Tunggak SPP, puluhan siswa disabet kayu

Puluhan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Boedi Utomo, Cilacap, Jawa Tengah, terkena sabetan tangkai pohon oleh guru Olahraga akibat menunggak pembayaran Sumbangan Pengembangan Pendidikan (SPP).

Seorang siswa kelas X jurusan Mesin Perkakas 4 SMK Boedi Utomo, Cilacap, Aditya Saputra (17), Rabu (14/4) mengaku perutnya disabet oleh gurunya karena menunggak pembayaran sumbangan SPP selama sebulan sehingga belum memiliki kartu tes.

“Kemarin semua siswa yang belum memiliki kartu tes disuruh berkumpul di lapangan sekolah. Karena jalannya sempit, saya terlambat sampai lapangan sehingga perut terkena sabetan tangkai pohon oleh guru Olahraga, Pak Sunanto,” katanya.

Meskipun sabetan tersebut tidak meninggalkan bekas, dia merasa nyeri pada bagian perut yang tersabet. Menurut dia, puluhan temannya yang tidak memiliki kartu tes karena belum melunasi SPP juga terkena sabetan.

Ia mengatakan, teman satu kelasnya ada lima orang yang terkena sabetan guru Olahraga. “Bahkan, ada juga teman saya yang terkena sabetan pada lehernya hingga memar,” katanya.

Siswa kelas X jurusan Mesin Perkakas 1, Oki (17), mengaku turut dikumpulkan di lapangan sekolah bersama ratusan temannya yang belum melunasi SPP. Kendati demikian, Oki tidak terkena sabetan gurunya karena saat peristiwa itu terjadi dia langsung lari ketakutan.

“Saya lari hingga sepatu terlepas. Namun, saya melihat puluhan siswa terkena sabetan. Ada yang tersabet di tangan, leher, dan perut,” katanya.

Orangtua Aditya, Hadi Purwanto (43), menyayangkan tindakan yang dilakukan oknum guru tersebut. “Sebaiknya sekolah memanggil orangtua siswa jika SPP-nya belum lunas. Jangan main pukul seperti itu,” katanya.

Meskipun anaknya tersabet, dia mengaku tidak ingin menempuh jalur hukum terkait kasus tersebut. Ia mengatakan, peristiwa itu diharapkan tidak terulang lagi karena akan mencoreng dunia pendidikan.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Boedi Utomo, Cilacap, Tuslan Asep saat hendak dikonfirmasi sedang mengikuti kegiatan di Surakarta sejak Senin (12/4). Adapun Kepala Tata Usaha Sugiarti mengatakan, peristiwa tersebut bukan faktor kesengajaan yang dilakukan oleh guru Olahraga, Sunanto, kepada para siswa.

Menurut dia, sebelum peristiwa tersebut terjadi, sekolah menginformasikan kepada para siswa yang belum memiliki kartu tes untuk segera berkumpul di Ruang Tata Usaha.

“Karena saking banyaknya siswa, ada sekitar 300-an orang, kami yang dibantu para guru meminta sebagian dari mereka untuk menuju lapangan. Kebetulan jalan menuju lapangan tersebut disesaki para siswa sehingga Pak Sunanto berusaha menertibkan mereka,” katanya.

Lebih lanjut mengenai kronologi peristiwa itu, Ketua Komite Sekolah SMK Boedi Utomo, Cilacap, Himam mengatakan, guru Olahraga tersebut mengambil tangkai pohon yang masih ada dahannya.

“Pak Sunanto menggoyang-goyangkan tangkai tersebut sembari meminta siswa segera menuju lapangan sehingga tidak terlalu lama membuang waktu karena sudah memasuki jam mengerjakan tes. Jadi, sama sekali tidak ada pemukulan,” katanya.

Menurut dia, SMK Boedi Utomo sangat fleksibel terhadap siswa yang masih menunggak pembayaran SPP. “Yang penting orangtua siswa datang ke sekolah, mereka tetap akan kami beri kartu tes,” katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Kader Penerus Teknologi (lembaga yang menaungi SMK Boedi Utomo, Cilacap) Sudarno mengatakan, pihaknya akan mengklarifikasi kasus tersebut.

“Saya atas nama sekolah meminta maaf atas peristiwa tersebut. Saya akan klarifikasi kasus ini dan jika guru tersebut terbukti bersalah, akan ditindak,” katanya.


Sumber
Solopos

0 komentar:

Posting Komentar