MOM: Memperhatikan, Bukan Sekadar Melihat

"Perhatikan sekeliling Anda dengan seksama."
-- Anonim

ANDA sudah menonton film Bangkok Dangerous? Bintang Nicolas Cage bermain
dalam film aksi yang dibuat pada 2008 itu. Film yang merupakan remake dari
film Hongkong ini menggali kisah sisi manusiawi seorang pembunuh bayaran.
Syahdan Cage memainkan peran sebagai Joe, pembunuh bayaran berdarah dingin.
Satu tugasnya membawanya pergi ke Bangkok, Thailand.

Di kota Tuk-tuk, dia menyewa Kong, seorang pencopet jalanan. Tak banyak
perintah buat si tukang copet itu. Waspadalah, waspadalah. Begitu ujar si
Joe. Persis seperti kata Bang Napi. Dia harus awas. Dan perhatikan keadaan
sekitar. Semua benda yang berada disekitarnya dapat dimanfaatkan untuk
dijadikan petunjuk. Joe memberi contoh. Dia memberi tahu Kong tentang aksi
lelaki berbaju merah yang membuntutinya. Padahal dia mengetahui hal itu
hanya dengan melihat spion sebuah sepeda motor yang diparkir tak jauh dari
mereka.

Perhatikan. Itulah kata kuncinya. Bukan sekadar melihat. Untuk memperhatikan
jelas harus dilakukan dengan melihat. Namun 'memperhatikan' sesungguhnya
mengandung makna yang jauh. Yakni melihat dengan cermat atau memperhatikan
se­gala sesuatu dengan tepat. Ditambah penekanan 'de­ngan seksama', yang
berarti memperhatikan dengan serius. Dalam banyak hal dalam kehidupan
sehari-hari, kita memang dituntut untuk memperhatikan keadaan sekitar dengan
baik. Apakah itu di lingkungan kantor, rumah, ataupun tempat lainnya.

Ambil contoh misalnya, Anda hapal berapa jumlah tukang tambal ban yang
berada di jalan yang Anda lewati tiap harinya dari rumah menuju kantor dan
sebaliknya? Baik disisi kanan, maupun disisi kiri. Kalau Anda tidak hapal
jumlah dan berada dilokasi mana saja, dapat dimaklumi. Tetapi seandainya
Anda mengalami kempes atau bocor ban, apakah Anda dapat mengingat dimana
tukang tambal ban terdekat? Hal ini menjadi penting ketika faktor efisiensi
waktu, lebih-lebih soal keamanan, menjadi hal yang sangat utama.

Anda yang tinggal di Jakarta, mungkin sudah sering melewati terowongan Jalan
Casablanca. Berapa kali di pagi atau malam hari selepas kerja, terlihat
beberapa motor dan mobil mengalami kempes atau bocor ban. Seorang kawan
mengalami bocor ban motor. Apakah bocornya ban karena ulah penebar ranjau
paku atau bukan, tetap saja ban motornya harus diperbaiki. Sebenarnya ia
seorang biker, hampir tiap hari melewati jalan tersebut. Aneh sekali bila
dia tidak ngeh dimana tukang tambal ban terdekat. Nah, ditambah
keengganannya untuk bertanya, membuat ia harus mendorong motornya sejauh
kira-kira ratusan meter. Padahal andai saja dia bertanya, tukang tambal ban
terdekat berada tak jauh. Bukan hanya tenaga yang banyak terbuang, waktu pun
banyak tersita.

Dengan memperhatikan situasi sekitar, kita juga akan mengetahui apa yang
harus dilakukan. Anda tentu tidak dituntut untuk mengetahui atau menghapal
segala sesuatunya. Tetapi, minimal Anda mengetahui untuk melakukan apa yang
seharusnya dilakukan bila situasi dan kondisi mengharuskan hal itu. Apalagi
ditambah saat ini dengan kemajuan teknologi. Segala sesuatunya menjadi lebih
mudah.

Seorang kawan yang tengah bekerja dikantor mendapat laporan dari pengasuhnya
bila anaknya mengalami luka parah di dahinya ketika sedang bermain. Maka
tindakan pertama yang dilakukannya adalah menelpon tetangga sebelah untuk
meminta tolong membawakan anaknya ke rumah sakit terdekat untuk segera
ditangani. Bisa dibayangkan bila ia tak menyimpan nomor telepon tetangganya.
Padahal kecepatan waktu disini sangat penting.

Itulah mengapa pentingnya Anda memperhatikan keadaan sekitar. Tak hanya
melihat saja. Oh ya, omong-omong, Anda hapal nomor telepon Ketua RT setempat
dimana Anda tinggal?


Memperhatikan, Bukan Sekadar Melihat
Oleh: Sonny Wibisono *

Sonny Wibisono, penulis buku 'Message of Monday', PT Elex Media
Komputindo, 2009

0 komentar:

Poskan Komentar