Pelajaran Membatik Masuk Kurikulum Sekolah

Bantul-*Untuk melestarikan batik para pelajar di Bantul
akan memperoleh pelajaran membatik di sekolah. Dinas Pendidikan Kabupaten
Bantul sudah menyiapkan kurikulum tersebut sekaligus menindaklanjuti Surat
Keputusan Bupati Nomor 5A/ 2010 tentang batik sebagai muatan lokal di
sekolah.

“Sebanyak 374 guru Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas dari 17
kecamatan telah mengikuti pelatihan membuat modul membatik sebelum
diterapkan di sekolahnya,” kata Sahari, Kepala Dinas Pendidikan Dasar
Kabupaten Bantul, Minggu (18/4). Dia berharap awal tahun ajaran 2010 ini
sudah ada sekolah yang menerapkan kurikulum muatan lokal membatik.

Bupati Bantul Idham Samawi menjelaskan, industri kreatif batik sangat
mendukung pertumbuhan ekonomi sektor riil. Dia berharap masyarakat dapat
menjaga kelestarian batik sebagai warisan budaya bangsa. “Para perajin batik
diharapkan bisa menjaga kwalitas batik, sebab jika tidak, maka tidak bisa
bersaing dengan produk dari daerah lain,” kata Idham. Apalagi batik buatan
industri Cina sudah merambah Indonesia dengan harga murah.

Imaroh (40) salah satu perajin batik di Giriloyo, Wukirsari, Imogiri,
Bantul, mengaku sangat mendukung program pemerintah yang akan memasukan
keterampilan membuat batik sebagai pelajaran sekolah. Dengan cara tersebut,
anak-anak di dusun sentra batik itu bisa meneruskan keterampilan membatik.
“Meskipun ibu-ibu di dusun ini sudah mengajarkan ilmu membatik kepada
anak-anak, tetapi dengan adanya kurikulum membatik akan lebih mendalam
lagi,” kata Imaroh.



Sumber
TEMPO Interaktif

0 komentar:

Poskan Komentar