Racun Mematikan: Risiko Tersembunyi dalam Ikan dan Kerang Bagian ke 1

Dr. Deng-Fwu Hwang: Berikutnya saya berbicara tentang racun ikan laut tropis biasa. Ditemukan pada ikan di zona tropis, subtropis, dan zona bersuhu panas. Konsumsi ikan, walaupun ditangkap hidup-hidup, dan segera dimasak, tetap bisa terkena keracunan makanan.

Supreme Master TV: Di AS itu adalah penyebab utama dari penyakit akibat makanan. Gejala umum dari keracunan makanan termasuk mual, muntah, gastroenteritis, sakit otot, dan dalam kasus paling serius, kematian. Dengan globalisasi memungkinan bagi hewan laut terkontaminasi untuk dijual di pasaran diseluruh dunia, tak satupun yang mengkonsumsi makanan laut terbebas dari ancaman serius. Ada delapan jenis keracunan utama pada ikan dan kerang. Yang paling dikenal luas terkait dengan ikan adalah: CIGUATERA, SCOMBROID , TETRODOTOXIN , dan MERKURI.

Jenis paling umum dari keracunan kerang termasuk: PARALISIS, DIARE AMNESIK dan NEUROTOKSIK.(1)


KERACUNAN CIGUATERA

Kita mulai dengan ciguatera yang disebabkan oleh ciguatoxin, suatu racun yang dihasilkan oleh alga bernama dinoflagellate, yang ditemukan di seluruh dunia. Selama bulan-bulan musim panas, dinoflagellate berkembang biak di perairan pesisir menciptakan apa yang disebut mekarnya alga. Ukuran populasinya menjadi begitu banyak sehingga airpun tampak memerah karena pigmen alganya, sebuah fenomena yang dikenal sebagai “gelombang merah.”

Dr. Llewellyn: Ciguatera berasal dari alga mikroskopik yang hidup di bawah permukaan bebatuan karang dan alga besar lainnya. Dan alga itu dimakan oleh ikan herbivora dan berlanjut mengikuti rantai makanannya. Racunnya berkumpul di dalam daging ikan yang lebih besar. Itulah apa yang biasanya di makan orang-orang dan mereka menjadi teracuni setelah memakannya.

Supreme Master TV: Ciguatera, adalah jenis paling umum dari keracunan ikan di seluruh dunia, yang mungkin didapatkan dari konsumsi ikan terumbu karang tropis, seperti kerapu, kakap, kakap putih, dan ikan kakatua termasuk salmon yang diternakkan. Setiap tahun diperkirakan 50.000 kasus terjadi secara global.(2) Sejumlah 400 spesies laut diketahui mengandung bioaccumulate ciguatoxins, yang 1.000 kali lebih bahaya dibanding arsenik.(3) Penyakit ini ditandai dengan gejala seperti sakit perut yang sangat hebat, mual, detak jantung di bawah normal, kejang dan pandangan kabur. Itulah beberapa gejalanya. Kadang bisa kambuh dengan mengkonsumsi hidangan laut, ayam, babi, kopi atau alkohol dan mungkin terjadi selama bertahun-tahun setelah makan ikan tercemar. Ciguatoxin tahan terhadap panas dan dingin, jadi memasak, mengasapkan, mendinginkan, membekukan dan/atau pengasinan ikan beracun tidak bisa melindungi konsumen agar tidak sakit.(4) Racun ini juga tidak terdeteksi karena tidak berbau dan terasa.

Prof. Lewis: Saat orang memakan ikan tercemar ciguatera dan terkena racun ciguatera gejalanya muncul setelah sekitar satu sampai enam jam bahkan lebih dari 24 jam dan kemudian Anda bisa mengalami 30 atau lebih gejala yang berbeda dari satu kejadian keracunan ini. Dan berkisar antara gejala keracunan makanan biasa seperti muntah dan diare, termasuk mual dan sakit sampai efek yang tidak spesifik; sakit kepala, sakit otot, nyeri sendi kemudian banyaknya gejala syaraf termasuk pembalikan suhu badan yang aneh yang menyebabkan sakit jika menyentuh benda dingin, namun Anda juga menderita mati rasa dan kesemutan secara ekstrem. Anda menderita banyak gejala seperti gatal di seluruh tubuh. Ciguatera adalah salah satu keracunan makanan terburuk, karena gejalanya bertahan mingguan, bulanan dan kadang bahkan tahunan. Jadi penyakit yang berlangsung sangat lama, berlarut-larut membuat orang heran, dan kadang mereka bahkan tidak didiagnosa dengan tepat.


