Dituduh Curi Sepeda, 4 Bocah Dipukuli Belasan Anggota TNI AD

Empat bocah dipaksa mengaku oleh belasan anggota TNI AD telah mencuri sepeda. Bahkan wajah keempat bocah itu babak belur akibat bogem mentah para anggota militer itu.

Ucok (10), Yusuf (14), Topik (14) dan Yana (14) diambil dari rumah mereka, RT 2/03 Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Sukmajaya, Depok, Minggu (28/3) lalu. Mereka pun dibawa ke Markas Kostrad di Cilodong.

"Saya diambil pas lagi di rumah," ujar Ucok saat ditemui di rumahnya.

Ucok pun mengaku dipukul, ditendang bahkan hingga diikat di tiang untuk mengakui perbuatan itu. Hal yang serupa juga dialami tiga temannya. Memar di paha, mata, serta badan menandakan jelas adanya pemukulan itu.

Mereka berempat pun digiring ke Polsek Sukmajaya. Yang aneh, meski tidak bisa membuktikan adanya tindak kejahatan, mereka dipaksa untuk menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan. (mok/djo)

Berita lain:

Anggota Kostrad Pukuli 4 Bocah
Ibu Korban: Saya Sudah Teriak Jangan, Tapi Anak Saya Terus Dipukuli!
Zainal Abidin - detikNews
Depok - Kasus penganiayaan 4 bocah oleh sejumlah anggota Kostrad Divisi I Cilodong mungkin akan lama membekas di ingatan Fatmawati, ibu salah satu korban. Dia menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana anaknya diseret dari rumah kemudian dipukuli.

Saat ditemui di rumahnya, RT 2 RW 03, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Sukmajaya, Depok, Selasa (30/3/2010), Fatmawati tampak emosional. Janda yang bekerja sebagai buruh cuci ini pun menceritakan kronologi kejadian pahit yang menimpa anaknya.

Menurut Fatmawati, sekitar pukul 03.00 WIB, Minggu 27 Maret, rumahnya didatangi seorang anggota Kostrad. Dia terbangun saat mendengar pintu rumahnya diketuk berulangkali.

"Ini benar rumah Topik, mana anaknya," tutur Fatmawati menirukan ucapan salah seorang anggota Kostrad yang dikenalnya bernama Agus.

Tanpa curiga, Fatmawati kemudian memanggil anaknya. Namun baru saja Topik keluar, bocah itu langsur ditarik dengan kasar oleh Agus. Fatmawati berusaha mencegah, namun tindakannya itu sama sekali tidak dihiraukan.

"Saya sudah teriak supaya anak saya jangan dibawa. Tapi tidak digubris. Anak saya tetap dibawa ke pos dan kemudian dipukuli. Para tentara itu malah bilang dimatiin juga tidak apa-apa," tutur Fatmawati.

Yang mengenaskan, sambung Fatmawati, pelaku pemukulan tidak hanya satu orang. Setiap anggota Kostrad yang melintas di pos itu berhenti untuk menendang atau memukul Topik dan tiga orang temannya.

"Saya tidak ikhlas. Saya ingin semua pelaku pemukulan anak saya dipenjara," ujar Fatmawati.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah anggota Kostrad Divisi I Cilodong melakukan penganiayaan terhadap 4 bocah laki-laki. Keempat remaja itu masing-masing, Topik (14), Ucok (10), Yusuf (14), dan Yana (14). Mereka dituding telah mencuri sepeda salah satu anggota Kostrad tersebut. Namun tuduhan tersebut tidak terbukti.
(djo/djo)


Sumber
Moksa Hutasoit - detikNews - Depok

0 komentar:

Poskan Komentar