyak 1.374.563 orang.
Ukuran untuk menentukan orang bekerja yakni, seseorang dengan usia 15 tahun ke atas, kemudian melakukan aktivitas menghasilkan uang dalam satu minggu minimal bekerja satu jam, maka orang tersebut dikategorikan telah bekerja.

Penduduk dengan usi kerja, atau penduduk berusia 15 tahun ke atas di Kaltim saat ini berjumlah 2.307.357 jiwa. Dari jumlah itu, penduduk yang merupakan angkatan kerja sebanyak 1.535.040 jiwa, sedangkan sisanya merupakan penduduk bukan angkatan kerja, karena masih sekolah dan kuliah, atau status ibu rumah tangga.

Jika dilihat dari jumlah jam kerja, lanjut Setio, Kaltim boleh berbangga karena pekerja yang ada memiliki kinerja sangat bagus, yakni sebanyak satu juta lebih pekerja Kaltim atau 74,91 persen bekerja di atas 35 jam perminggu, dan yang bekerja kurang dari 8 jam hanya sekitar 4.331 orang atau 0,31 persen saja. "Dari jumlah 1.374.563 itu, sebagian besar bekerja di sektor perdagangan, transportasi, keuangan dan jasa yang mencapai 45,50 persen. Sektor pertanian, pertambangan dan penggalian 42,40 persen, sektor industri, listrik, gas, air minum dan bangunan 12,10 persen," kata Nugroho.


Sumber
Samarinda, 17/5 (ANTARA)

Mau dapat uang Gratis, dapat kan di http://roabaca.com/forum/index.php/topic,87.0.html

0 komentar:

Poskan Komentar