KERACUNAN SCOMBROID

Supreme Master TV: Scombroid, jenis keracunan ikan kedua yang tersebar paling luas setelah ciguatera, adalah akibat mencerna ikan yang membusuk, dengan gejala yang kadang muncul dalam hitungan menit setelah makan ikan itu.(5) Ikan yang mungkin mengandung scromboid diantaranya Sardin, Ikan Teri Ikan Haring, dan Amberjack.

Dr. Yang Zhen-Chang, Rumah Sakit Veteran Taipei: Di antara semua keracunan ikan laut, salah satu yang paling umum di Formosa (Taiwan) adalah keracunan scombrotoxin, juga dikenal seperti keracunan ikan histamin, akibat mengkonsumsi ikan merah, seperti Mackerel, Marlin, Bonito, dan Tuna. Ikan jenis ini mengandung histidin, jadi jika mereka tidak disimpan dengan baik, bakterinya akan mengubah histidin menjadi histamin. Saat dikombinasikan dengan asam amino lain seperti putrescin, atau cadaverin, akan menyebabkan gejala yang mirip dengan keracunan histamin, termasuk ruam, demam, pusing, sakit kepala, gangguan lambung, muntah dan gatal. Kasus seperti ini telah terjadi setiap tahun di Formosa (Taiwan) beberapa tahun lalu.

Supreme Master TV: Konsekuensi lain yang mungkin terjadi diantaranya keracunan scromboid termasuk perasaan terbakar di sekitar mulut, kulit wajah mengelupas, detak jantung tidak normal. Memasak dan membekukan ikan tidak akan menetralkan racunnya.


KERACUNAN TETRODOTOXIN

Ikan buntal secara alami memiliki tetrodotoxin dalam badannya dan keracunan mungkin terjadi setelah memakan “Fugu” atau masakan Jepang yang dibuat dari ikan Buntal. Tetrodotoxin adalah salah satu racun alam paling fatal dan 10.000 kali lebih berbahaya dibanding sianida.(6) Jika orang dewasa hanya mengkonsumsinya sebanyak 0,001 miligram, tetap bisa berakibat fatal.(7) Tingkat kematian dari keracunan tetrodotoxin diperkirakan sebesar lebih dari 50%, dan tidak ada penawarnya.(8) Memasak atau mendinginkan ikan tidak menghilangkan keberadaan racunnya dan jumlah racunnya dalam satu ekor ikan Buntal bisa membunuh 30 orang dewasa. Selain ikan Buntal, Mola-Mola, Ikan Pakol, dan Ikan Landak mengandung tetrodotoxin.(9,10) Spesies ini bisa ditemukan di air tropis dan semi-tropis di seluruh dunia.

Dr. Yang Zhen-Chang: Kasus-kasus dari keracunan ikan Buntal juga telah ditemukan di Formosa (Taiwan) dan biasanya di negara-negara lain di dunia. Keracunan ini tidaklah umum terjadi, namun seringkali. Ikan Buntal sebenarnya sangat beracun. Ikan ini memiliki sejenis elemen neurotoxin. Keracunan ikan Buntal terjadi saat orang menangkap ikan Buntal dan memakannya. Gejala yang disebabkan oleh keracunan ikan Buntal termasuk mati rasa di mulut dan lidah. Dalam kasus lebih serius, mati rasa mungkin menyebar ke badan dan menyebabkan kegagalan pernafasan dan kematian.

Dr Llewellyn: Tetrodoxin bisa mematikan. Pada saat ini, tidak ada cara tepat merawatnya selain dari bentuk bantuan pertama, atau berusaha mengeluarkan racunnya dari perut korban sampai tidak ada yang bisa dikeluarkan. Pada beberapa kasus Anda bisa mengkonsumsi arang aktif yang bisa dicoba dan menyerap racun dan mencegahnya terbawa ke dalam perut dan usus. Namun jika meminum dalam dosis besar dari racun itu adalah fatal. Tetrodotoxin memblok protein pada syaraf yang bernama saluran sodium. Inilah protein yang membuat ion sodium menuju membran syaraf dan itulah bagaimana kita menciptakan listrik biologi dalam badan kita. Jadi tentu saja jika ditutup saluran sodium itu dan mencegah listrik biologis bekerja, pada dasarnya sistem syaraf dan jaringan lainnya seperti otot Anda akan dimatikan. Dan maka karena itu, Anda akan mati.

