Program Pendidikan Karakter Bangsa Libatkan 16 Kementerian

Progam pendidikan karakter bangsa yang dicanangkan
Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) terus disosialisasikan dengan
melibatkan 16 kementerian terkait seperti Kementerian Agama, Kementerian
Pemberdayaan Perempuan, dan yang lainnya.

"Kami telah menyusun dokumen lintas kementerian soal pendidikan karakter
bangsa dan dokumen itu akan diturunkan berupa panduan untuk kepala sekolah
dan guru," kata Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Jalal
pada Temu Ilmiah Nasional Guru II di Kampus Universitas Terbuka (UT) Pondok
Cabe, Tangerang Selatan, beberapa waktu lalu.

Acara bertema Membangun Profesionalitas Insan Pendidikan Yang Berkarakter
dan Berbasis Budaya", ini dihadiri 1.000 guru dari seluruh Indonesia dan
pakar pendidikan Arief Rachman, Ratna Megawangi, Rektor UT Tian Belawati dan
Sekjen Internasional Council for Open and Distance Education (ICDE),Carl
Homberg.

Guna merealisasikan program itu, jam pelajaran satu minggu yang sebelumnya
42 jam dikurangi menjadi 32 jam. Artinya disediakan waktu 10 jam selama
seminggu guna mengembangkan pendidikan karakter.

"Jadi para guru dan kepala sekolah menggunakan waktu 10 jam mengembangkan
nilai nilai luhur pendidikan karakter secara kreatif. Tidak monoton dalam
kelas dan diterapkan bersama aktivitas masyarakat," cetus Fasli.

Namun ia mengingatkan membangun budaya sekolah dengan menerapkan pendidikan
karakter bukan hal mudah. Misalnya nilai kejujuran,kedisiplinan dan
kerjasama. Sebab itu, semua pihak harus komitmen bersama dengan memberi
keteladanan agar nilai nilai luhur itu dapat menjadi budaya.

Dijadwalkan pada 2011 sekitar 260 ribu guru dan kepala sekolah tingkat dasar
dan menengah akan mendapat pelatihan program pendidikan karakter.

Pada kesempatan itu, Rektor UT menerima penghargaan Sekjen ICDE Carl Homberg
berupa Quality Review Sertificate yang membuktikan UT Indonesia semakin maju
dalam menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh. UT Indonesia semakin
maju,mampu menjadi sistem berkelas dunia yang dapat menjadi rujukan
institusi UT lainnya di dunia,"kata Carl Homberg. ICDE merupakan institusi
global yang memiliki visi untuk praktek pembelajaran jarak jauh
internasional (Bay/OL-04)


0 komentar:

Poskan Komentar