Suramkan Pendidikan Masa Depan?

Menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
di era Orde Baru, Daoed Joesoef, pejuang pendidikan Ki Hadjar
Dewantara memiliki konsep yang jelas soal pendidikan. Pada masa
sebelum kemerdekaan, pendidikan diarahkan untuk menyiapkan anak-anak
yang mampu menjadi pejuang-pejuang kemerdekaan.
Pendidikan tidak lagi dilaksanakan dengan konsep berbagi pengetahuan,
tetapi menjual untuk mencari keuntungan dari masyarakat.

-- Prasetyo M Brata

”Sesudah Indonesia lepas dari penjajahan, pendidikan menyiapkan anak-
anak yang bisa mengisi kemerdekaan,” ujar Daoed dalam sarasehan
pendidikan bertajuk ”Konsep Pendidikan Indonesia Berdasarkan Budaya
Serta Penerapannya di Lingkungan Rumah, Sekolah, dan Masyarakat” yang
berlangsung di Jakarta, Minggu (31/10/2010).

Daoed mengatakan, pendidikan berbasis kebudayaan itu dibangun dari
sistem nilai tertentu. Pendidikan kita semestinya mampu membangun
budaya nilai-nilai ilmiah, mendorong setiap orang agar mampu membuat
pilihan dalam hidup, serta memiliki komunikasi yang baik.

Prasetyo M Brata dari Lingkar Makna API mengatakan, banyak kalangan
yang prihatin dengan kondisi pendidikan sekarang yang justru membuat
suram masa depan generasi bangsa. Pendidikan tidak lagi dilaksanakan
dengan konsep berbagi pengetahuan, tetapi menjual untuk mencari
keuntungan dari masyarakat.

Generasi penerus bangsa yang dihasilkan tidak lagi memiliki daya juang
yang tinggi. Selain itu, berbagai keterampilan hidup juga minim
diajarkan yang sebenarnya dibutuhkan setiap anak dalam menjalani
kehidupan untuk dirinya, masyarakat, dan bangsa.

0 komentar:

Poskan Komentar