Supreme Master TV: Tetrodotoxin tidak saja ditemukan pada ikan. Beberapa gastropoda, sejenis moluska, juga menghasilkan racun ini.

Dr. Deng-Fwu Hwang: Mengenai gastropoda kecil ini yang lebih kecil dibanding jempol bukan hanya dagingnya yang beracun, namun juga pencernaannya. Banyak kasus keracunan terjadi di Formosa (Taiwan), terjadi di Formosa (Taiwan), seperti Pingtung. Memakan lebih dari sepuluh dari gastropoda kecil ini bisa membuat nyawa melayang. Ini juga terjadi di Pulau Dongshan. Tergantung pada intensitas racunnya, kadang makan dua sudah cukup untuk berakibat fatal. Anda lihat, gastropoda hanya sebesar itu, namun dua saja bisa membunuhmu.


KERACUNAN MERKURI

Supreme Master TV: Methylmercury adalah suatu neurotoxin dan adalah bentuk paling berbahaya dari merkuri, suatu elemen yang terjadi secara alami, namun juga bisa memasuki lingkungan melalui emisi industri dari sumber daya seperti pabrik pembakaran batu bara. Penelitian bersama dari Universitas Harvard dan Penelitian Geologi AS terbit tahun 2009 penyimpulkan bahwa emisi berisi merkuri dari aktivitas industri yang dibuang ke laut, berubah menjadi methylmercury oleh bakteri dan kemudian terkumpul secara biologis pada badan berbagai spesies laut. Seorang ibu yang memakan ikan tercemar merkuri atau makhluk laut lain membuat janinnya beresiko tinggi menderita cacat lahir termasuk keterbelakangan mental, kelumpuhan otak, kebutaan dan tuli. Pada orang dewasa, keracunan merkuri makanan laut bisa menyebabkan hilang ingatan, gemetar, hilang penglihatan, sakit jantung, dan kematian. Seperti racun lain, merkuri tidak terdeteksi pada ikan karena tidak berbau dan tidak terasa.


KERACUNAN KERANG PARALITIK

Saxitoxin menyebabkan keracunan kerang paralitik dan dihasilkan oleh dinoflagellate. Racun di dalam alga ini terkumpul di dalam badan dari pemangsanya seperti remis, kerang tiram dan scallop. Kerang tercemar saxitoxin ditemukan diseluruh dunia, namun paling sering ditemukan pada air hangat.

Dr. Yang Zhen-Chang: Ada jenis lain dari keracunan racun laut, keracunan kerang paralitik, yang tidak biasa namun terjadi di banyak negara. Kita tahu dari namanya bahwa racun ini berasal dari memakan kerang, seperti Coelomactra antiquate. Racun dari kerang kira-kira sama dengan tetrodotoxin. Setelah memakannya, akan meracuni sistem syaraf kita. Juga bisa menyebabkan mati rasa di mulut, lidah dan badan.

Supreme Master TV: Dalam kasus keracunan paling serius, kelumpuhan otot dan kegagalan pernafasan mungkin terjadi yang diikuti dengan kematian dalam dua sampai 25 jam.


KERACUNAN KERANG NEUROTOKSIK

Brevetoxin bertanggung jawab terhadap keracunan kerang neurotoksik dan berasal dari dinoflagellate. Konsumsi makanan yang mengandung tiram, remis atau kerang bisa menyebabkan gangguan pencernaan, geli di mulut, tangan dan kaki, ketiadaan koordinasi, dan bahkan pembalikan suhu seperti ciguatera.


KERACUNAN KERANG AMNESIK

Racunnya dikaitkan dengan keracunan kerang amnesik dari jenis alga merah-bata yang ditemukan di lautan di sekitar Eropa, Amerika Utara, Asia Timur dan Asia Tenggara. Efek yang kurang parah dari keracunan termasuk pusing, sakit kepala, dan kebingungan, namun amnesia dan kematian juga bisa terjadi.

Dr Llewellyn: Racun lainnya antara lain seperti asam domoik, yang menyebabkan keracunan kerang amnesik, yang jarang terjadi. Namun seperti tercermin dari namanya yang terjadi adalah mempengaruhi otak manusia dan orang sesungguhnya lupa tentang apa yang terjadi.


