Strategi Alternatif dalam ICT untuk Pendidikan

Onno W. Purbo

Dasar Asumsi
Biaya akses Internet relatif murah.
Tidak semua daerah di Indonesia terjangkau sarana telekomunikasi &
Internet. Perlu perhatian khusus pada daerah rural / remote.
Dunia pendidikan banyak bertumpu pada sumber / bahan ajar dan sumber daya
manusia (guru, teknisi, pegawai dinas).
Bangsa Indonesia ingin mandiri dalam mengembangkan software & tidak ingin
tergantung pada vendor software tertentu.
Bahasa pengantar pada berbagai software pendidikan & content management
system banyak yang menggunakan bahasa Inggris.

Target
Membuka kemungkinan akses Internet bagi seluruh MTs, MA, SMP, SMA. Juga SD
bagi yang menginginkan. ESTIMASI 240.000 sekolah.
Menyiapkan SDM Teknisi Komputer & Jaringan di 400+ kabupaten, dalam bentuk
beasiswa & kewajiban untuk membantu helpdesk di masing-masing kabupaten.
Hitungan kasar akan membutuhkan sekitar 5-10 orang / kabupaten. ESTIMASI
2000-4000 SDM.
Mengkompetisikan pembuatan konten-konten pendidikan, dapat berupa audio,
video, web, software dll. Estimasi kasar 3-4 jenis konten / mata pelajaran
/ kelas / tingkat pendidikan. ESTIMASI 500-1000 CONTENT PENDIDIKAN.
Mengkompetisikan penterjemahan berbagai software open source untuk
pendidikan agar berbahasa Indonesia. ESTIMASI ratusan APLIKASI.

Strategi Secara Umum
Semua software yang digunakan sebaiknya berbasis pada Open Source Software
untuk kemandirian bangsa Indonesia.
Semua media belajar yang dikembangkan, berupa audio, video, web, e-book
dll. Harus menggunakan lisensi GNU / Creative Common dan harus di simpan
di penyimpanan yang terbuka di Internet.
Pola yang dipakai sebaiknya bersifat terbuka. Semua lapisan masyarakat /
stake holder dibuka kesempatan untuk berpartisipasi. SIFAT KOMPETITIF.
Pola yang dipakai sebaiknya bersifat kompetisi. Masyarakat / guru /
sekolah yang ingin berpartisipasi harus berkompetisi untuk memperoleh dana
/ bantuan / program / beasiswa. Kompetisi harus berdasarkan proposal yang
di masukan, tidak di sarankan sistem penunjukan langsung.

Strategi di Bidang Infrastruktur
Memastikan adanya discount akses Internet untuk dunia pendidikan. Perlu
negosiasi dengan KOMISI 1 DPR RI agar ada kompensasi bagi discount untuk
dunia pendidikan, misalnya equivalen dengan Universal Service Obligation
(USO). NEGOSIASI REGULASI.
Stake Holder dapat mengajukan untuk pengembangan Teknik / Akses melalui
operator Selular bagi wilayah rural / pedesaan. SIFAT KOMPETITIF.
Di harapkan biaya yang perlu di keluarkan oleh sekolah untuk akses
Internet berkisar antara Rp. 50-150.000 / bulan / sekolah di biayai oleh
sekolah masing-masing. SIFAT SWADAYA.
Solusi USO bagi wilayah yang benar-benar tidak ada akses komunikasi /
Internet. Sekolah yang ingin memperoleh solusi USO ini sebaiknya
mengajukan diri dalam bentuk proposal. SIFAT TIDAK KOMPETITIF.

Strategi di Bidang SDM
Beasiswa untuk SDM pendukung teknik komputer & jaringan untuk helpdesk
bagi operasional jaringan di sekolah-sekolah. SDM ini sebaiknya di
integrasikan sebagai teknisi lab atau guru. SIFAT KOMPETITIF.
Beasiswa untuk SDM / guru-guru komputer / IT di sekolah-sekolah untuk
melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. SIFAT KOMPETITIF.
Beasiswa sebaiknya digunakan juga untuk Beasiswa D3 TKJ yang pernah dulu
digulirkan supaya SDM tersebut tetap terpelihara. SIFAT TIDAK KOMPETITIF.

Strategi di Bidang CONTENT Pendidikan
Content dapat berupa audio, visual, animasi, web, software.
Stake Holder dapat mengajukan proposal untuk mendanaan Content Pendidikan.
SIFAT KOMPETITIF.
Stake Holder dapat mengajukan proposal untuk membuat infrastruktur
pendukung pengembangan aplikasi, seperti Source Forge, Wikipedia, Blog
dengan menggunakan Server Lokal di Indonesia. SIFAT KOMPETITIF.
Stake Holder dapat mengajukan proposal untuk penterjemahkan berbagai
software open source menjadi bahasa Indonesia. SIFAT KOMPETITIF.

0 komentar:

Poskan Komentar