Support Untuk Anak-anak yang Prestasi Akademiknya Rendah

Di UK (*well* setidaknya di kota Bristol), anak-anak yang performansi
akademiknya kurang baik di sekolah mendapat support dari pemerintah lokal
untuk membantu mereka dalam kegiatan pembelajarannya. Ada beberapa cara
support ini dilakukan. Salah satunya adalah dengan mengadakan kelas
tambahan, sepulang sekolah satu atau dua kali seminggu untuk merreview
materi yang telah dipelajari di sekolah.

Untuk anak-anak yang lebih besar, ada juga semacam kelas tambahan, dimana
anak-anak belajar secara mandiri, mengerjakan berbagai modul. Dan ada
seorang tutor yang menemani mereka yang siap untuk ditanyakan apa saja.
mirip one to one tutoring.

Bagi anak-anak SD yang belum lancar membaca, biasanya akan disediakan satu
guru (atau asisten guru khusus), yang akan memberikan one to one tutoring
untuk anak tersebut dalam perihal membaca. Biasanya anak-anak ini dibimbing
untuk membaca dengan suara keras (*read out loud*) sekitar satu buku (anak)
sehari. Tingkat kesulitannya tergantung dengan kemampuan membaca anak. Tutor
ini akan menemani anak membaca, mengoreksi bila ada kesalahan, dan membuat
assessment tentang kemajuan membaca anak.

Oh iya, di kelas-kelas di UK biasanya selain ada guru kelas juga ada asisten
guru. Asisten guru ini biasanya mahasiswa-mahasiswa yang sedang di training
untuk menjadi guru profesional. Sebelum menjadi guru, biasanya
mahasiswa-mahasiswa ini menjadi asisten guru terlebih dulu. Ia akan belajar
skil-skil untuk menjadi guru melalui apprenticeship dengan guru yang lebih
senior.

Nah. tapi support yang diberikan kepada anak-anak yang prestasi akademiknya
masih kurang adalah dengan mengundang semacam support teacher untuk
melakukan one to one tutoring di dalam kelas, saat anak sedang mengerjakan
tugas sekolah. Support teacher ini berbeda dengan asisten guru. Support
teacher ini menangani individu. Jadi anak mendapat one to one attention.
Kalau ada materi yang tidak dipahami support teacher ini dapat membantu.

Support teacher ini juga kadang bekerja di luar kelas, sepulang sekolah,
misalnya, membimbing bila ada siswa kesulitan dengan pekerjaan rumahnya.

Teman saya bekerja sebagai seorang support teacher. Dia kadang masuk ke
dalam kelas untuk membimbing murid-murid yang memiliki prestasi akademik
yang kurang. Kemarin saya ngobrol-ngobrol dengannya. Oh iya, teman saya ini
bekerja di daerah yang terdiri dari banyak imigran dari Somali, Pakistan,
dan Bangladesh.

"Tadinya pekerjaan saya sebenarnya hanya untuk mensupport masalah akademik
anak-anak ini. Maksudnya memberikan pelajaran tambahan, membimbing kalau ada
pertanyaan tentang materi yang tidak dipahami, tapi ternyata ngak bisa
begitu.. Saya terpaksa harus menghadapi masalah tingkah lakunya juga (*
behaviour**) ."*

Lalu ia melanjutkan,

"Anak-anak ini kehidupannya tidak mudah. Kadang mereka ditinggal pergi oleh
orangtuanya sendirian di rumah. Mereka tidak mendapatkan support seperti
yang mereka butuhkan."

"Saya juga menangani anak-anak yang bermasalah di sekolah. Kadang mereka
kena hukuman skors, tetapi mereka tetap mesti mengerjakan tugas-tugas
sekolah. Tapi kadang mereka mau mengerjakannya tapi bingung mulai dari mana,
harus bertanya pada siapa."

"Kemarin saya ada anak yang terlambat datang ke kelas. Ternyata dia habis
dibawa ke kantor polisi. Ada juga anak-anak yang kerjanya bertengkar terus.
Ada juga yang diam saja, pasif tidak mau mengerjakan apa-apa. Beda-beda
memang karakternya"

"Saya paham bahwa anak-anak ini telah melalui berbagai hal. Seorang murid
saya, dari Somali, kerjanya memaki. Ketika di Somali, ketika perang
saudara, dia melihat ibunya ditembak langsung dikepala. Dia melihatnya
sendiri. "

"Anak-anak ini butuh lebih dari support akademik. "



Sumber
http://warnapastel. multiply. com

0 komentar:

Poskan Komentar