KERACUNAN KERANG DIARRHEAL

Dr Llewellyn: Gejala lainnya adalah keadaan yang disebut keracunan kerang diarheal. Sangat jelas lagi dari namanya, keracunan itu menyebabkan diare hebat dan disebabkan oleh racun bernama asam okadaik. Dan lagi, dia berasal dari alga mikroskopik yang bisa membentuk ledakan populasi yang terlihat sebagai bagian gelombang merah Sangatlah sulit merawat sakit diarenya yang menyebabkan lapisan epithelium usus terlepas dari jaringannya, jadi tidak seperti sesuatu yang bisa Anda minta ke para ahli kimia dan mendapat obat anti-diare untuk digunakan sebagai obat.. Ini sejenis diare yang sangat parah.

Supreme Master TV: Seperti yang kita lihat hari ini resiko yang terkait dengan konsumsi ikan dan kerang sangatlah tinggi dan kemungkinan mengakibatkan kerusakan termasuk kematian.

Sumber :
1 http://www.nathnac.org/travel/factsheets/marinetoxins.htm
2 http://books.google.com/books?id=7A2mXgVVqtQC&pg=PA443&dq=fish+poisoning+ciguatera&hl=ko&ei=JPPVTKvpD5CssAPX9_2MCw&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=9&ved=0CFIQ6AEwCA#v=onepage&q=fish%20poisoning%20ciguatera&f=false
3 http://www.holistichealthtopics.com/HMG/ciguatera.html
4 http://edis.ifas.ufl.edu/in742
5 http://www.medic8.com/healthguide/food-poisoning/scombroid-poisoning.html
6 http://books.google.co.kr/books?id=uariyzldrJwC&printsec=frontcover&dq=Annotations+And+Chronologies&hl=en&ei=gt3WTL_JMI30swOsk6WNCw&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=1&ved=0CCUQ6AEwAA#v=onepage&q=10000&f=false
7 http://www.scripps.edu/chem/baran/images/grpmtgpdf/Vasan.pdf
8 http://emedicine.medscape.com/article/818763-overview
9 http://www.informaworld.com/smpp/content~content=a782313207
10 http://www.informaworld.com/smpp/content~content=a782313207


Supreme Master TV: Di Amerika Serikat keracunan makanan laut adalah penyebab utama dari penyakit akibat makanan. Gejala umum dari kondisi tersebut termasuk mual, muntah, gastroenteritis, sakit otot, dan dalam kasus paling serius, kematian. Dengan globalisasi memungkinan bagi hewan laut terkontaminasi untuk dijual di pasaran di seluruh dunia, tak satupun yang mengkonsumsi makanan laut terbebas dari ancaman serius ini. Minggu lalu kita membahas sejumlah tipe keracunan makanan laut yang dikenal baik, termasuk ciguatera, bentuk keracunan ikan yang paling umum di dunia.

Ciguatoksin tahan terhadap panas dan dingin, jadi memasak, mengasapkan, mendinginkan, membekukan dan/atau pengasinan ikan terkontaminasi tak bisa melindungi konsumen agar tidak sakit.1 Racun ini juga tidak terdeteksi karena tidak berbau dan terasa.

Dr Llewellyn: Dengan sesuatu seperti ciguatera, salah satu hal yang orang harus memahami adalah itu adalah racun yang bergerak. Ia dimakan ikan; ikan-ikan itu dapat bepergian jarak jauh dan mereka dapat bepergian jarak jauh dengan berenang atau ditaruh di kapal atau pesawat dan dipindahkan ke tempat lain. Rintangannya terputus dan makanan laut dipindahkan di seluruh dunia pada tingkat yang luar biasa.

Dr. Deng-Fwu Hwang: Dalam 200 tahun terakhir, para ilmuwan seluruh dunia telah mengidentifikasi lima atau enam tipe ciguatoksin, yang merupakan hanya separuh dari berbagai tipe ciguatoksin. Unsur pokok dari yang lainnya masih tidak dapat dianalisa oleh teknologi modern. Dari sini Anda tahu bahwa ciguatoksin sangat misterius dan kompleks. Masih ada beberapa racun yang kita tidak mengetahuinya. Beberapa dari racun-racun ini dapat larut dalam air, dan ada yang dapat larut dalam lemak. Mereka terutama ditemukan dalam terumbu karang. Racun-racun itu mungkin berasal dari bakteri, ganggang, atau ganggang plankton di terumbu karang. Ganggang besar yang tinggal di terumbu karang dimakan oleh ikan sehingga racun-racunnya tinggal di dalam tubuh ikan herbivora dan ikan karnivora dan setelah itu dikonsumsi oleh manusia. Kasus-kasus keracunan ciguatera yang terjadi di China atau Hong Kong selalu sangat serius, karena ikannya biasanya yang beratnya lebih besar sekitar masing-masing 100 kilogram. Di Hong Kong, restoran-restoran biasanya membeli seluruh ikannya dan menyajikan itu pada waktu yang sama pada sekitar 50 sampai 100 orang. Sehingga, semua orang-orang ini akan menderita keracunan itu sekaligus.

