M Nuh: Ujian Nasional Tidak Gagal

Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono mengakui jumlah ketidaklulusan Ujian Nasional (UN) tahun ini meningkat dibandingkan 2009. Menteri Pendidikan Nasional M Nuh memberi jawaban dengan mengibaratkan UN sebagai laboratorium.

"Ada orang yang sangat enggan pergi ke laboratorium untuk cek kesehatan. Karena mereka khawatir ketahuan penyakitnya. UN itu sebetulnya laboratoriumnya, " kata M Nuh di Gedung Kementerian Pendidikan Nasional, Jakarta, Selasa 27 April 2010.

Dengan melakukan uji laboratorium, masih kata M Nuh, maka akan diketahui jenis penyakit yang bersangkutan. Apakah kolesterol tinggi, diabetes tinggi, tekanan darah tidak normal dan lain sebagainya.

"Kalau dari cek laboratorium itu ada tekanan darah tidak normal, maka jangan laboratoriumnya yang dikorbankan, " ujar mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya ini.

Maka itu, kata dia, laboratorium harus tetap didirikan. Bahkan harus diperkuat dengan peralatan yang lebih canggih. Jadi, bila diketahui hasil tekanan darahnya tinggi, dapat pula diketahui obatnya dan direkomendasikan.

"Bukan laboratoriumnya yang gagal. Tapi orangnya yang diperbaiki. Syukur itu kalau ketahuan," ujar dia.

Kendati demikian, M Nuh meminta agar murid-murid tidak khawatir. Karena masih ada kesempatan pada 10 -14 Mei mendatang. M Nuh yakin, ada kemungkinan kenaikan angka kelulusan.

"Dengan pendekatan 40 ribu anak yang mengulang hanya satu mata pelajaran, menggunakan presentase sekarang, 80 persen. Maka ada 32 ribu yang lulus. Berarti tinggal 120 ribu siswa, turun lagi. Siswa itu pasti punya effort, ikhtiar luar biasa," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kesra Agung Laksono sudah menerima laporan bahwa sebanyak 154.079 siswa tidak lulus Ujian Nasional. Jumlah ini sekitar 10 persen dari seluruh seluruh peserta ujian sebanyak 1.522.162 siswa. Jumlah ini meningkat dibanding tahun lalu.



Sumber
VIVAnews

0 komentar:

Poskan Komentar