Separuh Lulusan SMK Diserap Dunia Industri

SURABAYA--Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) menyatakan bahwa 50 persen dari total 900 ribu lulusan Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) per tahun diserap dunia industri. Adapun sekitar 100 ribu siswa yang melanjutkan ke jenjang perkuliahan, dan 40 persen sisanya masih belum mendapat kerja.

"Dari berbagai lowongan pekerjaan di dunia industri lulusan SMK yang terserap baru 50 persen. Hampir sepuluh persen kuliah, dan sisanya masih belum terserap dalam dunia kerja,” kata Direktur Pembinaan SMK Ditjen Dikdasmen Kemendiknas, Joko Sutrisno, usai membuka kegiatan bursa kerja 'Job Matching SMK' di Jatim Expo, Sabtu (4/12).

Dalam bursa kerja yang diikuti 102 perusahaan yang ada di Jatim tersebut disediakan 6.977 lowongan pekerjaan, yang mayoritas dikhususkan untuk menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. "Meskipun begitu, pekerjaan yang tersedia hanya diperuntukkan tenaga terampil yang itu sesuai dengan skill yang dimiliki lulusan SMK," ujar Joko.

Dalam momen tersebut sekitar 700 siswa SMK memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan merakit 4.333 unit notebook. Berpatokan itu, sambung Joko, pemecahan rekor harusnya mampu menjadi momen bagi pemerintah daerah (pemda) untuk menciptakan lulusan SMK menjadi entrepreneur. “Diharapkan tahun-tahun berikutnya lulusan SMK bisa menjadi pebisnis, tak hanya pekerja,” imbuh Joko.

Menurut Joko, saat ini masing-masing pemda menyediakan dana sekitar Rp 25 juta bagi lulusan SMK, khususnya yang memiliki keahlian dalam bidang perakitan notebook. Dengan keahlian yang dimilikinya, lulusan SMK bisa menyediakan lapangan pekerjaan baru. Pasalnya, gagasan cemerlang itu perlu mendapat dukungan dari perusahaan penyedia perangkat komputer. "Bila perlu perusahaan komputer menyediakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) dengan harga murah. Sehingga notebook bisa dijual dengan harga murah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Harun, menyatakan serapan tenaga kerja SMK pada tahun 2011 mendatang diprediksi mencapai 200 ribu orang. Hal itu sesuai dengan asumsi pertumbuhan ekonomi Jatim pada 2011 yang mencapai 6,5 hingga 7 persen.

"Dari pertumbuhan ekonomi tersebut dibutuhkan 200 ribu tenaga kerja terampil. Sektor yang paling berkembang di antaranya perdagangan, hotel dan restoran, industri, serta telekomunikasi dan internet. Semuanya bisa dipenuhi lulusan SMK," kata Harun.

Mantan kepala Dinas Pariwisata Jatim tersebut menyebut bahwa industri kreatif akan menjadi penopang kekuatan ekonomi baru dalam jangka lima sampai lima belas tahun ke depan. Tetapi, kata Harun, tantangannya adalah jumlah kebutuhan tenaga kerja belum diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia (SDM).

"Kami terus meningkatkan jumlah lulusan SMK hingga jumlah perbandingan antara siswa SMA dengan SMK mencapai 40 banding 60 dapat diwujudkan,'' jelas Harun. ''Saya yakin dengan angka itu serapan tenaga kerja di tahun-tahun mendatang lebih lebih besar dan akhirnya mampu dipenuhi lulusan SMK."


Red: Endro Yuwanto
Rep: Erik Purnama Putra

0 komentar:

Poskan Komentar