Supreme Master TV: Beberapa spesies laut memproduksi racun sendiri untuk perlindungan. Sebagai contoh, kulit dan organ dari ikan Buntal sangat berbahaya karena mengandung tetrodotoksin, suatu bahan yang 10.000 kali lebih keras dari pada sianida. Sebagai akibatnya, menangani atau memakan ikan Buntal dapat berakibat fatal. Memancing adalah kegiatan lain yang dapat berakibat pada kematian karena kontak fisik dengan spesies laut yang berbahaya adalah suatu kemungkinan.²

Dr. Hwang Deng-Fwu, Universitas Kelautan Taiwan: Racun dari beberapa hewan laut bukan hanya membawa maut melalui proses pencernaan, tetapi juga dengan kontak. Dimana ada ular-ular yang beracun di daratan, ada ular-ular beracun di lautan dan mereka juga mematikan. Sebagai tambahan terhadap ular-ular beracun, banyak hewan di lautan sangat berbahaya. Ini pengetahuan yang umum di Formosa (Taiwan) bahwa Ubur-Ubur adalah yang paling mematikan, diikuti oleh Ikan Sembilang. Yang paling beracun ketiga adalah sejenis cumi-cumi disebut Rockfish, dan jenis keempat adalah apa yang kita sebut “Ikan Perut Bau,” dimana di utara dan di selatan kita memiliki Ikan Lundu. Ini adalah lima jenis utama ikan yang beracun di Formosa (Taiwan). Jika tersengat oleh dua jenis atau tiga jenis pertama, itu dapat mematikan karena racun-racun mereka sama seperi ular beracun. Mereka dapat membunuh Anda dengan melarutkan hemoglobin Anda, dengan gejala hancurnya sel darah merah.

Supreme Master TV: Suatu bakteri disebut vibrio parahemolyticus ditemukan di seluruh dunia di daerah air payau dan berasal dari keluarga bakteri yang sama yang menyebabkan kolera. Jika orang makan makanan laut yang tercemar dengan vibrio parahemolyticus, mungkin terjadi radang usus. Bakteri ini dapat masuk ke tubuh dengan menyentuh kehidupan lautan juga.

Dr. Hwang Deng-Fwu: Orang yang memancing Bandeng (ladyfish) dapat tersengat oleh ikan itu, dan tangan mereka akan bengkak besar. Catatan dari Rumah Sakit Memorial Mackay menunjukkan bahwa mereka telah merawat lebih dari selusin korban yang seperti itu dan 5 atau 6 dari mereka wafat. Namun, kematian mereka tidak disebabkan oleh racun ikan. Para ilmuan menemukan bahwa itu karena sejenis bakteri disebut vibrio parahemolyticus di lautan. Gejala-gejala dari jenis infeksi ini mirip tetanus. Bersama-sama dengan racun ikan, bakteri memasuki darah lalu otot-otot, lalu otak, menyebabkan meningitis. Korban-korbannya akan mati dalam dua atau tiga hari. Pada saat ini tidak ada antibiotik yang tersedia untuk pengobatan vibrio parahemolyticus. Sekali terinfeksi, korbannya akan mati dalam dua atau tiga hari. Jadi kita harus sangat berhati-hati. Jangan anggap sepele sengatan ikan.

