25 Persen SD di Surakarta Tak Punya Kepala Sekolah

*TEMPO Interaktif*, *Surakarta * - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga
Kota Surakarta saat ini krisis pejabat kepala sekolah dasar. Dari 200
sekolah dasar (SD) yang ada di Surakarta, 50 di antaranya tidak memiliki
kepala sekolah. Kekosongan terjadi karena banyak kepala SD yang pensiun.

”Saat ini kekosongan tersebut hanya diisi sebagai pejabat sementara,” kata
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Surakarta, Rakhmat Sutomo,
Rabo (29/12). Pejabat sementara tersebut diisi oleh guru senior yang
mengajar di sekolahan tersebut.

Sejak November lalu, Dinas Pendidikan telah melakukan uji kelayakan terhadap
sejumlah guru di Surakarta guna mengisi kekosongan tersebut. “Namun jumlah
guru yang lolos tes masih belum mencukupi,” kata Rakhmat. Dari kebutuhan 50
kepala sekolah, hanya 39 guru yang memenuhi persyaratan untuk diangkat
sebagai kepala sekolah.

Rakhmat mengatakan, 39 guru yang telah memenuhi persyaratan tersebut akan
segera diangkat sebelum pertengahan Januari mendatang. “Kekurangannya akan
tetap diisi oleh pejabat sementara.”. Untuk keperluan ijazah, lanjutnya,
penandatanganan bisa diwakili langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda
dan Olahraga.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Surakarta, Etty Retnowati menyatakan,
pihaknya akan segera melantik 39 kepala SD. “Kami juga akan melakukan rotasi
terhadap 150 kepala sekolah pada saat yang bersamaan,” kata Etty. Rotasi itu
diperlukan untuk penyegaran.

Dia menjelaskan, selama ini banyak kepala sekolah yang menjabat di salah
satu sekolah hingga lebih dari 12 tahun. “Kondisi tersebut tidak sehat,
perlu penyegaran,” kata Etty.

Selain kepala sekolah, guru yang mengajar di sekolah favorit juga bakal ikut
dirotasi. Tahun ini, mereka telah melakukan rotasi terhadap sekitar seribu
guru, baik guru SD dasar maupun guru SMP.

Ahmad Rafiq

0 komentar:

Poskan Komentar