Sebuah Pemikiran; Pengaruh Budaya Sekolah dan Pembelajaran non akademis seorang anak terhadap pembentukan karakternya

Saya termasuk orang awam dalam dunia pendidikan yang belakangan ini
memiliki pertanyaan yang saya rasa cukup mendasar untuk dilakukan
penelitian lebih lanjut.

Pertanyaan saya adalah, Apakah terdapat korelasi antara pengaruh budaya
sekolah dan pengalaman juga pembelajaran non akademis seorang anak
terhadap pembentukan karakternya. .?

Jika memang ada, seberapa jauh pengaruh tersebut saling mempengaruhi?

Apakah teman-teman ada yang sudah pernah melakukan penelitian ini? Jika ya
dapatkah saya mendapatkan referensi hasil penelitian tersebut.

Pertanyaan ini didasari kekhawatiran saya, yang timbul belakangan merespon
perkembangan pergaulan anak dewasa ini dan juga karakter mereka, yang
ternyata kurang memiliki daya juang dan kemampuan analisa juga kreatifitas
terhadap penyelesaian masalah.

Ini juga dikeluhkan beberapa teman saya di HRD yang merasa sulit menemukan
calon tenaga kerja yang sesuai dengan karakter atau profile yang
diinginkan oleh pihak manajemen atau tantangan pekerjaannya.

Hal ini juga pernah diangkat oleh seorang relawan yang mendampingi sebuah
sekolah di Tangerang Banten, untuk menggalang dana dalam rangka
memperbaiki sekolah. Pengamatannya yang juga diangkat oleh Daai TV,
menjelaskan bahwa anak-anak kita tidak mendapat pendidikan daya juang
tentang bagaimana menemukan solusi atas masalah yang dihadapi dengan
cara-cara yang kreatif dan tidak meminta-minta.

Saya sendiri merasakan apa yang dulu saya dapatkan disekolah sejak saya
TK-SD-SMP hingga SMA ternyata membentuk saya dan memberi dasar karakter
saya sekarang, apa yang saya alami saat kuliah dan bekerja hanya menambah
atau mengasah kepekaan nya.

Hal ini membuat saya yakin dan berencana untuk menelusuri lebih jauh
tentang pengaruh budaya sekolah dan pembelajaran non akademis seorang anak
di sekolah dengan pembentukan karakternya melalui survey terhadap
orang-orang yang saya kenal dan yang tidak saya kenal.

Mudah-mudahan hasilnya dapat memberi referensi kita solusi atau
rekomendasi atas apa saja yang anak tangkap dan rekam hingga ia besar atas
nilai-nilai moral atau budaya yang akhirnya ia jadikan pedoman hidup dan
bagaimana penyerapannya.

Jika kita menemukan proses penyerapannya maka kita dapat dengan lebih
mudah melakukan perbaikan terhadap budaya sekolah kita masing-masing dan
pengajaran non akademis kita sehingga pembentukan karakter siswa dapat
lebih terarah lagi.

Mohon maaf jika ternyata konsep atau pemikiran ini kurang tepat.

Luki

0 komentar:

Poskan Komentar