SKANDAL KECURANGAN UN DI BENGKALIS LIBAT GURU

Bengkalis, 4/4
(ANTARA) - Skandal kecurangan Ujian Nasional (UN) di SMA Negeri 1, Kecamatan
Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, Riau, ternyata diperankan oleh belasan oknum
guru di sekolah tersebut.

Pernyataan
keterlibatan belasan oknum guru SMAN I Siak Kecil itu diungkapkan Kasat
Reskrim, AKP Stevy Fitpatriasina saat dihubungi ANTARA di Bengkalis, Minggu.

"Setelah
ditelusuri melalui tiga saksi sebelumnya yang juga oknum guru di sekolah
tersebut, dugaan masih mengarah kepada lebih dari 11 guru lainnya," ungkap
AKP Stevy.

Kronologisnya, kata
Stevy, pada saat pengujian materi pelajaran Matematika, ada 14 guru di sekolah
sedang berada diruangan siswa sedang membahas kunci jawaban soal UN.

Diantara 14 guru
tersebut, kemudian berinisiatif melobangi lembaran jawaban soal tersebut untuk
kemudian dimasukkan kedalam program komputer.

"Yang dilakukan
guru tersebut adalah agar komputer tidak dapat membaca jawaban yang dicoret
salah. Sementara jawaban yang benar, yang telah dilubangi, secara otomatis akan
terbaca," tutur Stevy.

Dari kesaksian tiga
guru tersebut, menurut Stevy dapat dipastikan kecurangan telah terjadi di
sekolah tersebut yang dilakukan oknum guru demi nama baik sekolah tempat ia
mengajar.

"Langkah
selanjutnya kami akan memanggil 11 saksi guru lainnya untuk dimintai keterangan
terkait hal tersebut," katanya.

Seperti diberitakan
sebelumnya, indikasi bocornya soal UN tersebut dilaporkan Lembaga Swadaya
Masyarakat (LSM) Indonesia Anti
Corruption Society (IACS) Cabang Bengkalis pada Rabu (24/3) pekan lalu.

Saat pelaksanaan UN
mata pelajaran matematika, IACS yang juga pengawas independen, memergoki 14 guru sekolah sedang berada di
ruang belajar membahas kunci jawaban
dengan kertas jawaban yang dilobangi.

0 komentar:

Poskan Komentar