Supreme Master TV: Beberapa orang minum suplemen minyak hati ikan, berpikir ini bagus untuk mata. Ini adalah gagasan yang tidak benar, dimana kandungan perbaikan penglihatan minyak tersebut belum terbukti secara ilmiah.³,4

Dr. Liu Teng-Chieh: Tentang minyak hati ikan, di klinik kami, banyak orangtua bertanya apa mereka harus memberi minyak hati ikan ke anak-anaknya untuk membantu memperbaiki kesehatan mata mereka, dimana minyak hati ikan mengandung vitamin A. Mengapa kita tidak rekomendasikan makan ikan? Itu karena seluruh lautan kita sekarang tercemar, termasuk sungai-sungai air tawar kita. Polusinya sangat berat. Ada banyak mercuri dan hormon-hormon lingkungan di dalam air, sehingga semua ikan mengumpulkan banyak bahan pencemar metal berat dan hormon-hormon lingkungan.

Dr. Yang Zhen-Chang, Universitas Veteran Taipei: Kenyataannya kepercayaan bahwa makan ikan itu baik untuk mata, kita tidak punya dasar ilmiah.

Dr. Liu Teng-Chieh: Jika kita ingin anak-anak kita atau kita sendiri memiliki mata yang bagus, kita bisa mendapatkan zat gizi yang diperlukan dari tumbuh-tumbuhan. Sumber-sumber makanan ini lebih aman karena mengandung lebih sedikit zat pencemar. Inilah yang direkomendasikan untuk penyembuhan mata.

Dr. Hwang Deng-Fwu, Universitas Kelautan Taiwan: Biasanya, ikan yang paling beracun adalah yang paling besar, dengan berat lebih darip tiga atau lima kilogram. Racunnya biasanya di dalam hati ikan itu. Mereka dapat juga membawa sejumlah vitamin A yang terkonsentrasi, seperti dalam kasus ikan tuna atau ikan muraeninae, sehingga mampu menyebabkan keracunan vitamin A.

Dr. Liu Teng-Chieh: Sebenarnya, tumbuh-tumbuhan sangat kaya akan vitamin A. Vitamin A dalam sayuran adalah dalam bentuk beta karotin, yang dapat berubah menjadi vitamin A oleh tubuh kita. Jadi, jika kita makan sayur yang mengandung beta karoten dan biarkan tubuh mengubahnya menjadi vitamin A, ini cara yang lebih aman mendapatkan vitamin ini. Mengapa begitu? Jika kita mendapatkan vitamin A langsung dari makanan, jumlah yang berlebihan akan berakumulasi dalam tubuh kita, karena vitamin A adalah vitamin yang larut dalam lemak Saat kita mengumpulkan terlalu banyak, ia akan menyebabkan gejala keracunan.

Dr. Hwang Deng-Fwu, Universitas Kelautan Taiwan: Sebagian besar konsumen tidak sadar bahwa mereka telah keracunan, sehingga mereka tidak ke dokter. Gejala-gejalanya mirip dengan influenza, sehingga dokter sering salah menilai dan merawatnya sebagai influenza. Biasanya itu perlu seminggu bagi para dokter dan pasien untuk menemukan bahwa itu adalah keracunan vitamin A akibat makan hati ikan ketika bercak merah muncul dan kulitnya mulai mengelupas.

Supreme Master TV: Beberapa orang makan suplemen minyak ikan, yang diperoleh dari jaringan-jaringan ikan yang berminyak, dalam kepercayaan yang keliru bahwa mereka bermanfaat bagi jantung karena minyaknya mengandung asam lemak-omega 3. Beberapa percobaan, termasuk penelitian DART-2 (Diet and Reinfarction Trial) di AS telah menunjukkan bahwa mereka yang minum suplemen seperti itu sebenarnya lebih buruk dalam istilah kesehatan jantung dibandingkan pada mereka yang tidak memakan produk seperti itu. Dr. Liu Teng-Chieh berkata bahwa sumber dasar nabati lebih unggul daripada minyak ikan untuk mendapatkan DHA (asam docosahexaenoic), suatu asam lemak omega-3.

Dr. Liu Teng-Chieh: Kita bisa juga mendapatkan DHA dari rumput laut. Sebenarnya, tubuh kita dapat membuat DHA. Sebagai contoh, jika kita makan asam alpha-linolenic (ALA), yang merupakan suatu asam lemak penting tubuh kita dapat mengubah itu menjadi DHA. Makanan jenis apakah yang kaya ALA? Contoh makanan yang kaya ALA termasuk kedelai dan kacang-kacangan seperti kacang mete dan walnut, dan lain-lain. Biji rami juga mengandung banyak asam lemak penting ALA, yang dapat berubah menjadi DHA oleh tubuh kita. Jadi, jika Anda ingin anak-anak Anda memiliki mata yang lebih baik dan tubuh kuat dan tubuh, Anda dapat memberi mereka rumput laut, kacang-kacangan, kacang kedelai, dan lain-lain

Supreme Master TV: Dioksin adalah bahan beracun yang menyebabkan kelainan reproduksi dan pertumbuhan, kanker, dan kerusakan sistem kekebalan pada manusia. Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan bahwa lebih dari 90% paparan dioksin pada manusia berasal dari konsumsi produk-produk hewani, termasuk telur, ikan, dan kerang.

