pengambilan nilai di sekolah VS nilai UN

bagaimana menilai siswa entah itu pelajaran normatif, adaptif maupun produktif masih menjadi perdebatan. bahkan ada yang mengeklaim bahwa penilaian mata pelajaran normatif dan adaptif beda dengan penilaian mata pelajaran produktif. kalau nilai normatif dan adaptif diambil rata-ratanya. sedang nilai produktif ada yang mengeklaim bahwa nilai diambil dari nilai tertinggi adalah yang benar dengan berbagai macam argumen penguatnya.. . ada juga nilai diambil rata-ratanya. ..dan ada juga nilai diambil yang terendah

melihat dari kegiatan penilaian ini saja sudah tidak sama antara sekolah satu dengan sekolah lain.

pertanyaannya adalah
sudahkah pemerintah secara baku memutuskan dengan kekuatan hukum tetap bahwa :
nilai normatif dan adaptif diambil rata-ratanya?
nilai produktif diambil nilai terendah?
atau
nilai normatif, adaptif dan produktif diambil nilai tertinggi?
atau
nilai normatif, adaptif dan produktif diambil nilai terendah?
atau
nilai normatif, adaptif dan produktif diambil nilai rata-ratanya?
atau
dengan cara yang lain ???...

argumen yang dapat dimunculkan untuk mempertahankan cara pengambilan nilai pada masing-masing pilihan di atas yang jelas tidak ada yang paling benar.

sy pernah bertanya kepada duta dari dinas pendidikan kabupaten yang sedang memberikan pengarahan disekolah kami, mana yang benar pengambilan nilai di antara seperti yang digambarkan di atas?.... beliau tidak bisa jawab!

sudah samakah seluruh instansi sekolah menerapkan cara yang sama?.... tidak bisa jawab!

analogi seorang siswa pada mata pelajaran otomotif yang nilai remnya 6...sedang nilai engine 9 kemudian nilai diambil nilainya 6 dengan asumsi belum kompeten dapat membahayakan pengemudi dan penumpang???

bagaimana jika siswa pada mata pelajaran matematika untuk persamaan kwadrat mendapat nilai 10 sedangkan untuk materi statistika mendapat nilai 6???
dampaknya lebih besar dibanding membahayakan pengemudi dan penumpang

bagaimana pula jika pada mata pelajaran agama islam jika pada pemahaman Al-Qur'an, hadist dan sholat mendapat nilai 10, namun Aqidah mendapat nilai 6???
dampaknya luar biasa untuk bangsa dan negara dibanding membahayakan pengemudi dan penumpang

saya juga tidak tahu bagaimana cara penilaian untuk mata uji UN yang dilakukan pemerintah?? ??

relevan atau tidaknya penilaian yang masing-masing sekolah lakukan saat ini dengan penilaian yang dilakukan oleh pemerintah melalui UN tersebut sudah ada buktinya ?...

hal tersebut di atas adalah gambaran ketidakjelasannya dan ketidakkonsistennya pemerintah dalam membenahi dunia pendidikan,

namun anehnya....apapun kebijakan yang dicetuskan oleh pemerintah semua sekolah wajib tunduk tanpa syarat untuk melaksanakannya.

apakah nilai UN adalah nilai Standar???

salam
mas Ba

0 komentar:

Poskan Komentar