Ujian Nasional SMA, 99 Persen Bocoran Cocok

Kediri - Surya- Pengusutan terhadap beredarnya kunci jawaban ilegal ujian nasional (Unas) tingkat SMA di Kota Blitar oleh aparat Polresta mulai membuahkan hasil. Ternyata 99 persen kunci jawaban itu cocok dengan hasil pengerjaan soal unas.
Akurasi bocoran kunci jawaban itu diketahui setelah aparat kepolisian membandingkannya dengan hasil pengerjaan soal Unas oleh para guru.

“Dari hasil perbandingan tersebut, diketahui bocoran jawaban melalui pesan singkat atau SMS yang beredar, sekitar 99 persen cocok atau sesuai dengan jawaban yang benar menurut pengerjaan para guru yang dikoordinasi pihak Dinas Pendidikan Daerah (Dikda),” kata Kasat Reskrim Polresta Blitar, AKP Purdiyanto, Minggu (28/3).

Purdiyanto menambahkan, pencocokan memang tidak mungkin dilakukan dengan kunci jawaban Unas yang asli. Sebab, kunci jawaban yang asli tidak bisa diminta sembarangan tetapi harus harus dengan seizin Dinas Pendidikan provinsi.

“Oleh karena itu, kita coba membandingkan dengan hasil pengerjaan yang benar oleh para guru,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap tiga siswa dari sebuah SMA swasta di Kota Blitar yang diperiksa terkait kasus itu pekan lalu, diketahui bahwa kunci jawaban ilegal ternyata berasal dari Surabaya.

Tiga siswa Kota Blitar yang diperiksa itu adalah Ek, 17; Nw, 17, dan Os, 17. Terungkap bahwa SMS jawaban pertama kali diperoleh Ek. Sedangkan Ek mengaku mendapat kiriman SMS itu dari seorang pelajar SMA di Surabaya.

Perolehan kiriman SMS kunci jawaban itu juga unik karena terjadi tidak sengaja. Ek mengaku mendapatkan SMS kunci jawaban sebagai hasil barter (tukar-menukar) dengan chip game online level tertentu, yang jika nilainya Rp 1,5 juta.

“Pengirim SMS kunci jawaban itu adalah sesama penggemar online game dari Surabaya,” kata Purdiyanto.

Setelah memeriksa Ek, Nw dan Os pada Rabu pekan lalu, polisi selanjutnya memburu si pengirim SMS di Surabaya. Perburuan dilakukan melalui pelacakan nomor ponsel yang masuk ke dalam ponsel milik Ek. Hasilnya ditemukanlah Eo, pelajar salah satu SMA swasta di Surabaya.

“Dia sudah kita mintai keterangan di Surabaya pada Jumat(26/3) lalu, serta mengakui kalau dia yang mengirimkan kunci jawaban Unas tersebut pada Ek di Blitar,” jelas Kasat Reskrim.

Namun tatkala dikejar dari mana sumber kunci jawaban yang dikirimkannya itu, Eo mengaku bahwa dirinya juga mendapatkannya dari orang lain, melalui SMS pula.

Menurut pengakuan Eo, dirinya juga tak mengenal identitas orang lain tersebut. Akibatnya, polisi kesulitan melacak langsung sumber asalnya.

“Tapi kita sedang berupaya, bekerja sama dengan pihak operator seluler meminta rekaman SMS yang keluar masuk dari ponsel Eo,” tandasnya.

Kata Purdiyanto, tampaknya ada upaya Eo untuk memutuskan rantai kebocoran itu pada dirinya. Tapi, pihaknya tidak akan menyerah, dan akan terus memburu siapa sumber awalnya.

Jika terungkap nanti, pembocor bisa dijerat pasal 322 KUHP tentang membocorkan rahasia dengan ancaman hukuman penjara maksimal 2 tahun.

“Kami akan terus dalami sampai bisa mengungkap siapa sumbernya,” imbuhnya.

Beredarnya bocoran kunci jawaban Unas ilegal di Kota Blitar mulai terdengar polisi pada 22 Maret lalu, atau hari pertama unas SMA. Setelah melakukan pelacakan, pada 24 Maret polisi akhirnya memeriksa Ek, warga Perum BTN Wisma Indah Kelurahan Kepanjen Lor Kecamatan Kepanjen Kidul.

Ek ternyata sudah menyebarkan SMS bocoran jawaban itu ke teman perempuannya, Nw, warga Kelurahan/Kecamatan Sanan Wetan, serta ke Os.

Sementara itu, saat dimintai tanggapannya tentang temuan polisi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Kota Blitar, Pratignyo mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian dan sekolah dari para siswa yang tersangkut.

“Apakah memang benar yang didapatkannya itu kunci jawaban unas atau palsu, biar polisi menyelidikinya sampai tuntas dulu,” tandas Pratignyo.nais

http://www.surya. co.id/2010/ 03/29/unas- sma-99-persen- bocoran-cocok. html


Sent from my BlackBerry®
[E]: mohammad.ihsan@ yahoo.com
[W]: www.klubguru. com

0 komentar:

Posting Komentar