Dr. Yang Zhen-Chang, Universitas Veteran Taipei: Polusi dioksin dapat ditemukan pada daratan dan dalam lautan dan itu terjadi di seluruh dunia, bukan hanya di Formosa (Taiwan). Sama halnya, dioksin dapat mencemari ikan melalui bioakumulasi. Dioksin dapat tinggal dalam tubuh kita untuk waktu lama. Mereka tinggal dalam tubuh ikan hampir selama hidup mereka. Jadi sekali kita manusia atau ikan mengkonsumsi dioksin, mereka tinggal dalam tubuh. Dioksin adalah bahaya kanker yang utama. Mereka dapat menyebabkan kanker kelainan sistem kekebalan tubuh. Salah satu kasus yang paling terkenal mengenai pencemaran dioksin terjadi beberapa tahun yang lalu. Ditemukan bahwa salmon yang diternakkan mengandung terutama tingkat dioksin yang tinggi. Hanya sedikit kasus seperti itu yang telah diungkapkan dan mungkin ada yang lainnya yang belum diungkapkan.

Supreme Master TV: Untuk mengakhiri acara hari ini, kami menampilkan seseorang yang mengalami keracunan kerang yang berbagi bagaimana kejadian tersebut mengubah hidup dia secara total.

Wang Bi-Yun: Sekitar 10 tahun lalu saya mengalami reaksi alergi memakan tiram dan wajah saya menjadi bengkak dan merah. Saya mencari pengobatan dari dokter-dokter di berbagai rumah sakit: Rumah Sakit Univeritas Kedokteran China, Rumah Sakit Jen-Ai, Rumah Sakit Umum Kuang Tien, dan Rumah Sakit Tungs Pelabuhan Metro Taichung... Saya juga mencoba klinik-klinik kecil tetapi kondisi saya tidak membaik. Selama lebih dari satu tahun saya pergi ke tempat berbeda, selama dua atau tiga bulan di masing-masing tempat, tetapi tidak ada yang menolong saya. Akhirnya, setelah berpikir, saya berdoa pada Buddha. Saya berkata,”Sejak saat ini, saya tidak akan minum obat lagi atau memakai salep apa pun. Mohon tolonglah saya dan biarkan wajah saya sembuh. Saya akan mulai menjadi vegetarian penuh.” Sungguh, setelah saya menganut pola makan vegetarian, kemerahan pada wajah saya menghilang. Saya telah menjadi vegetarian penuh selama 10 tahun sekarang. Kulit saya baik dan kesehatan saya bagus. Saya merasa amat ringan dan baik.

Supreme Master TV: Terima kasih tulus kami pada Dokter Lyndon Llewellyn, Dr Hwang Deng-Fwu, Dr Yang Chen-Chang, dan Dr Liu Teng-Chieh yang telah berbagi pendapat ahli mereka tentang masalah-masalah keracunan makanan laut. dan racun yang tersembunyi dalam hewan lautan. Untuk menghindari kondisi-kondisi kesehatan yang telah kami liput dalam seri dua bagian kami, mohon lakukan pola makan vegan organik yang menyediakan semua zat gizi yang penting yang diperlukan untuk kekuatan dan tenaga.

Untuk rincian lebih lanjut tentang para ahli yang ditampilkan dalam acara kami, silakan kunjungi situs jaringan berikut ini:

Dr Hwang Deng-Fwu www.Toxin.NTOU.edu.tw

Dr. Liu Teng-Chieh www.PULIVH.gov.tw

Dr. Lyndon Llewellyn www.AIMS.gov.au

Dr. Yang Chen-Chang www.VGHTPE.gov.tw

Sumber:
1 http://edis.ifas.ufl.edu/in742
2 http://web.utah.edu/umed/students/clubs/international/presentations/dangers.html
3 http://www.holistichealthtopics.com/HMG/ciguatera.html
4 http://en.wikipedia.org/wiki/Fish_oil

0 komentar:

Poskan Komentar